Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Rabu, 23 Mei 2012/2 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:56 - Shubuh 4:33:20 - Terbit 5:55:23 - Dzuhur 11:49:41 - Ashar 15:11:42 - Maghrib 17:44:02 - Isya' 18:57:35 WIB

Penulis Topik: Kisah Nyata Perlawanan terhadap Korupsi, Ibrah dan Hikmahnya!  (Dibaca 6259 kali)


Offline sieems

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.457
  • Lokasi: jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • rania balqis sulaeman bidadari kecilku ^o^
    • Lihat Profil
« Jawab #15 pada: 16 November 2007, 08:58:29 »
mudah2an renumerasi di depkeu bisa menghilangkan praktek kkn seperti digambarkan di kisah di atas. cuma msalahnya kadang "penjahatnya" itu atasan kita sendiri itu yang susah :toe:

Offline kuringtea

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 2.834
  • Lokasi: Bandung-bogor-bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
  • Inspirasi "mujahid" dilampu motorku
    • Lihat Profil
    • www.perisaidakwah.com
« Jawab #16 pada: 16 November 2007, 09:39:43 »
hmm,jazakillah mbak najma,tambh kisahnya..ck,ck ampe gitu ya mertua.. mudah2an kita semua dpt mertua yg sholeh/sholehah.amin
 
bang irzan, bukannya STAN; Sekolah tinggi agama negeri?:-),menurut info dakwah disana cukup marak juga..tdk sdikit produk birokrat yg sholeh..dan di "ustadzkan"juga produk dari sana..

hmm jadi ingat khairansyah salman,.salahsatu yg bongkar korup di kpu..alumnus stan? dimana ya skarang beliau?ada yang tau?

..ane ingat di koran,hubungan dgn masyarakat pun beliau baik..terkenal sering khutbah..dgn kemampuan bhasa arab dan inggris yang baik..insyaALLAH (bahasa arab di STAN brapa SKS ya?:-)).
afwan. lanjut yo,sapa yang mau sharing lg..
Sahabat ‘Umar Ibn al-Khaththab berkata,

“Bukanlah orang yang berakal itu adalah yang dapat mengetahui kebaikan dari keburukan, namun orang yang berakal adalah yang mampu mengetahui yang terbaik dari dua keburukan.”

[ Raudhatul Muhibbin,hal 8)
Mangga mampir di : makadir.wordpress.com

Offline irzan

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 1.348
  • Lokasi: jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • apakah engkau tidak punya rasa malu ?
    • Lihat Profil
« Jawab #17 pada: 16 November 2007, 10:12:43 »
hmm,jazakillah mbak najma,tambh kisahnya..ck,ck ampe gitu ya mertua.. mudah2an kita semua dpt mertua yg sholeh/sholehah.amin
 
bang irzan, bukannya STAN; Sekolah tinggi agama negeri?:-),menurut info dakwah disana cukup marak juga..tdk sdikit produk birokrat yg sholeh..dan di "ustadzkan"juga produk dari sana..


nah, itu juga singkatan yang lainnya. tapi yang kaku sebutin juga banyak buktinya (meski sekarang udah agak kurang relevan lagi singkatan itu)
aku keluar

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #18 pada: 16 November 2007, 12:51:54 »
OOT: akh ihsan,ana ngenet di hp via browser operamini 4,ente pake firefox versi hp?ada almat yg bisa didownload. jzkh
afwan...ane ngenet pake Laptop via Hp :)
coba langsung di HP emang lelet...plus susah bacanya
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ENTHONG

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 332
    • Lihat Profil
« Jawab #19 pada: 16 November 2007, 13:55:40 »
Katanya ada yang namaya NEVO londo ( atau apaan lah) yang mantan staff meneg BUMN sugiharto, yang katanya cukup bersih dan berani lawan korupsi...oh ya khairansyah itu sekarang dimane ya ? khan mulyana nyah ude dilepas ye ?
Enthong surontong al betawy is Back !!!!

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #20 pada: 19 November 2007, 16:03:19 »
Ayo....Korupsi masih merajalela ....%peace%
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ronyajadech

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 2.083
  • Lokasi: Earth!
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #21 pada: 19 November 2007, 18:47:09 »
mana lagi nih kisah-kisah heroik orang-orang bersih...
Kalo pak khairiansyah kabar yang saya dengar keluar dari BPK.
Katanya sih di anggap kurang "profesional" gitu deh ama orang-orang BPK terus beliau keluar.
Terus katanya lagi pindah ke BRR

Offline Anti Zionist

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 244
    • Lihat Profil
« Jawab #22 pada: 19 November 2007, 18:52:19 »
Katanya ada yang namaya NEVO londo ( atau apaan lah) yang mantan staff meneg BUMN sugiharto, yang katanya cukup bersih dan berani lawan korupsi...oh ya khairansyah itu sekarang dimane ya ? khan mulyana nyah ude dilepas ye ?

Lendo Novo, kayaknya beliau ikut keluar bersama dengan keluarnya Sugiharto.

Kutip
Rabu, 20 Juli 2005,
Wawancara dengan Lendo Novo, Tukang Bersihkan Korupsi BUMN (2-Habis)


Masalah Khilaf, Korupsi Bisa di Mana Saja

Sebagai tenaga ahli Kementerian BUMN Bidang Pengolahan Data, Informasi, dan Investigasi, Lendo Novo ikut andil dalam memberikan laporan tentang dugaan korupsi di 16 BUMN. Kini, kasus tersebut sedang ditangani Timtastipikor (Tim Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi). Kepada wartawan Jawa Pos, Sofyan Hendra, alumnus ITB itu juga bertutur soal kendala yang dihadapinya dalam menjalankan tugas selama ini:


Apa benar Anda juga menyadap telepon para direksi BUMN?

Kalau itu, saya tidak bisa berkomentar.


Apakah hasil laporan Anda selalu mendapat respons baik dari Men BUMN?

O, ya. Cuman kan beliau saat ini mengalami kesulitan karena ada eselon 1 yang jarang masuk. Ada yang sudah pensiun dan belum terisi. Sementara level eksekusi bukan di menteri. Menteri kan harus policy. Pada saat deputi menteri belum berganti, beliau mengalami kesulitan sampai hari ini. Tapi, begitu pengisian deputi ini cepat dilakukan, saya yakin pemberantasan korupsi akan semakin kencang. Ini penting buat kita supaya target Pak Menteri untuk mencapai dividen Rp 11 triliun itu tercapai. Cara yang paling efektif itu kan efisiensi dan profit. Efisiensi itu ya yang paling jelas harus dilakukan, yaitu mencegah korupsi.


Ada kemungkinan terjerumus dalam informasi yang tak akurat dan kemudian mencelakakan direksi BUMN yang bersangkutan?

Kemungkinan itu ada. Tapi, sebelum sebuah kasus dinyatakan matang, kita belum akan laporkan ke menteri. Begitu tidak valid, kan berarti menjurus kepada fitnah. Dan, itu sangat kami hindari.


Jadi, kasus-kasus yang sudah diekspose ke publik saat ini pasti valid informasinya?

Valid. Kita bisa pertanggungjawabkan.


Apa Anda juga melakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan?

Kalau klarifikasi kepada yang bersangkutan, tentu tidak. Karena itu bagian atau wewenang KPK, kejaksaan, dan lainnya. Kami kan hanya memberi masukan. Nanti kami laporkan kepada kepolisian untuk ditinjaklanjuti. Seperti sekarang, Timtastipikor yang kita beri laporan 16 BUMN itu sudah dipanggil semua. Nah, itu tugas mereka.


Kalau saya mah nggak klarifikasi. Nanti mereka malah menghilangkan barang bukti. Saya mencegah itu. Sebagian besar direksi ingin ketemu saya untuk klarifikasi. Saya bilang, pertama, bukan wewenang saya. Kedua, sebaiknya tidak usah takut. Selama merasa tidak melakukan korupsi, tidak perlu takut. Kalau sudah korupsi, baru boleh ketakutan. Sebelum diinvestigasi, misalnya, temuan saya cuma satu kasus. Begitu dilakukan audit investigasi, bisa lima kasus pulangnya. Dan, itu sangat mungkin. Saya yakin betul, dari 16 BUMN itu, kemungkinan banyak temuan baru kalau dilakukan audit investigasi.

Apakah tindakan sama juga Anda lakukan terhadap BUMN yang sudah go public.

Ya. Semua potensinya sama.


Apa tidak cukup transparansi BUMN yang sudah go public?

Nggak perlu di Indonesia. Yang di Amerika saja, yang good corporate governance-nya sudah tinggi, korupsi tetap ada. Ini kan masalah khilaf. Jadi, meski sistem dibentuk sedemikian rupa, orang khilaf itu pasti.


Cara yang Anda lakukan itu tidak terlalu personal?

Kita sih menginginkan sebuah negara itu ada tempat untuk pemberantasan korupsi. Jangan karena nggak ada, terus kita langsung berlepas tangan. Cara yang digunakan seperti ini. Kalau dimungkinkan nanti perubahan aturan sehingga akan dibentuk lembaga yang berbeda, kita ya senang-senang saja.


Apakah tidak bisa dibuat sistemnya?

Kalaupun nanti ada sebuah institusi resmi, ya saya tinggal menyerahkan saja.


Anda tidak takut jabatan dengan wewenang luar biasa ini diisi orang yang tidak seidealis Anda? Artinya, apa tidak bisa dibuat sistemnya sehingga tidak terjadi kekhawatiran seperti itu?

Bisa ya, bisa tidak. Saya percaya betul kepada Bapak Presiden. Kalau memang ada perubahan segala macam, kan tetap dalam rangka pemberantasan korupsi. Kami sudah menyiapkan sistem dan konsep. Jadi, siapa pun nanti kalau ada perubahan yang mengisi jabatan, sudah bisa kita siapkan. Yang penting, saat ini kami telah bekerja. Yang terakhir, kita serahkan kepada Yang Paling Atas.


Adakah direksi BUMN yang mencoba berbaik-baik dengan Anda?

Itu pasti. Rata-rata, mereka kenal saya. Apalagi, kalau menyuruh orang lain untuk mendekati saya, lebih banyak lagi. Tapi, saya bilang, kalau mereka bayar orang untuk melobi, malah rugi. Sebab, uang pasti keluar (untuk bayar pelobi, Red). Kan rugi dia. Saya suggest sudah-lah nggak usah. Kasus itu dihadapi saja. Kalau yakin nggak korupsi, ya sudah. Kita juga tidak pernah melakukan penganiayaan kepada para direksi. Kami bekerja secara profesional. Jadi, saya anjurkan tidak usah.


Bagaimana Anda melawan godaan materi?

Mudah-mudahan saya bisa sabar. Satu-satunya yang bisa melawan itu kan iman dan integrity kita. Siapa yang tidak suka terhadap materi. Yang bisa menolak itu kan cuma imannya masing-masing. Selama imannya kuat, saya jamin bisa melawan godaan.


Berapa Anda digaji?

Wah, nggak usahlah. Karena itu rahasia dapur ha ... ha.


Tapi, cukup untuk melawan godaan itu?

Insya Allah cukup. Kami ini orang-orang profesional. Kalau di kementerian itu kita bukan di struktural, lebih ke fungsional. Kami umumnya adalah kalangan yang anggap saja sudah cukup dan mapan. Saya kan juga sudah memiliki pekerjaan sebelumnya, memiliki perusahaan. Insya Allah kalau yang ’gitu-gitu’ nggak. Kecukupan itu kan tidak harus lewat materi yang banyak.


Apa tawaran yang paling tinggi?

Wah, ya banyak. Ada uang, kendaraan, besarlah. Kalau mau nonton pameran Auto Expo (Gaikindo Auto Expo, Red) tinggal milih. Bisa itu ha ... ha. Kalau yang dulu itu, memang pernah ditawari Jaguar. Tapi, karena saya tolak dengan baik, ya sampai sekarang tidak ada yang berani menawari lagi.

Pernah ada ancaman?

Empat bulan lalu. Waktu itu di Jalan Sudirman (Jakarta), saya dibacok pakai golok (sambil menunjukkan bekas luka di pergelangan tangannya). Kesimpulan polisi, itu memang teror karena waktu itu Mercy yang ada di sebelah tidak dirampok. Sedangkan saya cuma naik Taruna. Itu pun hanya dirusak. Alhamdulillah, saya bisa selamat.

(Di balik tugasnya yang penuh risiko, Lendo adalah pencetus dan konseptor Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT). Konsep ini menginspirasi berdirinya 800 SDIT yang begitu digandrungi keluarga muslim di perkotaan. Lendo juga dikenal sebagai penggagas Sekolah Alam, yakni sekolah yang menjadikan alam untuk mengganti prasarana fisik konvensional. Saat ini sudah berdiri 200 sekolah alam di berbagai kota besar)


Bisa diceritakan aktivitas Anda sebelum ini?

Saya lama di LSM. Kurang lebih 15 tahun. Seperti membuat Perkumpulan untuk Usaha Kecil dan membuat sekolah. Saya sudah membuat kurang lebih 800 sekolah. SDIT itu kebetulan saya pencetusnya. Sekolah Alam juga. Saat ini sudah muncul 200 sekolah alam. Saya juga berwirausaha, mendirikan perusahaan.


Perusahaan apa?

(Berpikir sebentar) Janganlah. Tapi, saya jamin itu perusahaan baik-baik ha ... ha. Di LSM, mungkin, yang dulu paling banyak menyita aktivitas saya.


Kabarnya, Anda pernah dipenjara saat mahasiswa?

O, ya. Saya pernah dipenjara selama 7 bulan oleh rezim Orde Baru. Tahun 1989 waktu itu. Saat itu, Pak Rudini datang ke ITB, lalu kita demonstrasi menolak Pak Rudini datang ke kampus kami.


Apa tuntutannya waktu itu?

Waktu itu, tersebar luas di publik bahwa Pak Rudini dianggap sudah berani berseberangan dengan Pak Harto. Tapi, begitu kita lacak, sebenarnya tidak ada sesuatu yang menunjukkan perlawanannya kepada Pak Harto. Artinya, tidak seperti yang diberitakan di koran-koran. Waktu itu, kami bilang you bagian dari orang-orang itu.


Aktif di mana waktu itu?

ITB. Saya pernah menjadi Sekjen Forum Komunikasi Himpunan Jurusan (FKHJ) ITB. Itu seperti dewan mahasiswa yang pernah dibreidel Daoed Joesoef (mantan Mendiknas, Red) melalui NKK/BKK (Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kampus). Semua ketua dan staf jurusan lalu bergabung membentuk FKHJ. Salah satu ketua himpunan jurusan waktu itu Hotasi Nababan (kini, dirut Merpati). Masih ada lagi di beberapa BUMN lain, cuma bukan dirut. Di atas saya satu tahun, ada Pramono Anung (Sekjen PDIP). Dulu, dia pernah saya tugaskan membentuk satgas FKHJ.

(Lendo agak tertutup saat disinggung soal keluarganya. Maklum, pekerjaan berisiko ini harus mempertimbangkan keamanan keluarganya pula. Namun, dia sangat antusias saat menceritakan ayahnya)


Bagaimana dukungan dari keluarga?

Kalau ada ancaman, ya ketakutan lah. Itu pasti. Ya mudah-mudahan mereka bisa sabar. Yang jelas, mereka mendukung.


Anda lahir dari keluarga aktivis?

Iya. Ayah saya, Zuardin Azzaino, dulu pekerja di Bank Indonesia. Beliau 14 tahun tak naik pangkat gara-gara jadi ketua Serikat Pekerja Bank Seluruh Indonesia. Beliau penulis buku-buku Islam juga lho. Saya punya anak lima. Tiga laki-laki, dua perempuan.


Kabarnya, Anda aktif di Partai Keadilan Sejahtera?

Wah, kalau itu sudah banyak yang tahu. Saya memang simpatisan PKS. Di era seperti ini, saya pikir saya memang harus masuk politik riil. Dan, tempat yang sesuai dengan idealisme saya, ya PKS. Orang-orangnya bisa menolak uang, mengembalikan amplop, menolak kenaikan gaji dewan. Lagipula, saya memang sudah banyak terjun di dunia aktivis.

Sejatinya, Indonesia bisa menjadi bangsa besar. Tapi, mungkin banyak yang khilaf, ’kesurupan’, dan senang yang instan-instan. Utang, terus tilep. Yang membuat kita miskin kan itu. Kalau 30 persen yang bocor, utang Rp 1.000 triliun berarti Rp 300 triliun dikorupsi. (sofyan hendra)

Nama : Lendo Novo
Tempat/Tgl Lahir : Jakarta, 6 November 1964
Pekerjaan : Tenaga Ahli Bidang Pengolahan Data, Informasi, dan Investigasi
Pendidikan : S1 Teknik Perminyakan ITB
S2 Resource Energy Management ITB
Nama Istri : Yusri
Anak : 5 orang (3 putra, 2 putri)


Offline Anti Zionist

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 244
    • Lihat Profil
« Jawab #23 pada: 19 November 2007, 18:54:57 »

Masih tentang Lendo Novo. Kita butuh orang-orang seperti beliau! O0 O0

Kutip

Lendo Novo: Kami Menanam Agen di BUMN

UPAYA Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara memberantas korupsi
memunculkan Lendo Novo ke permukaan. Meskipun ia berupaya bekerja
diam-diam, gerak-geriknya tetap menjadi perhatian. Maklum saja,
tenaga ahli Menteri BUMN itu adalah ketua tim investigasi BUMN, yang
dibentuk sejak tiga bulan lalu.

Penjahat pun mengamati gerak-geriknya. Ketika itu, ia sedang melintas
di bilangan Dukuh Atas, kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Mei
lalu. Sepuluh orang tak dikenal menyergap mobilnya dan membacok
lengannya. Tapi penjahat tak mengusik barang-barangnya.

"Saat itu menjelang dikeluarkannya daftar 16 BUMN yang terindikasi
korupsi," ujar mantan aktivis mahasiswa di Institut Teknologi Bandung
yang sempat dipenjara pada 1989, lantaran mendemo kehadiran Menteri
Dalam Negeri, Rudini, di kampus ITB itu.

Bagaimana sepak terjang tim yang dipimpinnya? Berikut penuturan pria
yang murah senyum itu kepada wartawan Gatra Rihad Wiranto dan Hatim
Ilwan serta pewarta foto Wisnu Prabowo:

Siapa saja anggota tim Anda?
Di dalamnya ada ahli-ahli intelijen dan ahli investigasi. Kami
bekerja sampai menghasilkan bukti awal yang matang. Belum lama ini,
presiden mencantolkan tim kami dengan Tim Pemberantasan Tindak Pidana
Korupsi. Jadi, kami sekarang berkoordinasi dengan Tim Tipikor.
Sebelumnya dengan KPK dan kepolisian. Tugas kami memberikan bukti
awal, menjadi tugas teman-teman yang punya hak eksekusi dan audit
investigatif.

Tim Anda ini hanya menampung informasi?
Ya, investigasi juga, secara informal. Dalam istilah CIA, kami ini
non-official cover. Kami tidak bisa memanggil orang untuk diperiksa
seperti BPK. Lagi pula, buat apa Kementerian BUMN melakukan itu.
Tapi, karena instruksi presiden, dan ternyata korupsi terbesar
terjadi di BUMN, maka kami jalan.

Berapa banyak anggota tim Anda?
Namanya juga pengawas tidak resmi, masak disebut. Kami juga punya
agen yang ditanam di BUMN, yang bukan anggota resmi tim ini.
Pokoknya, anggota kami profesional. Tapi saya nggak bisa menyebutkan.

Untuk yang di luar tim resmi ini, apakah sebagian besar dari serikat
pekerja BUMN?
Pokoknya, siapa pun yang bersedia menjadi agen untuk membantu negara
memberikan informasi. Mereka semua bekerja sukarela.

Kalau di seluruh BUMN itu ada, berarti paling sedikit ada 158?
Mudah-mudahan.

Apakah ada prioritas menyelidiki BUMN-BUMN tertentu?
Tentunya BUMN yang jelas-jelas korupsinya. Kami optimalkan pada yang
nilai korupsinya besar karena manfaatnya juga gede. Karena
keterbatasan, kami fokus pada dugaan korupsi yang nilainya di atas Rp
1 milyar. Lebih fokus lagi pada kasus yang nilainya di atas Rp 1
trilyun.

Banyak direksi yang mengeluh, karena temuan Anda tidak
dikonfirmasikan dulu ke mereka?
Kalau direksi profesional, mestinya dia bilang: "Kalau Anda menuduh
saya korupsi, audit saja." Justru saya tidak pernah mendengar ada
direksi yang ngomong demikian. Tim kami tidak seperti BPK yang bila
menemukan indikasi korupsi akan melakukan konfirmasi ulang. Kan,
tugas saya mencari bukti awal untuk kemudian saya serahkan ke BPK,
kepolisian, Tim Tipikor, dan kejaksaan.

Tidak susah mencari bahan-bahan pendukung?
Praktis bahan-bahan itu mengalir terus. Kami hanya menunggu. Kalau
kami diberi kewenangan untuk audit investigasi, dalam tempo sebulan
semua bisa selesai. Tinggal kirim orang-orang yang tidak bener itu ke
tempat yang seharusnya.

Apa landasan hukum kerja tim ini?
Ini pengawasan internal. Mudah-mudahan sekretaris menteri yang baru
bisa memberikan arahan dan kebijakan agar tim kami bisa masuk lebih
dalam. Sampai hari ini, insya Allah, kami menghindari fitnah. Jadi,
yang kami umumkan itu yang benar-benar matang.

Kerja tim Anda dinilai tidak sesuai dengan prosedur karena hanya
mengandalkan surat dari Menteri BUMN.
Kerja saya ini kan fungsional dan melapor langsung kepada Menteri
BUMN. Semua penugasan ke saya datangnya dari menteri. Yang tidak
boleh adalah berperilaku layaknya pejabat struktural, seperti
mengeluarkan surat dan kebijakan. Selama saya tidak mengeluarkan
surat dan melakukan interogasi, tidak ada peraturan yang dilanggar.

Pernah menerima tawaran damai dari orang-orang yang diduga melakukan
korupsi?
Sejak korupsi 16 BUMN jadi opini publik, hampir semua direksi BUMN
ingin ketemu saya. Tapi saya tolak baik-baik, khawatir ada fitnah.
Nanti kalau bertemu, disangkanya saya mau malak, atau mereka mau
menyuap. Kalau masih terus berupaya bertemu lewat "kurir"-nya, saya
bilang, kalau mereka tidak korupsi, ya, jangan takut.

Ada yang sampai mencoba menyuap?
Ah, itu biasa. Saya pernah ditawari mobil Jaguar oleh salah satu
pengusaha rekanan BUMN. Saya hati-hati. Begitu saya kena, habis saya.

[Laporan Utama, Gatra Nomor 34 Beredar Senin, 4 Juli 2005]
http://www.gatra.com/artikel.php?id=86190


Offline kuringtea

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 2.834
  • Lokasi: Bandung-bogor-bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
  • Inspirasi "mujahid" dilampu motorku
    • Lihat Profil
    • www.perisaidakwah.com
« Jawab #24 pada: 19 November 2007, 19:50:42 »
OK.mulai tambah seru..ayo ah,yang mau sharing lg..diantos, :-)
Sahabat ‘Umar Ibn al-Khaththab berkata,

“Bukanlah orang yang berakal itu adalah yang dapat mengetahui kebaikan dari keburukan, namun orang yang berakal adalah yang mampu mengetahui yang terbaik dari dua keburukan.”

[ Raudhatul Muhibbin,hal 8)
Mangga mampir di : makadir.wordpress.com

Offline Anti Zionist

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 244
    • Lihat Profil
« Jawab #25 pada: 19 November 2007, 21:44:00 »
Semoga beliau tetap Istiqomah.....



http://www.sinarharapan.co.id/berita/0504/23/opi01.html


Kampungan, Kampungan, dan Kampungan
Oleh
Saraswati Karno Barkah

Bung Khairansyah, sekarang Anda tahu bahwa sesungguhnya Anda ter-nyata
kampungan, kampungan dan kampungan. Selain itu Anda juga bukan pahlawan. Itulah
yang saya lihat di televisi. Dan itu pasti benar. Karena yang mengatakan
demikian adalah seorang profesor yang pintar, terkenal dan berkuasa. Seorang
pejabat dengan network yang luas. Kata si Fulan pada saya beberapa waktu lalu,
seorang bos selalu benar, baik dia benar maupun salah. Yaitu karena
kekuasaannya.


Bos Anda menyalahkan Anda karena telah membuka aib orang, bukan saja aib
Mulyana W. Kusumah seorang tokoh LSM yang menjadi anggota KPU dan tertangkap
basah menyuap Anda Rp 300 juta, namun juga ada ancaman bahwa terbukanya aib
Mulyana W. Kusumah ini akan membuka aib banyak orang. Banyak orang takut dan
kelabakan rahasianya, aibnya, kejahatannya dan topengnya akan segera diketahui
masyarakat.

Sekarang orang-orang ini sedang bergerak menutupi segala kejahatan dengan
berbagai cara dan pasti saja dengan meminta pertolongan orang-orang yang
berkuasa yang bisa membungkam si mulut besar Kairansyah Salman.


Khairansyah Salman yang muda, seorang auditor ahli, yang integritasnya menurut
guru dan atasannya tidak tercemar ingin membongkar kasus korupsi di KPU.
Sebagai upaya untuk sedikit mengakhiri korupsi yang merajalela di Indonesia,
Indonesia yang kaya raya.


Indonesia yang makmur sudah tak ada lagi. Yang ada adalah Indonesia yang miskin
yang kekayaannya dikuras habis oleh koruptor-koruptor baik yang dahulu duduk di
pemerintahan atau yang sekarang masih di pemerintahan atau oleh orang-orang
yang ada di luar pemerintahan yang bergerak di sektor swasta tapi bisa menguras
kekayaan negara dan bangsa Indonesia.


Sekarang Indonesia adalah "negara rombeng", dan jika ada orang yang ingin
memperbaiki kerombengan ini hendaknya kita hormati, kita bantu, kita biarkan
mereka mengerjakan pekerjaannya agar sedikit demi sedikit kerombengan ini
menjadi utuh kembali.

Orang-orang seperti Khairansyah Salman yang mempunyai cita-cita menegakkan
hukum dan memberantas korupsi marilah kita bantu. Kenyataannya lebih banyak
orang yang lekas kaya dengan menjadi maling, maling besar, maling superbesar
dan tragisnya mereka dapat perlindungan hingga mereka berani terus menjadi
maling dan malahan orang yang ingin mengakhiri langkah mereka harus jadi orang
yang "kampungan".

Prof Dr Anwar Nasution seorang tokoh ternama, beberapa tahun yang lalu sering
terdengar mengkritik kebijaksanaan pemerintah dan waktu itu kritikannya
menunjukkan kepandaiannya dan kebodohan-kebodohan pemerintah Indonesia.
Seolah-olah jika mengikuti rekomendasinya, perekonomian Indonesia akan membaik.
Orang yang sangat mengagumkan. Kemudian beliau menjadi pejabat Bank Indonesia
(BI), segera saja tak terdengar suaranya dan perekonomian Indonesia tetap saja
seperti itu, terpuruk, rakyat tetap miskin tak ada perubahan signifikan.
Jangan Menyuap Dulu

Sekarang Anwar Nasution menjadi Ketua BPK dan punya anak buah kecil Bung
Khairansyah Salman. Aneh, si kecil ini bisa "mengentuti" si bos besar (Anwar
Nasution dalam wawancara dengan SCTV menyatakan dia merasa "dikentuti" oleh
Khairansyah karena tidak melapor pada dirinya).
Anwar Nasution adalah bos di atas bos karena Khairansyah mempunyai bos
langsung, yaitu Muhammad Basyir yang sudah dilapori tentang apa yang dialaminya
yaitu mendapat suap dari Mulyana W. Kusumah dan juga mendapat perintah untuk
melaksanakan langkah selanjutnya.
Bukan salahnya jika Anwar Nasution tidak mendapat laporan dari Muhammad Basyir,
karena ia sedang di luar negeri. Tak mungkin bagi Khairansyah untuk langsung
menghubungi atau melapor pada Anwar Nasution karena adanya birokrasi dalam
tatanan kepegawaian. Kalau dia melakukan itu maka dia akan dianggap
"mengentuti" Muhammad Basyir.

Perasan "dikentuti" oleh anak buahnya, perasaan bahwa otoritasnya dilanggar,
perasaan bahwa kewenangannya dilampaui adalah perasaan rendah diri yang lalu
menjadi over kompensasi bahwa dia yang paling berkuasa tak ada yang boleh
berbuat apa pun tanpa seizin dia. Tak peduli apakah untuk kebaikan negara dan
rakyat, pokoknya . harus seizin dia.

Waktu itu dia di luar negeri, Mulyana W. Kusumah sudah ingin menyuap. Tak
mungkin Khairansyah bilang, "Tunggu dulu, Bung Mulyana jangan menyuap dulu saya
harus minta izin pada bos saya untuk menerima suap ini, tapi dia sedang di luar
negeri. Tunggu sampai dia pulang." Hal yang bisa dilakukan oleh Khairansyah
adalah melakukan apa yang bisa dilakukannya sebagai petugas dan hal ini sudah
dilaporkan kepada atasannya dan mendapat izin untuk melakukan hal itu.
Saya gembira Prof Dr Muladi yang membela Khairansyah dan meminta agar Anwar
Nasution mencabut kecamannya pada Khairansyah. Bukan saja mencabut kecamannya
tetapi seharusnya Anwar Nasution mencabut ancamannya untuk mengambil tindakan
disipliner pada Khairansyah. Anwar Nasution seharusnya mendukung anak buahnya
yang ingin melaksanakan tugasnya dan bukan mencerca dan mengancamnya. Banyak
orang seperti Prof Muladi yang mengecam Anwar Nadution.

Apakah Anwar Nasution mempunyai kepentingan pribadi atau golongan untuk
melindungi seseorang atau banyak orang. Haruskah pribadi atau golongan untuk
melindungi seseorang atau orang banyak. Haruskah dia menutupi beberapa orang
yang potensial akan menjadi terdakwa dalam kasus KPU? Apakah kepentingannya
untuk mencegah Khairansyah membuka Kotak Pandora? Hal ini harus kita pikirkan.
Dan saya serukan kepada mereka yang mendukung upaya membongkar korupsi
besar-besaran ini untuk dengan gencar dan tak takut membela Khairansyah. Jangan
sampai Khairansyah menjadi korban atau dikorbankan dengan mempeti-eskan proses
pembongkaran korupsi ini, menjadikan Khairansyah kambing hitam dan melepaskan
terdakwa dan semua yang berpotensi menjadi terdakwa dari jerat hukum.

Penulis adalah pengamat masalah kemasyarakatan.

Offline tuingtuing

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 9.715
  • Grrr... gue jitak!!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #26 pada: 20 November 2007, 07:29:17 »
Subhanallah...badan ini koq jadi merinding baca kisah seperti ini

masih ada juga "malaikat berjalan" di Indonesia? ???

btw....memang suatu pengorbanan besar bekerja di departemen milik negara

satu cara yang paling praktis adalah POTONG GENERASI...generasi awal yang cemar dan penuh limbah sebagian besar harus diamputasi!!!

Ganti dengan generasi baru yang militan, bersih, dan peduli ummat!!!

Saya tidak menyembah tuhan yang bisa ketusuk, kelaperan, dan kagak bisa nyuruh pohon berbuah 

Inna-Llaha 'ala kulli syaiin qadiir... :)

Offline Geek

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 2.232
  • Jenis kelamin: Pria
  • Santay aja bro..
    • Lihat Profil
« Jawab #27 pada: 20 November 2007, 07:40:48 »
Potong Generasi ?
Jadi inget sama Kmer Merah..hehe
   ALWAYS WITH ME, ALWAYS WITH YOU

Offline Anti Zionist

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 244
    • Lihat Profil
« Jawab #28 pada: 20 November 2007, 07:41:57 »
Masih ada harapan InsyaAllah, selama kita tidak hanya bisa mengomentari dan mengkritik, tapi bisa kerja nyata.....

Memang kita adalah tulang punggung, kalau kita bersih, InsyaAlah Indonesia mendatang bersih. Tapi kalau kita korup, kehancuran Indonesia, tinggal menunggu waktu....

Guys, semangat!

Offline tuingtuing

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 9.715
  • Grrr... gue jitak!!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #29 pada: 20 November 2007, 07:55:41 »
Potong Generasi ?
Jadi inget sama Kmer Merah..hehe

Yaaa..model-model si anwar nasution itu dah tua...mending diganti aja dia..sudah tidak produktif melawan korupsi...tidak punya militansi....
Saya tidak menyembah tuhan yang bisa ketusuk, kelaperan, dan kagak bisa nyuruh pohon berbuah 

Inna-Llaha 'ala kulli syaiin qadiir... :)