Sahabat, dalam buku Bila "Hati Rindu Menikah", disebutkan alasan-alasan yang dikemukakan seseorang untuk menunda pernikahannya. Salah satunya Kehawatiran ada dalam diri. Kehawatiran tidak bisa membahagiakan pasangan, kehawatiran tidak bisa menjadi pasangan yang baik dan menjaga amanah, hawatir dengan sedikitnya materi, hawatir dan hawatir.
Adalah kewajaran bagi caparu (calon penganten baru) bila kegelisahan itu muncul. Manusiawi, karena ia akan mengahdapi suatu episode hidup yang besar, jihad yang sebenarnya. Satu rangkaian "Puzzle" kehidupan tengah ia susun. Dibutuhkan persiapan yang ruhiyah yang bersih dan terisi, materi yang cukup, psikologi yang mantap.
Tapi adakalanya persiapan2 tadi belum tersusun, bahkan ada salah satu bagian yang belum dimilkinya. No Body Is Perfect....Tentang kehawatiran yang sahabat alami, menurut pengarangnya, itu adalah bagian dari tipu daya syaitan. Kita di cekoki dengan kehawatiran tidak bisa ini, tidak bisa itu....
Padahal itu hanya logika kita, logika yang telah terbumbui oleh syeitan. Logika yang tidak seyogyanya tidak kita hiraukan. Ketiaka dua insan berlainan jenis, yang selama ini kita hindari kberadaannya, kemudian ia dekat, dengan kita, apa yang akan kita lakukan? canggung, so pasti...
Tapi waktu memang mendewasakan, arusnya menjelaskan pada kita bahwa semua bisa berubah jika ada usaha yang menyertainya. Untuk belajar, awalnya memang susah, itu hanya diawalnya. Selanjutnya...terserah anda..
pertolongan Allah ada dalam tiga tempat, pertama pada budak yang berusaha memerdekakan dirinya, bahkan sampai harus mencicil kemerdekaannya. kedua, orang yang berjuang dengan sungguh2 di jalan Allah. Ketiga, orang yang mempunyai niat untuk menikah (Dalam Buku Gelas-gelas Kaca).
Teruslah mencoba, berusaha, jangan bermain-main dengan opini pribadi. Monek (modal nekat), bisa diterapkan. Tapi ingat, harus TERENCANA, bukan main serodok aje. persiapkan segalnya, materi, keilmuan, ruhiyah, psikologi. Allah bersamamu. Apa yang ada dalam tubuh kita, yang tidak kita minta, Allah berikan. Apalagi jika kita meminta dengan sungguh2...
selamat berusaha........