@atasku
Pak Mushaddeq itu seorang revolusioner cerdas (ini diakui oleh professor dan ulama yang berdebat dengan dia selama tiga hari) dan strategist (penisbahan dia sebagai Rasul adalah salah satu eksperimen dan testing yang dicobakan terhadap kondisi sosial khususnya umat Islam), terbukti dengan perekrutan, struktur jamaah dan pendistribusian logistik yang diakui orang sangat efisien (sebagai salahsatu pendiri NII KW IX dia dianggap 'luarbiasa') .
Juga 'unjuk kekuatan' yang pernah dia siarkan di TV itu bagian dari strategi dia (untuk memperlihatkan eksistensi mereka). Jargon2 Islam (Rasul, Nabi, Qiyadah) bagi gerakan ini tampaknya hanya ditanggapi tak lebih sebagai jargon belaka, tidak ada emosi religius yang terlibat. Mungkin saja dia ubah konsep dari Ketuhanan menjadi konsep lain (Nietzche bilang "Tuhan telah mati!" --maksudnya konsep Ketuhanan udah nggak laku)
Jelas si bapak ini tidak akan begitu saja membubarkan struktur yang sudah dia kembangkan bertahun2, paling2 dia akan melakukan metamorfosis ke bentuk lain (misalnya Al-Qiyadah diganti menjadi Leadership, Ummat diganti jadi Humanity, Rasul jadi 'der Fuehrer'

) yang bisa jadi setelah mempelajari kekurangan dan kelebihan metode gerakannya akan melakukan improvement.
Dan tampaknya dari thread pengikut si bapak (yang sering mengutip Alkitab dsb) jelas ada support dari penganut agama lain (pengikut Qiyadah bukan hanya muslim lho)