Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Rabu, 23 Mei 2012/2 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:56 - Shubuh 4:33:20 - Terbit 5:55:23 - Dzuhur 11:49:41 - Ashar 15:11:42 - Maghrib 17:44:02 - Isya' 18:57:35 WIB

Penulis Topik: Polisi Tangkap Ketua Kelompok Pengajian Awu-Awu  (Dibaca 159 kali)


Offline da vinci

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 3.432
  • Lokasi: wuhan
  • Jenis kelamin: Pria
  • zhu dajia wanshi ruyi
    • Lihat Profil
« pada: 10 November 2007, 16:58:38 »
Sabtu, 10 Nov 2007,



SURABAYA - Bagi sebagian orang, profesi juru dakwah dimanfaatkan sebagai sarana untuk menipu jamaah. Dengan memelesetkan ajaran yang ada, kemudian memberikan janji imbalan yang luar biasa, korban mudah diperdaya.

Seperti itulah yang dilakukan Arif Riyanto, warga Gedangan. Dengan modus berpura-pura menjadi guru spiritual, pemuda 27 tahun itu meraup uang ratusan juta rupiah dari para jamaahnya yang tergabung dalam kelompok pengajian Bledheg.

Arif akhirnya ditangkap di sebuah vila di Batu setelah melalui pengejaran selama hampir sepekan. "Arif pernah mengatakan punya sebuah pondok pesantren di Karang Ploso, Malang, yang juga bernama Bledheg. Setelah dicek, ponpesnya awu-awu," kata Kapolres Surabaya Timur AKBP Imam Sugianto.

Dia menambahkan, yang dilakukan Arif lebih kental unsur penipuan ketimbang kesesatan ajarannya. Karena itu pula, dia dijerat dengan pasal penipuan. "Untuk menipu santrinya, Arif mengunakan dua cara berdasar jenis kelamin santri," ungkap perwira lulusan pascasarjana UI itu.

Untuk kaum perempuan, Arif memungut uang dengan alasan zakat penebus dosa. Kepada jamaahnya, Arif mengatakan bahwa ada salah seorang di antara mereka yang telah melakukan dosa besar. Untuk itu, segenap jamaah perempuan harus patungan membayar zakat. Besarnya zakat bervariasi, namun dalam kisaran jutaan rupiah. "Informasi mengenai kelompok pengajian ini pun kami peroleh dari laporan Hermiria Harmonis, 21, warga Gresik. Dia mengikuti pengajian di ITS yang dipimpin Arif," ujar Imam.

Karena termakan omongan Arif, Hermiria menjual HP-nya dan menyetorkan uang zakat Rp 2,2 juta. Dia juga menjadi pengikut setia kelompok pengajian Arif tersebut hingga tidak pulang ke rumah tiga bulan. "Orang tuanya melapor ke kami. Dari merekalah, kami bisa mendeteksi keberadaan Hermiria di Batu sekaligus membekuk Arif," katanya.

Untuk menipu santri pria, Arif menggunakan modus penggandaan uang. Arif berkata bahwa dengan melakoni sejumlah wirid tertentu, uang yang diberikan akan bertambah berpuluh-puluh kali lipat. "Untuk zakat Rp 500 ribu bisa mendapatkan Rp 15 juta. Untuk zakat Rp 3 juta, uangnya bisa bertambah Rp 50 juta-Rp 125 juta, bergantung amalannya," jelas Imam. (ano)



http://jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=311892


" Ilmu kedokteran dan revolusi sama-sama  bertujuan untuk menyelamatkan manusia, tapi revolusi menyelamatkan lebih banyak manusia"
dr.sun yat zen

Offline microsky

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 9.243
  • Lokasi: Indonesia
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • user #9116
« Jawab #1 pada: 10 November 2007, 17:09:29 »
Kutip
Dengan modus berpura-pura menjadi guru spiritual, pemuda 27 tahun itu meraup uang ratusan juta rupiah dari para jamaahnya yang tergabung dalam kelompok pengajian Bledheg.

Kalau bisa meraup uang sebanyak itu, umat islam harus prihatin karena masih banyak saudara kita yang masih bisa ditipu dan diselewengkan agamanya. Kok bisa ya mereka tertipu :(

Offline amar

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 2.944
  • Lokasi: Makassar
  • Jenis kelamin: Pria
  • Andai kukatakan dahulu kalau diri ini mencintaimu
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 10 November 2007, 22:18:28 »
salaamun 'alaykum
apa kelompok ini ada kaitannya dengan beberapa orang yang hilang itu yah ?
amar-makassar
"Biarkan Takdir itu mencari jalannya sendiri. Fa idzaa 'azamta fatawakkal 'Alallaah"
BERPIKIR BAHWA KITA BISA ADALAH SATU SOLUSI