http://en.wikipedia.org/wiki/Frame_of_reference
Baik, akan saya bantu mentejamahkan, jangan diketawain buat yang mahiierr bahasa inggris.
Namanya juga usaha...he..he..he..
A frame of reference is a particular perspective from which the universe is observed. Specifically, in physics, it refers to a provided set of axes from which an observer can measure the position and motion of all points in a system, as well as the orientation of objects in it.
'A frame of reference' adalah suatu bagian persespective(sudut pandang) bilamana universe (bukan hanya matahari, tapi susunan galaksi dan alam semesta ini) itu diamati.
Khususnya dalam ilmu fisika itu mengacu kepada seperangkat aksis (x,y,z) dimana para pengamat dapat mengukur posisis dan gerakan dari semua titik di dalam sistem, dan juga orientasi dari objek/titik tersebut.
There are two types of reference frames: inertial and non-inertial. An inertial frame of reference is defined as one in which Newton's first law holds true. That is, one in which a free particle travels in a straight line (or more generally a geodesic) at constant speed. In three dimensional Euclidean space, using Cartesian co-ordinates, this means that
A non-inertial frame of reference, therefore, is one in which a free particle does not travel in a straight line at constant speed. For example a co-ordinate system centred at a point on the earth's surface. This frame of reference rotates around the centre of the earth which produces a fictitious force known as the coriolis force.
Ada DUA, tipe dari 'A frame of reference' itu, yaitu yang "inertial' dan "non inertial"
Yang inertial yaitu yang memenuhi "hukum" pertama newton. Dalam hal ini digunakan untuk mengukur partikel yang bergerak lurus dengan kecepatan konstan. Menggunakan konsep 3 dimensi euclidian dan coordinat cartesian.
Dalam non inertial, maka partikel bebas itu tidak bergerak dalam suatu garis lurus. Contohnya
suatu sistem koordinat titik pusat pada permukaan bumi. Dengan 'frame of reference' ini maka perputaran atau rotasi seputer pusat bumi ini menghasilkan 'fictitious force' (gaya fiktif?) yang sekarang kita ketahui sebagai 'the coriolis force'
Demikian Bang Abu Zam Zam, nampak dari tarjamahan kasar yang saya lakukan, itu dapat disimpulkan bahwa itu tidak ada hubungannya dengan konsep geosentris, namun itu menunjukan pengukuran dengan kerangka acuan (f.o.r) inersial dan non inersial.
Dan saya juga tidak menumukan istilah "static f.o.r" ataupun "dynamic f.o.r".
@kang maman
OOT: Foto anaknya?
Bukan Bang Zam Zam, hanya mirip, tapi kok sekarang ngilang neh. Emang ada apa dengan photo anak saya Om ?