kalau menurut saya, akar masalahnya bukan pada pengakuan mushadeq menjadi rasul...
tapi....
umat ini sepertinya memang sudah resah,
ketidak adilan dimana-mana...
hukum Islam dilecehkan dan dianggap angin lalu (pada tataran muamalah)
pada tataran internasional, kita melihat makin merajalelanya US, dan makin tertindasnya saudara-saudara kita...
pada tataran nasional, kita merasakan sendiri, makin sulitnya hidup...
di negara yang katanya kaya, tapi kok bisa-bisanya nyari duit susah...

dan yang paling menyakitkan, semakin mencoloknya ketimpangan di masyarakat.
yang kaya semakin kaya, yang miskin makin tergencet.
terus, yang miskin disuguhi tayangan-tayangan pengumbar syahwat dan pamer kekayaan yang bikin ngiler...
jadilah masyarakat yang makin banyak keinginan, namun kemampuan (secara financial) semakin gawat.
pada kondisi masyarakat seperti ini,
rasanya wajar kalau setiap orang menjerit meminta solusi...
sementara solusi yang sering ditawarkan hanya terbatas solusi idealis atau surgawi (tidak menyentuh kehidupan nyata)...
ketika hukum Islam seakan terpisah dari kehidupan sehari-hari,
ketika seakan Quran dan Hadits hanya berisi larangan dan kisah tanpa solusi real yang ditawarkan...
kemudian, datanglah seorang 'rasul' yang menjanjikan kemenangan...
kemudian, datanglah para misionaris yang membawakan indomie...
kemudian, datanglah para atheis yang berkata: "Lupakan saja agama!"
kemudian, datanglah para...
ketika itu, apa yang masuk ke benak umat,
kalau kita 'hanya' bisa berteriak...
"Mereka sesat!" sementara umat sudah terbuai janji kemenangan...
"Mereka murtad!", sementara umat sudah kenyang dengan indomie...
"Mereka setan!", sementara umat belum kenal indahnya agama...
"Mereka ...!", sementara umat ...
jadi, apa akar masalahnya?
apa benar, dengan menangkapi para pengikutnya, adalah sebuah solusi,
tanpa dibarengi solusi lain yang lebih menyentuh kehidupan umat?
mohon jangan salah sangka...
saya bukan membela mereka, atau mengecam tindakan para 'penggerebek'...
hanya, tanpa kita 'set back' dan melihat akar masalah, kemudian mengajukan solusi...
akan berapa banyak lagi, 'rasul-rasul' baru bermunculan?
