sekedar analisa pribadi...
dan maksud dari posting ini bukan untuk memahami ajaran Al Qiyadah Al Islamiyah (AI) karena banyak sudah argumen-argumen dari narasumber AI sendiri maupun bantahan dari yang lainnya...namun postingan ini berusaha memahami 'gerakan' mereka..!!!
kalau melihat pengakuan dari sang pendiri, sebenarnya pengikut AI sendiri kebanyakan adalah anggota NII yang memang satu garis perjuangan dengan moshadeq.. melihat NII adalah sebuah system gerakan sel dalam perekrutan anggotanya yang dapat anda fahami bila anda mengetahui system MLM, maka bukan tidak mungkin saat shodiq mendeklarasikan keluar dari NII maka sebagian (atau seluruhnya...?? ) Gerbong yang berada dibawah koordinasinya ikut bersamanya. sehingga jumlah pengikut 'baru' AI sebenarnya adalah mantan anggota NII juga.. dengan kata lain belum banyak anggota diluar lingkaran mereka yang terekrut.
Alhamdulillah anda sudah memberikan pendapat.
Tetapi kalau anda mengira ini gerbong baru NII anda salah besar, sebab perjuanggannya sama sekali berbeda dengan NII. Kalau NII untuk mendirikan Negara Islam di Indonesia, sedang kami adalah mewujudkan janji Allah dalam QS.24/55, makanya kami pada tahapan pertama ingin memproses diri jadi mu'min dahulu supaya siap menerima estafet kepemimpinan dari Allah, saat ini kami dalam tahapan menanamkan aqidah yang bilamana Muhammad SAW walladzina ma'ahu memerlukan waktu 13 tahun, kamipun juga begitu.
System MLM itu meniru konsep kepemimpinan bani Israil berdasarkan konsep menyamping 12 murid, kebawah tidak terhingga. Sedangkan kami menganut tingkatan vertikal 7 langit, sekarang masih dilangit ke empat inipun sudah cukup menggegerkan dunia. Nanti kalau sudah langit ketujuh dengan ijin Allah kami sudah ada diseluruh dunia.
banyaknya kemiripan antara gerakan NII dengan AI tidak dapat dipungkiri mereka memiliki pola rekruitment yang sama, karena mereka awalnya adalah satu gerakan. hanya saja setelah beberapa lama kemudian calon anggota dibelokkan untuk mengikuti gerakan AI tersebut.
Tidak ada alasan untuk menerima justfikasi anda seperti itu, anda pasti tahu bahwa banyak kader Gplkar lari ke PDIP, kader PPP lari ke PKS tidak serta merta Golkar=PDIP, PPP=PKS.
Kami punya cara sendiri dalam memperjuangkan tegaknya Islam, yang tentunya 100% berdasarkan sunnah Rasul, terutama menjalani tahapan proses perjuangan menegakkan Islam melalui amanu, hajaru dan jahadu, dimana total perjuangannya dari masa amanu ke jahadu memakan waktu 23 tahun. Saat ini kami baru berjalan 3 tahun saja, masih 20 tahun kedepan.
Tidak ada satu harokahpun di bumi ini yang berjuang menegakkan Islam sebagai diin dengan methode sunnah Rasul ini (lihat QS.9/20),
Karena kami memperkenalkan system tauhid, maka mereka yang saat ini menjadi anggota firqoh bahkan tidak faham sama sekali Al Quran dan sunnah, kami ajarkan system hidup dan kehidupan berdasarkan diin Islam, kalau menerima kami punya tanggung jawab untuk memproses menjadi mu'min sejati sekwalitas mu'min jaman nabi Muhammad. Kalau nggak mau ya la ikra hafiddin, nggak ada ancaman atau paksaan apapun.
Oleh karena itu anggotanya adalah tersebar luas dari partai, aliran mapun harokah. Banyak yang dari pesantren, dari NU, PPP, PKS, Partai Demokrat, Muhammadiyah, Hibutz Tahrir, Ikhwanul Muslimin bahkan dari profesi ada yang direktur perusahaan, dokter, insinyur, MBA, dosen, guru, mahasiswa, pengacara ataupun sekedar tukang becak, tukang ngamen, bekas preman, tukang parkir dll. Mereka bergabung dalam usaha yang ilmiyah mengajarkan konsep diin Islam sebagai aturan yang mengatur hidup dan kehidupan, bukan sekedar sebagai ajaran untuk melaksakan ritual-ritual saja.
Yang anehnya, justru jarang sekali anggota NII yang bergabung, kalaupun ada, kebanyakan tidak betah karena menurut mereka sama saja dengan apa yang mereka pelajari sewaktu di NII dan mereka tidak ingin mengulang lagi perjuangan dari "awal".
uniknya para anggota baru yang terekrut adalah benteng terkuat gerakan ini, karena mereka adalah kader ideologis yang sangat kuat memegang teguh prinsip ajaran NII/AI dibandingkan dengan mereka yang sudah 'sepuh' digerakan dan sangat mungkin sudah menerima "hasil" dari jerih payah mereka mencari anggota.
Justru salah, yang menjadi pilar dari pada gerakan ini adalah profesional dan mahasiswa. Yah karena anda orang "luar" dan tidak mengerti, maka kami maklum.
sangat sulit bagi POLISI/JAKSA/DEPAG/MUI untuk bisa melacak system pergerakan ini, dibutuhkan kesabaran berbulan-bulan bahkan tahunan untuk dapat berinteraksi dengan mereka, dan system jaringan yang begitu rapi dengan metode kepangkatan menjadikan anggota baru hanya mengetahui 1% dari 100% keanggotaan. untuk sampai pada level tertentu sang anggota wajib mempunyai 'ekor' (bawahan) dibelakang mereka dengan jumlah tertentu dan sang bawahan harus mempunyai bawahan lagi, bawahan lagi dan seterusnya. dan setelah mempunyai bawahan, maka ada target infaq yang harus disetorkan kepada yang diatasnya demikian seterusnya.
Ini cuyma anggapan saja, sebab dalam aktifitasnya kami selalu melapor kepada aparat kepolisian, kami bukan jamaah NII bung yang kucing-kucingan dengan aparat.
Kalau toh selama ini tidak ada kasus, karena tidak pernah menganggu orang lain. Hanya setelah MUI mengeluarkan fatwa, maka MUI menjadi provokator bagi rakyat dan seluruh ormas Islam di Indenesia ini.
Apakah kami harus mundur dan mengikuti aqidah anda, walaupun matahari dan bulan dipundak, kami tidak akan surut. Kalau polisi karena aduan kalian yang dikompori MUI mau menangkap kami, silahkan saja kami tidak akan melawan, sebab prinsip kami apapun yang diputuskan negara ya hak negara kami tidak bisa melawan dan melakukan usaha perlawanan, sebab kami tinggal ditanah negara.
Tetapi jangan coba untuk memaksa kami untuk menjual aqidah kami.
bagi para anggota baru, mereka rata-rata mempunyai "syaikh" tersendiri yang ilmunya dalam memahami ajaran dianggap mumpuni. dan kalau melihat postingan sdr. lovelymoslem, kemungkinan dia termasuk salah satu sumber rujukan dalam gerakan. karena setiap anggota baru hanya akan berkata bahwa "bila saya mempunyai sesuatu, maka kewajiban saya untuk membagi sesuatu tersebut kepada anda" maka saya akan datang kerumah anda bersama teman saya (syaikhnya) untuk berdiskusi dengan anda..!!!
Kelihatannya andalah mantan NII yang piawai mengulas masalah harokah AQAI secara kacamata NII. Tidak benar itu, semua perintah yang dilaksanakan oleh jamaah kami tidak pernah menyimpang sedikitpun dari al Quran.
[39:17] Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak mentaatinya, dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira; sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku,
[39:17] Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak
tambahan tentang sang Rasul (palsu) seharusnya belum menjadi materi utama dalam system rekruitmen merka, karena hal tersebut akan menyulitkan mereka dalam rekruitmen. karena sangat 'Naif' mengkabarkan kedatangan Sang Rasul (palsu) kepada anggota baru yang notabene awwam tentang agama dan jelas akan menolak materi tersebut ( yang jarang shalat aja kalo denger pelecehan ada nabi baru pasti ngamuk-ngamuk
). ada masanya materi tersebut diajarkan yang jelas bukan diawal-awal pertemuan..!!! dan keyakinan saya bahwa anggota baru ini belum sadar kalau mereka ini adalah anggota AI.. yang sudah faham biasanya "sudah terlanjur basah" untuk keluar dari keanggotaan, karena sudah terlanjur Ba'at/Sumpah setia.
La ikra hafiddin tidak ada pernah terjadi ancaman ataupun hujatan bagi mereka yang mau keluar, tatkala mereka disampaikan materi Rasul ingin keluar silahkan saja.
Anda akan bisa melihat kwalitas aqidah jamaah kami dari mereka yang ditahan langsung - bukan dari sumber TV yang banyak diplintir - baru belajar 6 bulan saja pastilah sudah mampu menangkis ilmunya para ustadz. Cuma biasanya para ustadz itu kalau sudah bingung tidak bisa menahan tangkisan jamaah kami cuma sekedar mengatakan : itukan menurut kamu.
mereka-mereka yang terekrut ini bukanlah orang bodoh dalam hal akademis.. kawan- kawan anggota NII/AI yang penulis kenal berpendidikan minimal D3 - S1. dan awalnya mereka adalah orang-orang yang sangat cemburu akan agamanya, namun ketidak sabaran mereka untuk mempelajari agama dan kebosanan atas "ritual" ibadah mahdhoh ditambah janji akan kemudahan-kemudahan akan Syurga membuat mereka terjebak dengan doktrin yang diajarkan. lagipula siapa yang tidak tertarik dengan konsep penebusan dosa..??
Kelihatannya tidak ada satu jamaah kamipun yang terangkit syndrom NII anda. Dijamin !!!
Anda mencoba menjadi reporter model wartawan TV yang memanas-manasi suasana apalagi dengan menghubung-hubungkan kami dengan gerakan NII.
Membunuh nyamukpun kami tidak tega apalagi menculik, mengancam dll seperti yang diberitakan di TV. Ujian tindakan kekerasan warga kepada kami yang dipicu oleh fatwa MUI, telah menjadi tontonan menarik unjuk akhlak mulia dari jamaah kami. Kami tidak akan melawan walaupun dihinda, dicerca, dilempari, dipukuli sampai dibunuh sekalipun. Karena kami faham sedang berhadapan dengan kaum Quiraisy yang tidak tahu apa itu iman apa itu Al Quran.
NB. kepada anda (anggota AI) yang berada diwilayah Kebayoran baru - Jakarta Selatan, kemungkinan besar saya mengenal anda, mohon ma'af tidak bisa duduk bersama anda untuk berdiskusi dikarenakan waktu saya dijakarta sangat terbatas.
Wallahu 'Alam
Yah kami maklum, karena hubbud duniya anda, maka anda tidak punya waktu dimanapun anda untuk menegakkan diin Allah.