Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Rabu, 23 Mei 2012/2 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:56 - Shubuh 4:33:20 - Terbit 5:55:23 - Dzuhur 11:49:41 - Ashar 15:11:42 - Maghrib 17:44:02 - Isya' 18:57:35 WIB

Penulis Topik: Cara Mandiri Tahfizul Quran  (Dibaca 1557 kali)


Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 12.052
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
« pada: 10 Oktober 2007, 17:19:59 »
Assalmau'alaikum warahmatullah wabarakaatuh

Bismillahirrahmaanirrahiim

Ikhwah Fillah.

Ada yang dah hafidz Quran atau sedang tahfidz Quran? Saya mau minta pendapat bagaimana menghapal AlQuran yang baik, tapi tidak menyetor ke orang lain (ustadz kita, misalnya) karena saya di UK agak sulit untuk mencari orang untuk menyetor hapalan.

Demikianlah, dan jazakumullah khairan katsiran atas masukan dan pendapatnya. :)
« Edit Terakhir: 11 Oktober 2007, 19:27:59 oleh ^HeHeHe^ »
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline Farabi

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 3.532
  • Lokasi: Gunung sinai
  • Jenis kelamin: Pria
  • Self-Proclaim Judge
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 11 Oktober 2007, 18:26:02 »
Harus dibaca setiap hari baru bisa hapal. Tapi kalau saya tidak salah seharusnya dengan solat juga anda bisa hapal alquran. Kecuali kalau surat yang anda baca itu2x saja.
Selamat menghapal.
"Jikalau TUHAN berkenan kepada jalan seseorang, maka musuh orang itupun didamaikan-Nya dengan dia"
http://farabinewsnow.blogspot.com/

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #2 pada: 11 Oktober 2007, 20:44:31 »
Assalmau'alaikum warahmatullah wabarakaatuh

Bismillahirrahmaanirrahiim

Ikhwah Fillah.

Ada yang dah hafidz Quran atau sedang tahfidz Quran? Saya mau minta pendapat bagaimana menghapal AlQuran yang baik, tapi tidak menyetor ke orang lain (ustadz kita, misalnya) karena saya di UK agak sulit untuk mencari orang untuk menyetor hapalan.

Demikianlah, dan jazakumullah khairan katsiran atas masukan dan pendapatnya. :)
wa'alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh :)

Alhamdulillah....salut niat antum O0
saya juga masih jauh...tapi satu hal...minimal ada yg menyimak bacaan & hafalan kita....
setidaknya penyimak faham tajwid/tahfiz/tartil....walau buka Al-Qur'an...sebagai counter/mengoreksi hafalan kita...agar hafalan kita terjaga....
disisi lain juga akan berpengaruh pada diri kita sendiri untuk lebih termotivasi dan untuk meyakinkan...
juga sudah tradisi Rasullullah dan sahabat...
baik Rasullullah disimak Malaikat Jibril maupun Sahabat disimak oleh Rasullullah.....
afwan...hanya pendapat saya :)
« Edit Terakhir: 11 Oktober 2007, 21:09:34 oleh ihsan »
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline Revolusioner

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.694
  • Lokasi: JAKARTA-BEKASI
  • Jenis kelamin: Pria
  • Just My Two Dinham <(^_^)>
    • Lihat Profil
    • RADIO DAKTA 107 FM
« Jawab #3 pada: 11 Oktober 2007, 21:00:37 »
assalamu'alaikum...

mo nambahan pertanyaan TS nih... bagi yang tau atau dah pengalaman %peace%

kira2 bagaimana model jadwal perhari, perpekan, perbulannya? seperti apa targetnya?
misalnya kita mo menghapal surat yang ayat2nya panjang-banyak. ::)
"Perjuangan itu penuh peluh dan darah namun terasa penuh hikmah dan nikmat jika dihadapi dengan syukur dan sabar."

Offline yangga

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 6.053
  • Lokasi: Di depan komputer
  • Jenis kelamin: Pria
  • I am moving, and will continue moving.
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 16 Oktober 2007, 13:15:53 »
@atas cara yang baik O0 , memang susah menjadi hafidz, satu hafal ganti yang lain hilang lagi. Kalau kita mengerti bahasa arab akan jadi lebih mudah karena paham. Memang harus di ulang ulang agar bisa hafidz.

Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 12.052
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 16 Oktober 2007, 15:09:39 »
Jazakumullah atas semua sarannya.
Saya pribadi pernah mencoba tahfizul Quran sendiri dan hampir satu juz, cuma murajaahnya yang agak payah.
Memang akan lebih mudah kalau tahfizulQuran dengan memahami bahasa arabnya.

Oh ya, selain itu, sebaiknya dimulai dari juz berapa ya..?

Saya dulu dari awal sih, juz 1, targetnya hapal satu surah AlBaqarah. (Tapi inalillah, ngga kesampaian). Murabbi dulu menyuruh agar menghapal dari juz 30. (ALhamdulillah dah hapal surah anNaba')

Mohon doa kawan-kawan semuanya ya.. :)
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline Revolusioner

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.694
  • Lokasi: JAKARTA-BEKASI
  • Jenis kelamin: Pria
  • Just My Two Dinham <(^_^)>
    • Lihat Profil
    • RADIO DAKTA 107 FM
« Jawab #6 pada: 16 Oktober 2007, 15:16:45 »
@mr. ^hehehe^
yah yang paling mudah memang dari juz 30 sih...
trus mungkin bisa dilanjutkan ke juz 29 atau surat2 yang nt senangi misalnya al-anfal, Arrahman dll...

cuma ane masih mikir2 bikin jadwal yg pas... harian-pekanan-bulanan supaya kita bisa terus konsisten itu gimana agar tidak lupa lagi setelah ganti surat  :toe: ::)

mungkin klo udah ada yang pengalaman, lebih mudah dicontoh :)
« Edit Terakhir: 16 Oktober 2007, 15:21:05 oleh Revolusioner »
"Perjuangan itu penuh peluh dan darah namun terasa penuh hikmah dan nikmat jika dihadapi dengan syukur dan sabar."

Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 12.052
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 16 Oktober 2007, 15:19:40 »
@Bang Revo

Paling mudah? Bagi saya sepertinya malah paling sulit karena ayat yang pendek-pendek dan banyaknya pengulangan.
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline yangga

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 6.053
  • Lokasi: Di depan komputer
  • Jenis kelamin: Pria
  • I am moving, and will continue moving.
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 16 Oktober 2007, 15:49:52 »
@atas sebenar bahasa arab kata katanya dari depan diulang ulang, kata kata baru dari satu surat ke surat lain jumlahnya tidak terlalu banyak, cuman karena kita nggak ngerti tata bahasa arab, makanya jadi rumit untuk menghafalkannya :'( ada sebuah buku untuk menghafalkan kosa kata ini dengan lebih ringkas, cuman saya lupa judulnya (dalam bahasa Inggris). Dulu pingin cari buku ini tapi nggak sempat keburu lupa dah. Memang perlu keseriusan untuk bisa menghafal semuanya, kita ini kurang serius kali yah, nggak seperti kalau diburu kerjaan :'(

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #9 pada: 16 Oktober 2007, 23:34:08 »
Bagaimana menghapal Al-Quran Al-Kariim?

Sebagai seorang mukmin, kita tentunya berkeinginan untuk dapat menghafal Al-Quran dan setiap kita pasti memimpikan agar dapat melahirkan anak-anak yang hafal Al-Quran (hafidz/hafidzah). Berikut ini ada beberapa cara/kaidah dasar untuk memudahkan menghafal, di antaranya:

1. Mengikhlaskan niat hanya untuk Allah Azza wa Jalla.

Memperbaiki tujuan dan bersungguh-sungguh menghafal Al-Quran hanya karena Allah Subhanahu wa Ta`ala serta untuk mendapatkan syurga dan keridhaan-Nya. Tidak ada pahala bagi siapa saja yang membaca Al-Quran dan menghafalnya karena tujuan keduniaan, karena riya atau sumah (ingin didengar orang), dan perbuatan seperti ini jelas menjerumuskan pelakunya kepada dosa.

2. Dorongan dari diri sendiri, bukan karena terpaksa.

Ini adalah asas bagi setiap orang yang berusaha untuk menghafal Al-Quran. Sesungguhnya siapa yang mencari kelezatan dan kebahagiaan ketika membaca Al-Quran maka dia akan mendapatkannya.

3. Membenarkan ucapan dan bacaan.

Hal ini tidak akan tercapai kecuali dengan mendengarkan dari orang yang baik bacaan Al-Qurannya atau dari orang yang hafal Al-Quran. Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam sendiri mengambil/belajar Al-Quran dari Jibril alaihis salam secara lisan. Setahun sekali pada bulan Ramadhan secara rutin Jibril alaihis salam menemui beliau untuk murajaah hafalan beliau. Pada tahun Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam diwafatkan, Jibril menemui beliau sampai dua kali.

Para shahabat radliallahu `anhum juga belajar Al-Quran dari Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam secara lisan demikian pula generasi-generasi terbaik setelah mereka. Pada masa sekarang dapat dibantu dengan mendengarkan kaset-kaset murattal yang dibaca oleh qari yang baik dan bagus bacaannya. Wajib bagi penghafal Al-Quran untuk tidak menyandarkan kepada dirinya sendiri dalam hal bacaan Al-Quran dan tajwidnya.

4. Membuat target hafalan setiap hari.

Misalnya menargetkan sepuluh ayat setiap hari atau satu halaman, satu hizb, seperempat hizb atau bisa ditambah/dikurangi dari target tersebut sesuai dengan kemampuan. Yang jelas target yang telah ditetapkan sebisa mungkin untuk dipenuhi.

5. Membaguskan hafalan.

Tidak boleh beralih hafalan sebelum mendapat hafalan yang sempurna. Hal ini dimaksudkan untuk memantapkan hafalan di hati. Dan yang demikian dapat dibantu dengan mempraktekkannya dalam setiap kesibukan sepanjang siang dan malam.

6. Menghafal dengan satu mushaf.

Hal ini dikarenakan manusia dapat menghafal dengan melihat sebagaimana bisa menghafal dengan mendengar.

Dengan membaca/melihat akan terbekas dalam hati bentuk-bentuk ayat dan tempat-tempatnya dalam mushaf.

Bila orang yang menghafal Al-Quran itu merubah/mengganti mushaf yang biasa ia menghafal dengannya maka hafalannya pun akan berbeda-beda pula dan ini akan mempersulit dirinya.

7. Memahami adalah salah satu jalan untuk menghafal.

Di antara hal-hal yang paling besar/dominan yang dapat membantu untuk menghafal Al-Quran adalah dengan memahami ayat-ayat yang dihafalkan dan juga mengenal segi-segi keterkaitan antara ayat yang satu dengan ayat yang lainnya.

Oleh sebab itu seharusnyalah bagi penghafal Al-Quran untuk membaca tafsir dari ayat-ayat yang dihafalnya, untuk mendapatkan keterangan tentang kata-kata yang asing atau untuk mengetahui sebab turunnya ayat atau memahami makna yang sulit atau untuk mengenal hukum yang khusus.

Ada beberapa kitab tafsir yang ringkas yang dapat ditelaah oleh pemula seperti kitab Zubdatut Tafsir oleh Asy-Syaikh Muhammad Sulaiman Al-Asyqar.

Setelah memiliki kemampuan yang cukup, untuk meluaskan pemahaman dapat menelaah kitab-kitab tafsir yang berisi penjelasan yang panjang seperti Tafsir Ibnu Katsier, Tafsir Ath-Thabari, Tafsir As-Sadi dan Adhwaaul Bayaan oleh Asy-Syanqithi.wajib pula menghadirkan hatinya pada saat membaca Al-Quran.

8. Tidak pindah ke surat lain sebelum hafal benar surat yang sedang dihafalkan.

Setelah sempurna satu surat dihafalkan, tidak sepantasnya berpindah ke surat lain kecuali setelah benar-benar sempurna hafalannya dan telah kokoh dalam dada.

9. Selalu memperdengarkan hafalan (disimak oleh orang lain).

Orang yang menghafal Al-Quran tidak sepantasnya menyandarkan hafalannya kepada dirinya sendiri. Tetapi wajib atasnya untuk memperdengarkan kepada seorang hafidz atau mencocokkannya dengan mushaf. Hal ini dimaksudkan untuk mengingatkan kesalahan dalam ucapan, atau syakal ataupun lupa.

Banyak sekali orang yang menghafal dengan hanya bersandar pada dirinya sendiri, sehingga terkadang ada yang salah/keliru dalam hafalannya tetapi tidak ada yang memperingatkan kesalahan tersebut.

10. Selalu menjaga hafalan dengan murajaah.

Bersabda Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam :
"Jagalah benar-benar Al-Quran ini, demi Yang jiwaku berada di Tangan-Nya, Al-Quran lebih cepat terlepas daripada onta yang terikat dari ikatannya."

Maka seorang yang menghafal Al-Quran bila membiarkan hafalannya sebentar saja niscaya ia akan terlupakan. Oleh karena itu hendak hafalan Al-Quran terus diulang setiap harinya. Bila ternyata hafalan yang ada hilang dalam dada tidak sepantasnya mengatakan: "Aku lupa ayat (surat) ini atau ayat (surat) itu." Akan tetapi hendaklah mengatakan: "Aku dilupakan," karena Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam telah bersabda: (..arab..)

11. Bersungguh-sungguh dan memperhatikan ayat yang serupa.

Khususnya yang serupa/hampir serupa dalam lafadz, maka wajib untuk memperhatikannya agar dapat hafal dengan baik dan tidak tercampur dengan surat lain.

12. Mencatat ayat-ayat yang dibaca/dihafal.

Ada baiknya penghafal Al-Quran menulis ayat-ayat yang sedang dibaca/dihafalkannya, sehingga hafalannya tidak hanya di dada dan di lisan tetapi ia juga dapat menuliskannya dalam bentuk tulisan.

Berapa banyak penghafal Al-Quran yang dijumpai, mereka terkadang hafal satu atau beberapa surat dari Al-Quran tetapi giliran diminta untuk menuliskan hafalan tersebut mereka tidak bisa atau banyak kesalahan dalam penulisannya.

13. Memperhatikan usia yang baik untuk menghafal.

Usia yang baik untuk menghafal kira-kira dari umur 5 tahun sampai 25 tahun. Wallahu alam dalam batasan usia tersebut. Namun yang jelas menghafal di usia muda adalah lebih mudah dan lebih baik daripada menghafal di usia tua.

Pepatah mengatakan: Menghafal di waktu kecil seperti mengukir di atas batu, menghafal di waktu tua seperti mengukir di atas air.


HAL-HAL YANG DAPAT MENGHALANGI HAFALAN

Setelah kita mengetahui beberapa kaidah dasar untuk menghafal Al-Quran maka sudah sepantasnya bagi kita untuk mengetahui beberapa hal yang menghalangi dan menyulitkan hafalan agar kita dapat waspada dari penghalang-penghalang tersebut.

Di antaranya:

1. Banyaknya dosa dan maksiat.

Sesungguhnya dosa dan maksiat akan melupakan hamba terhadap Al-Quran dan terhadap dirinya sendiri. Hatinya akan buta dari dzikrullah.

2. Tidak adanya upaya untuk menjaga hafalan dan mengulangnya secara terus-menerus. Tidak mau memperdengarkan (meminta orang lain untuk menyimak) dari apa-apa yang dihafal dari Al-Quran kepada orang lain.

3. Perhatian yang berlebihan terhadap urusan dunia yang menjadikan hatinya tergantung dengannya dan selanjutnya tidak mampu untuk menghafal dengan mudah.

4. Berambisi menghafal ayat-ayat yang banyak dalam waktu yang singkat dan pindah ke hafalan lain sebelum kokohnya hafalan yang lama.

Kita mohon pada Allah Subhanahu wa Ta`ala semoga Dia mengkaruniakan dan memudahkan kita untuk menghafal kitab-Nya, mengamalkannya serta dapat membacanya di tengah malam dan di tepi siang. Wallahu alam bishawwab.
----------
Ummu Abdillah & Ummu Maryam, dinukil dari kutaib: "Kaifa Tataatstsar bil Quran wa Kaifa Tahfadzuhu?" oleh Abi Abdirrahman)


Artikel lainnya....
http://ccc.1asphost.com/assalam/alquran/artikel.asp
:)
« Edit Terakhir: 16 Oktober 2007, 23:42:34 oleh ihsan »
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 12.052
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 17 Oktober 2007, 03:10:15 »
@Pak Yangga,

Jadi penasaran nih bagaimana tentang buku itu. Bisa dikupas lebih lanjut ?

@Akh Ihsan

Jazakumullah Khairan Katsiran, alfu mabruuk deh buat Antum.. O0.
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline dowi_ax

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 2.582
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 17 Oktober 2007, 08:22:55 »
Akhii ^HeHeHe^, memang berbeda teknik menghafal orang dewasa dengan anak kecil. Saya pernah mencoba seperti ini :

1. Menghafal dengan membiasakan mendengarkan bacaan Qur'an dari Qori pilihan. Surat yang mau dihafal diprogram untuk didengarkan berulang-ulang. Maksudnya supaya "feeling" bacaan, tajwid, ritme dan lagam ter"copy-paste" di otak. Kemudian dilanjutkan dengan menghafal dengan membaca. Hasilnya : Lebih mudah untuk menghafal karena ada "feeling" tersebut, jadi seperti ada yang menuntun begitu. Hanya perlu dipilih Qori yang sesuai, konon buat orang Indonesia yang cocok seperti bacaannya Syaikh Al Ifasi yang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu cepat.

Tapi sebaiknya jangan menghafal bunyinya saja. Dulu ketika menerapkan teknik ini saya belum bisa bahasa Arab sehingga belajar tafsirnya belakangan, menghafal bunyinya saja dulu. Kemudian jadinya ketika sedang membaca, ingatan akan bunyi bacaan nyelonong duluan dibandingkan maknanya. Problema nanti muncul ketika hafalan sudah bertambah banyak, banyak lafadzh-lafadzh yang mirip sehingga sangat rentan untuk tertukar karena makna dan rahasia perbedaan lafadzh tersebut belum terpegang. Sehingga perlu upaya lagi untuk mensinkronkan ini. Barangkali lebih ok kalau ketika sedang proses copy paste di atas sambil diresapi makna dan tafsirnya supaya lebih mengikat.

2. Menghafal dengan memanfaatkan waktu-waktu utama sesuai sunnah Nabawi. Misalnya sebelum tidur membaca QS. Al Mulk dengan As Sajdah, QS Al Kahfi setiap Jum'at, dsb. Karena dipaksa setiap hari lama-lama jadi hafal juga. OK juga bila digabung dengan teknik pertama diatas.

Saran saya, lebih baik jangan hanya menghafalkan bunyinya saja, tapi paksakan belajar bahasa Arab dan tafsirnya, jadi nanti ketika menghafal yang terekam di otak tidak hanya bunyinya saja, tapi juga bunyi yang terikat makna, dan tidak perlu kedodoran nanti mensinkronkan bunyi dengan makna.

Selamat mencoba :)

Offline yangga

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 6.053
  • Lokasi: Di depan komputer
  • Jenis kelamin: Pria
  • I am moving, and will continue moving.
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 17 Oktober 2007, 19:50:26 »
@Pak Yangga,

Jadi penasaran nih bagaimana tentang buku itu. Bisa dikupas lebih lanjut ?

@Akh Ihsan

Jazakumullah Khairan Katsiran, alfu mabruuk deh buat Antum.. O0.


kira kira begini, seorang kawan dari kota sebelah menterjemahkannya. Ada orang yang sudah memplot dan menginventarisir kata yang terdapat dalam Al Qur'an. Mulai dari surat pertama, sampai surat terakhir. Kemudian orang tersebut mengumpulkan dari surat pertama pindah ke surat berikutnya kata kata baru yang muncul, dan kemudian beliau membuat statistiknya. Misalkan dari kalau sudah tamat al Baqarah pindah ke surat ali imran, maka kata barunya sekitar 50-150 kata contohnya, dan dari Ali imron ke An Nissa 150 kata lagi baru dan semikian seterustnya, dan kisaran kata barunya kira kira hampir sama :)

Nah dibuku itu menjelaskan kata kata baru yang muncul kalau mau pindah dari satu surat ke surat yang lain. Jadi ini sekaligus belajar bahasa arab, sekaligus menghafal :)

Offline pancuran05

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 3
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 17 Oktober 2007, 20:16:37 »


Ada yang dah hafidz Quran atau sedang tahfidz Quran? Saya mau minta pendapat bagaimana menghapal AlQuran yang baik, tapi tidak menyetor ke orang lain (ustadz kita, misalnya) karena saya di UK agak sulit untuk mencari orang untuk menyetor hapalan.

[/quote]

Offline demank

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 136
  • Lokasi: ciputat
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • demank
« Jawab #14 pada: 17 Oktober 2007, 21:09:03 »
iya euy, saya juga berniat untuk manghapal alquran, tapi aneh, dengan seiring berjalan nya waktu niat itu menjadi pudar. mudah2an dengan ada nya thread ini, setelah saya baca baca, niat saya kembali timbul, :)