Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Rabu, 23 Mei 2012/2 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:56 - Shubuh 4:33:20 - Terbit 5:55:23 - Dzuhur 11:49:41 - Ashar 15:11:42 - Maghrib 17:44:02 - Isya' 18:57:35 WIB

Penulis Topik: Mengajarkan Tauhid Pada Anak Usia Dini  (Dibaca 1864 kali)


Offline Indra Hidayat Pohan

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 103
  • Lokasi: sumut
  • Jenis kelamin: Pria
  • transformasi
    • Lihat Profil
« pada: 13 September 2007, 16:36:56 »
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu,

Selamat menunaikan shaum,

Buat semua saudara yang telah berumah tangga maupun yang mau berumah tangga, tread ini ku awali karena terbenturnya aku kepada jawaban yang tepat untuk setiap pertanyaan yang di ajukan anakku sejak dia bisa berbicara sampai saat ini. Ada-ada saja pertanyaan yang terkadang aku belum siap dengan jawaban-jawab yang pantas dan masuk akal. Jadi disini aku mengundang rekan-rekan berbagi pengalaman menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan balita kepada kita.

Untuk fairnya ku awali dengan pertanyaan anakku :

Kok foto ma Ata ngak ada di foto undangan mama? ( anaku menanyakan dimana dia saat pesta pernikahan ayah dan ibunya)
untuk pertanyaan ini ibunya menjawab dengan jelas," Mas Rakha belum dilahirkan"
Dua hari kemudian dia bertanya lagi "papa tok pandil adek te mama, mama tan butan adek papa"
aku menjawabnya sedikit pengandaian, aku bilang karena papa lebih tua dari mama, kan mas Rakha lebih tua dari adik Attala jadi manggilnya adik Attala
Dan tadi pagi dia bertanya kepada ibunya. " Ma Allah itu dimana ? kalau dilangit kan nanti jatuh ya kan ? istriku belum menjawabnya dan dengan bijak dia menjawab nanti aja ya kita tanya ke papa kalau udah pulang.

Nah saudaraku.... jawaban apa yang tepat untuk pertanyaan ini.....
trus silahkan berbagi cerita lainnya. :) :)


Molo giot sonang to iba, ingkon mangalehen sonang to halak na lain.

Offline maloo

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 192
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 13 September 2007, 19:56:24 »
Ternyata being a parent ngga mudah, yach .. harus punya "parenting skills". Untuk tahu seberapa mengerti si anak akan pertanyaan sendiri, dan jawaban apa yg terbaik utk pertanyaan tsb. Terkadang orang tua harus punya kemampuan khusus berkomunikasi dalam lingkup daya imajinasi dan pikiran si anak tadi.

Kalau boleh tahu .. anaknya usia berapa tahun, Pak Indra ..

Offline Anis_WN

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 24.461
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Be yourself, but don't be selfish.
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 14 September 2007, 10:31:43 »
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu,

Selamat menunaikan shaum,
Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh,
Sama2... Semoga shaum kita tahun ini termasuk shaum yg sukses... Amien.

Dua hari kemudian dia bertanya lagi "papa tok pandil adek te mama, mama tan butan adek papa"
aku menjawabnya sedikit pengandaian, aku bilang karena papa lebih tua dari mama, kan mas Rakha lebih tua dari adik Attala jadi manggilnya adik Attala
Kalo saya yg njawab seperti itu, bisa berantakan logikanya. Kenapa? Karena saya lebih muda dari istri saya... ;)

Bilang aja panggilan 'adik' tidak selamanya menunjukkan hubungan 'tua-muda' ada kalanya juga untuk panggilan sayang.

Dan tadi pagi dia bertanya kepada ibunya. " Ma Allah itu dimana ? kalau dilangit kan nanti jatuh ya kan ? istriku belum menjawabnya dan dengan bijak dia menjawab nanti aja ya kita tanya ke papa kalau udah pulang.
Untuk anak kecil, jawaban 'di langit' itu sudah lumayan membantu. Makin gede si anak dan makin tahu dia akan model/struktur alam semesta yg tidak 'datar', maka sedikit demi sedikit konsep 'Allah ada di atas' atau 'Allah ada di langit' itu wajib diluruskan/dibenahi lagi.

Masalah jatuh atau tidak, anda bisa bilang bahwa memang Allah tidak akan jatuh ke bumi. Ingat, Allah bukan makhluk, tetapi Khalik. Yg makhluk saja, tidak semuanya lantas bisa jatuh ke bumi. Coba lihat awan atau balon gas. Mereka tidak jatuh ke bumi, kan? (minimal tidak langsung; tapi mungkin suatu saat). Tapi memang agak susah kalo tanya jawabnya tidak interaktif dgn anak. Karena pikiran anak dgn pikiran orang tua agak beda.

Wallahua'lam



Akan lebih baik kalo thread ini disatukan dgn http://myquran.org/forum/index.php/topic,13750.0.html. Gimana, mod? ;)
Manusia tak luput dari kesalahan. Ane manusia. Kesimpulan: Ane tak luput dari kesalahan. Mohon maaf bila ada kata yg salah. Dan... TKJSS

Offline Indra Hidayat Pohan

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 103
  • Lokasi: sumut
  • Jenis kelamin: Pria
  • transformasi
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 14 September 2007, 11:54:09 »
@Maloo

Mas Rakha umurnya sekarang 3 tahun, tgl lahir 13 mei 2004
Molo giot sonang to iba, ingkon mangalehen sonang to halak na lain.

Offline Indra Hidayat Pohan

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 103
  • Lokasi: sumut
  • Jenis kelamin: Pria
  • transformasi
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 14 September 2007, 11:58:51 »
Ass,
@Anis_Wn

Thank's ya membuka dan mencerahkan jawaban ke anakku,
tapi kalau ada pengalaman dibagi dong disini.
Molo giot sonang to iba, ingkon mangalehen sonang to halak na lain.

Offline Anis_WN

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 24.461
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Be yourself, but don't be selfish.
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 14 September 2007, 13:00:33 »
Kutip dari: Indra Hidayat Pohan
Thank's ya membuka dan mencerahkan jawaban ke anakku,
tapi kalau ada pengalaman dibagi dong disini.

Sama2... ;) Sebetulnya di sini saya juga pengen belajar, kok... Biar sama2 dapet ilmu, gitu...

Sebetulnya, tadi pagi waktu sahur malah saya test ke anak saya yg di TK.

Saya: Allah ada di mana?
Anak: Ada di langit.
Saya: Nanti bisa jatuh, donk?
Anak: (mikir2; terus njawab lagi) Kan Allah bisa terbang.
Saya: :wataw: (malah ngaco jawabannya...)


Kesimpulannya, jangan terlalu memaksa anak untuk main logika. Apalagi menyangkut dzat Allah. Biarkan saja mengalir sedikit demi sedikit. Walaupun anak saya tahu bahwa bumi itu bulat. Plus model tata suryanya. Dia masih berpikiran bahwa bumi yg dia tempati itu datar adanya. Dan "Allah ada di atas sana" adalah suatu yg logis bagi dia. Jawaban "bisa terbang" itu karena dia kita 'paksa'. Akhirnya dng terpaksa lagi saya musti koreksi bahwa "Allah tidak sama dgn makhlukNya". Dan Allah gak akan jatuh ke bumi.

Eh, gak bbrp lama dia ngomong lagi...

Anak: Pa, masak kata si X (nama temennya) Allah itu perempuan...

Silakan ditanggapi omongan anak itu... ;)
Manusia tak luput dari kesalahan. Ane manusia. Kesimpulan: Ane tak luput dari kesalahan. Mohon maaf bila ada kata yg salah. Dan... TKJSS

Offline Indra Hidayat Pohan

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 103
  • Lokasi: sumut
  • Jenis kelamin: Pria
  • transformasi
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 14 September 2007, 13:41:26 »
Kutip dari: anis_wn
Anak: Pa, masak kata si X (nama temennya) Allah itu perempuan...

Silakan ditanggapi omongan anak itu... ;)

wah-wah ternyata gelombang didepanku makin besar, bersyukur ada forum ini jadi bisa berbagi.

untuk kasus anak Mas Anis, aku gak berani gegabah, mungkin yang lain bisa bantu.
« Edit Terakhir: 21 Maret 2009, 10:47:57 oleh anis_wn »
Molo giot sonang to iba, ingkon mangalehen sonang to halak na lain.

Offline Anis_WN

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 24.461
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Be yourself, but don't be selfish.
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 25 September 2007, 16:58:52 »
wa'alaikum salam wr wb,

Mas indra, bagian mana yg bikin anak2 bingung? Bisa dijelaskan masalahnya?

Selama ini saya kalo cerita yg begitu2 ke anak2, mereka gak terlalu bingung, kok. Kalo dah masalah yg abstrak, bisa jadi anak2 bingung. Kalo hal yg nyata, biasanya gak bikin bingung. Kalo terjadi tanya jawab panjang, itu wajar. Namanya aja pengen tahu.

:)
Manusia tak luput dari kesalahan. Ane manusia. Kesimpulan: Ane tak luput dari kesalahan. Mohon maaf bila ada kata yg salah. Dan... TKJSS

Offline Indra Hidayat Pohan

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 103
  • Lokasi: sumut
  • Jenis kelamin: Pria
  • transformasi
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 03 Oktober 2007, 09:43:44 »
Assalamualikum,

Yah agak susah juga menyebutkan bagian yang membuat anak bingung. karena buat mas Anis mungkin itu wajar untuk anak-anak, namun buat saya mungkin terlalu cepat. Namun bukan berarti saya merasa jadi hakim yang paling tahu mana yang baik dan mana yang buruk bagi anak saya. hanya sedang berusaha berperan sebagai ayah dengan alam demokrasi yang bertanggung jawab. namun begitupun saya yakin sharing dari mas Anis pada akhirnya berguna untuk saya nantinya.
maksud saya hanya membuka cakrawala kita untuk berbagi secara ilmiah buat orang tua dan secara bijak buat kepentingan perkembangan anak-anak kita.
Molo giot sonang to iba, ingkon mangalehen sonang to halak na lain.

Offline Indra Hidayat Pohan

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 103
  • Lokasi: sumut
  • Jenis kelamin: Pria
  • transformasi
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 10 Desember 2007, 15:55:09 »
Assalamualikum, wr, wb.

Akhirnya pertanyaan yang mirip cerita mas Anis terlontar juga dari bibir mungil anakku,
Kutip

Anak: Pa, masak kata si X (nama temennya) Allah itu perempuan...

Silakan ditanggapi omongan anak itu... ;)


"Mbah...Allah itu laki-laki atau perempuan ?!!!!!!!" tanya anakku kepada ibu mertuaku. Saat ini anaku tinggal dengan mertuaku di Medan, sedangkan aku dan istri sementara tinggal di P. Siantar. Syukur mbahnya pintar ngeles. " nanti ya kita tanya sama papa kalau udah pulang, mbah kok jadi lupa ya......aduuh dasar mbah-mbah udah tua."
Dan hari itu juga ibu mertuaku menelepon kami tanpa sepengetahuan anakku.

Aku bersyukur masih diberi kesempatan waktu untuk mencari jawaban yang bijak dalam seminggu ini. Namun terus terang aku butuh masukan dari saudara-saudaraku sekalian. maka tread ini kukunjungi lagi dengan harapan aku peroleh jawaban yang pantas untuk anak umur 3.5 tahun.

Wassalam.
Molo giot sonang to iba, ingkon mangalehen sonang to halak na lain.

Offline Anis_WN

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 24.461
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Be yourself, but don't be selfish.
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 10 Desember 2007, 18:06:15 »
Bang Indra,

Jawab saja bahwa Allah lain dgn makhlukNya. Kalo makhluknya mengenal apa yg disebut 'pasangan', maka Allah tidak. Itu juga karena Allah itu Tunggal. Apa gunanya 'jenis kelamin' bagi Allah, sedangkan Dia sendiri tidak perlu yg lainnya?

Tinggal diramu jadi bahasa anak2, aja. Semoga Allah memberi kemudahan anak antum nerima penjelasan itu.

;)
Manusia tak luput dari kesalahan. Ane manusia. Kesimpulan: Ane tak luput dari kesalahan. Mohon maaf bila ada kata yg salah. Dan... TKJSS

Offline hadiid

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 5.316
  • Lokasi: zone death -or- the fox city
  • Jenis kelamin: Pria
  • close your eyes, you might see something beautiful
    • Lihat Profil
    • Everythings with sabar.. ikhlas.. loves.. hopes..
« Jawab #11 pada: 10 Desember 2007, 18:21:04 »
thread yg bagus n menarik.. :)
ikut menyimak ah.. buat persiapan klo dah punya anak :D
we are watching.. 8-)
[hanya orang yang berani mendaki yang akan mencapai puncak -- 59d]


Offline Indra Hidayat Pohan

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 103
  • Lokasi: sumut
  • Jenis kelamin: Pria
  • transformasi
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 12 Desember 2007, 14:27:59 »
Assalamualaikum, wr, wb.

thx buat mas Anis yang selalu siap memberi pandangan dan berbagi pendapat.

omong-omong ada yang lain gak ya dari saudara-saudaraku sekalian ?

Molo giot sonang to iba, ingkon mangalehen sonang to halak na lain.

Offline biru-hati

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 392
  • Lokasi: Taman Wisma Asri
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 26 Juni 2008, 20:50:34 »
Era gobalisasi memunculkan banyak dampak, baik positif maupun negative. Di satu sisi perkembangan iptek makin meningkat, tetapi di sisi lain membawa banyak krisis, terutama pada moral. Maka tidak heran, samkin hari tingkat kriminalitas, seks bebas, dsb kian meningkat.

Hal ini tentunya perlu mendapatkan perhatian dari setiap orangtua muslim yang ingin mendapatkan masa depan yang baik bagi putra putrinya. Sebagaimana disampaikan dalam QS. Salah satu hal yang dapat dilakukan ialah dengan membentengi anak dengan perisai tauhid sejak dini.

Mengenalkan tauhid kepada anak sejak dini merupakan satu-satunya pilihan yang trepat bagi orangtua muslim. Karena dengan demikian, anak dapat membentengi dirinya sendiri dengan merasakan adanya pengawasan Allah SWT dimanapun mereka berada. Dengan tauhid, anak juga  tidak akan merasa putus asa menghadapi kesulitan dalam hidup karena pertolongon Allah SWT selalu ada.

Lantas apa yang dapat dilakukan orangtua untuk mengajarkan tauhid kepada anak sejak dini? Banyak hal sederhana yang sebenarnya dapat dilakukan untuk menanamkan mereka nilai-nilai tauhid sejak dini, diantaranya :
1.   Mulailah dengan mengajak anak mengamati apa yang ada di sekitarnya, seperti matahari yang terbit dan terbenam, bintang dan bulan di langit, ajak mereka mengenal penciptanya yakni Allah SWT.

2.   Bila melarang anak, upayakan untuk tidak mengancamnya dengan dosa, neraka dan hal-hal menakutkan lainnya. Pola pikir anak yang konkret operasional cenderung sulit untuk memahami makna dosa, neraka, dsb. Cukup berikan mereka penjelasan konkret yang dapat diterima oleh pikirannya, misalnya untuk melarang anak mencuri, cukup berikan mereka penjelasan bahwa hal tersebut dapat menyakiti orang lain karena berarti mengambil hak yang bukan miliknya.

3.   Apabila anak melakukan kesalahan, bantu mereka untuk menemukan jalan untuk memperbaiki kesalahannya, tanpa harus mengancam dengan dosa, neraka dan sebagainya, karena hal tersebut akan membuat persepsi anak negatif terhadap Islam.

4.   Sertakan anak saat menjalankan ibadah sehari-hari, seperti sholat berjamaah, kegiatan pengajian, dsb. Jelaskan pula hikmah yang bisa mereka dapatkan dari ibadah yang di jalankan. Dengan demikian, mereka akan semakin akrab dengan aktivitas keagamaan.

5.   Dalam memilih hiburan, upayakan untuk memberikan anak tayangan-tayangan yang tidak merusak aqidah. Tanamkan kepada mereka bahwa rasa takut hanya kepada Allah SWT, bukan kepada setan atau mahluk Allah lainnya. Janganlah salah mendidiknya dengan mengatakan ”Nak, nih bunda pasangin ayat kursi biar setan takut dan gak ganggu kamu”. Bila kita berbuat demikian, maka anak pun akan berpikir bahwa yg melindunginya adalah tulisan ayat kursi bukan Allah, jadi ayat kursi ini berposisi seperti jimat hanya di pajang dan dibawa-bawa.

6.   Ajarkan anak untuk berdoa sebelum melakukan aktivitas, sampaikan kepada mereka bahwa berdoa berarti memohon pertolongan dan kelancaran kepada Allah SWT atas aktivitas yang hendak dijalankan. Jangan lupa sesudahnya mengucapkan kalimat hamdallah sebagai salah satu wujud kesyukuran.

7.   Bimbing anak untuk mensyukuri segala nikmat yang diberikan agar mereka tidak menuntut apa-apa yang tidak ada. Pahamkan juga kepada mereka bahwa untuk memperoleh sesuatu, seseorang harus mau berusaha dan berdoa karena Alloh SWT tidak akan mengubah nasib suatu kaum, jika kaum tersebut tidak bersuaha mengubahnya.
Lewat beberapa kiat diatas, diharapkan generasi muda Islam masa depan dapat lahir dengan pilar keimanan yang kokoh sehingga mampu membentengi diri dari pengaruh negatif perkembangan globalisasi. Amin. Allahua’lam.
www.biruhati.multiply.com
www.praktisimaya.multiply.com

cv. PRAKTISI MAYA GRUP <Percetakan, Offset, Setting/Lay-out, Konveksi Aneka Tas, Digital Printing>

Offline ~ayu_nasheeta~

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.017
  • Lokasi: Selatan Jakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 23 Januari 2009, 20:38:57 »
Makasi, Pak Anis!

Kalo ga dinaikin, aku ga akan tahu ada thread bagus ini. :topOK:
\"The deeds most loved by Allah swt (are those) done regularly, even if they are small\". (Bukhari, Muslim)