Ternyata ada pemikiran ke arah profit juga toh?
Begini dimas diajeng, sekedar sharing pengalaman aja nih, boleh khan?
Kebetulan di paguyuban tempat saya (Paguyuban Seni Rukun Rencang), ada divisi Peduli Umat dan divisi Produksi.
base on kata-kata tersebut maka divisi Peduli Umat difokuskan untuk membantu fakir miskin serta anak yatim piatu. Tetapi tidak menutup kemungkinan juga dana tersebut dialokasikan ke rekan-rekan anggota sendiri yang sedang mengalami kesulitan, misalnya : belum bisa bayar SPP, biaya takziyah, menjenguk teman yang sakit.
untuk divisi Produksi, kebetulan kita produksi kaset & CD dari rekaman nasyid kita sendiri. selain itu juga menjual pin, stiker,gantungan kunci, dsb.
Setelah seiring berjalannya waktu, kita ingin membentuk sebuah koperasi kecil-kecilan. karena kebetulan kita pernah kerjasama dengan Penerbit Buku Gema Insani Press (GIP) dan Unilever, maka kita bisa bantu njualin buku GIP dan bantu njualin produk unilever dengan potongan harga yang lumayan (kayanya bisa bayar tenggang sgala dech -- itu kalo kita udah dipercaya).
Target bisnisnya sebenernya para mahasiswa.
Alurnya gini, kita dapet produk dari unilever, terus kita nyebarin pamflet ke kost2an untuk jualan produk2 unilever. sistemnya delivery services. Misalnya : ada yang lagi butuh sabun dan sampo, tinggal sms.
Disitu enaknya kita bisa bayar tenggang ke unilever dan harganya dibawah harga pasar.
Sebagai saran saja, untuk jualan pin dan stiker dan lain sebagainya, saya kira kurang begitu prospektif, karena barang2 tersebut bukan barang kebutuhan primer dan pembeliannya pun accidential (kalo pas lagi pengen dan lagi ada duit baru beli pin ato kaos).
Dan menurut pengalaman saya dan temen-temen saya, untuk membuka suatu usaha sebaiknya dipimpin ato dibiayai oleh satu orang saja. Karena biasanya akan ada sedikit "ribut" kalo udah sampe masalah UANG.
Saya lebih setuju kalo sistem koperasi, karena iurannya dengan besaran yang sama, misal RP 10.000 per anak.
Kalo mau pake sistem saham, sebaiknya mayoritas pemegang saham dikuasai oleh 3 orang saja. Karena kita belum begitu terlatih dalam management perusahaan.
Begitulah sedikit cerita pengalaman saya dan temen2 saya dalam membuka usaha.
Kami sudah pernah mencoba usaha yaitu diantaranya :
1. Jualan merchandise : kaos, pin, stiker, gantungan kunci, busana muslim, kaset dan CD rekaman.
2. Roti bakar bandung.
3. Voucher seluler.
4. Toko komputer.
5. AQUA galon.
6. Jagung bakar.