Maaf, sudah baca buku "Bank Kaum Miskin"?
disitu terpapar jelas tujuan-tujuan, jalan dan keberhasilan yang dicapai oleh grameen.
sayang bukunya sekarang hilang. namun pasti saya beli lagi. sementara ini yang ingat.
---
poin 1 : Riba. Bunga. Sebenarnya saya mau membantah lewat perkataan bahwa 98% saham (CMIIW) grameen bank dimiliki oleh nasabahnya sendiri, dan bukan pemilik. Kalau tidak ada bunga, bagaimana bisnis bisa berjalan? Uangnya masuk ke kantong mereka.
Tapi tidak jadi, karena kalau aku menyetujui riba, otomatis... tahu sendiri.
jadi aku menyelidiki lebih lanjut dulu. Ayo, dari kedua belah pihak...
poin 2 :
".............merupakan versi baru dari ekonomi feodal dalam konteks hubungan peminjam dan pemberi pinjaman........."
Apa hubungannya model kredit mikro dengan ekonomi feodal? apakah karena peminjam diharuskan membayar? kalau tidak membayar disiksa, begitu?
Dimulai saat yunus melihat seorang pengrajin rotan. Ia membuat kursi rotan (cmiiw) yang indah. Yunus pun penasaran, kenapa dia sangat melarat hidupnya?
Ternyata perempuan itu terikat kepada permainan rentenir. Ia membeli bahan baku rotan dari rentenir yang digunakannya untuk membuat kursi. Setelah selesai, dijualnya kembali pada rentenir dengan harga yang selisihnya hanya cukup untuk membeli bahan dasar lagi. Ia punya perjanjian dengan rentenir bahwa dia hanya boleh menjual kepada rentenir itu saja. Lingkaran setan terus berputar, berputar.
Yunus memberinya uang 1 Dolar (cmiiw), dan akhirnya ia bisa terbebas dari lingkaran setan itu. Dari pengalaman inilah yunus mencoba lagi kepada 42 orang, dengan total 270$. Mereka semua (cmiiw) terbebas dari jerat kemiskinan karena diberi kesempatan. Atas ide ini yunus mendirikan grameen bank.
poin 3 : Saya belum tahu apa itu paradigma neoklasik ortodoks barat, saya belum tahu artinya asumsi implisit konflik kelompok. Tapi yang saya soalkan, apakah karena nasabah grameen 95% perempuan, lantas ada perceraian?
Tidak. yunus memilih nasabah perempuan karena menurut yunus, perempuan lebih pandai mengatur urusan rumah tangga, urusan anak-anaknya. Sedangkan laki-laki lebih sering memperhatikan diri sendiri. Mabuk, judi, dan sebagainya diambil dari penghasilan istri (cmiiw).
Sudah pernah dengar persamaan pohon pisang dan seorang ibu? Pohon pisang tidak akan, lebih tepatnya tidak mau mati sebelum benih-benihnya tersebar, dan baru pohon pisang induk itu mati. Begitu pula dengan seorang ibu. Ia mau anak-anaknya menjadi seseorang yang berguna, berbakti, atau apapun. Bermacam-macam panggilannya.
Pandanglah wajah ibu kita. matanya. apa yang kita dapat?
poin 4 : Grameen bank adalah bank swasta, yang dulunya bank pemerintah sebelum yunus sudah memutuskan untuk keluar karena masalah ideologi dan aturan-aturan yang mengikat.
nggak bisa komentar. bank swasta tidak dicek? wallahualam.
poin 5 : Bebas pajak? menurut saya pantas, karena 98% sahamnya dimiliki oleh nasabah grameen bank (CMIIW).
poin 6 : Tentang desa itu, saya tidak bisa komentar. kalau itu betul, lalu bagaimana kelanjutannya? apakah grameen membiarkannya?
Ada bermacam2 bencana alam yang menimpa bangladesh. Dan RAKYAT, bersama grameen, berhasil membangun kembali perekonomiannya. lebih jelasnya baca sendiri.

maaf kalau ada yang nggak berkenan.
