Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Rabu, 23 Mei 2012/2 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:56 - Shubuh 4:33:20 - Terbit 5:55:23 - Dzuhur 11:49:41 - Ashar 15:11:42 - Maghrib 17:44:02 - Isya' 18:57:35 WIB

Penulis Topik: Hukum pacaran dalam islam  (Dibaca 16041 kali)


Offline te_g03h

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 80
  • Lokasi: Cileduk - Tangerang
  • Jenis kelamin: Pria
  • Parts of Indonesian Islamic Hate Hunter,,
    • Lihat Profil
« Jawab #75 pada: 17 September 2007, 15:18:12 »
masukan dari teman di hidayatullah:
Kutip
Mengenai dalil-dalil yang disebutkan dalam “pacaran Islami”.

Sebelumnya saya disini tidak berbicara dalam artian “menyalahkan” atau “membenarkan”, saya sekedar akan memberi sepintas wacana. Semoga dengan wacana yang dilontarkan dapat menggugah kita tentang bagaimana mensikapi sagala hal yang berkaitan dengan nash.

Saya pernah membaca dalam kaidah fiqh, ada ungkapan bahwa Nash yang kuat belum tentu adalah kebenaran. Ini sebuah prinsip yang selalu (secara pribadi) dibawa ketika melihat sesuatu hal yang misal nashnya sama-sama kuat tapi kok saling menganfirmasi bahkan bertolak belakang. Inilah sebenarnya tugas para Kritikus Hadith dan juga ulama-ulama Fiqhu Hadith yang berkompeten. (liat dalam komentar kami pada sdr. Tegalan & sdr. Goen).

Saya ndak tahu Mas Shodiq (pencetus wacana pacaran Islami) ini ahli apa? Apakah ahli Fiqh? Ahli Hadith? Atau fiqh Hadith?. Belum jelas, sebab mas shodiq selalu menyitir nash-nash yang kuat tapi kok tidak melakukan tarjih padahal beliaukan tahu ada nash lain yang juga kuat namun ta'arudh. Kalau beliau ahli dibidang ushl tentunya beliau sudah tau bagaimana menyelesaikan masalah ini, apalagi kalau beliau juga ahli kritik hadith khususnya fiqhu hadits sebab yang diwacanakan adalah wacana ushl & hadith. Kita berhuznudzon saja.

Namun sebagai tanggung jawab ilmiah, tentunya sebelumnya beliau harus menjelaskan dong apa metodologinya?. Sebab ketika seorang mewacanakan sesuatu apalagi ada kaitannya dengan ilmu tentu wacana tersebut didasari metodologi ilmiah khususnya yang telah dikenal dalam wacana ushl dan kritik hadith. Wajar dong kalo kemudian ada sebagian ulama menyindir dan mengkritik beliau karena “kenylenehannya” sebab beliau tidak pernah berbicara dalam tataran metodologi. Dan mungkin akhirnya terkesan “asal comot sana-sini”.

Sebagai contoh untuk sekedar pembuka kritik saja, dalam hal hadith dari Anas bin Malik r.a., ia berkata, “Seorang perempuan sahaya [nonmuhrim] dari sahaya-sahaya warga Madinah menggandeng tangan Rasulullah saw. dan pergi bersama beliau ke tempat mana saja yang ia [perempuan itu] kehendaki.” (HR Bukhari, Ahmad, dan Ibnu Majah), ini masih jadi pertanyaan, sebab disitu ada illahnya yaitu hamba sayaha. Coba kita baca ulang baik-baik. Ingat fiqh tentang hamba sahaya, ini masih satu sisi saja, belum matan dan komparasi dengan hadith shohih lainnya.

Saya pikir yang kompenten disini adalah ahli fiqh hadith (karena menguasai ushl fiqh, fiqh dan kritik hadits). Semoga ada diantara kita yang bisa menjelaskan lebih konkret.

masihkah pro dengan Islamisasi pacaran,,??  :hihi:
« Edit Terakhir: 17 September 2007, 16:23:29 oleh te_g03h »

Offline dajal007

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 763
  • Lokasi: bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • akan ada "mata" yang selalu melihat
    • Lihat Profil
    • amgidarap kilab kitit
« Jawab #76 pada: 18 September 2007, 01:31:48 »
@kang te_g30h
makasih satu hadits telah tertafsirkan, walaupun (bagi saya) masih belum jelas :)

@all
jangan terpaku pada istilah-istilah yang ada, sebab istilah adalah bahasa, dan bahasa akan terus berkembang seiring perluasan pengetahuan manusia. taaruf dan tanazur dalam bahasa arab bisa jadi merupakan pacaran dalam bahasa indonesia. toh khitbah aja dalam bahasa arab sama dengan melamar dalam bahasa indonesia.
mengaburkan ketidakjelasan, membenarkan kesalahan, menyesatkan kepada kebenaran
kunjungi amgidarap kilab kitit[/size]

Offline Mochammad Yulistiano

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 643
    • Lihat Profil
« Jawab #77 pada: 18 September 2007, 03:43:03 »
Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik .

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".

Dia mengetahui mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.

Apa yang dilakukan untuk menikah

Bacalah cerita Musa dalam kitab Allah bagaimana dia menikah.
"Dan Allah adalah saksi atas apa yang kita ucapkan"

Salam
Mochammad Yulistiano
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
innaa lillaahi wa-innaa ilayhi raaji'uun

Offline Bad Boy

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 2.384
  • Lokasi: Dalam kekuasaan Allah...
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #78 pada: 18 September 2007, 19:58:11 »
@all
jangan terpaku pada istilah-istilah yang ada, sebab istilah adalah bahasa, dan bahasa akan terus berkembang seiring perluasan pengetahuan manusia. taaruf dan tanazur dalam bahasa arab bisa jadi merupakan pacaran dalam bahasa indonesia. toh khitbah aja dalam bahasa arab sama dengan melamar dalam bahasa indonesia.
Setahu saya, orang pacaran itu setelah kenal. Bukan untuk kenal :). Pertama cari cara biar kenal, trus pdkt, trus nembak... Kalo mau yo jadi pacar, kalo engga mau yo cari yang lain...  :hihi:

Kalo cuma untuk kenal, gak perlu pacaran pun bisa koq. Saya kenal perempuan, yo wis... Kalo mau lanjutin, lamar/khitbah. Habis perkara. Gak perlu diajak jalan-jalan, gak perlu diajak makan bdua, gak perlu diboncengin naik motor kemana-mana. Gak perlu juga diajakin mojok bdua di suatu tempat, gak perlu pegang-pegang, gak perlu yang gak perlu lah pokonya mah...

Justru pacaran, menjadikan yang sebenernya bukan haknya menjadi haknya. Sandainya pacar kita dilamar orang, rata-rata orang akan marah & sebel atau bahkan musuhan sama yang nyoba nglamar. Padahal, dia gak punya hak untuk nglarang ::). Capek deh....

Buat saya tetep ajah... Pacaran Islami, cuma ganti kemasan doang. Pacaran itu buruk, insya Allah. Tapi dengan adanya embel-embel islami, seakan-akan itu jadi baik. Padahal substansinya, dzatnya, sifatnya tetep sama. Sekarang mah bukan cuma embel-embel 'islami' yang banyak. Pake tulisan arab juga banyak ::). Jangan cuma terpaku & terkecoh oleh 'logo', 'label', atau 'bungkus'. Sebaiknya juga kita mengerti inti permasalahannya, bukan cuma luarnya ajah. Mana yang lebih bermanfaat, kita ambil semampunya. Dan yang lebih banyak madhorotnya, kita tinggalin semampu kita juga.

Allahua'lam.
« Edit Terakhir: 18 September 2007, 20:02:37 oleh Bad Boy »
ياهو يامن لا هو الاّ هو
    يامن اجاب نوحا في قومه    يامن نصر ابراهيم عل اعدائه    يامن ردّ يوسف عل يعقوب    يامن كشف ضرّ ايوب    يامن قبل تسبيح يونس بن متا   
لا اله الاّ هو

Offline Yassin El Cordova

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 3.012
  • Lokasi: INDONESIA
  • Jenis kelamin: Pria
  • Pohon Pun Tumbuh Tidak Tergesa-gesa
    • Lihat Profil
« Jawab #79 pada: 18 September 2007, 21:26:27 »
A'udzubillhiminasyaithanirajiim
Bismillahirahmanrahim

beberapa belakangan ini apabila tengah browsing di forum2 macam Hidyatullah.com ramai kali orng memperbincangkan masalah ini
tidak terlalu pelik dan tidak perlu memaksakan diri dengan dalil-dalil yang tak ditaruh pada tempatnya ada sebuah pertanyan yang menggelitik dalam dada saya ketika tengan memikirkan hl ini dengan bijak
"emgnye you bangga bila sekedar menyandang gelar "pacar" bukan suami bukan istri dan bukan pula telah memberikan nafkah dengan jalan yang barokah ??
apa yang dikatakan Al MIHAL tu benar juga bila dipikir bijak
Bung Kaezzar,
Sedangkan pacaran tidak di restui oleh alim ulama saja sudah banyak yang jadi "korban" dari hal itu, banyaknya perbuatan dosa oleh pasangan yang lalai atau sengaja lalai, lalu bagaimana kalau pacaran di restui para alim ulama, sungguh aku tidak bisa bayangkan.

Secara alamiah, manusia lebih cenderung pada keburukan daripada kebaikan, karenanya agama diturunkan ALLAH menjadi pagar atau membatasi manusia, sehingga manusia hidup dengan batas yang diberikan Tuhan, karena memang pada dasarnya manusia cenderung suka pada kejahatan daripada kebaikan.

Pacaran islami, aku merasakan keanehan dan sepertinya ada pemaksaan disini. masak agama "dipaksa" menerima aturan manusia yang zaman ini cenderung pada kelonggaran dan hidup yang bebas, baik bebas berpikir, bebas berserikat, bebas melakukan ibadahnya, dan karena banyaknya agenda kebebasan ini maka muncul juga bebas memaksakan aturan pada agama, mungkin karena adanya anggapan bahwa aturan agama islam telah kuno dan ketinggalan zaman maka harus di"revisi" atau direhab agar sesuai dengan zaman.
Mungkin agar tidak ada lagi orang mengatakan " hari gini pacaran masih dilarang..?".

Percayalah kawan, agenda pacaran secara islami itu tak pernah ada dan memang tidak akan bisa diterima agama kita, bagaimanapun caranya.

apa kata dunia bila pacaran yang kite tau lah dan sama-sama tau macam anak muda yang lagi keserang demam tak nampak perilaku yang byk mengundang byk mudhorotnya plus ditambah adanya pembenaran yang tidak slamanya berpijak di atas kebenaran apalagio setia sehati pada simpul-simpul kebenran itu sendiri malah melahirkan , menyusui, membesarkan kebathilan yang terlanjur mendapatkan pembenran dari seorang ustadz ...saya nak bertanya selain Syaikh Abu Syuqah siapa la ulama salaf wal khalaf yang membenarkan "Tanazhur" ini ??
@Kaezzar
saya bukan hendak menyusahkan anda ...dan saya inshallah mengerti adanya Qura'an dan sunnah bukan gendak mebuat sukar manusia yang mempelajarinya ..adanya beragam penafsiran yang beredar pun dapat saya pahami namun Ilsm,a memberikan batasan dan kaidah-kaidah mana yang boleh diambil dan mana yang boleh dibuang
adanya beragam penafsiran dari pelbagai ulama islam pada intinya membuka sebuah hakekaT penting akan Ilmu yang tak habis digali dan hakikat bagaimana kita beretika terhadap Qura'an ....selayaknya merendahkan diri boleh jadi yang belum tersingkap dan ditutup dengan "Wallahu A'lam " penyerahan terhadap Kekuasan dan Kehendak Allah SWT yang manusia tak sanggup menyibaknya entah itu perkara waktu artau taraf kecanggihan manusia itu sendiri yang mengeksplor pikirannya berpijak pada kaidah-kaidah yang telah ditetapkan terhadap something yang belum ketemu maknanya ....gga usah sedih la dengan fenomena beragamnya penafsiran ini silakan baca bukunya Prof Khaled Abou Fadl yang menjelskan bagaimna smestinya umat muslim bersikap dewasa dan arif dalam menyikapi perbedaan penafsiran
sangat kurang tepat rasanya apabila kita bersesuuka kehendak hati dan dengan arogan berteriak lantang "kebenaran cuman milik Allah " itu benar namun jgn silap tau keliru apabila tiada kaidah atau prinsip yang dapat dipegang memahami kebenan dengan berpijak pada Al Qura'an dan hadits sehingga setiap oang boleh menafsirkan
tanpa ilmu yang kapabel dan diakui janganlah bersedih macam tu Kaezzar  :) :)
« Edit Terakhir: 18 September 2007, 21:42:10 oleh Yassin El Cordova »
dI dALAM rELUNG hATIMU aKAN TETAP tERJAGA Rahsia Cinta tatkala dikuakan segala Cinta

(Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah )

Offline Kaezzar

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 1.941
  • --- Revealing the truth behind the dark ---
    • Lihat Profil
« Jawab #80 pada: 18 September 2007, 21:30:41 »
@te_g03h

1.Kenapa g ada islamisasi?
Karena memang sejauh ini g ada yg ngelarang untuk arisan n jadi pejabat
Tapi kalo suatu saat nanti, arisan dan menjadi pejabat dihukumi haram gara2 kasus ghibah dan korupsi...kira2 bisa muncul g ya istilah arisan islami n pejabat islami...?
Wallahu alam deh... :)

2.Memang belum mewakili, tapi paling ngga saya sudah memberikan sebuah bukti, bukan prasangka..praduga..atau persepsi pribadi.....yang belum tentu sesuai dengan kenyataan  :)
Karena seperti yg saya sebutkan di atas...saya cuma mau melihat hal ini secara objektif...itu aja  :)

3.hahaha,, ijtihad,,??? emang anda siapa bung,,??? ulama,,???
aya aya wae  Peace ahhh!

Hmm...maksudnya yg ijtihad bukan saya mas...saya si masih sadar diri ko  %peace%
Makanya di situ saya tulis: Acuan ulama, dan tafsir haditsnya
Coba deh diliat lagi, mungkin salah liat  :)

4.Postingan itu sudah ada respon dari beliau di blognya. Kalo berminat liat jawabannya, bisa maen2 ke blog2nya

Wassalam

The truth is all around us, all you have to do is thinking

Offline Kaezzar

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 1.941
  • --- Revealing the truth behind the dark ---
    • Lihat Profil
« Jawab #81 pada: 18 September 2007, 21:42:05 »
@Bad boy

Kenal di sini maksudnya mengenali kepribadiannya
Karena dalam pandangan mereka, semakin anda mereka berinteraksi dengannya, maka peluang untuk mengenali kepribadian atau karakternya akan lebih besar.
Memang ngga mungkin untuk mengenal secara keseluruhan, tapi paling ngga dari interaksi itu bisa terlihat gambaran karakternya. Kita bisa saja mengatakan/berpendapat kita termasuk org yg sabar dan rajin...tapi sikap anda nantilah yg akan membuktikan, benarkah ucapan atau anggapan anda mengenai diri anda....
Pernah mendengar kata2 ini...

Tindakan akan berbicara lebih nyata tentang diri kita dibandingkan ucapan kita... :)

Mojok bedua2an? pegang2an?
Kalo orangnya bener si, pacarannya g akan ngelakuin itu mas...sama aja kaya arisan, kalo ibu2nya bener si g bakalan ghibah...begitu juga kalo jadi pejabat, kalo orangnya bener si g bakalan korupsi...
Karena semua tindakan memang tergantung dari orang yg melakukannya juga kan? :)

Wassalam




The truth is all around us, all you have to do is thinking

Offline Yassin El Cordova

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 3.012
  • Lokasi: INDONESIA
  • Jenis kelamin: Pria
  • Pohon Pun Tumbuh Tidak Tergesa-gesa
    • Lihat Profil
« Jawab #82 pada: 18 September 2007, 22:12:36 »
A'udzubillahiminsyaithanirajiim
Bismillahirahmanrahim

sama halnya dengab pertanyaan dari mereka yang menghendaki pacaran semasa SMA ..selama gga ngapa-ngapain kenapa gak ? saya sudah jawab diaytas atau halaman sebelumnya masih byk lagi sela-sela hubungan lekaki dengan wanita  non muhrim yang nafsu syahwat kita menggedornya untuk menejelejah lebih banyak lagi betul beda masing-masing orang prakteknya
tetapi satu sadal sebuah aktivitas jahiliyah yang lebih cenderung atau mendominasikan hawa nafsu belaka ..wahaiu saudaraku jujurlah dalam menilai klo yang ini cinta apa hawa nafsu ?? permulaanya cinta kerap membuat hati seorang pemuda beranjang usia belia berbunga-bunga dengan diawali tatapan sekelebat dana sebuah aktivitas baik itu sengaja atau tak sengaja lalu jiwanya mendebur dan berdersir apabila telah disebut nama pujaan hatinya ...kita aja yang kerap cuek mengamati fenomena unik ini tetpi cinta ditemptkan terhormat dan terpuji dalam islam bahkan Ibnul Qayyim Aljauziyah pernah mengatakan "direlung hatimu tetap terjaga cinta tatkla dikuakan segala cinta" kerana cinta memberangkan sejumlah energi untuk mendorong bergerak
kerana cinta menyibak rahasia mengapa bumi dan langit diciptakan dan ditempatkan di salah satu kedua tempat tersebut manusi sebagai khalifahNya yang malaikat sebelum manusia diciptakan sempat bertanya haruskan menciptkana makhluk yang bakalan akan membuat rosak dunia dan berlaku aniaya dan bersikap mendekati kekufuran terhdap Rabbnya disnalah jawab agung menyelesaikan kebertan para Malaikat
belajar memahami penting tetapi menerjuni perilaku manusia dengan segala karakterisktinya berhubungan dan fitrahnya kadang membuat kita geli ,ketawa, geleng-geleng kepala , sesekali menggebrak meja tetapi itulah manusia ia terselamatkan dari pelbagai akhlak yang mampu merusak isis dunia dengan Islam sebagai aturan yang bukan hendak memberatkan dan telah diatur secara tegas hubungan lelaki dan wnita
menundukan pandangan dan bertakwa kepada Allah SWT
menghulurkan kerudung hingga ke dada
ia sebuah usaha preventif terlalu sempit rasanya ia adalah sebuah aturan yang membuat kita tidak merasa nyaman bila masih berpikir demikian ..tolak ukur apakah yang kita gunakan memahami simpul kebenaran ??
silakan anda semua mengejar dunia maka anda akan mendapatkanya tetapi ingat di Akhirat anda sudah tak lagi berhak mendapatkan apa-apa selain penyesalan yang tak berakhir seraya menikmati Adzab dari Allah SWT yang diperuntukan bagi mereka yang zhalim lagi fasik ..yang cinta dunia lagi terlena dalam tipu daya syaithan seperti itulah Al Qura'an dengan arif mengajak anda memupuskan keraguan yang terselip dalam jiwa bahwa dunia ini layaknya terdapat dalam tangan bukan dalam hati
dI dALAM rELUNG hATIMU aKAN TETAP tERJAGA Rahsia Cinta tatkala dikuakan segala Cinta

(Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah )

Offline Kaezzar

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 1.941
  • --- Revealing the truth behind the dark ---
    • Lihat Profil
« Jawab #83 pada: 18 September 2007, 22:36:19 »
@Yassin El Cordova

Sejauh yg saya tau, ulama selain beliau yg tidak mengharamkan adalah Yusuf Qardhawi, Quraish Shihab dan MUI
Tapi saya ngga tau apa anda menganggap mereka layak dalam memberikan ijtihad dalam hal ini, koz pandangan orang kan belum tentu sama satu sama lain... :)

Dari pihak penentang, kebanyakan mereka sudah mengidentikkan pacaran = zina
Sementara dari pihak pendukung, yang merasa ngga melakukan itu (ngeliat dengan tatapan nafsu, pegang2an, mojok bedua2an, sampe kissing n ML) merasa keberatan...karena memang mereka g ngelakuin itu. Dan memang itu faktanya...ngga semua yg pacaran ngelakuin itu.

Mungkin kasusnya akan sama kalo kita balik situasinya...

A : "Kemaren ada yg taarufan tapi mereka bedua2an gitu, mana pegang2an juga...sampe kissing pula"
B : "Yeee..itu si bukan taaruf..."
A : "Mereka bilangnya taaruf ko, si C & D juga gitu...sama..."
B : "Bukan...taaruf itu g gitu...aturannya tu ketat...bla bla bla bla bla...."
A : "Ooo...gituu.."
---
X : "Kemaren ada yg pacaran mereka bedua2an gitu, mana pegang2an juga...sampe kissing pula"
Y : "Yee..itu si bukan pacaran..."
X : "Mereka bilangnya pacaran ko, si R & S juga gitu...sama..."
Y : "Bukan...pacaran itu g gitu...aturannya tu ketat...bla bla bla bla bla...."
X : "Ooo...gituu.."
---

Kegiatannyakah yang salah?.......ataw pelakunya?  :)

---------------------------------------------------

Kalau kamu ingin mendapatkan dunia, harus dengan ilmu
Kalau kamu ingin mendapatkan akhirat, harus dengan ilmu
Kalau kamu ingin keduanya, maka harus juga dengan ilmu
Allah mensyaratkan bahwa manusia bisa memperolehnya keduanya, namun mereka membutuhkan ilmu :)

Maaf kalau ada kata yg salah ataw menyinggung  :)

Wassalam
« Edit Terakhir: 18 September 2007, 22:48:00 oleh Kaezzar »
The truth is all around us, all you have to do is thinking

Offline Yassin El Cordova

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 3.012
  • Lokasi: INDONESIA
  • Jenis kelamin: Pria
  • Pohon Pun Tumbuh Tidak Tergesa-gesa
    • Lihat Profil
« Jawab #84 pada: 18 September 2007, 22:49:32 »
@Yassin El Cordova

Sejauh yg saya tau, ulama selain beliau yg tidak mengharamkan adalah Yusuf Qardhawi, Quraish Shihab dan MUI
Tapi saya ngga tau apa anda menganggap mereka layak dalam memberikan ijtihad dalam hal ini, koz pandangan orang kan belum tentu sama satu sama lain... :)

Dari pihak penentang, kebanyakan mereka sudah mengidentikkan pacaran = zina
Sementara dari pihak pendukung, yang merasa ngga melakukan itu (ngeliat dengan tatapan nafsu, pegang2an, mojok bedua2an, sampe kissing n ML) merasa keberatan...karena memang mereka g ngelakuin itu. Dan memang itu faktanya...ngga semua yg pacaran ngelakuin itu.

Mungkin kasusnya akan sama kalo kita balik situasinya...

A : "Kemaren ada yg taarufan tapi mereka bedua2an gitu, mana pegang2an juga...sampe kissing pula"
B : "Yeee..itu si bukan taaruf..."
A : "Mereka bilangnya taaruf ko, si C & D juga gitu...sama..."
B : "Bukan...taaruf itu g gitu...aturannya tu ketat...bla bla bla bla bla...."
A : "Ooo...gituu.."
---
X : "Kemaren ada yg pacaran mereka bedua2an gitu, mana pegang2an juga...sampe kissing pula"
Y : "Yee..itu si bukan pacaran..."
X : "Mereka bilangnya pacaran ko, si R & S juga gitu...sama..."
Y : "Bukan...pacaran itu g gitu...aturannya tu ketat...bla bla bla bla bla...."
X : "Ooo...gituu.."
---

Kegiatannyakah yang salah?.......ataw pelakunya?  :)

Wassalam
H..hA..HA..
A'udzubillahiminasyaithanirajii m
Bismillahirahmanrahim
biarlan anda dudk dulu dan biarkan sya mengeksplor apa benar MUI . Ustdz Yusuf Qaradhawi (beliau memakruhkan ) dan ustdz Quraish Shihahb apakah benar mereka tak mengharamkan pacaran
kerana semalam saya berkunjung ke SSC ada byk pertanyan tentang pacaran
dan jawabanya sama menharamkan

tentang berboncengn dengan wanita nonmuhrim
http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/11/cn/25782
tentang berzina mata
http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/11/cn/24448
dan tangan pacaran
http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/11/cn/23997
http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/11/cn/4475

sementara tengan MUI belum sempat saya tanyakan
InshaAllah menyusul
dI dALAM rELUNG hATIMU aKAN TETAP tERJAGA Rahsia Cinta tatkala dikuakan segala Cinta

(Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah )

Offline Kaezzar

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 1.941
  • --- Revealing the truth behind the dark ---
    • Lihat Profil
« Jawab #85 pada: 18 September 2007, 23:17:46 »
Ust Yusuf Qardhawi memang cenderung untuk memakruhkan, tapi ia pun mengakui hasil ijtihad dari temannya Abu Syuqqah. Sudah baca komentar beliau tentang hasil ijtihad Abu Syuqqah di buku karangannya...di post yg sebelumnya saya sudah berikan linknya, silahkan dilihat kalau berminat.
Oke, ngga apa2...kebetulan belakangan ini juga lagi aga sibuk  :)

Wassalam

The truth is all around us, all you have to do is thinking

Offline Bad Boy

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 2.384
  • Lokasi: Dalam kekuasaan Allah...
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #86 pada: 19 September 2007, 21:03:21 »
Yo wis kalo gitu. Buat saya, yang tidak islami tidak akan jadi islami walaupun dikasih embel-embel 'islami' atau dihiasi tulisan arab ::).
ياهو يامن لا هو الاّ هو
    يامن اجاب نوحا في قومه    يامن نصر ابراهيم عل اعدائه    يامن ردّ يوسف عل يعقوب    يامن كشف ضرّ ايوب    يامن قبل تسبيح يونس بن متا   
لا اله الاّ هو

Offline l4tahzan

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2006
  • Tulisan: 149
    • Lihat Profil
« Jawab #87 pada: 20 September 2007, 04:29:30 »
@kaezzar

Akhuna Kaezzar bisa kasih tahu kita ga, pacaran islami itu ngapain aja sih??

Karena InsyaAllah ustadz Yusuf Al Qardhawy dalam banyak kesempatan mengharamkan pacaran, dan ustadz Abu Syuqqah pun sama, didalam KW pun bisa kita baca dengan tegas sikap Al Ustadz Abu Syuqqah itu. Kenapa ana katakan seperti itu?? Al Ustadz Yusuf Qardhawi dan Al Ustadz Abu Syuqqah adalah ulama2 kaum muslimin yang besar bersama gerakan IM, tak diragukan lagi bahwa banyak fatwa-fatwa mereka menjadi rujukan para ikhwan, tetapi insyaAllah para ikhwan tidak ada satupun (kalau pun ada yang berpacaran, harus dilihat case by case) yang mempropagandakan pacaran islami ala Pak Mushodiq. Selalu ditekankan untuk ta'aruf, dan bersegera menikah, dan seperti itulah karakter ikhwan pada umumnya. Dan seperti yang sudah kita maklumi, bahwa pacaran..hatta mereka yang mengaku berpacaran islami, sejatinya sedang  bermain-main dengan zina kecil. Tetapi apakah menjadi kecil, zina kecil yang kita lakukan terus menerus?? Tentu tidak, apalagi bagi mereka yang mengetahui bahwa mengikuti pandangan pertama pada wanita non muhrim adalah zina, dll maka dosa orang2 yang tahu ini jauh lebih besar dibandingkan mereka yang belum mengetahuinya. Dan yang mesti dikhawatirkan itu adalah, orang2 awam yang tersesat akibat opini yang menyatakan bahwa pacaran islami itu ada dalil islaminya, na'udzubillah. Dan ana jauh lebih menaruh hormat pada mereka yang berpacaran murni karena ketidak tahuan mereka akan metode yang dimiliki Islam dalam menjemput jodoh, pacaran mereka jauh dari mencari pembenaran terhadap apa yang dilakukan, berbeda dengan mereka yang katanya pacaran islami, yang katanya bebas dari zina, lha wong rasulullah SAW saja memastikan bagian-bagian kita sebagai anak adam ini pernah berzina, zina mata, zina tangan, dll, yang notabene hitungannya adalah dosa kecil. Lantas bagaimana mungkin ada orang yang dengan terang-terangan membuka pintu-pintu zina kecil itu berkata, aktifitas pacarannya itu bebas dari zina?? uwaneh banget :). Dalam hal ini Al Ustadz Yusuf Qardhawi berkata dengan tegas "Setiap perkara yang mengarah kepada sesuatu yang haram, maka ia dihukumi haram".

Pun perkara yang dibolehkan oleh Ustadz Abu Syuqqah, adalah perkara bolehnya ada perasaan cinta mengiringi proses ta'aruf dengan lawan jenis, dan Ustadz secara tegas menunjukkan sikap haramnya berpacaranitu dalam berbagai tempat. Selebihnya bacalah karya Al Ustadz Abu Syuqqah secara langsung, jangan melalui kutipan-kutipan parsial dan tidak utuh, karena terlalu banyak model2 tulisan yang kelihatannya ilmiyah, merujuk kepada sumber2 yang dikenali, tetapi pemahamannya jauh dari apa yang diinginkan oleh sang penulis.

Sebagai perenungan bersama, yuk kita tengok blog 'jawaban' atas pacaran islami di http://pacaranislamikenapa.wordpress.com

wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh.

Offline dajal007

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 763
  • Lokasi: bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • akan ada "mata" yang selalu melihat
    • Lihat Profil
    • amgidarap kilab kitit
« Jawab #88 pada: 20 September 2007, 06:02:44 »
penjelasan salah satu hadits yang dipermasalahkan dalam thread ini (interpretasi dari http://pacaranislamikenapa.wordpress.com)
Kutip
“Dari Anas r.a. dikatakan bahwa Ummu Sulaim menggelar tikar [dari kulit] untuk Nabi saw., kemudian beliau tidur [siang] di atasnya. Anas berkata: “Ketika Nabi saw. tidur, Ummu Sulaim mengambil keringat dan rambut beliau, lalu mengumpulkannya dalam suatu bejana, kemudian menghimpunkannya ke dalam wewangian ….” (HR Bukhari dan Muslim)
terjemahan hadits tersebut ternyata memiliki kekurangtepatan penerjemahan. dalam http://pacaranislamikenapa.wordpress.com/2007/09/19/tinjauan-hadits-shahih-yang-terlupakan/ disebutkan bahwa terjemahan hadits tersebut harusnya
Kutip
”Hadis Anas r.a: Sesungguhnya Nabi s.a.w pernah datang ke rumah Ummu Sulaim dan ingin beristirahat yaitu tidur siang di rumahnya. Ummu Sulaim lalu meletakkan hamparan dari kulit sebagai alas tidur Nabi. Manakala di saat tidur itulah baginda mengeluarkan banyak keringat. Ummu Sulaim lalu mengumpulkan keringat tersebut kemudian mencampurnya dengan minyak wangi dan memasukkannya ke dalam botol-botol kecil. Kemudian Nabi s.a.w bertanya kepada Ummu Sulaim: Apa ini? Beliau menjawab: Keringat kamu. Aku mencampurnya dengan minyak wangiku.(HR muslim no 4287)

lihat juga http://kisahislam.com/index.php/siroh-sahabiyyah/ummu-sulaim-rodhiallahu-anha.html

sayangnya dari kedua (tiga sih kalo dimasukin sumber dari penyaji kedua) penyaji hadits, tidak ada satupun yang mencantumkan tulisan dari bahasa asli dari hadits tersebut, yaitu bahasa arab. nah, kini ada pr baru buat semua (kecuali saya >:D, kan saya yang ngasih) kenapa perlu mencantumkan tulisan dari bahasa asli? sebab biar ga ada dusta fitnah diantara kita

so.... stay tuned in this thread (bener ga sih nulisnya :malu:
mengaburkan ketidakjelasan, membenarkan kesalahan, menyesatkan kepada kebenaran
kunjungi amgidarap kilab kitit[/size]

Offline l4tahzan

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2006
  • Tulisan: 149
    • Lihat Profil
« Jawab #89 pada: 20 September 2007, 06:38:21 »
Setuju sekali :)

Silahkan bagi ada yang ingin menambahkan redaksi arabnya tentu akan jauh lebih baik lagi.

Dan kalau mau coba googling, banyak kok hadits yang redaksinya mirip dengan yang ditulis di kisah islam itu. tetapi tidak akan(setidaknya ana sampai saat ini) antum temukan redaksi terjemahan seperti yang ditulis didalam blog pacaranislami.wordpress.com dan csnya, wallahu'alam.

Mungkin Akhuna Abu Jauza mau membantu??