Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Rabu, 23 Mei 2012/2 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:56 - Shubuh 4:33:20 - Terbit 5:55:23 - Dzuhur 11:49:41 - Ashar 15:11:42 - Maghrib 17:44:02 - Isya' 18:57:35 WIB

Penulis Topik: Hukum pacaran dalam islam  (Dibaca 16041 kali)


Offline email90

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 1.646
  • Lokasi: sumbar
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
    • pilar-pilar penyangga
« Jawab #615 pada: 04 Juli 2009, 15:20:12 »
@ inbenben

itu hy berupa guyonan dosen sy. tp, klu di pikir-pikir... :hmmm:

sy g nemu dalil-nya dimana :)

ada yg tau ???

@ bawah

yg diriku ty kan klu hukumnya makhruh :toe:
bukan yg membolehkan pak nabeel.. yg membolehkan jelas2 tak ada ;)

%peace%
« Edit Terakhir: 04 Juli 2009, 19:30:41 oleh email90 »
:iyes: .:Islam Dengan Pesonanya Yang Tidak Akan Pernah Pudar:. :yakyik:

Offline nabeel

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2008
  • Tulisan: 5.676
  • Lokasi: Palembang - Pekanbaru PP
  • Jenis kelamin: Pria
  • I'm nabeel.... :)
    • Lihat Profil
« Jawab #616 pada: 04 Juli 2009, 17:56:05 »
Mau ngubek ampe kiamat jg gk bkalan ketemu dalil yg membolehkan pacaran. Dan pacaran sendiri jg gk ada didlm islam.
اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ

Offline zuhair

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 619
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • cemerlang
« Jawab #617 pada: 05 Juli 2009, 02:33:47 »
Definisi pacaran tuh gak jelas, pada akhirnya tidak akan memberikan kejelasan terhadap status hukumnya..

Kalau saya sih mendingan ngebahas perbuatannya ajah..
What are we become, just look what we have done..

Offline daner

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2006
  • Tulisan: 1.239
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #618 pada: 06 Juli 2009, 11:08:14 »
biar ngga basi..   :D

Kutip
Seorang wanita [non-muhrim] dari kaum Anshar telah mendatangi Nabi saw., lalu beliau berduaan dengannya. (HR Bukhari & Muslim dari Anas bin Malik r.a.) Inilah salah satu dari hadits-hadits shahih yang terlupakan (jarang diungkap kepada publik).

Hadits tersebut dimuat di Shahih Bukhari, kitab “Nikah”, bab “Sesuatu Yang Membolehkan Seorang Pria Berkhalwat dengan Seorang Perempuan di Dekat Orang-orang”, jilid 11, hlm. 246. Hadits tersebut juga dimuat di Shahih Muslim, kitab “Keutamaan Para Shahabat”, bab “Keutamaan Kaum Anshar”, jilid 7, hlm. 174.

lanjutkan..