Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Rabu, 23 Mei 2012/2 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:56 - Shubuh 4:33:20 - Terbit 5:55:23 - Dzuhur 11:49:41 - Ashar 15:11:42 - Maghrib 17:44:02 - Isya' 18:57:35 WIB

Penulis Topik: Hukum pacaran dalam islam  (Dibaca 16041 kali)


Offline Kaezzar

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 1.941
  • --- Revealing the truth behind the dark ---
    • Lihat Profil
« Jawab #225 pada: 03 Oktober 2007, 23:38:34 »
@dajal007 n lazios

jujur...saya salut ma cara kalian berdiskusi...
jangan sampe ukhuwah "patah" cuma gara2 beda...O0

@mas-to

lhoh...
emang gak boleh ya multi ta'aruf? kata siapa?
pan sah-sah aja nyebar biodata ke banyak orang, ato bikin pengumuman 'siap nikah, silahken kirim biodata'. ya tho? :hihi:
weks...nyebar biodata si memang g akan dilarang ko...
sama kasusnya kaya org yg katanya jomblo n boleh promo kemana2 biar dapet pasangan... :)
tapi pas prosesnya udah jalan, kira2 boleh ga ya punya proses laen juga... :)

kalo pacaran.... dijamin deh, ngomong 'aku siap nikah nih, mau gak nikah ma aku' pada orang laen d depan pacarnya. pasti ngamuk tu sang pacar  %peace%
hehehehe...iya juga...tapi itu normal kali ya...
kalo saya ngajak taaruf akhwat A...udah proses...trus saya ngomong "aku siap nikah nih, mau gak nikah ma aku" ke akhwat B di depan akhwat A...kira2 si A marah ga ya... :)

Wassalam

« Edit Terakhir: 03 Oktober 2007, 23:43:21 oleh Kaezzar »
The truth is all around us, all you have to do is thinking

Offline N-K_Person

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 743
  • Lokasi: Karlsruhe
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • AdSense NooB
« Jawab #226 pada: 04 Oktober 2007, 03:13:49 »
pernah pacaran.. tapi pacaran itu emang nggak guna banget sih..

kita dilarang bertemen sama cewek lain.. disuruh jemput si cewek.. makan minta dibayarin..

mo cium, mo having sex juga tetep aja nggak boleh di agama..

klo mo putus pusing, diputusin juga pusing.. halah.. nggak guna lah pokoknya..

Offline dajal007

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 763
  • Lokasi: bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • akan ada "mata" yang selalu melihat
    • Lihat Profil
    • amgidarap kilab kitit
« Jawab #227 pada: 04 Oktober 2007, 04:15:39 »
@te_903h
bang dajal,, arti pacaran dalam kbbi itu udah jelas sekali,,
pacaran adalah .... hubungan berdasarkan cinta kasih, kekasih. berpacaran--> bercintaan, berkasih-kasihan.
benarkah sudah jelas? baiklah coba bandingkan
jika memang definisi pacaran tersebut sudah dianggap jelas, maka apakah hubungan saya dengan kang lazios atau dengan teman-teman saya yang merupakan laki-laki bisa dikatakan berpacaran? seandainya saya menyatakan bahwa hubungan kami berdasarakan rasa cinta dan kasih. saya dan teman-teman saya selalu bercintaan dengan cara saling menasehati, saling mengingatkan, saling berpelukan saat bertemu, kadang sering berkhalwat (secara bahasa). praktek bercintaan dan berkasih sayang ini saya lakukan karena rosululloh menyuruh saya untuk itu. salahkah persepsi saya ini?

ok,, emang menurut bang dajal,, aktifitas dalam bercintaan/berkasih-kasihan seperti apa,,
yang saya maksud dengan praktek bercintaan dan berkasih-kasihan tidak hanya bisa dilakukan oleh orang yang berpacaran. tapi kita harus melakukannya kepada semua orang. mengenai prakteknya seperti apa, kalo mau berdasarkan KBBI saya belum tau, kalo berdasarkan asumsi teman-teman yang ada di sini baik yang pro maupun yang kontra, maka saya berkesimpulan bahwa bercintaan itu "berpegangan tangan, bersentuhan, berpandangan, bercumbu rayu dengan pacar".

padahal sang pencetus Islamisasi pacaran pun sudah memberikan contoh teknis dari pacaran yg katanya ISLAMI,, yaitu pergi berduaan,, janganlah mengelak lagi  :jaim:,,
setahu saya, kang shodiq bukan pencetus pacaran islami, hal ini pun diakui oleh kang shodiq dalam blognya (saya lupa ada dimana pernyataan kang shodiq tentang hal ini)

dan setahu saya berduaan memang dibolehkan kok asal memenuhi syarat-syaratnya. dan hal ini pun ada di blognya kang shodiq di http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/15/shahihnya-hadits-yang-membolehkan-berduaan/
mungkin penggunaan bahasa saya terkesan memudahkan ya? coba bandingkan :
Kutip
1. berkhalwat itu haram kecuali dalam hal-hal darurat
2. berkhalwat itu boleh asal terpenuhi syarat-syaratnya dan ada alasan yang syari
kedua kalimat di atas memiliki makna yang sama, namun bagi sebagian orang memiliki kesan yang berbeda. saya memilih menggunakan yang ke dua, karena hampir semua ulama memilih yang pertama. seandainya para ulama memilih yang kedua, saya akan memilih yang pertama.

jangan hanya tulisannya bro,, tolong tanggapi yg ini:
Kutip
Janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan seorang wanita karena sesungguhnya syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua.
(HR. Ahmad 1/18, Ibnu Hibban [lihat Shahih Ibnu Hibban 1/436], At-Thabrani dalam Al-Mu'jam Al-Awshoth 2/184, dan Al-Baihaqi dalam sunannya 7/91. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah 1/792 no. 430)
Kutip
Dari Ibnu Abbas, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Janganlah seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang wanita kacuali jika bersama dengan mahrom sang wanita tersebut." Lalu berdirilah seseorang dan berkata, "Wahai Rasulullah, istriku keluar untuk berhaji, dan aku telah mendaftarkan diriku untuk berjihad pada perang ini dan itu," maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata, "Kembalilah!, dan berhajilah bersama istrimu."
 (HR. Al-Bukhari no. 5233 dan Muslim 2/975)
Kutip
Datang seorang wanita dari kaum Ansor kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pun berkhalwat dengannya, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata, "Demi Allah kalian (kaum Anshor) adalah orang-orang yang paling aku cintai."� (HR. Al-Bukhari no. 5234, Kitabun Nikah)
Kutip
Dari Anas bin Malik bahwasanya seorang wanita yang peikirannya agak terganggu berkata kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, "Wahai Rasulullah, saya punya ada perlu denganmu", maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepadanya, "Wahai Ummu fulan, lihatlah kepada jalan mana saja yang engkau mau hingga aku penuhi keperluanmu". Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pun berkhalwat dengan wanita tersebut di sebuah jalan hingga wanita tersebut selesai dari keperluannya
Diantaranya diriwayatkan oleh Imam Muslim (4/1812)
mengapa anda menyuruh saya untuk menanggapi hadits-hadits di atas? bukankah isi hadits2 tersebut sudah jelas?

Perhatikan kedua hadist di atas, jelaslah berkhalwatnya rasul adalah sebuah kepentingan yang jauh dari urusan cinta seperti halnya yang dibahas dalam thread ini.
mengapa anda menyebutkan kepentingan tersebut jauh dari urusan cinta, padahal rosul menyuruh kita untuk selalu saling mencintai? definisikan kembali arti cinta yang anda maksud.

sedangkan jika dalam hal pacaran islami, jelaslah dapat dipastikan 100% bahwa hal tsb berhubungan dengan cinta. sedangkan cinta sebelum pernikahan lebih dekat dari pada zina.
coba anda definisikan kembali kata cinta. ya pasti atas dasar cinta, namun cinta yang mana yang anda maksud?

So...ga ada yang bisa ngejamin kalo' 2 orang yg berkhalwat walau di tempat umum dapat terhindar dari zina.
karena, jika sudah dalam keadaan seperti itu banyak fitnah yang dapat terjadi, walau 1 %.
yups, memang tak ada yang bisa menjamin.
mengaburkan ketidakjelasan, membenarkan kesalahan, menyesatkan kepada kebenaran
kunjungi amgidarap kilab kitit[/size]

Offline dajal007

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 763
  • Lokasi: bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • akan ada "mata" yang selalu melihat
    • Lihat Profil
    • amgidarap kilab kitit
« Jawab #228 pada: 04 Oktober 2007, 05:04:53 »
@kang lazios
hehe...afwan akh dajal, jangan hal ini menjadi ukhuwah kita terganggu ya ;)
ya...kita tawa shoubil haq dan tawa shoubishshobri aja...
aammiinn :x

OOT on
ntar ikut kan ngerat bareng nya....
OOT off


@all
cobalah melihat permasalahan ini dengan lebih luas. mungkin yang hanya melihat pola pacaran yang hanya mengumbar syahwat akan menganggap pacaran sesuatu yang haram, dan oleh karena itu tidak layak jika muncul istilah pacaran islami.

namun, cobalah melihat pola dakwah wali songo, yang berhasil menyebarkan islam ke penjuru tanah air, meskipun perjuangan dakwah mereka sebenarnya masih belum selesai. sebagian dari mereka mengkolaborasikan ajaran islam dengan budaya yang telah mengakar.

berkaca dari pola pergerakan wali songo, mungkin alternatif kang shodiq dalam mengatasi masalah pergaulan remaja yang kian bebas dan telah mengakar adalah dengan mengambil konsep pacaran islami. mungkin akan banyak yang bertanya bukankah dalam islam ada taaruf dan tanzhur, jadi untuk apa pacaran islami? dan bagaimana prakteknya? bukankah pacaran sudah sangat melanggar syariat? dan jika diadakan pelegalan pacaran dengan cara menambahi embel2 islami dikhawatirkan akan menyebabkan kerusakan.

untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas mari kita bedah masalah pacaran dan pacaran islami. umumnya orang menganggap bahwa pacaran pasti berpelukan, berkhalwat, dan bercumbu rayu, karena hal tersebut memang umum dilakukan oleh para pasangan pacaran.
namun sekadar tambahan saja, aktivitas tersebut tidak mutlak harus dilakukan dalam pacaran, sebab ada juga yang berpacaran dengan tidak melakukan hal tersebut, malah jauh dari hal-hal yang disebutkan, kalau pun ada beberapa aktivitas terlarang yang dilakukan, hal tersebut karena ada alasan syari yang membolehkannya.

teknis pacaran terkait dengan definisi cinta. umumnya kini orang-orang telah terframe bahwa terlarang hukumnya untuk mencintai sebelum menikah. padahal rosul menyuruh setiap muslim untuk mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri. saudara disini berarti seluruh umat islam, karena berdasarkan dalil yang kuat, bahwa setiap muslim itu bersaudara. jadi secara idealnya pacaran yang berdasarkan definisi KBBI tidak ada yang melanggar syariat islam, yang melanggar justru orangnya atau aktivitas yang dilakukan.

nah, terkait hal tersebut, pacaran islami pun berarti tidak mewajibkan orang-orang yang berpacaran secara islami untuk melakukan aktivitas pacaran.
mengaburkan ketidakjelasan, membenarkan kesalahan, menyesatkan kepada kebenaran
kunjungi amgidarap kilab kitit[/size]

Offline kaKak

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 114
    • Lihat Profil
« Jawab #229 pada: 04 Oktober 2007, 08:41:20 »
Iya juga,,,
Dpikir-Pikr Pacaran tu g d GunaE,,,
He,,, :hihi: :hihi: :hihi:

Offline groovy koala

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 31
  • Jenis kelamin: Wanita
  • untung aku muslim...
    • Lihat Profil
« Jawab #230 pada: 04 Oktober 2007, 09:32:28 »
pernah pacaran.. tapi pacaran itu emang nggak guna banget sih..

kita dilarang bertemen sama cewek lain.. disuruh jemput si cewek.. makan minta dibayarin..

mo cium, mo having sex juga tetep aja nggak boleh di agama..

klo mo putus pusing, diputusin juga pusing.. halah.. nggak guna lah pokoknya..

itu namanya anda dan pasangan belum siap menjalin komitmen serius ke jenjang pernikahan.
Biasanya yang serius itu...
yang siap dengan komitmen, dan kalau dari awal awal minta jemput sana sini trus manja. Dan anda merasa terganggu. Berarti tidak usah dipacarin.. dll.. lakh.
daripada buang baung waktu

Offline aasep

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 871
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • Sharinggan الله
    • Lihat Profil
    • Success For Life...
« Jawab #231 pada: 04 Oktober 2007, 09:47:19 »

AGAR JOMBLO TETAP PD (Percaya Diri)

1. Niatkan karena Alloh subhanahu
wata'ala
inilah yang menyebabkan kita jadi
percaya diri dalam status jomblo,
ditengah-tengah kerumunan muda-mudi yang
terjerumus dalam pacaran. insyaalloh
dengan berbekal niat seperti ini kita
memperoleh pahala dari alloh subhanahu
wata'ala, sebab, kita meninggalkan
perbuatan maksiat dalam rangka
mendapatkan keridhoannya.

2. Yakini bahwa aktivitas pacaran adalah
maksiat
di dalam pacaran ada serangkaian
aktivitas maksiat yang mengantarkan
pelakunya pada perbuatan zina. mulai
dari melihat, memegang, bersepi-sepi,
dst. yakini bahwa pacaran adalah
perbuatan munkar, sehingga kita pun
tenang mengatakan "alhamdulillah , aku
jomblo".

3. Tenang dengan takdir Alloh subhanahu
wata'ala
fitrah manusia memang selalu tertarik
dengan lawan jenisnya, keinginan untuk
menyalurkan ketertarikan kepada lawan
jenis adalah sesuatu yang manusiawi.
namun jangan sampai hal ini membuat kita
menempuh jala yang dilarang alloh
subhanahu wata'ala. yakinlah dengan
takdir alloh subhanahu wata'ala, bahwa
masa-masa itu akan datang (pernikahan).

4. Banyak-banyak melakukan amalan sholih
gunakan setiap waktu yang diberikan oleh
alloh subhanahu wata'ala dengan
memperbanyak amalan sholih yang sesuai.
misalnya puasa sunnah, sholat malam,
menghafal al-qur'an, birrul walidain
dsb. kesibukan dalam hal kebaikan ini
akan memupus keinginan hati terhadap
hal-hal yang dimurkai oleh alloh
subhanahu wata'ala.

5. Gunakan waktu dengan sehebat mungkin
jangan sampai waktu yang ada kita
gunakan untuk hal-hal yang tidak
bermanfaat bagi dunia dan akhirat kita,
waktu luang yang tidak dimanfaatkan
dengan baik merupakan penyakit berbahaya
bagi pemikiran, akal dan badan.

6. Jauhi tontonan, bacaan dan hal-hal
yang mendorong untuk berpacaran
hati manusia itu lemah, bila dorongan
untuk melakukan maksiat begitu besar
maka seseorang akan mudah terpengaruh
dalam perbuatan maksiat, dorongan itu
bisa berasal dari tontonan, bacaan,
lingkungan, yang dorongan tadi mesti
ditepis jauhjauh dengan menghindari
sebab.

disisi lain, sepantasnya kita berusaha
untuk mencari bacaan, tontonan dan
lingkungan yang mendorong kita untuk
semakin taat kepada alloh subhanahu
wata'ala.


sumber : el-fata ed 5 vol 7 2007
(diringkas kembali oleh ana)



MENJOMBLO ADALAH PILIHAN

kebanyakan manusia tidak begitu saja
menempuh jalan yang disyariatkan
penciptanya. kadang mereka membuat
aturan sendiri pada beberapa masalah.
pada masalah menjalin hubungan dengan
lawan jenis ini kebanyakan manusia
menepuh jalan awal pernikahan dengan
pacaran, sesuatu yang tidak disyariatkan
sang pencipta.

melalui pacaran, pasangan yang
berpacaran berharap bisa mengenal
kepribadian dan seluk-beluk pasangannya
sebelum akhirnya memutuskan untuk
menempuh hidup bersama.

walaupun lazim dilakukan manusia saat
ini, ada juga yang tidak mengambil jalan
pacaran ini, mereka menjadi generasi
muda tanpa pacar dan hidup tanpa
pacaran, bahasa gaul saat ini mencap
mereka dengan gelar jomblo. beberapa
macam alasan saat orang mengambil
pilihan untuk menjadi jomblo.

1. Studi dulu
sebagian anak muda merasa sadar akan
pentingnya ilmu yang harus ia pelajari,
sehingga mereka menunda masalah hubungan
dengan lawan jenis dengan alasan karena
masih sekolah/kuliah.

tidak bisa dipungkiri hubungan dengan
lawan jenis berpotensi untuk mengganggu
konsentrasi, apalagi jika hanya sekedar
pacaran.

2. Kerja dulu
kebanyakan orang tua juga setuju dengan
alasan ini jika anaknya menjomblo. biar
kerja dulu, (agak) mapan dulu, biar bisa
memberi makan anak orang, setelah itu
silahkan pacaran!, demikianlah.

orientasi bekerja tentu saja mencari
penghasilan. dengan demikian, yang belum
bekerja dan tak ingin merepotkan orang
tuanya mengambil alasan ini untuk tidak
berpacaran.

3. Tidak laku-laku
orang yang seperti ini termasuk kategori
menjomblo tidak sengaja, biasanya mereka
tidak memilih untuk menjomblo. jadi
jangan terkejut jika yang seperti ini
masih giat mencari lawan jenis untuk
dijadikan pacar, kalau ada yang mau,
ya... ayo...!.

4. Malu kepada lawan jenis
ini alasan yang berhubungan dengan
kepribadian, pada dasarnya malu adalah
sikap terpuji, dalam banyak hal
seharusnya kita mempunyai akhlak malu
ini.

dalam pergaulan dengan lawan jenis, malu
seharusnya lebih dikedepankan dan inilah
sifat yang terpuji di mata syariat.

namun, adanya malu pada seseorang bisa
jadi bukan karena orang itu sadar
syariat, tetapi karena merasa tidak
percaya diri, malu yang seperti ini bisa
hilang ketika suatu saat
kelemahan-kelemahan diri bisa diatasi.
jadi jangan heran jika tiba-tiba si
pemalu menjadi pemberani dalam pergaulan
lawan jenis setelah kelemahannya
teratasi.

5. Karena ALLOH subhanahu wata'ala
alhamdulillah inilah alasan yang tepat,
mengapa menjomblo? karena pacaran tidak
disyariatkan dan sarat maksiat.

memang ketika ingin menikah harus
mengenal dan mengetahui calon pasangan
hidup, namun pacaran bukanlah cara yang
mesti ditempuh. informasi mengenai calon
pasangan hidup bisa diperoleh lewat
sumber yang terpercaya; keluarganya,
teman dekat maupun saudaranya tanpa
harus mendekati si dia.

sumber : el-fata ed 5 vol 7 2007

Offline te_g03h

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 80
  • Lokasi: Cileduk - Tangerang
  • Jenis kelamin: Pria
  • Parts of Indonesian Islamic Hate Hunter,,
    • Lihat Profil
« Jawab #232 pada: 04 Oktober 2007, 12:48:56 »
PACARAN HARAM,,

Offline te_g03h

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 80
  • Lokasi: Cileduk - Tangerang
  • Jenis kelamin: Pria
  • Parts of Indonesian Islamic Hate Hunter,,
    • Lihat Profil
« Jawab #233 pada: 04 Oktober 2007, 13:08:09 »
@te_903hbenarkah sudah jelas? baiklah coba bandingkan
jika memang definisi pacaran tersebut sudah dianggap jelas, maka apakah hubungan saya dengan kang lazios atau dengan teman-teman saya yang merupakan laki-laki bisa dikatakan berpacaran? seandainya saya menyatakan bahwa hubungan kami berdasarakan rasa cinta dan kasih. saya dan teman-teman saya selalu bercintaan dengan cara saling menasehati, saling mengingatkan, saling berpelukan saat bertemu, kadang sering berkhalwat (secara bahasa). praktek bercintaan dan berkasih sayang ini saya lakukan karena rosululloh menyuruh saya untuk itu. salahkah persepsi saya ini?
yang saya maksud dengan praktek bercintaan dan berkasih-kasihan tidak hanya bisa dilakukan oleh orang yang berpacaran. tapi kita harus melakukannya kepada semua orang. mengenai prakteknya seperti apa, kalo mau berdasarkan KBBI saya belum tau, kalo berdasarkan asumsi teman-teman yang ada di sini baik yang pro maupun yang kontra, maka saya berkesimpulan bahwa bercintaan itu "berpegangan tangan, bersentuhan, berpandangan, bercumbu rayu dengan pacar".
setahu saya, kang shodiq bukan pencetus pacaran islami, hal ini pun diakui oleh kang shodiq dalam blognya (saya lupa ada dimana pernyataan kang shodiq tentang hal ini)
:jaim: :jaim: :jaim: :hihi: :hihi: :hihi:
perintah cintanya Rasulullah Muhammad saw itu atas dasar ukhuwah & keimanan saudaraku,,
bukan saling suka karena nafsu setan,,
Umar ra pernah berkata: "Lebih baik aku berjalan di belakang singa dari pada berjalan dibelakang wanita."
apakah keimanan ente & para pro Islamisasi pacaran lebih baik dari Umar ra,,???
cinta para salafush sholeh berbeda dgn cinta yg anda dengungkan menurut sudut pandang kabebe'i,,
cintanya para salafush sholeh dapat menjayakan ISLAM,, menegakkan syariat dan khilafah,,
memperbanyak ibadah,,
nah,, kalo cinta versi kabebe'i apa coba,, bukti kan cinta versi kabebe'i lebih baik dari para shalafush sholeh  O0,,


mengapa anda menyuruh saya untuk menanggapi hadits-hadits di atas? bukankah isi hadits2 tersebut sudah jelas?
mengapa anda menyebutkan kepentingan tersebut jauh dari urusan cinta, padahal rosul menyuruh kita untuk selalu saling mencintai? definisikan kembali arti cinta yang anda maksud.
coba anda definisikan kembali kata cinta. ya pasti atas dasar cinta, namun cinta yang mana yang anda maksud?
yups, memang tak ada yang bisa menjamin.
ya,, hadits tersebut JELAS-JELAS tidak bisa dijadikan hujjah untuk menghalalkan pacaran,,
kalo mengelak mbok yg nyambung apa ya,,

Kutip
mengapa anda menyebutkan kepentingan tersebut jauh dari urusan cinta, padahal rosul menyuruh kita untuk selalu saling mencintai?
dalam hadits tersebut,, urusan Rasulullah Muhammad saw jauh dari urusan cinta,,
cintanya laki-laki dan perempuan,, yg blm nikah,,
nahh,, pacaran dlm konteks ini (kabebe'i yg anda dengungkan) itu kan hubungan pria-wanita yg blm nikah,, yg gak jelas juntrungannya  :hihi:,,
apakah Rasulullah Muhammad saw menyuruh ini,,???

Offline web

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2007
  • Tulisan: 1.124
  • Lokasi: PaleMBanK
  • Reborn as New Comer
    • Lihat Profil
« Jawab #234 pada: 04 Oktober 2007, 14:10:16 »
pacaran,?ngak apa apa kan.pas tanya uztad ya muda,"pacaran boleh asal ,taat norma"
pas tanya uztad yang tua"pacaran ngak boleh,haram.whee.hee.

Offline nightwatcher

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 1.252
  • I'm Nightwatcher
    • Lihat Profil
« Jawab #235 pada: 04 Oktober 2007, 15:57:58 »
cinta...cinta bener ntuh katanye si patkay... penderitaannya tiada berakhir :(

Pacaran :hmmm: istilah mane ntuh... ??? kagak ade istilah pacaran en pengetiannye di hadits-hadits rosulullah SAW, kalo ade tunjukkin mane dalilnye ye... ^-^
I'am not afraid of how far I might fall

as long as I've done everthing I could.

Offline zafirah

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 1.196
  • Lokasi: Mardlotillah
  • hanya dengan keikhlasan & mutaba'ah
    • Lihat Profil
« Jawab #236 pada: 04 Oktober 2007, 16:08:59 »
subhanallah... knapa utk memahami suatu hukum begitu susyahnya ya? sampai bikin penafsiran2 yg malah membingungkan hanya untuk memperturutkan hawa nafsu belaka dengan bungkus kata2 yg indah... :toe: afwan, krn ana memang sampai saat ini tetap blm bisa mengerti bgm utk bisa meng "iya"-kan pacaran islami :toe:

tp dengan adanya diskusi smacam ini, ibrah yg ana ambil sungguh banyak, jazakumullahu khayran katsiro' bwt teman2 yg telah mencerahkan... semakin mantap bagi ana utk bisa mempelajari dien ini. manakah yg hrs diambil dan mana yg harus dibuang...

afwan bila ada salah kata...

"...kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran" [QS. Ashr:3]


::  "Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikannya, niscaya Allah jadikan dia paham terhadap agama-Nya." (HR. Bukhari)  ::

Offline Yassin El Cordova

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 3.012
  • Lokasi: INDONESIA
  • Jenis kelamin: Pria
  • Pohon Pun Tumbuh Tidak Tergesa-gesa
    • Lihat Profil
« Jawab #237 pada: 04 Oktober 2007, 22:48:50 »
G perlu repot2 cari ko...kan pertanyaan saya adalah menurut pandangan Yassin...bukan dari kamus ataw yg lainnya...cuma 2 pertanyaan ko... :)
Yassin...maksud dari diberikan link tersebut memang bukan untuk dijakdikan dasar pokok
Tapi yg utamanya adalah sebagai counter opini dari pihak kontra yg mengatakan,

"Pacaran itu haram...karena pasti pegang2an..."
"Ngapain pacaran...zina itu haram taukk..."
"Mula2 si ngobrol...trus mojok...akhirnya mulai pegang2...trus kissing...sampe akhirnya ML...hiiiii..."
"Mendingan pacaran abis nikah aja...kan enak tuh udah jadi halal" dgn kata lain, org ini nganggap pas pacaran yg dilakukan adalah kegiatan2 yg haram...dari pegang2an sampe ML...

Terlepas dari bener ngganya...itu kan baru opini...iya kan?
Trus apakah di dalam kenyataannya memang semua seperti itu...sebagian seperti itu...atau tidak ada yg seperti itu...
Karena yg diberikan oleh pihak kontra adalah persepsi/opini
Maka pihak kontra juga memberikan counter opini...(kata siapa semua begitu...buktinya ada yg g gitu)...plus data sebagai pembelaannya...
Lalu masalah apakah pihak kontra mau menerima counter opini + data yg diberikan atau tidak...itu berpulang ke individu masing2 kan...tidak ada pemaksaan... :)

Saya sendiri juga sudah memberikan link yg menjelaskan tentang sanggahan...apakah anda juga sudah membacanya? Dan di blog terkait pun, sanggahan terhadap tafsir dari pihak kontra pun sudah dibahas...entah itu di bagian posting ataw komentar...coba anda simak sekali lagi dgn tuntas... :)
Mungkin aga lama si jadinya...tapi itu terserah anda...karena di awalnya...saya berasumsi anda memang telah membaca keseluruhan blog itu dari awal same akhir...sehingga apa yg ingin disampaikan oleh si penulis, bisa terbaca sepenuhnya... :)

Wassalam

A'udzubillahiminasyaithanirajii m
Bismillahirahmanrahim

Kezzar yang baik ...supaya tidak terlalu panjang mencari defini ataupun pandangan darai saya pribadi mengenai pacaran adalah lebih baik bila daya berikan sebuah kunci yang akan membuka jalan dialog kita agamka ni

pesan utama pertanyaan saya
"Kaezzar yakin dan sudah meneliti semua syarahnya " itu no kedua
"kaezzar yakin ga ngapa-ngapain itu sudah pasti islami atau sudah boleh disebut islami

dan ini yang penting untuk diambil " islami9 dalam pandangan kaezzar sepertti apa "
kalo masalah counter2an saya sudah tegas berdiri di pihak mana silakan mereka yang pro terhadap pacaran melakukan pembelaan atau pun gugatan setinggi langit namun akqankah selalu muncul sebuah kebenaran dari sebuah pembelaan ?? aknkah selalu muncul sanjungan dari sebuah gugatan terhadap nilai yang qath'i dalam dien kita
apabila seorang pahlawan yang telah berjuang membela bangsanya dari penjajah hanya ia memiliki sebuah urusan
yang tak terkait pada siapapun dialah ALLAH SWT
silaka anda menggugat ..tapi saya yakin anda pun masih la digolongkan pada orang yang hanif sepetiyang sudah saya katakan didepan bagi saya sudah jelas tinggal bagaimana kalian yang bersikap kontra terhadap hukum -hukum qath'i mendudukan kebenaran dalam singgasana otak kalian saya hanya mencuba membantu dengan bverbagai tausyiah
@dajjal
walisongo un bukan asal berakulturasi bung ! dakwah mereka dibangun di atas nilai-nilai tauhid yang menancap dalam dada seorang murrabi sejati ..dakwah mereka dibangun di atas basis Tazkiyatul nafs dengan kesuburan ruhiyah yang mendalam dan mengerti akan hakikat jalan dakwah mereka sebenarnya ..saya sependapat dengan yang dungkapkan Teguh Al Banna
emang loe dan kite sipaa dibandingkan dengan mereka
dibandingkan dengan Rasulullah Mustofa
dibANDINGkan dengan Abu Bakar Ash Shiddique
dengan mereka salafuna shalih yang telah mendahului
sehingga amat ketat keyakinan kita dengan ngotot kita mampu menjaga diri diri kita dari nafsu syaithan yang menjerat ! Istigfar mas istigfar

Allahuma anta robbi la ilaha ila anta kholaqtani  wa ana abdika wa ana ala ahdika wa wadika mastatho'u wa abu'ulaka bi ni'matika Fagfirli YA ALLAH !!!
dI dALAM rELUNG hATIMU aKAN TETAP tERJAGA Rahsia Cinta tatkala dikuakan segala Cinta

(Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah )

Offline nightwatcher

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 1.252
  • I'm Nightwatcher
    • Lihat Profil
« Jawab #238 pada: 05 Oktober 2007, 00:08:30 »
semue nyang disini setuju kalo pacaran nyang bercumbu mesra di kegelapan, terus cium-ciuman adalah gak baek... zina... aye kira semua disini baek-baek deh... O0
I'am not afraid of how far I might fall

as long as I've done everthing I could.

Offline N-K_Person

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 743
  • Lokasi: Karlsruhe
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • AdSense NooB
« Jawab #239 pada: 05 Oktober 2007, 05:01:17 »
itu namanya anda dan pasangan belum siap menjalin komitmen serius ke jenjang pernikahan.
Biasanya yang serius itu...
yang siap dengan komitmen, dan kalau dari awal awal minta jemput sana sini trus manja. Dan anda merasa terganggu. Berarti tidak usah dipacarin.. dll.. lakh.
daripada buang baung waktu

ya nggak lah,, ngapain komitmen? dah pasti putus gitu.. umur saya juga masih 20 tahun.. ajaib klo bisa sampe nikah