Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Rabu, 23 Mei 2012/2 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:56 - Shubuh 4:33:20 - Terbit 5:55:23 - Dzuhur 11:49:41 - Ashar 15:11:42 - Maghrib 17:44:02 - Isya' 18:57:35 WIB

Penulis Topik: al-qiyadah al-islamiyah TOPIC BARU  (Dibaca 22497 kali)


Offline zeinhaekal

  • Moderator
  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 3.836
  • Lokasi: Kukusan Depok
  • Jenis kelamin: Pria
  • Lakukan semuanya dgn nama Allah dan rahman w rohim
    • Lihat Profil
    • Benteng Iman
« Jawab #1425 pada: 02 November 2007, 17:08:16 »
@flashlight

Kutip
semalem nonton breaking news CNBN? seperti prediksi sebelumnya, US sekarang mengalami krisis energi yang berefek ke krisis ekonomi, cek sendiri aja ya.. nanti salah ngomong malah jadi panjang & jadi debat kusir.. (maaf bukan dengan Mas debat kusirnya, tapi dengan orang orang diluar itu)

krisis energi (sepanjang pengetahuan saya), memang akan terjadi...
kalau menurut saya pribadi, ini akibat dari pendekatan masa kita (teknologi sekarang, sejak abad 16), yang memang sudah salah dasarnya...
terlalu menekankan pada aspek fisika dan matematis, tanpa memperhatikan keseimbangan dengan alam...

Kutip
krisis itu mengarah kemana?

tergantung sikap manusia menghadapinya....
diam saja?  cuek saja? yah hancur...
peduli?  mulai mencari solusi (dalam bidang apapun, energi, sosial, pola fikir), insya Allah masih bisa diperbaiki...

manusia memang tempatnya salah dan dosa...
karenanya, Maha Pengasih dan Pengampun, Allah, yang masih saja mengampuni kita... :)

Kutip
nonton BCC, arahnya ke perebutan energi dalam hal ini minyak.. karena di Irak, US rugi (pengeluaran biaya perang lebih besar dari pendapatan minyak di Irak) maka US mengincar Iran dengan dalih Iran mengembangkan senjata nuklir, Iran diserang, Russia dan China tidak tinggal diam, karena teknologi nuklirnya bekerjasama..
Mas Zeinhaikal, pasti tahu dan paham arah perkembangannya kemana? pasti terjadi perang!

yup...
saya khawatir, perang memang makin dekat...
pada satu sisi, saya sering sedih melihat anak saya yang baru berusia satu tahun...
seperti apa dia menjalani hidupnya, kalau memang nanti terjadi perang...  :'(

pada satu sisi, sepertinya kalau tidak perang,
penjajahan (dalam segala bidang, pemikiran, ekonomi, sosial, budaya, dsb), memang sudah semakin keterlaluan...
PBB yang diharapkan menjadi netral,
justru malah menjadi alat...

Kutip
karena tidak mungkin ada dua kekuatan besar yang mendominasi.. harus satu kekuatan yang eksis!
US & kroninya (kapitalis) X Russia, China & kroninya (sosialis) -> sudah sama sama kuat

teorinya, saya memandang (atau mungkin tepatnya, menginginkan) kalau pemikiran "there can be only one" seperti itu dihilangkan saja...
pernah baca teorinya Lao Tze?  judulnya Tao Te Tjing...?  konsep yin yang, sangat menarik (kalau menurut saya)... 
keseimbangan, jalan tengah (dalam Islam)...

prakteknya, manusia memang cenderung tidak pernah puas....
manusia memang cenderung sombong...
manusia memang cenderung angkuh...

mungkin itu yang sebenarnya perlu kita lakukan? ???
mendefinisikan ulang, apa itu kepuasan....
menyebarkan pemahaman, bahwa "Segala Puji itu hanya untuk Allah"
dan memperkuat tali silaturahmi (ini maknanya dalam lho mas, bukan cuma salam-salaman pas lebaran aja....)

Kutip
selanjutnya? ditambah dengan bencana bencana yang ada (kalo ada tv satelit bisa cek berita seluruh dunia itu mengenai apa yang sedang hangat? -> BENCANA & KETIDAK ADILAN MAS! terjadi serempak?)
orang yang berfikir pasti akan langsung kontak ke Al Quran (Al Quran itu skenario Allah terhadap penegakan diin, Mas pasti paham kan?)
silakan di analisa apa korelasinya kondisi sekarang dengan jaman jahilliyah (kebodohan terhadap wahyu Alloh)

memang mengerikan...  :toe:

mengenai hubungannya dengan jaman jahiliyah...
kalau menurut saya, masa jahiliyah adalah masa kebodohan (atau ketidak tahuan) terhadap wahyu Allah (seperti kata anda)...
sementara masa sekarang adalah masa kemasa bodohan (atau ketidak pedulian) terhadap wahyu Allah (sepertinya berbeda)...

wahyu Allah sudah ada (seperti kata anda sendiri, Al-Quran),
berbeda dengan masa jahiliyah, dimana Al-Quran memang belum turun...

hanya, masalahnya sekarang, adalah terpisahnya hukum Allah dari kehidupan sehari-hari...
terpengaruhnya pemikiran umat dengan pemikiran-pemikiran lain dari luar Islam (yang sangat mungkin, justru bertentangan dengan nilai-nilai Islam)...
terlupanya umat dari pentingnya penegakkan hukum Islam di masyarakat (karena ajaran Islam, bukan hanya urusan Individu, melainkan juga masyarakat)...

jadi, solusinya (kalau menurut saya):
1.  Pengenalan keindahan hukum Islam ke masyarakat (baik lewat pengajaran maupun contoh pribadi)
2.  Kalau masyarakat sudah tahu indahnya hukum Islam, mulai kenalkan pentingnya penegakan hukum Islam di masyarakat
3.  Penyebaran hukum Islam di masyarakat dunia

coba kita renungkan mas....

betapa indahnya hukum Islam, yang mengajarkan manusia agar tidak berlebih-lebihan...
dengan tidak berlebih-lebihan, bukankah energi yang digunakan hanya sedikit?
tidak ada krisis energi...

betapa indahnya hukum Islam, yang mengajarkan manusia agar tidak berbangga hati dan sombong...
dengan tidak berbangga hati dan sombong, bukankah persaingan antar bangsa bisa dihindari?
tidak ada krisis perang...

betapa indahnya hukum Islam, yang mengajarkan manusia agar mengeluarkan zakat...
dengan mengeluarkan zakat, bukankah itu solusi real yang bisa kita tawarkan kepada masyarakat miskin?
tidak ada krisis kelaparan, busung lapar, sekolah ambruk, dsb...

betapa indahnya hukum Islam, yang mengajarkan manusia agar menjauhi zina...
dengan menjauhi zina, bukankah penyebaran virus HIV bisa ditekan?
tidak ada krisis penyakit menular, AIDS, dsb...

Islam...
Islam lah, solusinya....  O0

Kutip
Maaf Mas, saya hanya bisa berkomunikasi dengan Mas.. dengan yang lain, ilmunya gak nyampe..

jangan begitu...
kalau menurut saya, sifat sombong itu lebih mengerikan daripada tidak beriman lho mas...
lha wong, iblis itu, kurang beriman apanya?  ngeliat Allah langsung kok....
cuma, karena sombong, dia dikeluarkan dari surga....

wallahu'alam,
wassalam,
Haekal

Buku terbaru saya...

Offline hafez

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 3.050
  • Lokasi: Surabaya
  • Jenis kelamin: Pria
  • Rise and Shine Mujahid!
    • Lihat Profil
    • my humble blog (and i mean it!)
« Jawab #1426 pada: 02 November 2007, 18:27:45 »
@tek bok
mohon maaf, saya janji mengurangi / membatasi perkataan, hamdalah..

wah orang kafir sekarang ngomong hamdalah juga :toe:
I am a sinner...but i know god's forgiveness is greater than my sins

Offline christian alliy

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 8
    • Lihat Profil
« Jawab #1427 pada: 02 November 2007, 19:05:39 »
DISKUSI DENGAN DAMAI :woroworo: :woroworo:

Jangan asal men-judge :nenene: :nenene: :nenene: :nenene: :nenene: :nenene:

Offline TekBok

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 33
    • Lihat Profil
« Jawab #1428 pada: 02 November 2007, 19:07:36 »
krisis energi (sepanjang pengetahuan saya), memang akan terjadi...
kalau menurut saya pribadi, ini akibat dari pendekatan masa kita (teknologi sekarang, sejak abad 16), yang memang sudah salah dasarnya...terlalu menekankan pada aspek fisika dan matematis, tanpa memperhatikan keseimbangan dengan alam...

ilmu fisika dan matematika adalah sebagian dari ilmu Allah yg pada dasarnya mengajarkan keseimbangan. keseimbangan alam justru bisa diketahui manusia antara lain dengan dua ilmu Allah tersebut. menurut saya yg salah manusianya, yg memegang pisau (ilmu) lalu membabat hampir smua tanaman disekitarnya karena mabuk.

teorinya, saya memandang (atau mungkin tepatnya, menginginkan) kalau pemikiran "there can be only one" seperti itu dihilangkan saja...
pernah baca teorinya Lao Tze?  judulnya Tao Te Tjing...?  konsep yin yang, sangat menarik (kalau menurut saya)... 
keseimbangan, jalan tengah (dalam Islam)...

menarik karena anda menyinggung tao, yg hrs diperhatikan pada simbol yinyang adalah dua lingkaran kecil didalamnya. lingkaran putih dihitam dan lingkaran hitam di putih. yg maknanya
'bila sesuatu mencapai titik maksimalnya, maka dengan sendirinya ia akan melahirkan rivalnya'.
inilah bentuk keseimbangannya yg berputar-putar menjadi siklus pada setiap bidang kehidupan. jadi memang tidak ada sesuatu yg sendirian (there can be only one) pasti ada pasangannya. hanya dalam siklus mesti ada yg dominan sementara pasangannya mengimbanginya.

mungkin itu yang sebenarnya perlu kita lakukan? ???
mendefinisikan ulang, apa itu kepuasan....
menyebarkan pemahaman, bahwa "Segala Puji itu hanya untuk Allah"
dan memperkuat tali silaturahmi (ini maknanya dalam lho mas, bukan cuma salam-salaman pas lebaran aja....)

manusia pastinya selalu melakukan sesuatu sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya. cuma seringkali lupa prioritasnya : kebutuhan dulu lalu keinginan
bila sekarang ruangan bermain kita berantakan padahal kita masih ingin bermain, ya..benahi dulu ruangannya baru kita lanjutkan permainan, kan lebih enak.

Islam...
Islam lah, solusinya....  O0

setuju, hidup aslama adalah solusinya. benahi dulu ruangannya, baru kita bermain kembali.

Offline TekBok

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 33
    • Lihat Profil
« Jawab #1429 pada: 02 November 2007, 19:12:50 »
mungkin flaslight bisa menjelaskan konsep nya bagaimana mengatasi krisis energi yg penyebabnya minyak bumi merupakan sumber energi yg tidak bisa diperbaharui dalam waktu singkat. apakah ada sumber energi alternatif lain yg disebutkan didalam Al Quran?

Offline nightwatcher

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 1.252
  • I'm Nightwatcher
    • Lihat Profil
« Jawab #1430 pada: 02 November 2007, 23:16:37 »
Yang dimaksud energi itu seperti apa? gerak itu energi, panas itu energi, dan cahaya pun juga energi...

Sekarang yang dimaksud oleh netter ini energi untuk apa?...
I'am not afraid of how far I might fall

as long as I've done everthing I could.

Offline da vinci

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 3.432
  • Lokasi: wuhan
  • Jenis kelamin: Pria
  • zhu dajia wanshi ruyi
    • Lihat Profil
« Jawab #1431 pada: 03 November 2007, 11:30:38 »
Sabtu, 03 Nov 2007,

Imam Wilayah Jatim Diamankan


Sementara itu, Polres Sidoarjo mengamankan Ari Cahyono, 39, warga Desa Kureksari, Kecamatan Waru. Pria yang berstatus PNS di Pemkot Surabaya itu disebut-sebut sebagai imam penganut aliran Al Qiyadah Al Islamiyah Jawa Timur. Ari menyebut telah memiliki 2.615 jamaah hanya di Sidoarjo.

Ari Cahyono diamankan Jumat (2/11) dini hari di kediamannya. Selain Ari, ada dua orang lain, yakni Winardi, 27, dan Aprijanto, 39. Keduanya juga warga Kureksari. Penangkapan berawal dari laporan warga yang mengaku resah dengan aktivitas aliran tersebut. Beberapa warga menyatakan terganggu karena orang tua mereka terseret aliran itu.

Kapolres Sidoarjo AKBP Adnas mengatakan, setelah laporan warga, polres membentuk tim untuk mengumpulkan berbagai informasi. Puncaknya, Jumat sekitar pukul 03.00 WIB, tim menangkap Ari, Winardi, dan Aprijanto. "Penangkapan relatif singkat. Tidak ada perlawanan," kata Adnas.

Dalam penangkapan kemarin, polisi menyita barang bukti berupa beberapa kitab suci. Ari menyebutnya Zabur, Injil, dan Alquran. Ada pula buku dan CD panduan aliran tersebut. Menurut Kapolres, Ari Cahyono terancam hukuman karena dijerat pasal tenang penodaan agama dengan ancaman penjara lima tahun.

Di Gresik, enam penganut jamaah Ruhul Qudus (nama lain Al Qiyadah di Gresik) diamankan aparat Polsek Duduksampeyan Kamis (1/11) malam. Keenam pengikut aliran yang tidak mengakui Nabi Muhammad SAW adalah nabi dan rasul akhir zaman ini, adalah Sekiran, 42; Suraji, 25; Zainul Abidin, 30; Samsuri, 41 dan Sapawi, 50. Semuanya warga Desa Tumapel Kecamatan Duduksampeyan.

Keenam pengikut aliran sesat yang dibawa Al Masih Al Maw’ud atau Ahmad Mussaddeq alias Abu Salam ini diamankan polisi dari rumahnya masing-masing. Mereka mengaku di baiat oleh guru Ruhul Qudus Su’udi di Pantai Delegan Kecamatan Panceng sekitar 3 bulan lalu.

Su’udi, 45, warga Jl Denpasar, Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), adalah salah seorang guru Ruhul Qudus jamaah Al Qiyadah Al Islamiyah yang telah ditahan Polres Gresik bersama dua temannya, Muhammad Wahyudi, 37 dan Rahmad Hidayat, 35. Kakak-adik ini tinggal di Jl KH Abdul Karim Kecamatan Gresik.

Kapolsek Duduksampeyan AKP Abd Rasyid W., mengatakan mereka masih dalam status saksi. "Pemeriksaan intensif masih terus kami lakukan terhadap para pengikut aliran sesat ini," kata AKP Rasyid. (fid/yad/riq)


« Edit Terakhir: 03 November 2007, 11:34:14 oleh da vinci »
" Ilmu kedokteran dan revolusi sama-sama  bertujuan untuk menyelamatkan manusia, tapi revolusi menyelamatkan lebih banyak manusia"
dr.sun yat zen

Offline da vinci

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 3.432
  • Lokasi: wuhan
  • Jenis kelamin: Pria
  • zhu dajia wanshi ruyi
    • Lihat Profil
« Jawab #1432 pada: 03 November 2007, 11:31:49 »
Sabtu, 03 Nov 2007,

Penganut Al Qiyadah Minta Perlindungan Polda


Setelah Berdebat Malah Diproses Secara Hukum
SURABAYA - Penganut Al Qiyadah Al Islamiyah di Surabaya mulai keder dengan penangkapan yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Kemarin, 21 pengikut aliran yang dicap sesat oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia) minta perlindungan ke Mapolda Jatim.

Setiba di Mapolda, mereka diterima Direktur Intelkam Kombespol Cornelis Hutagaol dan Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Pudji Astuti. Polda Jatim juga mengundang sekretaris MUI Jatim Imam Tabrani. Dialog pun akhirnya terjadi antara penganut Al Qiyadah, Polda, dan MUI.

Dalam pertemuan itu, Cornelis minta pengikut Al Qiyadah bertobat atau menjalani proses hukum. "Kita harus buat kesepakatan. Sebab, ajaran ini sudah membuat resah di masyarakat," ucapnya.

Ke-21 pencari perlindungan tersebut terus berargumen jika keyakinannya benar. Jika dianggap menyimpang dari Islam, mereka siap dikatakan murtad. Bahkan, mereka menyatakan lebih baik keluar dari Islam daripada harus bertobat. "Kami lebih tenang dengan keyakinan kami. Apalagi, dalam Islam sudah jelas bahwa akan ada 73 aliran Islam," tutur salah satu pengikut Al Qiyadah.

"Memang benar. Tapi, Anda mengganti syahadat, mengganti rasul, dan mengganti salat. Apa itu Islam? Kalau sudah begitu sudah keluar dari ajaran Islam," jawab Imam Tabrani.

Maksud hati meminta perlindungan, namun ke-21 penganut Al Qiyadah tersebut malah digiring ke ruang penyidikan Direktorat Reserse Kriminal. Mereka harus menjalani proses hukum karena dianggap sudah menodai agama Islam. (fid/yad/riq)



" Ilmu kedokteran dan revolusi sama-sama  bertujuan untuk menyelamatkan manusia, tapi revolusi menyelamatkan lebih banyak manusia"
dr.sun yat zen

Offline hafez

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 3.050
  • Lokasi: Surabaya
  • Jenis kelamin: Pria
  • Rise and Shine Mujahid!
    • Lihat Profil
    • my humble blog (and i mean it!)
« Jawab #1433 pada: 03 November 2007, 13:38:06 »
@ christian alliy
sudah cukup buat saya men judge seorang yang mengaku muslim tapi mengakui ada nabi lagi setelah muhammad adalah kafir. tidak ada keraguan pada diri saya soal itu. sama seperti tidak ragunya para sahabat memerangi musailamah yang mengaku nabi dan pengikutnya. dan saya tidak tertarik debat soal lain dengan pengikut sesat itu selain soal akidah.

@ da vinci
ular cari mati tuh mereka :hihi: masak maling datangin polisi minta perlindungan :terbahak:
I am a sinner...but i know god's forgiveness is greater than my sins

Offline heri.aza

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.750
  • Lokasi: Minomartani - Yogyakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • --Keep Smile Bro--
    • Lihat Profil
    • Kang Heri Ajar Nulis
« Jawab #1434 pada: 03 November 2007, 14:16:13 »
Akh Hafez....
SEPAKAT.... O0

Offline da vinci

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 3.432
  • Lokasi: wuhan
  • Jenis kelamin: Pria
  • zhu dajia wanshi ruyi
    • Lihat Profil
« Jawab #1435 pada: 03 November 2007, 23:44:06 »
TPM Tantang Kaum Liberal Uji Materi UU Penodaan Agama     

Jumat, 02 November 2007 

TPM menantang kaum liberal berdebat melalui uji materi ke Mahkamah Konstitusi mengenai UU Penodaan Agama terkait pembelaan Al-Qiyadah 

Hidayatullah.com--Tim Pembela Muslim (TPM) menantang kalangan liberal untuk berdebat melalui uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai UU Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama terkait mereka menolak adanya pelarangan ajaran Al-Qiyadah Al-Islamiyah.

"Kalau menilai pelarangan Al-Qiyadah Al-Islamiyah itu melanggar HAM, mari kita debat UU Pencegahan Penyalahgunaan dan Penodaan Agama, melalui uji materi di MK," kata Ketua TPM, Mahendradatta, di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, sesuai Pasal 1 UU tersebut menyatakan "untuk melakukan penafsiran tentang sesuatu agama yang dianut di Indonesia atau melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan-kegiatan keagamaan dari pokok-pokok ajaran agama itu.

Ia mengatakan dari pasal tersebut sudah jelas-jelas bahwa ajaran Al-Qiyadah Al-Islamiyah sudah menafsirkan Al-Quran serta melakukan kegiatan yang menyalahi UU tersebut.

"Bahkan di Pasal 33 UU itu, menyebutkan penganut, anggota dan/atau anggota organisasi yang bersangkutan dari aliran itu dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun," katanya.

Dikatakan, jika mereka yang mengatasnamakan kalangan liberal itu, menyebutkan bahwa pelarangan aliran yang dipimpin oleh Ahmad Al Mossadeq telah melanggar kovenan internasional tentang hak-hak sipil dan politik (ICCPR) di Bab 18, hal itu tidak bisa dijadikan pembenaran karena hanya melihat terbatas pada bagian satunya saja.

Padahal bagian III, keberadaan ajaran itu telah meresahkan publik seperti seorang anak yang melawan orang tuanya demi mempertahankan aqidah sesat itu, bahkan ajaran itu melarang pengikutnya untuk berpuasa, zakat, dan tidak mewajibkan naik haji.

"Oleh karena itu, pelarangan ajaran itu tidak bisa dikatakan sudah melanggar HAM. Kami juga meminta orang yang melindungi ajaran itu, untuk tidak banyak omong dan lebih baik kita diskusikan melalui uji materi dari UU Pencegahan Penyalahgunaan dan Penodaan Agama," katanya.

Sebelumnya, Forum Umat Islam (FUI) menuntut pemerintah untuk segera membubarkan kelompok "Al Qiyadah" serta menangkap pemimpinnya karena keberadaannya merupakan kelompok sesat.

"Kepala pemerintah, Kapolri dan Jaksa Agung untuk segera membubarkan kelompok sesat serta menangkap para pemimpinnya, dan membongkar konspirasi dan dalang di belakangnya karena telah melakukan penodaan agama Islam," kata Ketua FUI, Mashadi, dalam pernyataan sikap forum tersebut, di Jakarta, Jumat (26/10) malam.

Ia mengatakan kelompok itu dan siapapun di belakangnya telah sengaja secara keji menodai dan merusak akidah umat Islam, serta memberikan citra buruk kepada organisasi massa (ormas), partai dan kelompok yang memiliki identitas Islam.

Selain FUI, sejumlah ormas Islam termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI), NU, Muhammadiyah dan Depag bersuara sama terhadap masalah ini, kecuali kelompok Islam liberal. [ant/hid/www.hidayatullah.com]

 
" Ilmu kedokteran dan revolusi sama-sama  bertujuan untuk menyelamatkan manusia, tapi revolusi menyelamatkan lebih banyak manusia"
dr.sun yat zen

Offline da vinci

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 3.432
  • Lokasi: wuhan
  • Jenis kelamin: Pria
  • zhu dajia wanshi ruyi
    • Lihat Profil
« Jawab #1436 pada: 03 November 2007, 23:46:04 »
@ da vinci
ular cari mati tuh mereka :hihi: masak maling datangin polisi minta perlindungan :terbahak:

bahasa jawanya "ulo marani gepuk" iku,lha' iyo tho!!!  :hihi:  ;D  :hihi:  ;D
" Ilmu kedokteran dan revolusi sama-sama  bertujuan untuk menyelamatkan manusia, tapi revolusi menyelamatkan lebih banyak manusia"
dr.sun yat zen

Offline hafez

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 3.050
  • Lokasi: Surabaya
  • Jenis kelamin: Pria
  • Rise and Shine Mujahid!
    • Lihat Profil
    • my humble blog (and i mean it!)
« Jawab #1437 pada: 04 November 2007, 12:29:52 »
hmmm...dari berita diatas, kalo bener kalum liberal ngajakin uji materiil, kayaknya dalam tahun-tahun kedepan akan banyak aliran sesat yang akan muncul ke permukaan. semoga saja tidak, tapi kalo emang muncul kayak islam waktu 3 di daerah nusa tenggara itu ya kita harus punya stamina dan daya tahan lebih melayani mereka 1 persatu
I am a sinner...but i know god's forgiveness is greater than my sins

Offline da vinci

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 3.432
  • Lokasi: wuhan
  • Jenis kelamin: Pria
  • zhu dajia wanshi ruyi
    • Lihat Profil
« Jawab #1438 pada: 05 November 2007, 14:59:43 »
“Al-Qiyadah Islamiyah dan Kaum Liberal”     

Senin, 05 November 2007 
Ormas Islam sepakar Al-Qiyadah Al Islamiyah “Sesat”. Namun pemikiran yang mendukungnya, jauh lebih “sesat”. Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-212

Adian Husaini

Akhir-akhir ini kita disibukkan oleh berita tentang kasus kelompok ”Al-Qiyadah Islamiyah”. MUI, NU, Muhammadiyah, Dewan Da’wah  Islamiyah Indonesia, dan berbagai organisasi Islam lainnya, dengan tegas menyatakan bahwa ajaran kelompok al-Qiyahad Islamiyah adalah sesat dan menyesatkan. Kelompok ini mempunyai syahadat yang berbeda dengan umat Islam. Setelah bersemedi selama 40 hari di sebuah goa di Bogor, pemimpinnya mengaku sebagai nabi dan menerima wahyu dari Tuhan.

Melihat ajaran semacam itu, sebagai Muslim, dengan mudah kita bisa menilai bahwa kelompok itu sesat dan menyesatkan. Tidak perlu terlalu cerdas dan terlalu serius berpikir untuk membuat penilaian semacam itu. Sepanjang sejarah Islam, sudah banyak yang mengaku sebagai nabi, dan selama itu pula, umat Islam dengan mudah menyatakan bahwa mereka semua – yang mengaku sebagai nabi – adalah pendusta.

Dalam keputusannya, Majelis Tarjih Muhammadiyah sudah lama mengingatkan, bahwa orang yang mengimani adanya nabi lagi, sesudah Nabi Muhammad saw, maka kafirlah dia.

Rasulullah saw sudah bersabda: “Di antara umatku akan ada pendusta-pendusta, semua mengaku dirinya nabi, padahal aku ini penutup sekalian nabi.” (HR Ibn Mardawaihi,  dari Tsauban).

Juga sabda Rasulullah saw:  “Perumpamaanku dengan para nabi lainnya sebelumku adalah laksana seorang yang sedang mendirikan bangunan. Maka dibaguskan dan dibuat indah bangunan itu, kecuali satu batu bata (yang belum dipasang) pada salah satu penjurunya. Maka orang-orang mengelilinginya dan merasa heran serta bertanya:

“Mengapakah batu bata ini belum dipasang?” Rasulullah saw bersabda: ”Aku inilah bata itu dan aku adalah penutup para nabi.” (HR Muslim dari Abu Hurairah). Dari dua hadits tersebut dan banyak hadits Rasulullah saw lainnya, sangatlah jelas dimana posisi Nabi

Muhammad saw. Beliau adalah penutup para nabi. Sesudah beliau tidak ada nabi lagi. Karena itu, dunia Islam, misalnya, secara tegas menolak penafsiran kelompok Ahmadiyah yang mengimani Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi. Ketika menjelaskan QS as-Shaf ayat 7, buku Terjemah dan Tafsir Singkat al-Quran yang diterbitkan Jemaat Ahmadiyah Indonesia tahun 1987 menyebutkan: ”Jadi, nubuatan yang disebut dalam ayat ini ditujukan kepada Rasulullah s.a.w., tetapi sebagai kesimpulan dapat pula dikenakan kepada Hadhrat Masih Mau’ud a.s., Pendiri Jemaat Ahmadiyah, sebab beliau telah dipanggil dengan nama Ahmad dalam wahyu (Brahin Ahmadiyah), dan oleh karena dalam diri beliau terwujud kedatangan kedua atau diutusnya yang kedua kali Rasulullah s.a.w.

Ayat ketiga Surah Jumu’ah tegas mengisyaratkan kepada kedatangan kedua Rasulullah s.a.w. telah pula dinyatakan dengan tegas dalam Injil Barnabas, yang dianggap oleh kaum gerejani tidak sah, tetapi pada pihak lain mereka menganggapnya otentik (dapat dipercaya) seotentik setiap dari keempat Injil.” (hal. 1914).

Seperti pernah kita bahas, Ahmadiyah mewajibkan umat Islam untuk mengimani Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi. Karena itulah, dunia Islam tidak berbeda pendapat dalam masalah ini, bahwa Ahmadiyah adalah aliran sesat. Demikian juga dengan kelompok al-Qiyadah Islamiyah. Kesesatannya sangat jelas dan gamblang. Tidak perlu banyak diskusi tentang masalah ini. 

Di tengah situasi seperti ini, sejumlah televise menampilkan sosok-sosok liberal untuk menjadi pembela kelompok Qiyadah Islamiyah. Beberapa kali saya mendapat telepon dan SMS agar menonton tayangan debat antara orang liberal dengan tokoh-tokoh Islam.

Saya sebenarnya sudah agak malas mendengar argumentasi kaum liberal dalam soal seperti ini, karena tidak ada yang baru. Bisa dengan mudah ditebak, mereka akan berbicara tentang relativisme tafsir dan posisi negara yang harus netral terhadap agama.

Orang-orang liberal itu tak bosan-bosannya mengulang-ulang lagu ’relativisme tafsir’.

Mereka selalu menyatakan, tafsir mana yang mau diikuti. Kata mereka, semua orang berhak memiliki pendapat dan tafsir sendiri. Kalau suatu ajaran atau kelompok dinyatakan sesat, maka mereka akan menyatakan, itu sesat menurut siapa? Kelompok Qiyadah Islamiyah memang sesat menurut MUI, tetapi tidak sesat menurut lainnya, kata mereka. Bahkan ada yang menyatakan, yang sesat adalah MUI bukan Qiyadah Islamiyah. 

Kita sudah berulangkali membahas dan mengkritik paham relativisme tafsir kaum liberal ini. Tapi, kita sudah paham, bahwa selama ini mereka tidak mau mendengar argumentasi pihak lain. Mereka juga merasa benar dengan pendapatnya sendiri. Sejauh ini, hampir tidak ada gunanya berargumen dengan mereka. Sebab, mereka memang tidak mau mendengar kebenaran dan tidak tidak mengakui adanya satu kebenaran untuk semua manusia.

Jadi, bagaimana bisa sampai kepada kebenaran, jika adanya kebenaran itu sendiri sudah mereka tolak? Pada akhirnya, mereka menjadikan diri mereka sebagai tuhan yang dengan semaunya menafsirkan ayat-ayat Allah sesuai dengan hawa nafsu mereka.

Saat menonton sebuah debat di TV yang menampilkan seorang pentolan kaum liberal dan ketua Komisi Fatwa MUI pusat, saya berpikir, apakah orang yang mengaku liberal ini tidak takut lagi untuk berhadapan dengan Allah SWT di akhirat nanti? Ataukah dia masih percaya bahwa nanti dirinya akan dibangkitkan dan mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatannya? Setelah perdebatan itu, saya menerima telepon dan sejumlah SMS yang menyayangkan penampilan tokoh MUI yang terlalu lunak dalam menghadapi orang liberal tersebut.

Dari sinilah kita paham, bahwa liberalisasi Islam memang sudah menjadi tantangan yang sangat serius bagi umat Islam. Sebab, mereka bukan hanya salah, tetapi juga aktif membela yang salah. Karena itu, tidak salah, jika ada yang berujar, bahwa kaum liberal memang spesialis dalam membela yang salah-salah.

Ketika umat Islam menyatakan bahwa Ahmadiyah, agama Salamullah, Qiyadah Islamiyah, pornografi, dan sebagainya adalah paham sesat dan tindakan salah, maka kaum liberal berdiri pada garis depan untuk membela mereka. Begitu juga ketika umat Islam menolak shalat dalam dua bahasa, maka kaum liberal pun membelanya.

Seperti kita ketahui, paham relativisme tafsir adalah pemikiran yang absurd dan konyol. Dengan pemikiran ini, mereka telah menghilangkan otoritas dalam penafsiran. Padahal, ini jelas tidak mungkin. Dalam kehidupan ini, selalu ada otoritas dan standar dalam penilaian sesuatu.  Standar itu tentu didasarkan pada penilaian yang umum dan normal. Pada umumnya, manusia akan menilai bahwa Presiden SBY lebih tampan dibandingkan Thukul Arwana. Pada umumnya manusia akan menilai bahwa Inneke Koesherawati lebih cantik jika dibandingkan dengan pelawak Omas atau Rini Bonbon.

Karena manusia adalah makhluk yang satu, maka manusia bisa mempunyai standar yang satu. Kita bisa melihat, biasanya yang terpilih sebagai Miss Universe adalah wanita yang memang cantik menurut ukuran rata-rata manusia normal. Pada umumnya, kaum laki-laki memang lebih kuat secara fisik ketimbang kaum wanita, sehingga dibuat kategorisasi olah raga antara laki-laki dan wanita.

Dalam logika relativisme ala post-modernist, memang segalanya bisa menjadi relatif. Di rumah sakit jiwa, seorang yang sakit jiwa bisa menuduh dokternya yang gila, bukan dia yang gila. Standar siapa yang digunakan untuk menentukan seseorang itu sakit jiwa atau tidak? Tentulah yang dipakai standar dokter jiwa. Bukan standar orang sakit jiwa.

Pada umumnya dan normalnya orang Islam akan mengatakan bahwa kelompok Qiyadah Islamiyah adalah salah, karena memang sudah keluar dari batas-batas ajaran pokok dalam Islam. Itu umumnya dan normalnya. Tentu kita tidak perlu terlalu mendengar ucapan miring dan ganjil yang menyatakan bahwa Qiyadah Islamiyah adalah juga benar. Pendapat seperti ini adalah pendapat aneh dan syadz. Sepanjang sejarah ada saja pendapat nyeleneh seperti itu.

Islam adalah agama wahyu yang memiliki batas-batas yang jelas. Ada rukun iman dan rukun Islam. Orang yang menolak kenabian Muhammad saw, pastilah sudah berdiri di luar Islam. Agama lain juga memiliki batas-batas atau definisi sendiri. Kaum Kristen yang tidak mengakui otoritas Gereja Katolik dalam penafsiran Bibel, maka dia sudah berdiri di luar agama Katolik, meskipun dia juga mengakui Yesus sebagai Tuhannya.

Karena itu, sangatlah aneh dan absurd dan keliru jika kaum liberal menyatakan, penafsiran apapun terhadap Al-Quran bisa dibenarkan.

Kita menyatakan, ada tafsir yang benar dan ada tafsir yang salah. Tidak semua tafsir bisa dibenarkan? Kalau mereka bertanya, benar menurut siapa? Tentu benar menurut ahli tafsir, orang yang mempunyai otoritas di bidang tafsir. Di sinilah, kita saat ini menghadapi persoalan. Sebab, kaum liberal juga berusaha keras merebut otoritas dalam penafsiran agama. Banyak diantara mereka yang merupakan profesor atau doctor dalam bidang studi Islam.

Dengan otoritas keagamaan yang mereka miliki, kemudian mereka melakukan penyesatan kepada manusia. Dalam hal ini, mereka masuk kategori ulama su’, ulama yang jahat. Ulama yang dengan ilmunya justru menyesatkan manusia.  Di tengah heboh kasus Qiyadah Islamiyah, terbetik berita, Sabtu (27/10/2007), di sebuah vila di Anyer, dilangsungkan sebuah perkawinan antara seorang Muslimah berinisial DA dengan seorang pria Kristen berinisial BM. Menurut saksi mata, prosesi perkawinan itu diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, dilanjutkan dengan Ijab qabul yang dilakukan oleh Dr. Zainun Kamal, dosen UIN Jakarta. Acara berikutnya adalah votum dan salam oleh Pdt Samuel B. Hananto, pembacaan ayat-ayat Bibel, khutbah pendeta dan nyanyian jemaat.

Perkawinan semacam ini tentulah sangat ganjil, baik bagi Islam maupun bagi Kristen. Dalam Islam, perkawinan itu jelas tidak sah.  Kalau ditanya, tidak sah menurut siapa? Tentu menurut Al-Quran, hadits, dan pendapat ulama-ulama yang mu’tabarah, yang punya otoritas. Bukan menurut pendapat yang ganjil seperti Dr. Zainun Kamal tersebut. Meskipun dia doktor dan dosen di Faktultas Ushuluddin Universitas Islam, pendapat dan tindakannya tetap salah dan merusak.

Kita tahu, aktivitas Zainun Kamal dan kawan-kawannya dalam mengawinkan pasangan beda agama, sudah sangat keterlaluan. Mereka sudah secara terbuka dalam mengadakan berbagai aktivitas perkawinan beda agama.

Dan anehnya lagi, tidak ada tindakan apa-apa dari pimpinan kampusnya dan juga pemerintah. MUI juga diam saja. Padahal, perilaku dan tindakan Dr. Zainun Kamal dan kawan-kawannya  dalam merusak Islam tidak kalah jahatnya dibandingkan dengan kelompok Qiyadah Islamiyah. Sebab, dia menyandang otoritas sebagai doktor dan dosen bidang agama Islam. Wallahu a’lam. [Depok, 2 November 2007/www.hidayatullah.com]
Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah hasil kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan www.hidayatullah.com
 
" Ilmu kedokteran dan revolusi sama-sama  bertujuan untuk menyelamatkan manusia, tapi revolusi menyelamatkan lebih banyak manusia"
dr.sun yat zen

Offline da vinci

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 3.432
  • Lokasi: wuhan
  • Jenis kelamin: Pria
  • zhu dajia wanshi ruyi
    • Lihat Profil
« Jawab #1439 pada: 05 November 2007, 15:10:13 »
Massa Bogor Serbu Vila Al-Qiyadah     

Senin, 05 November 2007 

Ratusan massa kemarin menyerbu vila pimpinan Al-Qiyadah Al-Islamiyah Ahmad Moshaddeq di Desa Gunungsari,Kec Pamijahan, Kab Bogor

Hidayatullah.com--Massa yang beraksi itu merupakan gabungan dari beberapa ormas Islam. Diantaranya; Front Pembela Islam (FPI), Laskar Pembela Islam, Forum Muslimin Muslimat, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan berbagai ormas Islam Se-Jabotabek bersama masyarakat dari Kec Pamijahan dan Tenjolaya,Kab Bogor. Mereka membentuk posko buru dan bunuh nabi palsu di kawasan Gunung Bunder. Dalam aksi itu, ribuan masyarakat juga melakukan tobat bersama agar terhindar dari berbagai penyesatan akidah.

Sementara itu, puluhan pemuda lainnya menerobos hutan belantara untuk menghancurkan vila milik Moshaddeq, tetapi aksi mereka berhasil dihalau polisi. Masyarakat di kawasan ini mengecam segala bentuk penodaan agama yang berkembang di wilayahnya dan mengutuk tindakan Moshaddeq yang telah menyebarkan aliran sesat sehingga mengotori nama baik warga Gunung Bunder.

Seusai melakukan tobat bersama, mereka membacakan kesepakatan bersama menuntut dimusnahkannya segala aset milik Moshaddeq di daerah tersebut, lalu meminta Moshaddeq dihukum mati.

“Kami merasa nama baik daerah kami tercemar, padahal tidak ada warga kami yang jadi anggota dan ikut aliran Moshaddeq,” kata Mahfudin, perwakilan dari MUI Desa Gunung Bunder.

Puluhan pemuda setempat berusaha mendatangi vila milik Moshaddeq dengan menembus hutan belantara agar tidak terlihat polisi. Hanya tinggal sepuluh meter lagi mencapai lokasi, aksi para pemuda ini akhirnya tercium aparat sehingga dilakukan penghadangan oleh petugas Dalmas Polres Bogor yang dipimpin langsung Kabag Ops Polres Bogor Kompol Harry Kurniawan. [snd/www.hidayatullah.com]

 
" Ilmu kedokteran dan revolusi sama-sama  bertujuan untuk menyelamatkan manusia, tapi revolusi menyelamatkan lebih banyak manusia"
dr.sun yat zen