Saya ingin sampaikan beberapa pandangan Teologia Kristen yang nyeleneh, kadangkala teman2 muslim menganggap teologia2 seperti ini adalah pandangan Iman Kristen, tapi sebenarnya tidak. Termasuk sdr. Ionis yang liberal tersebut; lalu dianggap bisa mewakili pandangan Kristen, mungkin masih nyambung dengan judul tret.
Boleh mas Mod?
=bart=
Posting Digabung: 25 Mei 2009, 18:47:07
Baiklah, mod yang baik dianggap membolehkan.
Dari berbagai sumber buku dan situs, yang karena ini diskusi maka dengan sengaja tidak saya sebutkan (supaya kelihatan pinter gitu, kayak Avista).
Saya akan membahas beberapa teologia, yang biasanya disebut Teologia Kontemporer. Kebanyakan muncul pada era renaisance, masa pencerahan di eropa sekitar abad ke 16-18. Pengaruh filsafat sangat kuat dalam kelahiran teologia-teologia ini.
Pertama mengenai TEOLOGIA LIBERAL
Beberapa sekolah tinggi teologia di Indonesia menggunakan gelar Sarjana Sains Teologia, bukan Sarjana Teologia. Saya kira ini mencirikan lebih mempelajari sains, sains tentang teologia. Teologia sendiri jelas bukanlah suatu sains. Penganut liberalis beranggapan bahwa teologi-teologi yang ada adalah hasil dari rasionalisme dan empirisme dari para filsuf dan ilmuwan. Mereka menempatkan penalaran manusia dan penemuan/pembuktian ilmiah pada tempat utama. Kesimpulan yang tidak dapat dinalar dan dibuktikan haruslah ditolak.
Bapak liberalisme modern adalah Friedrich Schleiermarcher (1763-1834), seorang teolog protestan jerman. Ia menolak kelahiran dari anak perawan, penebusan dan keilahian Yesus Kristus. Ia menganggap Yesus hanya sebagai teladan yang ideal, dan sumber dari kesadaran akan Allah yang mengatasi dosa. Dia menolak otoritas Kitab Suci, Gereja dan berbagai kredo historik.
Tokoh-tokoh lain dalam teologia liberal (yang saya kira juga diharamkan oleh MUI), adalah Albert Ritschl (1822-1889), juga teolog protestan dari Jerman, Ritschl menolak dosa asal/keturunan (nah... cocok nih dengan islam) dan tentu saja: penebusan dosa, kebangkitan Kristus dan berbagai mujizat yang dipaparkan dalam Injil; dia membedakan mana yang sejarah dan mana yang mitos.
Adolph von Harnack (1851-1930), sama asal dengan dan adalah pengikut Ritschl. Teolog ini bahkan menyangkali bahwa Yesus pernah menyatakan keilahianNya, selain mengatakan bahwa ajaran Kristen dibungkus oleh pemikiran filosofi Yunani, atau helenistic (cocok lagi dengan para neter di diskusi ini). Juga beliau mengajarkan bahwa Paulus mencemarkan pengajaran Yesus dan Kekristenan (pas juga dengan pandangan neter muslim di sini).
Intinya, pengajaran teologia liberal adalah:
1) Alkitab hanya buku biasa, tidak diinspirasikan secara khusus.
2) Allah ada di mana-mana dan dalam segala sesuatu; Allah bekerja dalam segala sesuatu, dalam alam dan proses evolusi, karenanya tidak diperlukan ada mujizat.
3) Penalaran manusia lebih dihormati daripada Kitab Suci dan doktrin tradisional.
4) Menolak adanya keselamatan karena penebusan dan hukuman kekal dan surga yang supranatural; tetapi Kerajaan Allah ada di sini dan sekarang melalui penerapan prinsip dan etika Yesus (Injil Sosial).
TEOLOGIA LIBERAL berkembang menjadi TEOLOGIA NEO LIBERALISME.
Sementara ini dulu.
=bart=
Posting Digabung: 25 Mei 2009, 20:41:43
TEOLOGIA NEO LIBERAL
Neo Liberal muncul setelah Perang Dunia I. Salah satu pelopornya adalah harru Emerson Fosdick (1878-1969).
Kaum teologia liberal dunia berkumpul di organisasi World Council of Churches (1908 - _).
Pengalaman kemanusiaan yang pahit dalam peperangan, mendorong para teolog liberal mengubah beberapa paradigmanya, yaitu:
1) Lebih memperhitungkan Alkitab lebih serius, bukan sekedar buku biasa, walaupun anggapan lama yang kritis historis dan penyangkalan terhadap inspirasi ilahi dalam penulisan Alkitab tetap disangkal.
2) Tetap mempertahankan pandangan bahwa pada hakekatnya manusia itu baik, tetapi telah tercemar;
3) walaupun tetap tidak mengakui dosa asal, tetapi ada perkembangan pandangan tentang bagaimana harusnya dosa diatasi, antara lain dengan cara pertobatan yang terus menerus.
4) Tetap tidak mengakui kelahiran Yesus dari anak perawan, dan berbagai mujizat lainnya; tetapi memberikan pengakuan lebih besar teradap kematian Kristus, yang menganggapnya berperan dalam kelahiran gereja.
Intinya, dalam pandangan terhadap manusia, neo liberalisme cenderung menganggapnya lebih rendah (tidak lagi cenderung Kerajaan Allah ada di sini dan sekarang); tetapi memberikan pengakuan lebih tinggi tentang Allah.
Para pembelajar agama, silakan melengkapi yang mungkin tidak lengkap.
Salam.
=bart=