Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Rabu, 23 Mei 2012/2 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:56 - Shubuh 4:33:20 - Terbit 5:55:23 - Dzuhur 11:49:41 - Ashar 15:11:42 - Maghrib 17:44:02 - Isya' 18:57:35 WIB

Penulis Topik: Belajar menjadi orang tua yang kreatif (mendidik anak usia dini)  (Dibaca 6386 kali)


Offline izti

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 14.450
  • Lokasi: Ice Island
  • .. Pororo Love You ..
    • Lihat Profil
    • Disain WinterMelon
« pada: 16 Juli 2007, 12:22:52 »
Saat pertama kali mempelajari pendidikan anak usia dini (0-5 tahun / terkenal dengan sebutan masa-masa golden age), saya begitu takjub. Banyak hal yang ternyata tidak diketahui oleh orang tua, khususnya ibu untuk mendidik anak.
Saya pun sering terbengong-bengong dan senyum2 sendiri jika mengingat pengalaman masa kecil. Banyak anak yang seolah-olah tumbuh sendiri, tanpa bimbingan dan arahan yang baik dari orang tua, khususnya ibu.

Menjadi ibu, bukan hal yang mudah. Anak-anak memiliki kecerdasan yang luar biasa. Seorang ibu harus memiliki wawasan yang luas, ketrampilan yang baik, dan kreatifitas yang tinggi.

Bayangkan saja, kalau tidak kreatif, berapa banyak biaya yang akan dikeluarkan untuk membeli mainan, mencari media edukatif, dan lain sebagainya.

Nah, salah satu contoh, saya ingin membagi sedikit kreatifitas mendidik anak usia dini.
Yang pertama adalah simulasi untuk panca inderanya.

1.   Mengenalkan warna (indera penglihatan : mata)

Kenalkan warna secara bertahap. Misalnya, pekan pertama, nuansa kamar anak berwarna biru, mulai dari baju yg dia pakai, sprei, sarung bantal dan guling, gorden, dan sebagainya.
Tetapi, jika dinilai terlalu mahal, buatlah benda-benda mainan yang dibuat dari kertas origami, lalu gunakan sebagai hiasan di kamarnya.
Semia mediasi yang telah dibuat itu, integrasikan dengan lagu-lagu anak-anak. Misalnya, menyanyikan lagu pelangi. Saat tiba pada kalimat: merah, kuning, hijau… tunjuklah benda-benda sesuai dengan warnanya. Maka anak akan lebih mudah mengingat warna-warna itu di dalam otaknya.

2.   Mengenalkan macam-macam suara (indera pendengaran : telinga)
Ada pengalaman menarik saat tetangga saya menstimulasikan suara-suara binatang. Kebetulan, di lingkungan tempat tinggalnya memang mudah ditemui binatang2 seperti ayam, kucing, bebek, kambing, dll.
Saat ibu menginstruksikan: tirukan suara kucing…! Maka anaknya pun menirukan: “meoong….”
Tirukan suara ayam: “petok-petok….”
Tirukan suara bebek: “wek..wek..wek…”
Tirukan suara anjing: “anjing! Anjing!”

Nah loh….  :hihi:
Rupanya anak ini belum pernah melihat maupun mendengar suara anjing.
Nah, sesekali, ajaklah anak2 ke kebun binatang, untuk mengenalkan macam2 binatang, makhluk Allah yang lainnya, juga mengenalkan macam-macam suara. Selain itu, anak pun dikenalkan pada suara-suara lain selain suara ibu dan ayahnya.

Keaneka ragaman makhluk hidup maupun benda-benda lain di sekitarnya, dapat mengantarkan anak untuk belajar mengenal Allah, Sang Pencipta.

To be continued…. (yang mau menambahkan juga silahkan…) semoga bermanfaat.
« Edit Terakhir: 22 Agustus 2007, 12:20:12 oleh izti »
... being single is easy, be a wife is happy, be a mother is miracle ...

Offline Anis_WN

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 24.461
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Be yourself, but don't be selfish.
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 16 Juli 2007, 12:26:30 »
mau nanya... ;)

suara ayam jago berkokok menurut teh izti gimana, sih bunyinya?

%peace%

(eh, baru sadar... ini teh untuk ibu2 aja, yah? :malu:)
Manusia tak luput dari kesalahan. Ane manusia. Kesimpulan: Ane tak luput dari kesalahan. Mohon maaf bila ada kata yg salah. Dan... TKJSS

Offline akh_alif

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2007
  • Tulisan: 850
  • Lokasi: jakarta barat
  • Jenis kelamin: Pria
  • GeLoRaKaN pErLaWaNaN!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 16 Juli 2007, 19:19:49 »
hmmmm.....kapan bisa..hmmm..... :malu: %peace%

Offline izti

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 14.450
  • Lokasi: Ice Island
  • .. Pororo Love You ..
    • Lihat Profil
    • Disain WinterMelon
« Jawab #3 pada: 16 Juli 2007, 19:55:15 »
mau nanya... ;)

suara ayam jago berkokok menurut teh izti gimana, sih bunyinya?

%peace%

(eh, baru sadar... ini teh untuk ibu2 aja, yah? :malu:)

gimana yah?

kukuruyuk kallii.... :hihi:

sebaiknya, kalo mau mengenalkan suara2, dikenalkan dengan benda2 aslinya, atau direkam suara2nya. anak usia dini daya rekamnya kuat, jadi sebaiknya orang tua atau pendidik memberikan contoh yang benar. :)

termasuk dalam penggunaan bahasa. sebisa mungkin ajarkan kepada mereka bahasa yang benar dan mudah dimengerti. :)



@akh_alif
sayah juga baru teori doang kok, memang belum dipraktekkin ke anak sendiri, tapi Insya Allah sudah praktek langsung ke anak-anak di sekolah. :iyes:
... being single is easy, be a wife is happy, be a mother is miracle ...

Offline Anis_WN

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 24.461
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Be yourself, but don't be selfish.
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 16 Juli 2007, 20:02:27 »
neng izti, O0

Pengen ngetes aja, kok... Soalnya biasanya menirukan bunyi tuh juga dipengaruhi oleh adat/kebiasaan setempat. Contohnya bunyi pestol meletus, oleh orang bule dibunyikan "bang"...

Padahal itu kan panggilan untuk abang baso yg lewat di depan rumah kita...

:hihi:
Manusia tak luput dari kesalahan. Ane manusia. Kesimpulan: Ane tak luput dari kesalahan. Mohon maaf bila ada kata yg salah. Dan... TKJSS

Offline izti

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 14.450
  • Lokasi: Ice Island
  • .. Pororo Love You ..
    • Lihat Profil
    • Disain WinterMelon
« Jawab #5 pada: 16 Juli 2007, 20:08:09 »
@pak anis
walah.... ternyata cuma ngetes.
piye pak'e, sayah lulus engga tesnya? %peace%



OOt off---- back to topic, silakan kalau ada yang ingin menambahkan. O0
... being single is easy, be a wife is happy, be a mother is miracle ...

Offline melatihati

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 26
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 16 Juli 2007, 20:18:21 »
yang sedang saya coba lakukan sekarang adalah, mencoba menghilangkan kalimat negatif.
maksud dari kalimat mnegatif ini misalnya : kamu jangan NAKAL ya, awas JATUH, hemm bau PESINGnya dedek....dll
akan elbih baik jika diganti dengan kalimat positif, misalnya: Jadi anak baik yah, jadi anak pinter yah, hati0hati....hemm..bau kamar ini harum...(yg ini kata temenku berhasil mendidik anak tidak ngompol)
memang susah juga sih, kaerna kebiasaan orang timur mengatakn hal negatif di atas tadi.
kenapa mesti menggunakan kalimat positif?
karena *ada yang bilang sih* umur anak2 di bawah 5 tahun, menggunakan otak alfa, jadi segala yang dia dengar akan terserap dan sngat mudah diingat dalam benaknya, larena hal ini pula, orang tua disarankan untuk mengenalkan segala sesuatu sebanyak mungkin kepada anak di bawah 5 tahun, agar kelak anak ini menjadi tahu segala hal en mudah mengingatnya,
trus..karena masih kebanyakan menggunakan  otak alfa, maka kalau kita sering menggunakan kalimat negatif, yang terserap dan teringat anak kita adalah kalimat dasar tersebut. Nakal, Jatuh, ngompol dll
kalau terlalu sering mengatakan :jangan nakal, maka anak tsb akan mengingat satu hal, NAKAL, Jatuh,
exp lain: jangan lari.....(maka yg diinget anak ini adalah LARI,
alangkah baiknya kalau diganti dengan kalimat: "Jalan saja sayang..." "boleh main..tapi hrus hati-hati yah.." Jangan menggunakan:"Jangan kesana nak..nanti kamu jatuh.."
yahh begitu dech

eh maaf yah, kalau kalimatnya krg teratur, emang ga punya bakat tuk jadi penulis sehh :hihi:

semoga bermanfaat yahh

NB: untuk mendapatkan hati si kecil, maka kita harus menjadi dunia mereka (dunia main dan bercanda) jadi si kecil akan mau menuruti kata2 kita...insyalallah akant erus ebrhasil pada ponakan ana, amiinn

Offline izti

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 14.450
  • Lokasi: Ice Island
  • .. Pororo Love You ..
    • Lihat Profil
    • Disain WinterMelon
« Jawab #7 pada: 16 Juli 2007, 20:44:28 »
3.mengenalkan macam-macam bau (indera penciuman = hidung)

bawalah 3 saja contoh bau-bauan ke hadapan anak: wangi, netral/tidak berbau, bau busuk (tidak mengenakkan). lihat reaksi anak. dan katakan kepadanya, bau2an itu disebutnya apa, wangi, bau, ataukah netral.

dan ini bisa untuk mengajarkan kepada mereka, bahwa bau busuk itu tidak menyenangkan, wangi itu menyenangkan, tak berbau cenderung tidak menimbulkan efek apa-apa.
sehingga, kita pun akan mudah mengajarkan kepadanya, bahwa jika ingin menjadi anak yang menyenangkan, dia harus ikut memelihara diri dan lingkungannya, sehingga tidak menimbulkan bau yang tidak menyenangkan. O0
... being single is easy, be a wife is happy, be a mother is miracle ...

Offline astyaep

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2006
  • Tulisan: 11.363
  • Lokasi: bandung
  • Jenis kelamin: Wanita
  • pacaran di malang ;)
    • Lihat Profil
    • all 'bout me :D
« Jawab #8 pada: 17 Juli 2007, 07:39:18 »
ceu....
asty baru teori doank nih yah...
blum ada prakteknya juga....

:malu:

ada baiknya anak udah dikenalin sama bahasa... maksudnya sering2 diajakin ngobrol...
si anak udah bisa nangkep.. walaupun belum bisa kasih balasan...
tp seiring waktu dia bisa mbales juga...

perkenalan berbagai bahasa jg bisa di umur segini..
:)
to love someone gives you strength,'n to be loved by someone gives you courage

Pernikahan adalah tempat untuk berkali-kali jatuh cinta pada orang yg sama

Offline bidadari_Azzam

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.949
  • Lokasi: Krakow, Poland
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Izinkan hamba memenuhi panggilanMu Yaa Allah...
    • Lihat Profil
    • Born for Islam
« Jawab #9 pada: 17 Juli 2007, 11:20:27 »
yups...
anak2 udah bisa, bu ...bahasa sejak di rahim :
pas usia >4bulan di rahimnya , ada yg nendang2 perut kita, :malu:
kita tepuk pas tempat tendangan, dia akan jawab, dgn tendangan lagi... (ntuh terutama kalo anak pinter, euy....O0 )
nahhh... truzz pas kita panggil, "sayang, ngajakin ummi ngobrol yah? ;)
"coba tendang perut kanan?" (ntar bayi tendang sebelah kanan) :hihi:
"coba tendang perut kiri?(dan kita pegang perut kiri) " (dia bales juga dgn tendangan di t4 yg kita pegang)

Subhanallah, ntuh stimulus buat anak2 kita memang bisa ditangkap olehnya (walopun belom lahir) padahal ia blom liat wajah ortunya... :malu:

Semoga mbak Izti segera praktekkan, O0  amiiin, :) ;)
”Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan?” (QS. Ar-Rahman [55] : 13)

Offline hanima

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 2.021
  • Lokasi: SURABAYA
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 17 Juli 2007, 12:28:58 »
buat izti..TFS yah..O0
sedang deg-degan, akan menjalani peran baru..menjadi orang tua..:)

Offline chair

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 4.625
  • Jenis kelamin: Wanita
  • tetep smangad!
    • Lihat Profil
    • chair
« Jawab #11 pada: 17 Juli 2007, 12:35:20 »
alhamdulillah karena sekarang punya adik bayi (umur 5 bulan) jadi bisa langsung praktek :hihi:

bener banget tuh, kadang kita ngerasa hal2 yang disebut teh izti itu hal yang biasa.. ternyata itu sebenarnya memang harus diajarkan sejak dini supaya meningkatkan responsitas anak dan mengembangkan daya pikir anak...

maka itu mainan2 bayi kan biasanya ada bunyi2annya... warnanya macem2, bentuknya juga beraneka ragam supaya membantu indra pendengaran, penglihatan dan indra sentuhan...
kalau indra pengecap, dari anak bayi lahir sudah diberi insting memasukkan segala macam ke mulut...

Offline Anis_WN

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 24.461
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Be yourself, but don't be selfish.
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 17 Juli 2007, 12:46:49 »
Mengenalkan berhitung untuk anak2...

Waktu punya makanan (misalnya buah2an) silakan bermain berhitung dgn anak2. Mulai dgn menghitung buah yg ada. Silakan uji anak2 untuk menghitung.

Kemudian pelajaran sederhana tentang tambah dan kurang. Mulai dari menghuitung buah yg ada. Kemudian dilanjutkan dgn menambahkan/mengurangkan bbrp buah dan menghitung ulang.

Pembagian/perkalian (ini untuk anak yg agak besar). Misalnya berikan pada mama-papa-anak masing2 2 buah, terus suruh ngitung. Atau kasih anak 6 buah, terus suruh dia mbagi rata. Gak usah yg aneh2, nanti anaknya pusing.

O0
Manusia tak luput dari kesalahan. Ane manusia. Kesimpulan: Ane tak luput dari kesalahan. Mohon maaf bila ada kata yg salah. Dan... TKJSS

Offline izti

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 14.450
  • Lokasi: Ice Island
  • .. Pororo Love You ..
    • Lihat Profil
    • Disain WinterMelon
« Jawab #13 pada: 17 Juli 2007, 12:57:35 »
@ibunya_azzam
makasih atas doanya bu... :malu:

@hanima
barakallah ya bu, semoga lahirannya lancar

@chan
tapi kalo mainan yang dijual itu, kita juga mesti selektif banget milihnya, mana yang bisa dijadikan media edukasi, sesuai dengan perkembangan psikologis anak. O0
... being single is easy, be a wife is happy, be a mother is miracle ...

Offline Mas-To

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.236
  • Lokasi: Delft
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hmmmm.........
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 17 Juli 2007, 13:55:46 »
bisa d sertakan umur balitanya donk, umur sekian itu d ajarin begini gituh
ntar bisa2 saya ngajarin berhitung ke balita umur 4 bln lhoh
Saya hanyalah manusia yang sok tahu dalam dunia Allah yang penuh pengetahuan, yang terungkap maupun yang tersembunyi.
maafkan ketidaktahuan saya... %p