Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Rabu, 23 Mei 2012/2 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:56 - Shubuh 4:33:20 - Terbit 5:55:23 - Dzuhur 11:49:41 - Ashar 15:11:42 - Maghrib 17:44:02 - Isya' 18:57:35 WIB

Penulis Topik: Titip Rindu buat Ayah dan Bunda  (Dibaca 80 kali)


Offline Pagi indah

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2007
  • Tulisan: 4
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« pada: 14 Juli 2007, 17:09:49 »
Beberapa hari ini rasanya pengen pulang kampung, yaa.. kerumahq. tempat dimana aq dilahirkan. Aq rindu pada bunyi air diselang yang jatuh ke bak mandi,
Aq rindu menjaga warung sambil membaca Buku, Majalah, Koran Atau Sekedar mengisi
Teka Teki  Silang, Aq rindu Gulai Pindang buatan bunda yg biasa kusantap siang hari. Aq juga rindu suara Tv yg bicara sendiri
karena yang nonton sudah terlelap, Aq rindu suara teriakan ayah yang menyuruhku untuk segera mandi sore.
Aq rindu suara adzan yang mengema dari mushola pondok, tempatku bertahun-tahun menuntut ilmu. Aq rindu sekali.....
Semua itu seperti Tali- tali yg menarikku untuk kembali pulang,  mengenang setiap detik yang telah terlalui
Dan mengulang setiap kenangan yg Indah, Yang Manis bahkan yang Pahit sekalipun.
Kembali pulang, berada ditengah-tengah orang- orang yg menyayangiq...
Bersama Ayah aku kuat melawan pahit getirnya hidup ini. meski Ayah bukanlah pejabat yg berpangkat tapi aq Bangga, bangga pada
tiap titik keringat yang tumpah dari tubuhnya,hingga terbersit janji untuk tidak menyiakan perjuangannya.
Bersama Bunda, aq belajar mawas dalam segala hal, meski terkadang kata2 yang keluar dari mulutnya seperti kilatan pisau yang siap memotong- motongku,
Tapi aq yakin ada cinta, ada sayang, dan juga ada kelembutan disana meski jarang ia tunjukan depanq. bersama mereka aq menjadi lebih tegar...lebih ringan, dan lebih mudah.
But, haruskah aq kembali,  berhenti melangkah dan meninggalkan petak2 harap yg  sudah mulai  tersusun... mengubur dan menyimpannya dalam- dalam... agar aq tak bisa menginginkannya kembali....entahlah!