Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Rabu, 23 Mei 2012/2 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:56 - Shubuh 4:33:20 - Terbit 5:55:23 - Dzuhur 11:49:41 - Ashar 15:11:42 - Maghrib 17:44:02 - Isya' 18:57:35 WIB

Penulis Topik: KAIDAH-KAIDAH FIQH ( QOWAIDUL FIQHIYYAH )  (Dibaca 22610 kali)


Offline Faisal

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 616
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #15 pada: 11 Juli 2007, 23:03:49 »
Kutip dari: abiz
KAIDAH KETIGA :

 
فإذا تزاحم عدد المصالحِ  يُقدَّم الأعلى من المصالحِ
( FA IDHA TAZAKHUM ADADUL MASHALIKHI YUQODDAMUL A'LA MINAL MASHOLIKHI )
artinya : jika dalam sutu masalah bertabarakan antara manfaat satu dengan yang lainnya maka di dahulukan & diambil manfaat yang paling besar / tinggi

Berdasarkan kaidah ke 3...langsung ke permasaalah >>>>> antara membina UKHUWAH DAN MEMERANGI BIDAAH...

Zaman ini menbina ukhwah lebih besar manfaatnya daripada memerangi bidaah...namun suatu masa nanti bisa sebaliknya...

Memerangi bidaah akan lebih cendrung menyebabkan perpecahan...dan ini mmg terbukti...
sementara saat ini kelemahan sumber utama kelemahan umat adalah persatuan...

Andainya umat kini satu suara...niscaya yahudi  ngga ada apa apanya...
Dan banyak lagi manfaat lainnya yg diperoleh dari pembinaan ukhwah daripada memerangi bidaah.....

Kutip
KAIDAH  KEEMPAT 
وضدُّه تزاحمُ المفاسدِ فارْتَكِب الأدنى من المفاس
WADHIDDUHU TAZAKUMUL MAFASIDDI FARTAKIBU ADNA MINAL MAFASIDI
ARTINYA: adapun lawannya jika bertabrakan antara mudharat satu dengan yang lainya maka diambil mudharat yang paling kecil dan ringan
Mudhorot perpecahan akibat memerangi bidaah jauh lebih besar dari pada membina ukhwah dengan segela macam pemahaman didalamnya....

Dalam hal ini...menurut ana berkoalisi dengan nonmuslim ( yg tidak memerangi Islam )untuk memerangi musuh musuh Islam bisa diterima...apa lagi berkoalisi sesama muslim dengan segala macam perbadaan yang ada...

dlm politik internasinal masa ini....berkoalisi dengan korea utara dapat diterima untuk sama sama memerangi amerika laknatullah...

---------------------

Mungkin ada yg berbeda pendapat dengan ana...ini disebabkan perbedaan dari sudut penilaian mana yg lebih besar manfaat dan mudhorotnya suatu permasaalahan...
Rasulullah s.a.w. bersabda: ” Sesungguhnya sejahat-jahat manusia di sisi Allah di hari kiamat kelak ialah seorang lelaki yang melepaskan hajatnya kepada isterinya dan isterinya melepaskan hajat padanya kemudian ia menceritakan rahasia itu.” (Riwayat Ahmad)

Offline abizechaabizecha

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 4.214
  • Lokasi: saudi arabia
  • Jenis kelamin: Pria
  • meniti jejak generasi salaf
    • Lihat Profil
    • mylink
« Jawab #16 pada: 11 Juli 2007, 23:45:50 »
komentar antum akan ana tangapi .........

kalo bid'ah di biarkan maka sunnah akan semakin padam dan pudar maka akan semakin  banyak orang meninggalkan sunnah, sehingga tidak ada yang tersisa dari agama ini kecuali bid'ah kesesatan , hawa nafsu & akal-akalan  maka jika sunnah sudah di tinggalkan orang semakin  asing dengan agamanya sebagaimana ucapan  rasulullah :
 بداء الاسلام غريبا فسيعود غريبا كما بداء فتوب للغرباء ........الى أخيره
artinya : islam itu muncul dalam keadaan asing  dan akan kembali asing sebagaimana awalnya maka beruntunglah orang yang asing dikatakan siapa mereka ya rasulullah , mereka adalah golongan manusia yang memperbaiki umat  ini di  saat banyak manusia berbuat  kerusakan di di muka bumi
memerangi bid'ah tidak asal sembarangan tentunya dengan  uslub sehingga tidak merusak ukuwah islamiyyah kecuali orang yang sudah di kuasai oleh hawa nafsunya. akan datang penjelasnya insya allah   dan ini berhubungan dengan amar makruf nahi munkar
« Edit Terakhir: 11 Juli 2007, 23:56:24 oleh abizechaabizecha »

Offline abizechaabizecha

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 4.214
  • Lokasi: saudi arabia
  • Jenis kelamin: Pria
  • meniti jejak generasi salaf
    • Lihat Profil
    • mylink
« Jawab #17 pada: 11 Juli 2007, 23:54:15 »
KAIDAH  KEEMPAT 
وضدُّه تزاحمُ المفاسدِ فارْتَكِب الأدنى من المفاس
WADHIDDUHU TAZAKUMUL MAFASIDDI FARTAKABU ADNA MINAL MAFASIDI
ARTINYA: adapun lawannya jika bertabrakan antara mudharat satu dengan yang lainya maka diambil mudharat yang paling kecil dan ringan


وضد القاعدة السابقة تزاحم المفاسد بحيث لا يتمكن المرء من ترك المفسدتين معا، وإنما يتمكن من ترك أحدهما بشرط ارتكاب الأخرى، فحينئذ يرتكب المفسدة الأقل من أجل درء المفسدة الأعلى، وهذه القاعدة لها أدلة في الشريعة، من أدلتها قوله -جل وعلا-: { فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ } (سورة البقرة آية : 173)
Adapun lawan dari kaidah yang sebelumnya adalah " tazakumul mafsid " ( bertabrakan antara mudharat satu dengan yang lainnya ) dimana seseorang tidak mampu meningalkan dua mudharat & mafsadah ( bahaya) secara bersamaan yang dia mampu adalah meninglakan yang satu tetapi tidka bisa lepas dari bahaya yang lainnya, maka jika menghadapi kondisi yang demikian itu :  dia harus memilih bahaya yang lebih kecil & ringan untuk mencegah bahaya & mafsadah yang lebih besar,.

Adapun dalil dari qaidah ini adalah firman allah ta'ala :

{ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ } (سورة البقرة آية : 173)

Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( al baqorah : 173 )

وهنا تعارضت مفسدتان: المفسدة الأولى: مفسدة النفس، والمفسدة الثانية: الأكل من الميتة، فتُجُنِّبَت المفسدة الأشد، ولو كان في ذلك ارتكاب المفسدة الأقل بأكل الميتة.
Dari ayat ini diketahui adanya dua bahaya, yaitu bahaya bagi diri sendiri ( jika tidak makan dia akan mati ) ,  dan bahaya kedua   memakan bangkai yang haram , maka jalan keluat dari 2 bahaya itu adalah memilih bahaya yang lebih ringan yaitu memakan bangkai. 


وكما أن المصالح تتقسم لأقسام عدة، كذلك المفاسد، وقوله: "على المصالح في جلبها" يعني: في إحضارها والعمل بها، "والدرء للقبائح" :الدرء المراد به الإبعاد، المراد بالقبائح: المفاسد، والمفاسد منها: مفاسد مكروهة، ومفاسد محرمة، المفاسد المحرمة منها ما هو كبائر، ومنها ما هو صغائر، وتتفاوت في نفسها إلى مراتب عديدة،.
Sebagaiaman masholeh ( mashatah & manfaat ) itu terbagi menjadi berbagai macam ( lihat pembahasan sebelumnya ) maka begitu juga al mafasid ( muhdarat & bahaya ) ,dan makan ucapan dari qaidah kedua an dinu mabniyun  " ala mashalihi fil jalbiha "artinya : untuk memndatangkannya dan beramal dengannya. Dan makna dari " ad dar'ii lil qobaikhi " : ad dar'ii maknanya menjauhkan & menhilangkan, sedang makna " al qobaikhi "adalah mafsadah atau  bahaya, dan diantara macam-macam mafsadah & bahaya itu diantaranya :
1.mafsadah yang makruh, : مفاسد مكروهة
2. mafsadah yang haram , المفاسد المحرمة yang diantaranya bisa termasuk bahaya yang besar adapula yang kecil
, dan perbedan ini bertingkat-tingkat tergantung keadanya.

وكما سبق فنجتنب الصغيرة ولو فعلنا المكروه، ونجتنب الكبيرة ولو كان في ذلك فعل الصغيرة إذا لم يمكن ترك الجميع.
Sebagaimana  penjelasan diatas dalam pembagian mafsadah , maka kita tinggalkan mafsadah yang haram walupun kecil dan kita memilih mafsadah yang makruh, dan kita meningalkan mafsadah muhararomah yang besar walupun harus mengerjakan mafsadah muharromah yang kecil, jika tidak ada pilihan lagi dan tidak munkin bagi kita meninggalkan semuanya.

وكذلك من المفاسد ما يتعلق بالغير ومنها ما هو قاصر على النفس، فالمفسدة القاصرة على النفس نرتكبها إذا لم نتمكن من درء المفسدة المتعلقة بالغير إلا بارتكاب المفسدة الأولى، مثال ذلك: إذا كان الإنسان مضطرا للأكل ولم يجد إلا ميتة أو طعاما لمن كان في مثل حالته فحينئذ إن أكل من الطعام الآخر-هو حلال- لكنه فيه مفسدة متعلقة بالغير، والميتة ليس فيها مفسدة متعلقة بالغير، فنقدم المفسدة القاصرة على النفس على المفسدة المتعلقة بالغير.
Dan begitu juga ada mafsadah & bahaya yang kadang berhubungan dengan orang lain,  dan  berhubungan dengan diri sendiri, maka jika dalam hal seperti ini, kita harus memilih mafsadah yang berhubungan dengan diri sendiri jika tidak  mungkin meningalkan keduanya, misalnya :
Jika ada seseoarang yang sangat membutuhkan kepada makanan  dan tidak mendapati kecuali bangkai atau binatang yang haram serta makanan yang halal tetapi milik orang lain yang sama keaadannya dengan dia ( sangat membutuhkan makannan ) , maka jika dia makan makanan yang halal milik orang lain tersebut yang bisa menyebabkan bahaya orang lain , sedang jika kita makan bangkai tersebut tidak membahayakan orang lain maka kita harus memilih memakan bangkai yang hanya berhubungan dengan diri sendiri bukan orang lain.

ومثال ذلك -أيضا- لو قيل للإنسان اقتل غيرك وإلا قتلناك، فحينئذ هنا مفسدتان: قتل النفس، وقتل الغير، والمفسدة المقدمة هنا المفسدة المتعلقة بالنفس، فنرتكب تلك المفسدة، ونتحمل القتل من أجل أن ندرأ المفسدة الأعظم المتعلقة بقتل الغير.Missal yang lainnya :
Jika dikatakan kepada seseorang bunuh orang lain jika tidak kami akan membunuhmu, maka di sana ada dua mudharat dan bahaya, yaitu : terbunuh jiwanya dan terbunuh orang, maka mafsadah yang kita ambil adalah mafsadah yang berhubungan dengan diri sendiri, dan kita siap dibunuh demi untuk menhilangkan bahaya yang lebih besar yang berhubungan dengan orang lain.

CONTOH DARI HADIST :

Sebagaimana di ceritakan tentang keinginan umar untuk membunuh Abdullah bin ubai bin salul, di sana ada 2 mudharat yaitu : Abdullah bin salul yang suka mencela & menhina islam dan yang kedua jiak di bunuh akan menimbulkan fitnah dan manusia akan mengira bahwasanya rasulullah telah membunuh para shohabatnya. Maka tidak membunuhnya lebih di utamakan oleh rasulullah demi maslahat yang lebih uatama dan ,memilih mafsadah yang lebih kecil.

Contoh lain :
Jika dikatakan munimlah khomer ( minuman keras ) kalo tidak aku akn bunuh kamu ? di sana ada dua mudharat yaitu minum khomer yang haram dan di bunuh jika tidak mau minum , maka kita memilih untuk minum khamer demi menolak bahaya yang lebih besar yaitu keselamata jiwa kita terancam

Bersambung………… 


Offline Faisal

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 616
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #18 pada: 12 Juli 2007, 00:39:43 »
Kutip
memerangi bid'ah tidak asal sembarangan tentunya dengan  uslub sehingga tidak merusak ukuwah islamiyyah
Nyatanya perang terhadap bidaah ( bidaah menurut versi salafy tentunya ) sering menimbulkan perpecahan...

Apakah kelompok salafy bisa membina ukhwah dgn jamaah tabliqh dan jamaah lainya....duduk satu meja! ....tidak bukan?

Ana belum mendengar kelompok salafy mau duduk satu meja dgn kelompok lainya untuk membicarakan masaalah umat....kecuali untuk saling tuding bidaah sunnah...menuding "kami" adalah kelompok bidaah dan anda sunnah....karena ulama salafy dari sono juga sdh menfatwa demikian....

Coba lihat fatwa bin baz terhadap usamah bin laden...

Al Imam Abdul Aziz bin Baz menyebutkan di dalam surat kabar Al Muslimun dan Asy Syarqul Ausath tanggal 9 jumadil Ula 1417 H, bahwa:

Usamah tergolong kelompok orang-orang perusak di muka bumi yang telah menempuh jalan kejahatan dan kejelekan serta keluar dari sikap ketaatan kepada waliyyul amr.


Apakah seorang bin laden lebih bejat dari amerika?

Apakah membina hubungan dgn kafir laknat amerika harus didahulukan dari pada membina hubungan sesama Islam...

Apakah membela amerika lebih bermanfaat dari membela kaum muslimin yg dibunuh setiap hari oleh sikafir laknat?

Acukan kembali pada kaidah fiqh antum....timbang timbang kembali kaidah fiqh antum...

------------------
Andai memerangi bidaah menimbulkan perpecahan....antum pilih mana?
....membina ukhwah atau memerangi bidaah...

he..he...belajar mengapplikasikan ilmu dlm kasus nyata...
Rasulullah s.a.w. bersabda: ” Sesungguhnya sejahat-jahat manusia di sisi Allah di hari kiamat kelak ialah seorang lelaki yang melepaskan hajatnya kepada isterinya dan isterinya melepaskan hajat padanya kemudian ia menceritakan rahasia itu.” (Riwayat Ahmad)

Offline abizechaabizecha

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 4.214
  • Lokasi: saudi arabia
  • Jenis kelamin: Pria
  • meniti jejak generasi salaf
    • Lihat Profil
    • mylink
« Jawab #19 pada: 12 Juli 2007, 00:42:28 »
dan itulah makna dari ghuraba'

Offline abizechaabizecha

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 4.214
  • Lokasi: saudi arabia
  • Jenis kelamin: Pria
  • meniti jejak generasi salaf
    • Lihat Profil
    • mylink
« Jawab #20 pada: 12 Juli 2007, 00:47:09 »
akan datang penjelasnya insya allah   dan ini berhubungan dengan amar makruf nahi munkar

Offline Faisal

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 616
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #21 pada: 12 Juli 2007, 05:23:57 »
Kutip dari: abiz
KAIDAH  KEEMPAT 
وضدُّه تزاحمُ المفاسدِ فارْتَكِب الأدنى من المفاس
WADHIDDUHU TAZAKUMUL MAFASIDDI FARTAKABU ADNA MINAL MAFASIDI
ARTINYA: adapun lawannya jika bertabrakan antara mudharat satu dengan yang lainya maka diambil mudharat yang paling kecil dan ringan
Mudhorot membela Hizbullah dlm perang melawan Israel jelas besar daripada mendiamkannya....takut bos besar amerika tersinggung....

Jika bos besar tersinggung..tentu mudhorotnya lebih besar lagi....he..he..he...

Demikian juga modhorot berbaik baik dengan iran jauh lebih besar dari pada berbaik baik dengan amerika laknatullah....

Dlm kaidah fiqh mengambil manfaat...berbaik baik dgn amerika lebih besar manfaatnya daripada berbaik baik dengan iran.....minimun kekuasaan dinasty assaud bisa lebih langgeng...he..he....he....

Timbang2lah kembali kaedah fiqh antum....


Rasulullah s.a.w. bersabda: ” Sesungguhnya sejahat-jahat manusia di sisi Allah di hari kiamat kelak ialah seorang lelaki yang melepaskan hajatnya kepada isterinya dan isterinya melepaskan hajat padanya kemudian ia menceritakan rahasia itu.” (Riwayat Ahmad)

Offline abizechaabizecha

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 4.214
  • Lokasi: saudi arabia
  • Jenis kelamin: Pria
  • meniti jejak generasi salaf
    • Lihat Profil
    • mylink
« Jawab #22 pada: 12 Juli 2007, 15:51:48 »

و كم من عائب قولا صحيحا و آفته من الفهم السقيم
Berapa banyak orang yang mencela ucapan yang benar
Sebabnya karena pemahaman yang salah/buruk



لســـان العـــــاعل مــن وراء قلبــــــه , فــاذا  أراد الكــــــلام تفـــكــــر فــان لـــه قــال, و ان كان عليـــــه سكــــت . و قلــــب الأحمــــق مــن وراء لســــانـــه فاذا أراد أن يقــول قــال, فان كان لـــه  سكـــت , وان كان علـــه قــال
"lisannya orangyang berakal di balik hatinya, jika dia ingin berbicara berpikir, jika cocok dan sesui dengan nuraninya dia berkata, namun jika bertentangan dengan hatinya dia diam , adapun hatinya orang jahil dan bego aada di balik lisannya, jika dia ingin berkata langsung saja berkata ( tanpa berfikir ), jika sesui hati di balik lisanya dia berkata jika bertentangan dengangya  juga tetap berkata

copas dari : http://myquran.org/forum/index.php/topic,21232.msg532110.html#msg532110

Offline zaad

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 1.530
  • Lokasi: jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • APAKAH ENGKAU TIDAK PUNYA MALU ?
    • Lihat Profil
« Jawab #23 pada: 12 Juli 2007, 16:26:42 »
untuk akh abi, ada pepatah dari indonesia "anjing menggonggong kafilah berlalu" jadi lanjutkan bagi-bagi ilmunya, btw kalau bisa aku minta yang bentuk file dong misalnya file word.
==
aku pernah minta permasalahan ini sama teman tapi dia belum sempat. jadi ini seperti mendapat durian runtuh bagi saya, semoga allah menambhkan kebaikan kepadamu.
apakah engkau tidak merasa cukup dengan sunnahnya sehingga harus melakukan bid'ah ?

Achmad irzan bin sukamto from pekalongan, jawa engah, hidup di kabupaten tangerang.

Offline PRYSMIAN

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2007
  • Tulisan: 43
    • Lihat Profil
« Jawab #24 pada: 12 Juli 2007, 16:52:58 »
-Afwan- ana sedikit nambahin ya..
KAIDAH  KEEMPAT 
وضدُّه تزاحمُ المفاسدِ فارْتَكِب الأدنى من المفاس
WADHIDDUHU TAZAKUMUL MAFASIDDI FARTAKABU ADNA MINAL MAFASIDI
ARTINYA: adapun lawannya jika bertabrakan antara mudharat satu dengan yang lainya maka diambil mudharat yang paling kecil dan ringan
=======
Contoh politisnya adl pelengseran Gus Dur sbg presiden.
1. Gus Dur saat sebagai presiden sering melontarkan pendapat2 yg berbahaya bagi umat dan jika didiamkan maka akan semakin berbahaya dan berani,
2. Jikapun diganti maka penggantinya adl Megawati yg notabene seorang wanita dan scr syara' tdk boleh menjadi presiden .
bagaimana keputusanya ? dg kaidah diatas maka dipilihlah pilihan kedua karena menurut penilaian Megawati tdk terlalu seberani dan tdk seberbahaya Gus Dur.
Wallahua'alam,
Ini gak usah ditanggapi ya...,  akh@ abi monggo bahasan yg bagus ini  dilanjut lagi... 

Offline abizechaabizecha

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 4.214
  • Lokasi: saudi arabia
  • Jenis kelamin: Pria
  • meniti jejak generasi salaf
    • Lihat Profil
    • mylink
« Jawab #25 pada: 12 Juli 2007, 21:04:27 »
untuk akh abi, ada pepatah dari indonesia "anjing menggonggong kafilah berlalu" jadi lanjutkan bagi-bagi ilmunya, btw kalau bisa aku minta yang bentuk file dong misalnya file word.
==
aku pernah minta permasalahan ini sama teman tapi dia belum sempat. jadi ini seperti mendapat durian runtuh bagi saya, semoga allah menambhkan kebaikan kepadamu.

insya allah kalo dah selesai pembahasannya, antum hub ana, karena saat ini lagi ana rangkum dan terjemahin baru sampai qaidah ke empat, sabar dulu yaa ?? untuk hari ini & besok belum bisa lanjutin pembahasannya maklum kamis akhir minggu & jum'at libur.

Offline abdul_wahab

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2007
  • Tulisan: 562
  • Lokasi: Indonesia
  • Jenis kelamin: Pria
  • Jika ada khilaf dari saya pribadi, mohon dimaafkan
    • Lihat Profil
« Jawab #26 pada: 12 Juli 2007, 21:28:45 »
@abizechaabizecha

Aduh yg tinggal di arab saudi... enak ya. Sendirian atau sama keluarga nih?
Universitas Madinah atau Ponpes ?
Sudah tua gini apa bisa masuk ke sana ya ?

Barakallahu fiikum.

Saya juga ingin bahasa arab. Yang pertama dipelajari apa dulu ? Tufah ? Muyasar ? Durush shulugoh ?

Mayoritas orang Indonesia benci kepada Amerika (perkiraan saya ya), tapi kok ada juga yang mau belajar menuntut ilmu agama Islam di USA ??

Wallahu a'lam bish showab.

Offline Faisal

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 616
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #27 pada: 13 Juli 2007, 07:19:43 »
Menfatwa umat yang rutin yasinan setiap jumat lebih besar manfaatnya dari menfatwa yang ngga pernah baca Quran....

Menfatwa jamaah jamaah Islamiyah yg bergerak diberbagai medan dakwah ( sebagai jamaah bidaah / sesat dlsb )....lebih besar manfaatnya dari menfatwa jamaah kafirrin.

Menfatwa sesatnya ulama ulama non Salafy lebih enak dari menfatwa  BUSH laknatullah yang tiap mari "minum" darah kaum muslimin....

Menfatwa Hamas...Syeik Yasin...Abdul Aziz Ar Rantisi lebih bermanfaat dari menfatwa Ehud Olmert atau Ariel Saron laknatullah...

He..he..he....

------------------------------------
AKh Abiz....setiap orang bisa beda menilai manfaat dan modhorot suatu permasalahan..hingga timbul perbedaan dalam menentukan skala priorotas....

namun nilailah  mengunakan suara hati....apakah perjuangan ente yang didominasi oleh "fatwa vonis" terhadap sesama muslim lebih bermanfaat dari perjuangan menghatam musuh musuh Allah...

sungguh! mendiamkan fatwa terhadap Hamas dan Syiah lebih bermanfaat dari mendiamkan Fatwa terhadap Amerika cs...

Itu menurut hati nurani ana...

Sebaik2nya Amerika CS....maka lebih jauh baik lagi Hamas...Kenapa ente mendiamkan Amerika?

Fatwalah untuk menantang Amerika Di Iraq wajib hukumnya...dan mebina hubungan baik dengan sang pembunuh haram hukumnya....


Rasulullah s.a.w. bersabda: ” Sesungguhnya sejahat-jahat manusia di sisi Allah di hari kiamat kelak ialah seorang lelaki yang melepaskan hajatnya kepada isterinya dan isterinya melepaskan hajat padanya kemudian ia menceritakan rahasia itu.” (Riwayat Ahmad)

Offline Faisal

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 616
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #28 pada: 13 Juli 2007, 07:25:29 »
{quote="abdul_wahab"]Mayoritas orang Indonesia benci kepada Amerika (perkiraan saya ya), tapi kok ada juga yang mau belajar menuntut ilmu agama Islam di USA ??

Wallahu a'lam bish showab.[/quote]

Ilmu boleh diambil dari siap saja asal bermanfaat....tidak semua produk kafir jelek...Dinar dan dirham dizaman Rasul bukan produk Islam tapi warisan Romawi....

Namun untuk belajar Ilmu agama saat ini sangat tidak dianjurkan menuntut di Barat....mereka yg menuntut Islam di Barat akan menghasilkan "generasi Ulil Absar Abdalla". Nauzubillah....
Rasulullah s.a.w. bersabda: ” Sesungguhnya sejahat-jahat manusia di sisi Allah di hari kiamat kelak ialah seorang lelaki yang melepaskan hajatnya kepada isterinya dan isterinya melepaskan hajat padanya kemudian ia menceritakan rahasia itu.” (Riwayat Ahmad)

Offline zaad

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 1.530
  • Lokasi: jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • APAKAH ENGKAU TIDAK PUNYA MALU ?
    • Lihat Profil
« Jawab #29 pada: 13 Juli 2007, 08:46:43 »
orang yang berakal tahu mana ilmu dan mana bualan, jadi saya harap saudara abi tidak mengetikkan disini kecuali kaidah fiqh nya aja, kalau ada sampah masuk, mohon di abaikan, kita tahu kok mana sampah dan mana mutiara.
apakah engkau tidak merasa cukup dengan sunnahnya sehingga harus melakukan bid'ah ?

Achmad irzan bin sukamto from pekalongan, jawa engah, hidup di kabupaten tangerang.