Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Selasa, 22 Mei 2012/1 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:52 - Shubuh 4:33:16 - Terbit 5:55:13 - Dzuhur 11:49:37 - Ashar 15:11:37 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:30 WIB

Penulis Topik: SHARING ABOUT TA"ARUFMU disini  (Dibaca 20920 kali)


Offline aisya

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 6.378
  • Lokasi: jakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
  • I Love Allah
    • Lihat Profil
« Jawab #495 pada: 29 September 2009, 16:17:35 »
iya deh yang udah nikah ............ cucian banget sih gw

doain kita yah supaya bisa cepet2 digombalin ama ikhwan yang sah alias hubby :p
I LOVE ALLAH

Offline dian_syahril

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 8.201
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #496 pada: 29 September 2009, 16:29:42 »
gombal ini ga mutlak ikhwan, akhwat/cewek juga ada koq...
dulu waktu kuliah, akhwat yg bertaaruf dgn saya (mgkn pacaran ya gara2 waktu itu blm dpt restu ortu nikah sblm lulus kuliah) sampe bilang sayang, cinta, ga bisa kehilangan, sampe dia ngomong mas adalah segala2nya buat saya...
nyatanya stlh ortu saya ke rumahnya trus mo ditetapin tgl nikahnya, dia malah dekat ama ikhwan lain & ninggalin saya

apakah saya kecewa, patah hati ? SORRY, gak lah yaw  :hihi:

ngapain patah hati, karena belum tentu dia juga patah hati

dan saya sering dengerin curhat dari ikhwan ataupun cowok non muslim disekitar saya yg digombalin ceweknya then ditinggalin begitu saja :)
mohon maaf lahir & batin jika ada tulisan, perkataan & perbuatan saya baik yg disengaja maupun yg tidak selama di myQ.org :)

Offline bandel

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 5.577
  • Lokasi: indonesia
  • I was born to make you happy ^_^
    • Lihat Profil
    • bandel's Site
« Jawab #497 pada: 29 September 2009, 23:08:48 »
Hmm..
Taaruf itu gmana?
Tuhan, Aku kedinginan, bolehkan aku memeluk-Mu?

Offline irfan ali

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 1.523
  • Lokasi: bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • ingin pesan hosting klik
« Jawab #498 pada: 29 September 2009, 23:15:37 »
Alhamdulillah, akhir nya ada kabar dari akhwat tersebut, dan ana di undang oleh keluarganya , untuk membicarakan proses taaruf lebih lanjut  %peace%  :malu:
wahai jamaha jin dan manusia, lintasilah penjuru langit dan bumi, sekali kali kamu tak sanggup melintasinya melainkan dengan sultan [kekuatan].

Offline Shaalahuddin

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2009
  • Tulisan: 41
    • Lihat Profil
« Jawab #499 pada: 29 September 2009, 23:19:13 »
gombal ini ga mutlak ikhwan, akhwat/cewek juga ada koq...

dan saya sering dengerin curhat dari ikhwan ataupun cowok non muslim disekitar saya yg digombalin ceweknya then ditinggalin begitu saja :)
Benar adanya.

Offline ronyajadech

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 2.083
  • Lokasi: Earth!
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #500 pada: 30 September 2009, 08:03:09 »
setiap orang akan mendapatkan apa yang dia niatkan....

carilah yang solehah... lebih gimana gitu.... :siul:

Offline web

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2007
  • Tulisan: 1.124
  • Lokasi: PaleMBanK
  • Reborn as New Comer
    • Lihat Profil
« Jawab #501 pada: 30 September 2009, 10:48:50 »
sy mau tanya soal taaruf dikit nich:
bener ngak sich ini konteks taaruf yag semestinya :
sy kenal dgn muslimah dan sy ajak pacaran tp beliau maunya taaruf lalu kami sepakat taaruf (jujur, secara detail saya blom paham  makna dan proses sebenarnya).
kami langsung bertemu, tanpa ada perantara,
ketika proses taaruf berjalan, si muslimah ini "mengenalkan"pria lain, yang katanya sedang proses taaruf juga dengan dia.entah apakah ada pria lainnya saya ngak tahu.

apakah begitu taaruf yang sebenarnya,..?

Offline ronyajadech

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 2.083
  • Lokasi: Earth!
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #502 pada: 30 September 2009, 12:43:06 »
^ menurutku...
itu sih ta'aruf dalam arti terjemahan aja kali.. cuma kenalan.. :siul:

Offline permata pure

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2009
  • Tulisan: 211
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #503 pada: 02 Oktober 2009, 20:25:20 »
aslmkm,,
ana blh tau proses taaruf tu kyk gmn ya?

Offline maswahyu

  • Moderator
  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 16.161
  • Lokasi: Bandar Lampung - Sleman - Yogyakarta - Bandung - Jakarta - Bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #504 pada: 02 Oktober 2009, 22:23:24 »
Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.,

Copas dari thread lainnya :

Ta'aruf sebagai sarana yang objektif dalam melakukan pengenalan dan pendekatan. Ta'aruf sangat berbeda dengan pacaran. Ta`aruf secara syar`i memang diperintahkan oleh Rasulullah SAW bagi pasangan yang ingin nikah. Perbedaan hakiki antara pacaran dengan ta'aruf adalah dari segi tujuan dan manfaat.

Jika tujuan pacaran lebih kepada kenikmatan sesaat, zina dan maksiat. Sedang ta'aruf jelas sekali tujuannya yaitu untuk mengetahui kriteria calon pasangan.

Dalam pacaran, mengenal dan mengetahui hal-hal tertentu calon pasangan dilakukan dengan cara yang sama sekali tidak memenuhi kriteria sebuah pengenalan. Ibarat seorang yang ingin membeli mobil second tapi tidak melakukan pemeriksaan, dia cuma memegang atau mengelus mobil itu tanpa pernah tahu kondisi mesinnya. Bahkan dia tidak menyalakan mesin atau membuka kap mesinnya. Bagaimana mungkin dia bisa tahu kelemahan dan kelebihan mobil itu.

Sedangkan taaruf adalah seperti seorang montir mobil ahli yang memeriksa mesin, sistem kemudi, sistem rem, sistem lampu dan elektrik, roda dan sebagainya. Bila ternyata cocok, maka barulah dia melakukan tawar menawar.

Ketika melakukan ta'aruf, seseorang baik pihak laki atau wanita berhak untuk bertanya yang mendetail, seperti tentang penyakit, kebiasaan buruk dan baik, sifat dan lainnya. Kedua belah pihak harus jujur dalam menyampaikannya. Karena bila tidak jujur, bisa berakibat fatal nantinya.

Namun secara teknis, untuk melakukan pengecekan, calon pembeli tidak pernah boleh untuk membawa pergi mobil itu sendiri. Silahkan periksa dengan baik dan kalau tertarik, mari bicara harga.

Dalam upaya ta'aruf dengan calon pasangan, pihak laki dan wanita dipersilahkan menanyakan apa saja yang kira-kira terkait dengan kepentingan masing-masing nanti selama mengarungi kehidupan. Tapi tentu saja semua itu harus dilakukan dengan adab dan etikanya. Tidak boleh dilakukan cuma berdua saja. Harus ada yang mendampingi dan yang utama adalah wali atau keluarganya. Jadi ta`aruf bukanlah bermesraan berdua, tapi lebih kepada pembicaraan yang bersifat realistis untuk mempersiapkan sebuah perjalanan panjang berdua.

Taaruf adalah media syar`i yang dapat digunakan untuk melakukan pengenalan terhadap calon pasangan. Sisi yang dijadikan pengenalan tidak hanya terkait dengan data global, melainkan juga termasuk hal-hal kecil yang menurut masing-masing pihak cukup penting.

Misalnya masalah kecantikan calon istri, dibolehkan untuk melihat langsung wajahnya dengan cara yang seksama, bukan cuma sekedar curi-curi pandang atau ngintip fotonya. Justru Islam telah memerintahkan seorang calon suami untuk mendatangi calon istrinya secara langsung face to face, bukan melalui media foto, lukisan atau video.

Karena pada hakikatnya wajah seorang wanita itu bukan aurat, jadi tidak ada salahnya untuk dilihat. Dan khusus dalam kasus ta`aruf, yang namanya melihat wajah itu bukan cuma melirik-melirik sekilas, tapi kalau perlu dipelototi dengan seksama. Periksalah apakah ada jerawat numpang tumbuh disana. Begitu juga dia boleh meminta diperlihatkan kedua tapak tangan calon istrinya. Juga bukan melihat sekilas, tapi melihat dengan seksama. Karena tapak tangan wanita pun bukan termasuk aurat.

Lalu bagaimana dengan keharusan ghadhdhul bashar ? Bab ghadhdhul bashar tempatnya bukan saat ta`aruf, karena pada saat ta`aruf, secara khusus Rasulullah SAW memang memerintahkan untuk melihat dengan seksama dan teliti.

Selain urusan melihat pisik, taaruf juga harus menghasilkan data yang berkaitan dengan sikap, perilaku, pengalaman, cara kehidupan dan lain-lainnya. Hanya semua itu harus dilakukan dengan cara yang benar dan dalam koridor syari`ah Islam. Minimal harus ditemani orang lain baik dari keluarga calon istri atau dari calon suami. Sehingga tidak dibenarkan untuk pergi jalan-jalan berdua, nonton, boncengan, kencan, ngedate dan seterusnya dengan menggunakan alasan ta`aruf. Janganlah ta`aruf menjadi pacaran. Sehingga tidak terjadi khalwat dan ikhtilath antara pasangan yang belum jadi suami istri ini.

Mengenai jarak antara lamaran dan akad,. tidak ada batasan tertentu. Tetapi sebaiknya akad dilakukan secepat mungkin setelah lamaran untuk menghindarkan fitnah. Bahkan, tidak mengapa menanyakan tentang kemungkinan pelaksanaan akad tersebut saat lamaran dilakukan.

lalu, mengenai cara menolak ajakan menikah seorang akhwat tentu saja hal itu harus dilakukan dengan ucapan yang baik yang tidak menyinggungnya, entah secara langsung atau lewat cara lain yang dipandang bisa dipahami secara baik olehnya. 

Offline permata pure

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2009
  • Tulisan: 211
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #505 pada: 02 Oktober 2009, 22:30:55 »
ghadhdhul bashar ??

afwan bisa di perjelas??

Offline ireallycute

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 2.223
  • Lokasi: Jogja
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dzikir Allah itu lbh besar (org-nya blm tentu ada)
    • Lihat Profil
« Jawab #506 pada: 02 Oktober 2009, 22:37:15 »
ghadhdhul bashar ??
afwan bisa di perjelas??

> menundukkan pandangan
ada yg dengan cara menunduk ketika bicara or ndak liat orangnya namun ada pula yg mengartikan dgn boleh2 saja melihat tatapi tetep bisa atau menguasai/menundukkan mata kita akan hal2 yg tidak pantas diliat menurut agama.

ane itu juga katanya lho ya?  :D
"Maka bersabarlah kamu seperti sabarnya para Rasul yang mempunyai keteguhan hati dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka." (QS. 46:35)"

Offline irfan ali

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 1.523
  • Lokasi: bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • ingin pesan hosting klik
« Jawab #507 pada: 03 Oktober 2009, 00:01:41 »
alhamdulillah, proses pertemuan, ana dan keluarga sang akhwat berjalan lancar, keluarga sang akhwat siap menjadi mediator antara ana dengan orang tua akhwat untuk proses taaruf antara ana dan keluarga akhwat tersebut...........,

 :)  Mohon doa dari semua nya, semoga proses ana dengan akhwat tersebut dalam menuju mahligai rumah tangga yang sakinah, mawahda warahma bisa terwujud  :)

amin ya rabbal alamin  :)







nanti ana ceritain semua kisah taaruf ana dari awal hingga akhir, tunggu ajha kelanjutan nya  %peace% :malu:
« Edit Terakhir: 03 Oktober 2009, 00:06:22 oleh irfan ali »
wahai jamaha jin dan manusia, lintasilah penjuru langit dan bumi, sekali kali kamu tak sanggup melintasinya melainkan dengan sultan [kekuatan].

Offline haraqiri_vs_harajuqu

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2009
  • Tulisan: 3.478
    • Lihat Profil
« Jawab #508 pada: 03 Oktober 2009, 00:08:20 »
^
semoga dimudahkan... Allahumma aamiiin... :D

ditunggu ceritanya... :ngemil:

Offline fasila_rai

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2008
  • Tulisan: 2
    • Lihat Profil
« Jawab #509 pada: 03 Oktober 2009, 11:31:33 »
ta'aruf..., ingat 6 th silam. saya seorang mahasiswi semester 4 saat itu,kami bertemu di myquran di forum ini, begitu singkat proses nya, tapi sangat bermakna dan penuh hikmah. saya dan suami, tiga hari sebelum hari h baru tau satu sama lainnya ( maksudnya melihat detail secara fisik masing2 ). proses ta'aruf kami berjalan dengan apa adanya dan tak ada kendala ( alhamdulillah ), karena saya sangat yakin ( insyaallah ) kepada allah dengan apa yang saya niatkan maka menikahlah karena allah ( ibadah ), niscaya kita tidak akan menyesalinya ( insyaallah ). jika kita menikah karena hartanya dan keelokkanya maka hanya itu saja yang kita dapati, tetapi jika kita menikah hanya karena allah dan prosesnya sesuai syari'at, rahmat dan keberkahan serata kesakinahan insyallah kita dapati..
walaupun suami saya apa adanyaa tapi saya sangat bersyukur atas kehadiranya di sisi saya ( semoga allah membalas kebaikan suamiku, amiin ). :malu: