Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Selasa, 22 Mei 2012/1 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:52 - Shubuh 4:33:16 - Terbit 5:55:13 - Dzuhur 11:49:37 - Ashar 15:11:37 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:30 WIB

Penulis Topik: Kabar Dakwah Islam di Seluruh Dunia  (Dibaca 6439 kali)


Offline edelweis

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 356
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« pada: 04 April 2006, 16:32:34 »
 ini ana dapet dr temen :D


Ratap Tangis di Al jazair


Al jazair adalah salah satu negara di Afrika Utara. Aljazair dijajah oleh Prancis yang membawa budaya dan agamanya di tengah-tengah kaum muslimin yang berbahasa Arab, sehingga gerakan Prancisiasi dan kristenisasi berjalan gencar di sana. Keadaan Aljazair kurang lebih sama dengan keadaan negara-negara kaum muslimin di dunia ini yang dijajah oleh imprealisme barat.
Jum?iyah Al-Ulama Al-Muslimin Al-Jazairiyyin dan perjuangannya : Pada tahun 1931 Syaikh Abdul Hamid Badis bersama para ulama Al-Jazair lainnya mendirikan organisasi Jum?iyah Al-Ulama Al-Muslimin Al-Jazairiyyin dan berjuang untuk membangun dakwah salafiyah di Aljazair. Ide pendirian organisasi ini timbul pada tahun 1913 yang dikemukakan oleh Ibnu Badis dalam pertemuan dengan temannya dari Al Jazair yang bernama Syaikh Muhammad Basyir Al-Ibrahim. Pertemuan ini berlangsung di Madinah. Syaikh Basyir ?beliau juga seorang ulama Aljazair- menceritakan bahwa rekannya ?Ibnu badis- mengajak berdiskusi dengannya setiap malam setelah shalat Isya? di masjid Nabawi. Beliau duduk di rumah Basyir sampai waktu berangkat shalat shubuh dan berjama?ah di masjid Nabawi. Demikianlah kegiatan beliau setiap malam selama tiga bulan kunjungan Ibnu Badis di Madinah. Pada saat itu keadaan di Aljazair diliputi berbagai kebodohan terhadap agama, hingga bid?ah, syirik dan berbagai penyimpangan lainnya telah membudaya di sana. Thariqat sufiyah menguasai kehidupan keagamaan di Aljazair. Syaikh Abdul Hamid Badis kemudian mengibarkan bendera dakwah salafiyah dengan menyerang ahlu bid?ah dan para penyeleweng agama dalam majlis-majlis pengajian beliau di Aljazair.
Pada tahun 1925 beliau menerbitkan majalah Al-Muntaqid, yang dengannya beliau menjelaskan manhaj salafus shalih dan membantah berbagai bid?ah yang sedang berkembang di sana. Kemudian beliau juga menerbitkan majalah Asy-Shihah. Melalui majalah ini beliau berupaya mengumpulkan dukungan berkenaan dengan upaya perbaikan umat Islam di Aljazair dengan mendirikan Al-Jum?iyah al-Ulama Al-Jazairiyyin.
Ide pendirian tersebut mendapat sambutan hangat dari para ulama seperti Syaikh Thayyib Al-Aqabi, Syaikh Mubarak Al-Milly, Syaikh Ar-Rabbiy At-Tabasiy dan lain-lain. Pada tahun 1931 melalui majalah Asy-Shihab keluarlah undangan pertemuan di Aljir (ibukota Al Jazair) pada tangga 5 mei hari Selasa bertepatan dengan tanggal 17 Dzulhijjah 1349 Hijriyah. Dalam pertemuan tersebut dibentuklah organisasi yang diberi nama Jum?iyatul Ulama Al-Jazairiyyin. Organisasi ini diketuai oleh Syaikh Abdul Hamid Badis dengan wakilnya Syaikh Muhammad Basyir Al-Ibrahim. Mereka amat gencar mendidik kader-kader dengan mendirikan madrasah-madrasah di seluruh Aljazair, menerbitkan buku-buku agama dan terus menerbitkan majalah guna menyebarkan pemahaman Sa;afus Shaleh Ahlus Sunnah wal Jama?ah dan meng-counter berbagai pemahaman dan pengamalan bid?ah di kalangan umat Islam di Aljazair. Demikian juga mereka berjuang menghadang gerakan kristenisasi di kalangan muslimin di Aljazair. Dakwah salafiyyah hidup subur di Aljazair, sehiingga Ahlul Bid?ah merasa sangat terancam dengan dakwah ini.
Percayakan hatimu pada Allah saja..
Karena apa yang indah di pandangan,
Hanya sebatas penglihatan manusia yang lemah. Memang tak mudah percaya Pada apa yang tidak tampak di mata Tapi bukankah itu yang

Offline edelweis

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 356
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 04 April 2006, 16:33:48 »
Lima tahun setelah berdirinya organisasi ini Syaikh Muhammad Basyir Al-Ibrahim membentangkan program pokok organisasi ini sebagai berikut:
1. Memerangi thariqat shufiyah, karena tidak akan sempurna upaya perbaikan keadaan umat di Al Jazair selama masih adanya thariqat shufiyyah.
2. Menyebarkan upaya pengajaran di kalangan anak kecil dan orang dewasa yang terbebas dari campur tangan pemerintah Prancis.
3. Menghadang laju kristenisasi dan komunis di Aljazair. Dakwah salafiyyah di Aljazair dimulai oleh para ulama tersebut di atas, namun kemudian redup sepeninggal mereka, khususnya setelah kemerdekaan Aljazair dari Perancis.
Gerakan Ikhwanul Muslimin dan Jama?ah Tabligh di Aljazair : Dengan makin melemahnya dakwah salafiyah, maka tumbuhlah dakwah khalifiyyah Ikhwanul Muslimin di Aljazair. Umat Islam mulai lalai dari kewajiban menuntut ilmu Salafus Shaleh sebagaimana mereka pernah diajari oleh para ulama yang telah meninggal tersebut. Pada saat demikian mulailah tumbuh gerakan Ikhwaniyyah. Mayoritas kaum muslimin yang bodoh menyambut gembira gerakan ini, hingga mereka seolah-olah lupa terhadap dakwah salafiyyah. Bersamaan dengan ini tumbuh dan berkembang pulalah gerakan Jama?ah Tabligh dari India. Tokoh yang membawa dakwah ikhwaniyyah ini adalah seorang budayawan Aljazair yang bernama Malik bin Nabi rahimahullah. Majalah Al Bayan, London-Inggris, memuat sejarah tokoh ini yang ditulis oleh Muhammad Al-?Abdah dari edisi Nomor 14 tahun 1409 H / 1988 M sampai dengan Nomor 23 tahun 1410 H / 1989 M.
Beberapa saat setelah perkembangan dakwah ikhwaniyyah, lahirlah dari mereka gerakan takfir (pengkafiran kaum muslimin), karena pengaruh buku-buku Sayid Qutub rahimahullah. Di samping itu Ikhwanul Muslimin akhirnya terpecah menjadi dua: satu golongan dinamakan ikhwan ?alamiyyin yang menginduk pada Ikhwanul Muslimin di Mesir, dan satu golongan lainnya dikatakan Iqlimiyyin yang berdiri sendiri terpisah dari induknya di Mesir. Golongan kedua ini dinamakan juga Ikhwanul MusliminAljaz?arah. Bersamaan dengan itu timbul pula gerakan sufiyah yang bernama Jama?ah Tabligh dari India. Kemudian ketika bangkit dakwah kaum Rafidlah (Syi?ah ekstrim) di Iran yang dipimpin oleh Khumaini, Ikhwanul Muslimin secara internasional menyambut dan mendukung revolusi ini. Termasuk pula di Aljazair, kaum Rafidlah dan dakwahnya masuk dengan sambutan yang hangat dari Ikhwanul Muslimin dengan alasan menyambut semangat revolusi Islam.
Sementara itu aqidah yang mendominasi gerakan Ikhwanul Muslimin adalah aqidah Asy-?Ariyyah. Ikhwanul Muslimin Aljaza?rah lebih kuat semangat fanatismenya dengan Asy-?Ariyyah ini dibandingkan dengan Ikhwanul Muslimin ?Alamiyin.
Pada tahun 1400 H / 1979 M, tampillah seorang tokoh yang bernama Ali bin Haj atau Ali Balhaaj. Ia adalah seorang orator yang mengajarkan aqidah dengan manhaj (sistem) Asy-?Asyariyah dan kemudian tampil dengan sedikit pemahaman salafiyah, sehingga yang ditonjolkan dalam dakwah Balhaaj ini bahwa Salafiyah ini adalah dakwah dalam bidang aqidah semata. Pada waktu itu Ali Balhaaj masih sangat keras pertentangannya dengan Abbas Madani, seorang tokoh Ikhwanul Muslimin lalinnya, sementara dakwah salafiyah mulai merebak di kampus-kampus perguruan tinggi dan di masjid-masjid di Aljazair. Dakwah salafiyah ini dibawa oleh para alumni Universitas Islamiyah Madinah Nabawiyah. Akan tetapi, kemudian Ali Balhaaj ditokohkan sebagai pimpinan dakwah salafiyyah. Hal ini merupakan awal dari malapetaka atas dakwah salafiyyah di sana. Seseorang yang sangat labil dalam berpegang dengan pemahaman salafiyyah justru dipercaya memimpin dakwah yang sangat berat dan besar musuhnya. Apalagi dia amat kuat latar belakang nasionalisme, Asy-?Ariyyah dan semangat Ikhwanul Musliminnya.
Pada tahun 1401 H / 1980 M, muncul pula tokoh lain yang cenderung kepada jihad bersenjata, yaitu Musthafa Abu Ya?la dengan kelompok barunya Al-Jama?ah Al-Islamiyyah. Kelompok ini tumbuh di Mesir dengan nama populernya Jama?atul Jihad dan menyebar hampir di seluruh negara Arab. Pada tahun itu pula terjadi demonstrasi besar-besaran di kampus Universitas Kampus Aljier yang diadakan oleh berbagai kelompok Ikhwanul Muslimin tersebut yang menuntut diterapkannya syari?at Islam di Aljazair. Pada waktu itu Al-Balhaaj menampakkan sikap tidak setuju terhadap kegiatan demonstrasi ini dengan alasan demonstrasi tidak ada dalilnya di dalam Al-Qur?an dan Al-Hadits. Dan dalam perkara ini, dia benar dan menampakkan sikap salafinya, akan tetapi dalam banyak pidatonya, kemudian dia menampilkan sikap seolah-olah menyetujui kegiatan demonstrasi tersebut. Hal ini dikarenakan labilnya pemahaman dia terhadap manhaj salaf, sehingga ia hanyut dengan berbagai pidato agitasi politik. Akhirnya pemerintah menangkapnya bersama para agitator lainnya dan menjebloskan mereka ke penjara. Setelah itu dakwah di Aljazair diberangus akibat peristiwa demonstrasi dan penangkapan tersebut. Begitu pula dakwah agitasi politik terhenti dengan berbagai malapetakanya.
Percayakan hatimu pada Allah saja..
Karena apa yang indah di pandangan,
Hanya sebatas penglihatan manusia yang lemah. Memang tak mudah percaya Pada apa yang tidak tampak di mata Tapi bukankah itu yang

Offline edelweis

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 356
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 04 April 2006, 16:35:04 »
Dakwah Salafiyyah bangkit kembali : Dengan diberangusnya dakwah agitasi politik dan dijebloskannya para tokoh dakwah tersebut ke penjara, orang mulai menyadari betapa butuhnya umat ini akan ilmu tentang agamanya. Para dai salafiyyin kembali melancarkan upaya penyebaran ilmu agama, sehingga dengan demikian mulailah semarak di Aljazair semangat menuntut ilmu agama di masjid-masjid dan di halaqah-halaqah. Para dai salafiyin menyebarkan dakwah salafiyah dengan menyebarkan ilmu di seantero negeri yang merupakan negara terluas kedua di Afrika, sehingga semangat mencintai ilmu sangat tinggi dan meluas.
Diceritakan oleh Abdul Malik bin Ahmad bin Al-Mubarak Ramadhani Aljazair ?seorang thalibul ?ilmi- bahwa Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albany hafidhahullah di Amman, Yordania dalam suatu majelis mendapat telepon dari Aljazair sebanyak lima puluh kali yang menanyakan berbagai masalah dan meminta nasihat. Penyebaran kitab-kitab ahlus sunnah semakin gencar melalui berbagai pameran kitab yang dibanjiri oleh thalibul ?ilmi dan juga melalui pembagian kitab secara gratis dari kedutaan Saudi Arabia. Para alumnus Universitas Islam Madinah juga membawa kitab-kitab ulama ahlus sunnah sebagai rujukan. Hal ini semua semakin memperbesar penyebaran ilmu dan pemahaman salafiyyah. Akibatnya berbagai kelompok hizbiyyun terpaksa juga membuka majlis-majlis ilmu walaupun sebelumnya mereka amat sinis terhadap ilmu dan ahlul ilmu. Kaum sufiyyah semakin terjepit, sehingga mereka tidak berani lagi terang-terangan dalam menyatakan pemahaman dan keyakinannya. Kaum atheis sosialis juga semakin tidak berdaya menghadapi semangat yang amat besar dari umat Islam untuk menuntut ilmu agama.
Abdul Malik Ramadhani Aljazairi menceritakan bahwa satu majlis ilmu di masjid dihadiri oleh dua ribu orang dalam keadaan membawa kita, setiap yang hadir siap untuk belajar dengan serius. Keadaan demikian terus berlangsung sampai segenap sistem masyarakat dan negara terpengaruh olehnya. Diceritakan bahwa padasatu daerah di Aljazair sebelah barat telah dihancurkan enam puluh kubah yang dibangun di atas kubur dengan dibantu oleh para pejabat pemerintah setempat. Di kantor-kantor pemerintah ditegakkan shalat berjama?ah pada jam-jam dinas. Pemerintah menetapkan peraturan yang mewajibkan setiap kantor usaha menyediakan masjid untuk menunaikan shalat berjama?ah. Tempat-tempat museum semakin sedikit, bahkan pemerintah menghukum orang Islam yang terang-terangan tidak berpuasa di siang hari pada bulan Ramadlan dengan hukuman resmi. Di parlemen mulai diperdebatkan dengan terbuka undang-undang pelanggaran khamer, olah raga di tempat umum bagi wanita dan berbagai permasalahan yang sesuai dengan syariat Islam.
Tentara yang semula dilarang memelihara jenggot, mulai sebagian mereka menumbuhkan jenggot. Jilbab untuk muslimah semakin memasyarakat, pakaian yang melambangkan keislaman seperti jubah dan ?imamah bagi lelaki bukan barang asing lagi. Hal ini semua adalah merupakan barakah yang Allah turunkan dengan sebab dakwah salafiyah mengajari umat ilmu tentang qur?an dan sunnah dan membangkitkan semangat beramal dengannya serta memberantas bid?ah, syirik dan kejahilan. Keadaan ini terus berlangsung selama lima tahun dan dakwah salafiyah tidak diganggu atau dikotori oleh para da?i agitator semacam Ali Balhaj, ?Abbas Madani dan kawan-kawannya, karena mereka semua meringkuk di penjara dan orang pun mulai melupakan mereka.
Akhirnya, kaum sosialis yang memegang jabatan-jabatan tinggi di pemerintahan mulai berfikir untuk membendung kemajuan dakwah salafiyah ini, karena mereka merasa sangat terancam dengan keruntuhan. Mereka paham bahwa dakwah ini tidak mungkin terbendung, kecuali dengan para tokoh singa podium yang dapat memutar arus kebangkitan Islam ke arah agitasi politik, sehingga dapat dengan mudah ditumpas oleh para musuh Islam yang tetap bercokol di jabatan-jabatan tinggi negara. Pilihan pun jatuh pada alternatif yang paling ringan resikonya bagi musuh Islam itu yaitu dengan membebaskan para tokoh agitator yang sedang meringkuk di penjara seperti Ali Balhaj dan kawan-kawannya. Ini adalah sekenario mereka dalam upayanya menghancurkan dakwah salafiyah di Aljazair. Dari sinilah bermula kembali malapetaka atas kaum muslimin di Aljazair.
Percayakan hatimu pada Allah saja..
Karena apa yang indah di pandangan,
Hanya sebatas penglihatan manusia yang lemah. Memang tak mudah percaya Pada apa yang tidak tampak di mata Tapi bukankah itu yang

Offline edelweis

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 356
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 04 April 2006, 16:36:06 »
Kebangkitan Kembali Dakwah Agitasi Politik : Suasana kehidupan dalam penjara bagi Ali Balhaj dan kawan-kawannya adalah suasana menumpuk kebencian dan dendam atau dalam istilah populernya adalah Barisan Sakit Hati (BSH). Semangat kebencian dan dendam semakin tinggi, karena sehari-harinya mereka melahap buku-buku karya Sayid Qutub, Hasan Al Bana, ?Abdul Qadir ?Audah, Muhammad Al-Ghazali rahimahumullah wa ghafarahum (semoga Allah merahmati dan mengampuni mereka). Juga buku-buku karya Doktor Yusuf Qardawi hadanallahu wa iyyahu (semoga Allah menunjuki kita dan dia). Sehingga ketika pada akhir tahun 1987 M / 1407 H, Ali Balhaj dan kawan-kawannya keluar penjara, mereka mulai bangkit kembali melancarkan dakwah agitasi politik. Abbas Madani yang semula berselisih dengan Balhaj, bersatu demi tujuan dan program yang sama. Ia, Madani adalah termasuk tokoh yang menyeru kepada persatuan Sunnah-Syi?ah sebagaimana umumnya para tokoh Ikhwanul Muslimin. Kedua orang ini segera membonceng massa dakwah salafiyah, hingga terjadilah perpecahan di antara kaum salafiyyun karena termakan oleh agitasi Balhaj Cs. Kaum salafiyyun sebenarnya banyak menyadari terjadinya penyimpangan jalannya dakwah salafiyah yang sedang dikendalikan oleh tokoh agitator ini. Akan tetapi, sebagaimana lazimnya, yang termakan oleh agitasi politik lebih banyak sedangkan salafiyyin yang menyadari penyimpangan itu amat sedikit.
Majelis-majelis ilmu yang penuh dengan pengunjung dijadikan ajang pelampiasan kebencian dan dendam terhadap pemerintah. Ummat digirin menuju lubang kebinasaan yang mengerikan. Di atas mimbar-mimbar agitasi politik inilah, ilmu dan ulama Ahlus Sunnah dilecehkan. Rakyat dijejali oleh kebencian dan kecurigaan terhadap pemerintah. Sehingga yang berkembang adalah sikap emosional dan mengikuti hawa nafsu tanpa bimbingan ilmu dan manhaj yang benar. Dengan demikian, Aljazair mulai dibayangi kerusuhan dan kegoncangan politik, sosial, budaya dan ekonomi. Semua ini merupakan makar kaum sosialis komunis terhadap Islam dan kaum muslimin umumnya dan terhadap dakwah salafiyyah dan salafiyyin khususnya.
Pada tahun 1989, melalui plebisit umum, pemerintah mengganti undang-undang dasar negara lama dengan undang-undang dasar baru yang diwarnai oleh liberalisme murni. Hal ini berarti memberi peluang lebih luas bagi dakwah agitasi politik, karena negara mengakui dan memberi ijin berdirinya partai-partai politik. Dengan demikian dakwah agitasi politik yang semula hanya membonceng di berbagai majelis ilmu salafiyyin sekarang mendapat kesempatan untuk tampil dengan wadah yang resmi. Dalam suasana demikian inilah berdiri partai FIS (Front Islamic de Sault) di Aljazair yang didirikan oleh Abbas Madani, Ali Balhaj, Bin Azus dan lain-lain. sementara itu Ikhwanul Muslimin Al-Iqlimiyyin membentuk Rabithah Ad-Dakwah Al-Islamiyah untuk menyatukan berbagai orpol, ormas dan golongan Islam dalam wadah perasatuan. FIS masuk dalam anggota organisasi ini yang di dalamnya bergabung berbagai golongan akidah Sunny, Asy?ari, Rafidhi, Sufi dan lain-lain. Semua golongan ini dipersatukan dengan sihir politik. Rabithah tersebut dipimpin oleh Ahmad Sahnun. Ali Balhaj pernah berkata ketika diwawancarai oleh majalah Al-Bayan, London (edisi 23 th. 1410 H / 1989 M hal. 70) dalam sebuah wawancara: ?Apakah Rabithah juga dibangun di atas manhaj Ahlus Sunnah wal Jama?ah atau mereka menerima siapa saja sekalipun bukan Sunny di dalam organisasi ini?? Dia menjawab: ?Kami berupaya di dalam berbagai pertemuan organisasi ini untuk menjadikan manhaj Ahlus Sunnah itu mendominasi majelis. Hanya ini yang dapat saya jawab sekarang dari pertanyaan anda.? Demikianlah jawaban diplomatis dari Ali Balhaj.
Percayakan hatimu pada Allah saja..
Karena apa yang indah di pandangan,
Hanya sebatas penglihatan manusia yang lemah. Memang tak mudah percaya Pada apa yang tidak tampak di mata Tapi bukankah itu yang

Offline edelweis

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 356
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 04 April 2006, 16:36:53 »
Ikhwanul Muslimin alamiyyin berkoalisi dengan partai-partai sosialis dan nasionalis. Perpecahan di kalangan salafiyyin semakin melebar, sehingga berkembang di kalangan mereka dan masyarakat, istilah salafiyah ilmiah dan salafiyah harakiyah. Pemahaman salaf yang sangat mengutamakan ilmu dan ahlul ilmi dicap sebagai salafiyah ilmiah. Sedangkan kelompok yang berpehaman dengan akidah salaf dan dakwahnya adalah pergerakan politik dinamakan salafiyah harakiyah. Demikianlah kenyataannya, dakwah salafiyah yang telah mencapai masa keemasan dan kegemilangannya diporak porandakan oleh para politikus yang berbaju salaf. Sampai di tingkat ini saja, musuh-musuh Islam telah berhasil membendung keberhasilan dakwah salafiyah melalui para agitator politik dari kalangan salafiyyin atau dengan ungkapan yang lebih tepat: Mereka adalah orang-orang yang menyusup ke dalam barisan salafiyin.
Situasi terus berlangsung, musuh Islam tidak merasa puas dengan limit keberhasilan yang telah mereka capai. Pada tahun 1412 H / 1991 M, pemilu diadakan di Aljazair yang berakhir dengan kemenangan FIS secara mutlak pada urutan pertama, sehingga presiden Jedid akhirnya dipaksa mengundurkan diri. Ketika ia mundur dari jabatannya, pihak militer mengumumkan keadaan darurat, sehingga pemilu dibatalkan dengan alasan terjadi kecurangan. Partai-partai politik diberangus dengan Undang-undang keadaan darurat.
Muhammad Bodiaf, tokoh sosialis, yang sedang berada di tempat pengasingannya di Maroko, dipulangkan ke Aljazair untuk diangkat sebagai Presiden Aljazair. Dua ratus orang aktifis FIS ditangkap dan bersamaan dengan itu muncullah sayap militer FIS yang didominasi oleh pemikiran Khawarij atau istilah lain ialah kaum reaksioner. Pembunuhan kaum muslimin yang terlibat dalam FIS dilakukan oleh pemerintah militer. Sedangkan pembunuhan terhadap kaum muslimin yang terlibat dengan pemerintah dilakukan oleh sayap militer FIS. Ali Balhaj dan Abbas Madani pada akhirnya tertangkap dan kembali meringkuk di penjara, karena mereka sudah tidak dibutuhkan lagi dalam upaya musuh Islam menghancurkan dakwah salafiyah. Sekarang Balhaj sudah menjadikan penjara sebagai tonggak prestasinya. Di dalam penjara, Ia membagi ulama dengan istilah ulama sujun (ulama penjara) dan ulama suhun (ulama piring nasi). Hal ini merupakan caranya menyindir ulama ahlus sunnah yang tidak menyetujui dakwah agitasi politik.
Pertumpahan darah terus berlangsung, korban jiwa mencapai ratusan bahkan ribuan, itu tidak termasuk korban luka-luka. Rakyat dicekam ketakutan dan kengerian, hingga tumbuhlah dengan subur di kalangan rakyat jelata semangat Islam Phoby (ketakutan dalam Islam). Akhirnya mayoritas rakyat takut diajari ilmu tentang Islam. Akibatnya dakwah salafiyah hampir mandek total. Dakwah agitasi politik berakhir dengan ratap tangis para janda dan yatim rakyat jelata. Dakwah tersebut meninggalkan noda di bumi Aljazair dalam bentuk air mata dan darah kaum mustadl?afin (kaum tertindas). Noda yang lebih para dari itu ialah ketakutan rakyat jelata dari dakwah Islamiyah umumnya dan dakwah salafiyah khususnya.
Kaum sufiyah yang semula tersisih di desa-desa dan tak berdaya menghadapi dakwah salafiyah, akhirnya diangkat oleh pemerintah sebagai imam-imam di masjid-masjid kota dan desa. Kubur-kubur yang dikeramatkan dan dahulu telah dihancurkan oleh du?at salafiyin, kini dibangun kembali. Dakwah salafiyah di Aljazair menurun sampai ke titik nol. Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji?un
Percayakan hatimu pada Allah saja..
Karena apa yang indah di pandangan,
Hanya sebatas penglihatan manusia yang lemah. Memang tak mudah percaya Pada apa yang tidak tampak di mata Tapi bukankah itu yang

Offline edelweis

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 356
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 04 April 2006, 16:37:38 »
Kisah dakwah salafiyah di Aljazair saya angkat pada kesempatan kali ini karena gejala dan bibit yang sedang tumbuh di kalangan salafiyin di negeri kita ini hampir sama dengan tahapan malapetaka yang berjalan di Aljazair. Sesungguhnya apa yang terjadi di Aljazair dan yang sedang menggeliat di Indonesia, juga terjadi di banyak negeri-negeri muslim seperti Saudi Arabia. Di sana terjadi dengan tokohnya yang bernama Muhammad bin Abdillah Al-Qahthany dan Juhaiman yang berakhir dengan pertumpahan darah yang memalukan di Masjidil Haram Mekkah Al-Mukaramah pada tahun 1979. Kemudian sekarang terjadi lagi dengan tokohnya Muhammad Surur bin Nayef Zainal Abidin yang kemudian pindah ke Brimingham, Inggris, Dr. Safar Hawali, Salman Al-Audah, Dr. Muhammad Sa?id Al-Qahthany yang akhirnya merinkuk di penjara Saudi Arabia. Juga Dr. Nashir Al-Umar, Aidl Al-Qarny dan lain-lain.
Di Kuwait timbul gerakan serupa dengan tokoh-tokohnya Abdur Rahman Abdul Khaliq, Dr. Abdur Razaq As-Sayiji dan lain-lain. Gerakan mereka semua mempunyai modus vivendi yang sama dengan apa yang terjadi di Aljazair. Hanya di Saudi dan Kuwait lebih banyak ulama ahlus sunnah wal jama?ahnya, sehingga gerakan ini dengan pertolongan Allah dapat segera di tumpas atau paling tidak di-counter habis-habisan dan tidak sempat berakibat fatal terhadap dakwah salafiyah di sana. Sedangkan di Aljazair dan di Indonesia tidak ada ulama ahlus sunnah wal jama?ah yang mumpuni, sehingga berakibat fatal dan sangat dikuatirkan di Indonesia juga nantinya berakibat fatal terhadap dakwah ahlus sunnah wal jama?ah.
Saya sebagai seorang muslim ingin menasehati segenap kaum muslimin umumnya dan segenap salafiyin pada khususnya, berhati-hatilah dari pemikiran harakiyah siyasiah (pergerakan politik) yang membonceng dakwah salafiyah. Tokoh-tokoh pergerakan ini sudah bermunculan di Indonesia dengan baju salafiyin. Buku-buku telah ditulis dan diterjemahkan dalam bahasa Indonesia untuk menyebarkan pemikiran jahat ini. Pidato-pidato, studi intensif (daurah) dengan mendatangkan tokoh-tokoh mereka dari dalam maupun luar negeri terus dengan gencar dilakukan. Pesantren-pesantren, masjid-masjid didirikan di Indonesia untuk menyebarkan racun pemikiran ini. Kaum salafiyin terpecah menjadi dua kelompok pemahaman yaitu salafiyin yang merujuk kepada para ulama ahlus sunnah wal jama?ah dan salafiyin yang merujuk kepada pemikiran Abdur Rahman Abdul Khaliq, Salman Al-Audah dan lain-lain. Kaum salafiyin yang merujuk kepada ulama Ahlus Sunnah dicap sebagai ahlul ghuluw (ekstrim) dan muqlidin (suka bertaklid kepada orang-perorang). Sedangkan salafiyin yang sudah teracuni pemikirannya oleh firqah harakiyah siyasiyah menamakan diri dengan salafiyin munshifin (yang adil atau inshaf).
Dengan demikian perjuangan kami adalah menyebarkan ilmu ulama ahlus sunnah wal jama?ah dan meng-counter racun-racun pemikiran harakiyah siyasiyah. Racun-racun itu adalah bid?ah yang dikemas dengan penjelasan para ulama ahlus sunnah yang dipolitisir. Kami menganggap bahwa bahaya gerakan ini lebih besar bahayanya daripada gerakan ahlul bid?ah yang sesungguhnya karena bid?ah pemikiran ini lebih samar dan tidak diketahui oleh banyak orang.
Imam Abu Muhammad Al-Hasan bin Ali bin Khalaf Al-Barbahari yang meninggal pada tahun 329 H menasehatkan di dalam kitab beliau Syarhus Sunnah yang ditahqiq oleh Abu Yasir Khalid bin Qasim Ar-Radadi pada halaman 68 dan 69 point ke-7 dan 8:
?Berhati-hatilah dari bid?ah-bid?ah yang kecil dalam perkara agama. Karena bid?ah-bid?ah yang kecil itu akan menjadi besar. Demikian pula bid?ah yang terjadi pada umat ini. semula ia adalah bid?ah kecil yang menyerupai kebenaran. Sehingga tertipu dengannya orang yang terpelosok di dalamnya. Dan setelah terperosok ia tidak dapat keluar darinya. Lalu ia terus menjadi bid?ah yang besar dan pada akhirnya menjadi agama tersendiri yang dianut. Sehingga ia pun menyelisihi Ash-Shirat Al-Mustaqim dan kemudian keluar dari Islam.?
?Maka telitilah olehmu ?semoga Allah merahmatimu- semua yang engkau dengan ucapannya (tentang agama) dari orang yang sejaman denganmu khususnya, janganlah kamu tergesa-gesa masuk (mengikuti) pada suatu ucapan atau pendapat sampai kamu pertanyakan dulu apakah para shahabat Nabi pernah berkata seperti itu atau ulama (ahlul hadits) pernah menyatakan demikian. Maka jika kamu mendapatkan riwayat dari mereka (para shahabat dan ulama), segeralah kamu berpegang dengannya dan jangan melanggarnya karena suatu alasan serta jangan kamu meninggalkan pendapatnya karena ingin memilih pendapat lain. bila kamu berbuat demikian kamu akan masuk neraka!.?
Maraji?:
1. As-Siyasah baina Firasatil Mujtahidin Wa Takayyusil Murahiqin, oleh Abdullah bin Al-Mubarak Ali Khadran Al-Yamani.
2. Bundel Majalah Al-Bayan, London edisi 1-6, 7-12, 13-18, 19-24, 43-48.
3. Madarik An-Nadhr Fi As-Siyasah baina At-Tathbiqat Asy-Syar?iyyah wa Al-Infi?alat Al-Hammasiyyah, oleh Abdul Malik bin Ahmad, bin Al-Mubarak Ramadlani Al-Jazairi. Buku ini telah dibaca dan dipuji oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani.
4. Syarhus Sunnah, oleh Imam Al-Barbahary Tahqiq Abu Yasir Khalid bin Qasim Ar-Radadi.


--------------------------------------------------------------------------------
Percayakan hatimu pada Allah saja..
Karena apa yang indah di pandangan,
Hanya sebatas penglihatan manusia yang lemah. Memang tak mudah percaya Pada apa yang tidak tampak di mata Tapi bukankah itu yang

Offline jurig004

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 43
  • Lokasi: Jakarta Bebas Rokok
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 09 April 2006, 23:56:50 »
hem,  mudah2an tulisan ini akan membawa manfaat bagi yang beriman. Jebakan akan nikmatnya berpolitik telah dirasakan sebagian da'i salafiyin disini. walhamdulilah kebenaran akan tetap ada walau kebanyakan manusia tidak pernah menyadarinya.
jangan sekali-kali melupakan kematianmu sebab kematian tidak akan melupakanmu. ketahuilah semua yang diatas tanah akan kembali menjadi tanah.

Offline Abu Fauzan

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 399
  • Lokasi: Muntilan - Klaten - Surabaya
  • Jenis kelamin: Pria
  • Mulailah Segala Sesuatu yang Baik dengan Basmalah
    • Lihat Profil
    • Profil
« Jawab #7 pada: 17 April 2006, 17:33:12 »
Idem kang Jurig
Berkata Imaam 'Ali radhiyallahu 'anhu,"Waktu adalah pedang, jika engkau tidak cepat menebasnya maka ia akan menebasmu terlebih dahulu"


Offline haitan

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.378
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 19 April 2006, 12:39:58 »
Kejadian-kejadian yang ada di lingkungan ummat Islam sekarang ini, merupakan sebuah perjalanan. Dan kita sendiri tidak perlu menyalahkan hal-hal yang menjadikan kejadian tersebut terjadi. Tetapi kita harus mempelajarinya dengan baik, karena kejadian tersebut seharusnya memberikan pelajaran-pelajaran yang berarti, hanya kaum muslimin ada sebagiannya yang tetap bertahan dengan pendekatan yang sebelumnya atau ada juga kaum muslimin yang langsung meninggalkannya sama sekali atau juga menutupinya dengan pendekatan yang lebih strategis.

Seperti yang ada di Indonesia, kita bisa mempelajarinya, tetapi kadangkala kita bertahan dengan pandangan awal, atau juga kita berubah dengan pendekatan yang baru.
http://haitanrachman.wordpress.com (Moh. Haitan Rachman)

http://usahadawah.com (Madrasah Da'wah dan Islam)

http://indonesianstrategic.wordpress.com (INDONESIAN STRATEGIC 2025)

Offline i_cry_when_i_fly

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 100
  • Maka, aku tiba di tempat yang sangat jauh...
    • Lihat Profil
    • My Bloggy
« Jawab #9 pada: 23 September 2008, 04:56:56 »
BismillaahirRahmanirRahim

Assalamu'alaikum warahmatullaah wabarakatuh,

Saya hanya mau share aja mengenai Dunia Dakwah Islam di Turkey, Macedonia, Albania, Kosovo dan Swiss, kebetulan sekarang saya berada di tengah-tengah negara tersebut dan hidup bersama keluarga eropa Muslim (maklum saya nikah ama bule albanian muslim).

Penduduk Muslim di Turkey sekarang udah banyak yang meninggalkan baju sekulernya (meskipun kalau jalan-jalan di Istanbul gak ada bedanya di eropa, dikit wanita yang pakai Jilbab), tapi sekarang much better Lah. Dulu mahasiswi kagak boleh gunakan Jilbab waktu masuk Universitas, jadi banyak our Muslimah sisters yang keluar rumah pakai Jilbab trus didepan Univ jilbabnya di Copot!! saya lihat sendiri our sisters yang beginian-kasihan!! Waktu mereka lihat saya yang berjilbab dan suami yang berjenggot mereka Rada Malu.

Sekarang kondisinya udah baikan meskipun para sekuler gencar melawan hukum membolehkan para Akhwat gunakan Jilbab di tempat public/univ/kantor etc. Maklumlah anaknya Presiden Turkey juga pakai Jilbab, trus sewaktu ada kunjungan presiden Italia ke Turkey dan tuh presiden menyodorkan tangan untuk bersalaman dengan anaknya presiden Turkey... alhamdulillaah anaknya gak mau nyodorkan tangannya-bukan muhrim lahh O0. Jadi Heboh!! soalnya ditayangkan di TV-TV turkey. Tapi hal itu dijawab elegan ama Presiden Turkeynya.

Dakwah Salafi juga udah mulai diterima, terbukti sewaktu syaikh Salim Bin Eid alhilali and Syaikh Ali dateng ke Istanbul, banyak peserta dan banyak buku-buku karangan para Ulama sudah diterjemahkan ke bhs Turkey. kebetulan pasangan ku juga bisa bhs Turkey dan sering ke turkey jg.

Yang buat sedih hampir sebagian besar yang religious (sholat 5 waktu, jilbab) masih percaya tahayul-tahayul mistis murahan, percaya jimat, trus suka dateng ke-kubur2 para Imam, trus hampir semuanya percaya Allah ada dimana-mana??? pernah denger Harun Yahya juga percaya wahdatul wujud?? Tradisi Sufi kental banget. Tugas berat bagi para pengemban dakwah Islam nich.

Semoga aja para Da'i tak gentar nyebarin dakwah Islam secara akhlakul karimah... sehingga suatu saat nanti ketika Istanbul kembali ketangan Islam hanya dengan Takbir dan Syahadat para ksatria pemberani. (di hadits akhir zaman itu lho... ngerti nggak maksud saya??)

Trus Kalau di Macedonia (macedonia itu perbatasan dengan Bulgaria dan Yunani). penduduk Muslimnya ada 25%, ada dari Etnis Turkey, etnis Albania dan juga orang serbia yang masuk Islam (disebut TroBes, nih trobes banyak juga). Dakwah di Macedonia sulitnyaaaa Masya Allaah!!! Kalangan Muda Muslim udah gak pada Sholat, yang pake Jilbab Jarangggg banget... tapi mereka masih Puasa kok, soalnya puasa tuh semacam Tradisi, apalagi makanannya Enak dan Banyak waktu Iftar. Mostly Masjid disono Depannya ada Kuburan orang Soleh, sedih banget ya... padahal haditsnya kan gak boleh bikin masjid begituan, ulama juga kasih fatwa gak boleh solat yang didepan masjidnya ada kuburannya (antara masjid dan kuburan ga ada pemisah dinding setinggi masjid). Trus Mazhabnya Hanafi, sufi... mereka kalau lihat orang dikit aja beda mengenai tata cara Ibadah udah di gosipin, apalagi mau koreksi masalah Aqidah?? tugas berat. Bahkan saking bencinya terhadap sunnah ada papan Masjid yang bilang gini '' Orang yang mempunyai Jenggot dilarang Sholat di Masjid ini '' Sumpah!! Jadi para Da'i disini selain ada serangan dari Kafir serbia juga serangan kejamnya dari kaum Muslimin sendiri. Pokoknya para Da'i sering digosipin aneh-aneh. Jadi kudu sabar aja. However bangga, Islam udah sampai ke Eropa...!

Kalau di Albania kan asalnya Syaikh Al-Abani, penduduknya 95% Muslim.
di Negara Balkan paling mendingan ya di Albania, lebih dekat kepada sunnah. Sekarang Akhwat pakai Jilbab banyak, trus Ikhwan piara jenggot jg banyak. Masjid-masjid based on Sunnah juga banyak.

Kosovo- Baru aja Merdeka, sayangnya memilih Jalan Sekuler. 150.000 muslim kosovo dibantai ama Kafir serbia.
Aku kira yang berjuang melawan orang serbia di Kosovo adalah para Mujahid murni... ternyata... setelah menang, mereka banyak yang jadi sekuler dan duduk di parlemen. Dapet duit.
Dulu ada beberapa Ikhwan salafi yang mau ikut Jihad melawan serbia, tapi sewaktu di perbatasan pemimpin perang dr kosovo bilang ''Kalau kita menang kita ikuti kehendak Amerika'' aneehh kaan?? Nah sekarang Kosovo yang mayoritas Muslim, jadi Sekuler. Kosovo tak jauh beda dengan Macedonia, hanya saja Islam disana lebih terbuka, dan dakwah salaf banyak juga. Syaikh Ali, syaikh salim, dan para syaikh dari Kuwait sering ada Daurah di Kosovo.

Trus Switzerland, mayoritas muslim yang religious disana adalah Ikhwanul Muslimin. kadang juga satu Masjid tapi dua Manhaj : Ikhwani-Salafi.
ada juga yang satu masjid: sufi-salafy.  :o diswiss tidak boleh tempat Ibadah Umat Islam disebut Masjid (hanya boleh disebut islamic center) secara oficial gak ada Masjid di swiss. eh... ada satu Masjid yang di sebut Masjid! Tapi Masjidnya ini Milik orang Ahmadiyah!! heheh ketahuan kan siapa yang ngekor ama undang-undang barat dan loyal sama mereka... ya itu si Ahmadi yang meniadakan Jihad, yang punya Rasul Baru, yang sesat dan menyesatkan. Allaahul musta'an.

Brotherhood di swiss terasa Lengket banget, kalau sesama Ikhwan salafi setau saya kaya lebih dari Keluarga. Ikhwan salafi disini sangat peduli dengan Muslim Palestina, yang jarang dilakukan oleh ikhwan di Indonesia. hampir setiap bulan pasti ada penyaluran Pakaian Pantas Pakai, Obat2tan, Selimut untuk Palestina... kadang juga dikirim ke Checnya, tapi lebih sering ke Palestina karena penyalurannya lebih mudah. Syaikh Abu Yusri (murid syaikh albani yang bantu penyusunan sifat salat Nabi) sering ke swiss, Kasih ceramah, just like a family visit. Dakwah Islam pada umumnya agar kaum Muslimin yang punya kemampuan untuk ke negeri Muslim segera Hijrah... Maklumlah di swiss lingkungannya very Horible ie: free sex, alcohol, agnostic, atheism, kaya begituan udah menjangkiti generasi muslim disana.

Begitulah sekilas mengenai kaum Muslimin di negara-negara tersebut. Do'ain saya agar saya bisa cepat kembali ke Indonesia. Kangen sama keluarga.

Wassalamu'alaikum warahmatullaah wabarakatuh











« Edit Terakhir: 09 Oktober 2008, 16:58:59 oleh GhiF »
Every difficulty faced in our lives
Makes us realise that it’s just part of Allaah’s Plan
Feeling stronger, we take it in our stride
He will always favour the patient one

Please Visit My Blog http://akuberusaha.blogspot.com/

Offline Pak Imam

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 2.005
  • Jenis kelamin: Pria
  • القوات الجوية الملكية السعودية
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 23 September 2008, 08:51:02 »
Intinya gimana.....?
Sejarah: Al-Qur'an vs Bible

Sejarah Teks Al-Qur`an Dari Wahyu Sampai Kompilasi, Kajian Perbandingan Dengan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru

Download:
www.pakdenono.com/download/sejarahteksalquran.zip
www.kitaupload.com/download.php?file=188sejarahteksalquran.rar

Offline ph34r

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 5.251
  • Lokasi: HIT & RUN | HIT & RUN | HIT & RUN
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 23 September 2008, 12:45:08 »
intinya kayaknya
Islam lebih berkembang sesuai ajaran yang murni
meski gak semuanya(ada yang alot ternyata, ingkar Sunnah malah)

Alhamdulillah mulai membaik, meski baru beberapa %
sedikit2 lama2 jadi bukit

@i cry when i fly
terima kasih buat infonya.
gak pernah tau umat Islam diluar indonesia gimana

Offline BADARrap

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2008
  • Tulisan: 187
  • Lokasi: lenteng agung jakarta selatan
  • Jenis kelamin: Pria
  • jangan tinggalkan memanah itu sunnah
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 23 September 2008, 13:49:03 »
baraqullah fiiqum

hahahaha bener kata akhi satu ini,seorang salafyoon tak pernah putus dengan kecintaan sesama muslim.......seperti di palestina bantuan dengan suka rela tanpa imbalan,dan tanpa slogan2 partai.

IKWAN2 SALAF DI AMRIKI(amerika)
ada ikwan erofa di mah'ad darul hadist depok,menceritakan tentang ikwah2 salaf asal amerika yang belajar di yaman darul hadist DAMMAJ syaik muqbil rahimullah.
mereka antusias sekali,ghirahnya membara...........moga moga aje AMERIKA JADI BASIS TERBESAR DAKWAH SALAF...........subhanallah

Offline BADARrap

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2008
  • Tulisan: 187
  • Lokasi: lenteng agung jakarta selatan
  • Jenis kelamin: Pria
  • jangan tinggalkan memanah itu sunnah
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 23 September 2008, 13:49:57 »
IKWAN2 SALAF DI JEPANG
ane kurang paham nih..................blom dapet perawi2 yang tsiqah.

Offline gaza

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 1.498
  • Lokasi: tangerang-banda aceh
  • Jenis kelamin: Pria
  • Wa'idu
    • Lihat Profil
    • Personal
« Jawab #14 pada: 24 September 2008, 21:52:41 »
baraqullah fiiqum

hahahaha bener kata akhi satu ini,seorang salafyoon tak pernah putus dengan kecintaan sesama muslim.......seperti di palestina bantuan dengan suka rela tanpa imbalan,dan tanpa slogan2 partai.

Iya Subhanallah akhi.. semoga berkah.



.....
 Ikhwan salafi disini sangat peduli dengan Muslim Palestina, yang jarang dilakukan oleh ikhwan di Indonesia.
.....

semoga bisa ditiru oleh yang diindonesia  O0
...Wahai Tentara Allah bertahanlah... Jangan menangis walau jasadmu terluka.. sebelum engkau bergelar syuhada.. Tetaplah bertahan dan bersiap siagalah