Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Selasa, 22 Mei 2012/1 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:52 - Shubuh 4:33:16 - Terbit 5:55:13 - Dzuhur 11:49:37 - Ashar 15:11:37 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:30 WIB

Penulis Topik: Sisi kesamaan antara salafy dan LDII  (Dibaca 4774 kali)


Offline phantie

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 69
  • Lokasi: Indonesia
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Try and Practice to be the Best!!
    • Lihat Profil
« Jawab #150 pada: 29 Oktober 2007, 09:17:12 »
@Gindra....

Apa sudah tanya ama umat LDII yg lain?
Trus gimana komennya?

Thanks.

Semoga kelak bisa menjadi anak yg Sholeh
Amin... :)

Offline Azuma

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 7
    • Lihat Profil
« Jawab #151 pada: 29 Oktober 2007, 21:32:58 »
Antum memahami hadits seenak jidat aja,apa AlQuran turun pada antum?atau antum ada pada masa AlQuran diturunkan?sudah seberapa dalam ilmu antum dibanding orang2 yang ahli dalam agama(ulama)?berani berfatwa tanpa ilmu.Rasulullah bersabda:"Akan keluar diakhir jaman satu kaum yang muda-muda umurnya.Pendek akalnya.Mereka mengucapkan perkataan sebaik-baik manusia.Mereka membaca AlQuran tapi tidak melewati kerongkongan mereka.Mereka lepas dari agama seperti lepasnya anak panah dari buruannya."(Hadits riwayat Bukhari no.3611 dan Muslim no.1066).Jadi antum bilang pemerintah kafir?ya jangan tinggal diIndonesia kalo gitu,tinggal dihutan aja!ko antum masih mau bayar pajak kendaraan pribadi,bangunan dll,berarti antum bantu membantu dalam kekafiran donk?????

Offline Azuma

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 7
    • Lihat Profil
« Jawab #152 pada: 29 Oktober 2007, 23:41:37 »
Buat Gindra...
Pertanyaan pertama:Antum Islam bukan?kalau iya pertanyaannya...kenapa antum bisa yakin kalau shalat yang antum jalani benar?ilmunya dari mana?nebak-nebak aja?Ilmu itu warisan,Dari Allah berupa wahyu kepada Rasululaah berupa wahyu Quran,lalu disampaikan dan diajarkan kepada sahabat,berupa Qurqn dan penjelasannya(sunnah),lalu sampaikan pada tabi'in,lalu tabi'ut tabi'in,lalu terus begitu pada orang2 yang mengikuti mereka,generasi terbaik umat ini,cara beragama yang Allah ridhoi atasnya.Tidak mungkin kebenaran akan hilang dari muka bumi,sebagaimana AlQuran yang ada pada umat Islam saat ini yg telah melewati ratusan tahun,tetapi tidak ada perubahan dan perselisihan didalamnya itu karena rahmat Allah,naungan-Nya,hikmah-Nya,dan Quran bisa sampai sekarang ini itu juga melalui cara yg ana sebut diatas.Tidak mungkin Allah tidak menaungi&melindungi kebenaran,sehingga umat ini gak mampu mengenal kebenaran yang haq.

Offline afirsta

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 31
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Be a good muslimah or die as syuhada
    • Lihat Profil
« Jawab #153 pada: 30 Oktober 2007, 13:11:39 »
Assalammualaikum wr. wb.

Manhaj adalah metoda memahami islam seperti pemahaman para sahabat, tabiin dan tabi tabiin. Inilah manhaj yang benar, yaitu manhaj para sahabat/manhaj ahlu sunnah/manhaj salaffussholih. Salaf itu maksudnya pendahulu.

Orang yang paling mengenal patih gajah mada tentunya adalah orang yang dekat dengannya dan hidup pada masa patih gajah mada. Orang yang paling mengenal ken arok tentunya adalah orang yang dekat dengannya dan hidup pada masanya. Orang yang paling tahu kerajaan majapahit, sriwijaya, singasari, dll tentunya orang yang dekat dengan pihak keluarga kerajaan dan hidup pada masanya.

Itunya sekedar dalil akal dan sejarah.

Siapakah orang yang paling mengenal Muhammad Rasulullah dengan ajaran islamnya?
Tentunya para sahabat Muhammad Rasulullah dan merekalah yang paling baik pemahaman islamnya ketimbang generasi sesudahnya. Manhaj salaf itu bagai cahaya yang terang benderang, hanya orang yang buta akal dan hatinya yang tak dapat melihatnya. Alhamdulillah, inilah pemahaman islam yang paling benar.

Selama saya mempelajari islam dan mencari manakah satu golongan yang selamat itu? Alhamdulillah, saya dapatkan manhaj salaf ini. Subhanallah, mereka sangat mencintai cahaya Allah, ilmu.

Orang - orang LDII mengaku islam sedang manhaj salaf adalah islam yang sempurna. Semoga antum mendapat hidayah dari Allah. Karena agama itu hidayah, saudaraku!

Wassalammualaikum Wr. Wb.

Semoga antum mendapatkan hidayah dari Allah juga...

Offline phantie

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 69
  • Lokasi: Indonesia
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Try and Practice to be the Best!!
    • Lihat Profil
« Jawab #154 pada: 30 Oktober 2007, 15:02:29 »
@afirsta: anda orang LDII juga ya ??
Atau bukan salafi juga bukan LDII??
Kalau memang anda LDII bisa minta tolong penjelasan tentang apa yg saya tanyakan ke rekan "gindra"?

Terima kasih :)

Semoga kelak bisa menjadi anak yg Sholeh
Amin... :)

Offline gindra354

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 374
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #155 pada: 31 Oktober 2007, 08:31:59 »
Maaf saya baru nongol lagi nungguin istri sakit, keliatannya pertanyaan2 diatas sama sekali tidak mengerti LDII itu seperti apa ?

LDII berpedoman kepada Quran dan Hadits secara murni tidak ada campuran bid'ah, qurofat, syirik dll, itu sudah pernah saya jelaskan di tread yang lain ..

Maaf saya sebetulnya sudah malas untuk berdebat, karena kebanyakan mereka sudah apriori dulu sama LDII, tidak ada keinginan untuk mencari kebenaran, yang mereka cari kepuasan untuk menang sendiri dengan cara menjelekan, menyudutkan bahkan sudah menuduh sesat padahal tidak ada dasar hukumnya.

Mereka kebanyakan tidak mengetahui SESAT itu apa ?

Mari kita instropeksi diri kita masing2, sudah benarkah Islam kita ?
Sudah benarkan pedoman kita ?
Sudah benarkah amalan kita ?
Sudah murnikah tujuan ibadah kita ?
dll

Mudah2an Allah memberikan hidayah agama yang benar bagi kita semua ... Amiin

Wassalam

gindra


Offline gindra354

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 374
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #156 pada: 31 Oktober 2007, 08:38:21 »
Antum memahami hadits seenak jidat aja,apa AlQuran turun pada antum?atau antum ada pada masa AlQuran diturunkan?sudah seberapa dalam ilmu antum dibanding orang2 yang ahli dalam agama(ulama)?berani berfatwa tanpa ilmu.Rasulullah bersabda:"Akan keluar diakhir jaman satu kaum yang muda-muda umurnya.Pendek akalnya.Mereka mengucapkan perkataan sebaik-baik manusia.Mereka membaca AlQuran tapi tidak melewati kerongkongan mereka.Mereka lepas dari agama seperti lepasnya anak panah dari buruannya."(Hadits riwayat Bukhari no.3611 dan Muslim no.1066).Jadi antum bilang pemerintah kafir?ya jangan tinggal diIndonesia kalo gitu,tinggal dihutan aja!ko antum masih mau bayar pajak kendaraan pribadi,bangunan dll,berarti antum bantu membantu dalam kekafiran donk?????


Gak nyambung

Berani berfatwa tanpa ilmu ... ? tidak boleh itu lihat dalil2 di bawah ini ... O0

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انشُزُوا فَانشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ ٭
Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
سورة المجادلة ٭ ٥٨ ~ ١١ *|* Surah al-mujaadilah * 58 ~ 11

وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولـئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولاً ٭
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya.
سورة الإسراء ٭ ١٧ ~ ٣٦ *|* Surah al-isro * 17 ~ 36

سنن أبي داود ٭ العلم ٭ الكلام في كتاب الله بغير علم ٭ ص ٦ ~ ٧ ٭!٭ حَدَّثَنَا ‏ ‏عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى ‏ ‏حَدَّثَنَا ‏ ‏يَعْقُوبُ بْنُ إِسْحَاقَ الْمُقْرِئُ الْحَضْرَمِيُّ ‏ ‏حَدَّثَنَا ‏ ‏سُهَيْلُ بْنُ مِهْرَانَ ‏ ‏أَخِي ‏ ‏حَزْمٍ الْقُطَعِيُّ ‏ ‏حَدَّثَنَا ‏ ‏أَبُو عِمْرَانَ ‏ ‏عَنْ ‏ ‏جُنْدُبٍ ‏ ‏قَالَ ‏قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ


Sunan abi daud * m/s 6 ~ 7 … .. . dari jundub yang berkata, bersabda رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم

مَنْ قَالَ فِي كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِرَأْيِهِ فَأَصَابَ فَقَدْ أَخْطَأَ

Barangsesiapa yang mengatakan/berbicara apa2 yang ada di dalam mengenai kitab الله yang maha mulia lagi maha agung, dengan ro'yu “pendapat” nya maka (kebetulan) benar; maka sungguh2 dihukumi salah.

سنن الترمذي ٭ تفسير القرآن عن رسول الله ٭ ما جاء في الذي يفسر القرآن برأيه ٭ ص ٧ ٭!٭ ‏حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ ‏حَدَّثَنَا ‏بِشْرُ بْنُ السَّرِيِّ ‏حَدَّثَنَا ‏سُفْيَانُ ‏عَنْ ‏عَبْدِ الْأَعْلَى ‏عَنْ ‏سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ ‏عَنْ ‏ابْنِ عَبَّاسٍ ‏‏رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ‏قَالَ ‏قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ


Sunan at-turmidzi * m/s 7 … .. .dari ibnu ‘abbas رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُما yang berkata, bersabda رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم

‏‏ مَنْ قَالَ فِي الْقُرْآنِ بِغَيْرِ عِلْمٍ ‏ ‏فليتبوأْ ‏ ‏مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ

Barangsesiapa yang berbicara/mengatakan tentang al-qur’aan dengan tanpa ‘ilmu (ya’ni yang di diajarkan مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم) maka niscaya disediakan tempat duduk nya di neraka.

قَالَ ‏ ‏أَبُو عِيسَى ‏ ‏هَذَا ‏ ‏حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ



سنن الترمذي ٭ تفسير القرآن عن رسول الله ٭ ما جاء في الذي يفسر القرآن برأيه ٭ ص ٧ ~ ٨ ٭!٭ حَدَّثَنَا ‏ ‏سُفْيَانُ بْنُ وَكِيعٍ ‏ ‏حَدَّثَنَا ‏ ‏سُوَيْدُ بْنُ عَمْرٍو الْكَلْبِيُّ ‏ ‏حَدَّثَنَا ‏ ‏أَبُو عَوَانَةَ ‏ ‏عَنْ ‏ ‏عَبْدِ الْأَعْلَى ‏ ‏عَنْ ‏ ‏سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ ‏ ‏عَنْ ‏ ‏ابْنِ عَبَّاسٍ ‏عَنْ النَّبِيِّ ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏ ‏قَالَ


Sunan at-turmidzi * m/s 7 ~ 8 … .. . dari ibnu abbas dari النَّبِيًّ الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم yang bersabda

‏‏ اتَّقُوا الْحَدِيثَ عَنِّي إِلَّا مَا عَلِمْتُمْ فَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا ‏ ‏ فليتبوأْ ‏ ‏مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ وَمَنْ قَالَ فِي الْقُرْآنِ بِرَأْيِهِ ‏‏ فليتبوأْ ‏ ‏مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ

Takut lah kalian pada cerita dari ku kecuali apa2 yang mengetahui kalian (ada dan benar nya). Maka barangsesiapa yang mendustakan atas ku (النَّبِيًّ الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم) dengan sengaja maka niscaya di persiap-sediakan tempat duduk nya daripada neraka dan barang yang berbicara-memperkatakan di dalam-berkenaan al-qur’aan dengan menggunakan ro'yu (pendapat) nya maka niscaya disediakan tempat duduk nya di neraka.

Gindra
« Edit Terakhir: 31 Oktober 2007, 13:36:31 oleh gindra354 »

Offline gindra354

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 374
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #157 pada: 31 Oktober 2007, 12:45:05 »
NU dan LDII Sepakat Perangi Ajaran Sesat

Kediri (ANTARA News) - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) dan DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) bersepakat memerangi ajaran sesat yang selama ini berkembang di Indonesia.

"Aliran itu harus kita perangi bersama karena mereka telah menyebarkan konflik di antara umat Islam," kata Ketua PBNU KH Said Aqiel Siradj saat ditemui dalam acara Halal Bihalal di Ponpes LDII, Kediri, Jawa Timur, Minggu.

Lebih lanjut dia menilai, ajaran yang dikembangkan Qiyadah Islamiyah mengenai adanya nabi baru bagi umat Islam selain Nabi Muhammad SAW merupakan ajaran yang memancing konflik di antara umat Islam.

"Kalau hanya ikhtilaf (perbedaan pandangan) seperti soal hari raya saja tidak jadi soal, tapi kalau sudah soal nabi itu sudah menyangkut syariah dan sama halnya dengan mengajak pertentangan," kata lulusan Universitas Ummul Qura, Arab Saudi itu.

Sementara itu Ketua Umum DPP LDII KH Abdullah Syam sependapat dengan pernyataan KH Said Aqiel Siradj. "Oleh sebab itu, pemerintah dan MUI (Majelis Ulama Indonesia) harus bersikap tegas terhadap Qiyadah Islamiyah," katanya.

Baik Said maupun Syam sepakat meminta pemerintah segera membubarkan ajaran sesat, termasuk yang dikembangkan oleh Qiyadah Islamiyah, namun dengan terlebih dulu dilakukan pendekatan dan pencerahan.

"Kalau mereka sudah tidak mempan lagi dengan pendekatan dan pencerahan, maka sudah tidak ada jalan lain, kecuali membubarkannya secara paksa," kata Said didukung Syam.

Menanggapi maraknya ajaran-ajaran baru dalam agama Islam, Said menyatakan, sebagai bagian dalam eforia di era kebebasan sehingga orang dengan mudahnya membuat ajaran baru.

"Disinilah pemerintah diminta pertanggungjawabannya, karena bisa saja munculnya ajaran-ajaran baru ini sebagai bentuk ketidakpercayaan terhadap pemerintah dalam hal ini MUI," katanya.

Selain itu, lanjut Said, beberapa ormas Islam di Indonesia, seperti NU, LDII, dan Muhammadiyah dituntut berperan strategis untuk menangkal perkembangan ajaran sesat.

Syam menambahkan, maraknya ajaran sesat di Tanah Air ini tak bisa lepas dari pengaruh globalisasi yang dilancarkan negara-negara barat untuk memecah-belah umat Islam di Indonesia.

Namun demikian Said dan Syam juga sependapat, bahwa ajaran sesat itu adalah sebuah tren yang hanya berkembang sesaat di suatu tempat tertentu saja.(*)
http://www.antara.co.id/arc/2007/10/28/nu-dan-ldii-sepakat-perangi-ajaran-sesat/

Gindra

Offline gindra354

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 374
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #158 pada: 31 Oktober 2007, 14:35:27 »
@Gindra: apa Anda sudah naik haji? Atau ada saudara dekat/tetangga sesama LDII yg sudah menunaikan ibadah haji? Sudah pernah mendengar cerita dari mereka? Apakah mereka ikut dalam kloter2 pemerintah?

Terima kasih.
Ibadah Haji LDII sama dengan ibadah haji Umat islam di Indonesia, LDII juga ikut kloter Pemerintah
Kalau Anda ingin info Haji silahkan klik http://ceritahaji.com/2007/06/07/informasi-onhbpih-1428h2007/

Gindra

Offline mas adit

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 32
    • Lihat Profil
« Jawab #159 pada: 01 November 2007, 09:22:47 »
kalo masalah bid'ah, Saudi jg bid'ah! kenapa? Rasul mengajarkan kita syura, para sahabat mengangkat khalifah jg lewat musyawarah. TP KENAPA SAUDI YG KATANYA PENGIKUT SALAFUSALIH MEMILIH RAJANYA BERDASARKAN KETURUNAN ALIAS KERAJAAN???? Ingat bung Islam itu kekhalifahan, bukan kerajaan!!!!

Offline dpr

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 433
    • Lihat Profil
« Jawab #160 pada: 02 November 2007, 08:50:36 »
@mas adit
Loh apa hubungannya dengan Saudi ?
Ini membahas LDII kang.. bukan Arab Saudi..

Jgn melebar2 ke tempat lain.

Cobalah antum baca http://www.alghuroba.org/siyasah.php

Buat pengetahuan antum saja..

Wallahu a'lam bish showab

takcoba dulu

Welcome To Homepage Alghuroba 
 
 
Siyasah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah
Berkata Penanya :
Saya mendapat informasi website ini dari kawan di internet. ada satu permasalahan yang ingin saya utarakan. mengapa selama ini orang2 salaf yang katanya selalu mengikuti tuntunan Rasul mendukung pemerintahan Arab Saudi yang kita ketahui dalam sikap politik nya sangat mendukung amerika dan langkah2 yang dilakukan sering menyakiti hati umat Islam. Contoh seperti kasus hamas-fatah dimana pemerintah saudi mendukung fatah yg pro israel, masalah lebanon yg kemudian mengatakan bahwa hezbolla tidak boleh dibantu karena syiah walaupun hezbolla berjuang untuk rakyat lebanon (saya adalah muslim sunni) dan satu lagi permasalahan Iraq dmn arab saudi juga ikut memboikot saddam, sejahat apapun saddam dia muslim dan satu lagi kejahatan dia tidak ada apa2nya dibanding amerika dan zionist israel. tapi apa yang dilakukan oleh madzhab salaf, mereka selalu mendukung pemerintah arab saudi walaupun pemerintah saudi terlalu pengecut untuk membantu umat islam dan sangat membantu amerika secara langsung dan israel secara tidak langsung dalam mencapai tujuan2 jahat nya. semoga hal ini bisa menjadi pertimbangan teman-teman ku di kalangan salaf akan suatu kebenaran.

Satu hal lagi, Nabi mengajarkan siapa yang menjadi khalifah diliat dari akhlak dan taqwanya bukan karena dia keturunan raja, itu sudah jelas. tapi mengapa hal yg jelas ini tidak dapat memberanikan diri bagi kalian untuk merubah tuntunan kehidupan bernegara di saudi dan negeri arab sekitarnya. saya tahu, wahabi dan salaf punya pengaruh yang cukup besar di saudi dan sekitarnya.

Wassalamualaikum   

Jawab:

Saudara penanya semoga Allah membimbing anda ke jalan yang diridhoiNya, dakwah Salafiyyah itu tidak ada kaitannya dengan pemerintah manapun dan tidak ada kaitannya pula dengan partai politik apapun. Dakwah Salafiyyah mengajak umat Islam, bahkan seluruh ummat manusia untuk memahami, mengimani, dan mengamalkan agama Islam sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shollallahu ‘Alaihi Wasallam beserta para Shahabatnya. Dakwah Salafiyyah adalah satu-satunya bentuk pengamalan perjuangan Islam yang benar, dengan merujuk kepada Al Qur'an dan As Sunnah yang mengacu kepada para Shahabat Nabi dan Tabi'in.

Manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah yang menjadi pijakan perjuangan dakwah Salafiyyah, selalu mengedepankan sikap adil dan ilmiah. Sedangkan sikap adil itu adalah sikap yang tidak dipengaruhi oleh hawa nafsu kecintaan dan atau kebencian kepada seseorang atau sekelompok orang, sedangkan sikap ilmiah adalah kepastian berita dari sumber yang diyakini kejujuran dan kebenarannya dalam menyampaikan berita, dengan dikontrol oleh Al Qur'an serta As Sunnah. Sedangkan dakwah-dakwah yang lainnya selalu dipengaruhi oleh hawa nafsu hizbiyyah yang melihat segala perkara dengan ukuran cinta dan benci kepada hizb-nya atau terhadap lawan hizb-nya. Sehingga tidak mementingkan sisi ilmiah dalam menghukumi sesuatu masalah, padahal di zaman ini amat sedikit orang yang jujur dalam menyampaikan berita. Akibatnya gerakan-gerakan dakwah hizbiyyah cenderung mendzolimi kawan dan lawan dalam banyak hal, dan ditunggangi oleh berbagai kepentingan musuh-musuh Islam atau para oportunis munafiqin yang ingin menjual belikan Islam dengan harga yang murah.

Dakwah Salafiyyah tidak bisa digiring oleh opini publik yang dikendalikan oleh mass media zionist dan salibis. Karena manhaj salaf amat ketat dalam menyaring berita dan menelitinya sampai pada tingkat yang sangat meyakinkan. Sedangkan publik opini yang digerakkan oleh zionist salibis , amat rendah tingkat akurasinya dihadapan ketentuan-ketentuan penyaringan berita yang diletakkan oleh manhaj Salaf. Itulah sebabnya dakwah Salafiyah tidak mau ikut-ikutan dengan arus berita mass media zionist salibis yang mengelu-elukan gerombolan Rofidhoh Hizbus Syaithan yang menamakan dirinya dengan Hizbullah, ketika mass media menampilkan gerombolan tersebut sebagai lambang perlawanan terhadap Israel, padahal Israel dan gerombolan tersebut kalau dibedah anatomi pemikirannya dan keyakinannya adalah setali tiga uang . Kondisi sekarang yang menampilkan gerombolan-gerombolan Hizbussyaithan ini sama dengan kondisi tahun 1979 yang pada waktu itu mass media zionist salibis menampilkan Khumaini dengan Revolusi Rofidhohnya sebagai lambang perlawanan terhadap hegemoni Amerika Serikat, padahal kebencian Khumaini terhadap Al Qur'an dan As Sunnah, sama saja dengan kebencian Yahudi dan Nashoro terhadap keduanya, hanya saja gerakan Khumaini lebih berbahaya terhadap Islam dan Muslimin daripada Yahudi dan Nashoro. Karena Khumaini memakai bendera Islam dalam memerangi Al Qur'an dan As Sunnah.

Demikian pula gerakan Hamas yang ada di Palestina, sesungguhnya sama sekulernya dengan gerakan Al Fattah. Kedua-duanya sama-sama berjuang untuk mencapai kekuasaan dibumi Palestina, dan kedua-duanya sekarang memegang pemerintahan disana. Kedua partai tersebut dalam menjalankan pemerintahan sama-sama sepakat untuk tidak menjalankan Syari'ah Islamiyah dalam pemerintahannya, tentu dengan alasan masing-masing. Tetapi Al Fattah lebih realistis daripada Hamas dalam perjuangannya untuk masa depan berdirinya negara Palestina dibanding dengan Hamas. Karena Al Fattah yang sekuler itu mempertimbangkan realita kelemahan bangsa Palestina dalam menghadapi kekuatan Israel yang didukung oleh hegemoni zionist dan salibis dunia. Adapun Hamas, tidak peduli dengan penderitaan rakyat Palestina yang di akibatkan oleh manuver-manuver politiknya yang sama sekali tidak logis dalam mempertimbangkan maslahat dan mafsadah kepentingan kaum Muslimin di Palestina. Karena memang Hamas hanya bisa mempertahankan eksistensinya dengan menjual isu-isu politik yang terkesan heroik dan bisa menyentuh emosi keagamaan kaum Muslimin didunia dan khususnya di Palestina. Harga yang harus dibayar oleh kaum Muslimin di Palestina untuk mendukung manuver politik Hamas itu adalah pembunuhan rakyat, penghancuran kampung-kampung mereka, kelaparan dan kesengsaraan serta buruknya pelayanan kesehatan untuk mereka sehingga memaksa mereka untuk meninggalkan bumi Palestina karena kehancuran fasilitas hidup disana. Maka kalau kita menengok kenyataan tersebut diatas dimana pengorbanan nyawa dan harta kaum Muslimin didunia dan khususnya di Palestina, hanya untuk membela eksistensi Hamas dan sama sekali bukan untuk membela tegaknya syari'at Islam dibumi Palestina. Itulah sebabnya manhaj Salaf tidak mau ikut-ikutan dengan opini yang telah terbentuk didunia Islam yang menjadikan Hamas sebagai lambang perjuangan Islam di Palestina. Karena realita dilapangan justru menunjukkan sebaliknya, yaitu Hamas menjadi gerakan yang mengorbankan jiwa dan raga ummat Islam demi kepentingan hizb-nya.

Isu-isu politik yang lainnya seperti upaya penggiringan publik opini didunia Islam, untuk menilai pemerintah Saudi sebagai antek Amerika dan menganggap pemerintah Saudi tidak pernah mempunyai kontribusi untuk kepentingan ummat Islam dunia. Ini adalah kedzoliman berikutnya yang digerakkan oleh mass media zionist salibis dan didukung oleh gerombolan-gerombolan hizbiyyah semacam Ikhwanul Muslimin dan atau gerakan-gerakan Thoriqot Shufiyyah serta gerakan yang mengacu kepada pemahaman Mu'tazilah semacam Hizbut Tahrir dan lain-lainnya. Padahal pemerintah Saudi dengan berbagai kekurangannya adalah satu-satunya negara didunia yang mempunyai konstitusi kenegaraan yang merujuk kepada kemurnian Al Qur'an dan As Sunnah, sehingga tidak ada seorang pejabat pun di Saudi dari kalangan non Muslim, dan tidak ada tempat ibadah dari kalangan non Muslim yang boleh berdiri ditempat umum diseluruh wilayah Saudi. Hukum yang berlaku juga adalah hukum Islam, dan satu-satunya negara yang mewajibkan penduduknya untuk menunaikan sholat lima waktu di masjid. Jihad di Afghanistan dulu dan sekarang di biayai oleh bangsa dan negara Saudi ‘Arabiya, donatur terbesar untuk pemerintahan Hamas di Palestina ketika di boikot oleh Barat dan Israel , adalah Saudi ‘Arabiya. Donatur terbesar perjuangan kaum Muslimin Ahlus Sunnah di Irak melawan Amerika Serikat adalah bangsa dan negara Saudi ‘Arabiya. Donatur terbesar untuk kepentingan pertolongan bagi daerah-daerah muslimin yang terkena bencana termasuk Tsunami di Aceh adalah bangsa dan negara Saudi ‘Arabiya. Bahkan ketika gerombolan Hamas dan Al Fattah berperang sesama mereka didepan rakyat Palestina dengan mengorbankan jiwa dan raga rakyat Palestina, tidak ada pemerintahan manapun didunia yang mendamaikan mereka kecuali pemerintah Saudi ‘Arabiya yakni dengan di undangnya kedua kelompok tersebut di Istana Raja Saudi ‘Arabiya di Jabal Qubays Makkah.

Kedatangan perwakilan dua kelompok tersebut dari Palestina ke Makkah dan dari Makkah ke Palestina dengan segenap fasilitasnya, ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah Saudi ‘Arabiya, dan menghasilkan persatuan kembali bangsa Palestina. Ketika pemerintah G.W Bush memaksakan sistem politik demokratisme kepada dunia Islam, maka satu-satunya pemerintah yang berani menentangnya adalah pemerintah Saudi ‘Arabiya, belum lagi sumbangan Saudi ‘Arabiya untuk pendidikan Islam didunia Islam. Semua itu harus di nafikan dan harus dianggap tidak ada oleh orang-orang yang sudah teracuni penyakit hizbiyyah, sehingga cenderung bersikap dzolim dan tidak mempunyai sikap adil dalam menilai permasalahan. Hanya karena pemerintah Saudi ‘Arabiya menentang kejahatan Saddam Husain ketika memerintah, atau hanya karena pemerintah Saudi ‘Arabiya tidak selalu sejalan dengan pemikiran para politikus gadungan yang bermental oportunis, dan menampilkan isu-isu ke-Islaman demi kepentingan pribadinya atau kepentingan hizb-nya.

Adapun bentuk pemerintahan kerajaan dengan sistem pengangkatan kepala negara berdasarkan turun temurun dari bapak kepada anak atau dari kakak kepada adik, memang sistem politik yang demikian sangat bertentangan dengan agama demokratisme. Ketika tidak menerapkan sistem dan jalur demokratisme dalam proses pengangkatan kepala negara itu, meskipun keluarga tersebut mempunyai keahlian politik dan keahlian kepemimpinan kenegaraan yang telah teruji berpuluh-puluh tahun bahkan hampir beratus tahun, dan sistem pemerintahan demikian telah berhasil memakmurkan dan mensejahterakan rakyat Saudi ‘Arabiya. Namun sistem pemerintahan demikian dianggap dzolim oleh agama demokratisme. Tapi kalau pemerintahan itu di jalankan dengan turun temurun dari bapak kepada anak dengan menjalankan sistem politik demokratisme seperti di Amerika Serikat, dimana George Bush senior menurunkan kekuasaannya kepada G.W Bush junior, atau seperti di Singapore dimana Lee Kwan Yu menurunkan kekuasaannya kepada putranya, dan seperti di India dimana perdana menteri Jawaharlal Nehru yang mewariskan kekuasaanya kepada putrinya yang bernama Indi Ragandi dan Indi Ragandi mewariskan kepada putranya yang bernama Rajif Gandhi, maka yang demikian itu tetap di anggap baik dan bagus atau di anggap adil karena dijalankan pewarisan tahta kekuasaan itu dengan sistem demokratisme.

Demikianlah betapa tidak konsistennya teori demokratisme itu, bila dijadikan sebagai barometer untuk menilai baik dan buruknya satu pemerintahan. Adapun menurut pandangan Islam, sistem pemindahan kekuasaan dari bapak kepada anak atau dari kakak kepada adik atau dari kalangan keluarga adalah perkara yang sah dan tidak salah, selama pemindahan kekuasaan itu diberikan kepada orang ahlinya dan tidak diberikan kepada orang yang tidak ahli dalam memimpin negara itu. Maka kita melihat bahwa Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam mewariskan kekuasaan sepeninggal beliau kepada mertua beliau yaitu Abu Bakr Ash-Shiddiq, dan sepeninggal Abu Bakr Ash-Shidiq di wariskan kekuasaan itu kepada mertua Rasulullaah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam yang lainnya yaitu Umar bin Al Khoththob dan sepeninggal Umar kekuasaan di wariskan kepada menantu Rasulullaah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam yaitu ‘Utsman bin ‘Affan dan sepeninggal ‘Utsman kekuasaan di wariskan kepada menantu dan saudara misan Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam yaitu ‘Ali bin Abi Thalib, sepeninggal ‘Ali kekuasaan di wariskan kepada putra beliau yaitu Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib, yang memegang kekuasaan hanya selama 4 bulan. Kemudian diserahkan kekuasaan itu kepada saudara ipar Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam yaitu Mu'awiyah bin Abi Sufyan dan begitu selanjutnya. Semua itu tidak menjadi masalah dalam pandangan Islam, selama orang yang diserahi kepemimpinan negara dan bangsa itu mempunyai keahlian yang cukup dalam menjalankan amanah kekuasaannya.

Demikianlah sunnah Nabi Muhammad Shollallahu ‘Alaihi Wasallam dan sunnah para Salafus Sholih dalam memandang segala permasalahan termasuk berbagai isu politik nasional dan internasional. Dimana pandangan sunnah tersebut selalu mengedapankan sikap adil dan jauh dari pengaruh hawa nafsu serta ilmiah, dengan memastikan segala informasi itu dari sumber-sumber berita yang terpercaya. Tentu sistem pandangan demikian melawan arus penggiringan opini yang cenderung kepada kedzoliman, kerancuan dan kedustaan serta kepalsuan. Makanya pandangan-pandangan seperti ini sering mengagetkan banyak orang, karena memang kebanyakan orang tenggelam dalam banjir informasi yang arusnya dikendalikan oleh zionist dan salibis.


Al Ustadz Ja'far Umar Thalib

 



Offline phantie

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 69
  • Lokasi: Indonesia
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Try and Practice to be the Best!!
    • Lihat Profil
« Jawab #161 pada: 02 November 2007, 10:55:36 »
Ibadah Haji LDII sama dengan ibadah haji Umat islam di Indonesia, LDII juga ikut kloter Pemerintah
Kalau Anda ingin info Haji silahkan klik http://ceritahaji.com/2007/06/07/informasi-onhbpih-1428h2007/

Gindra

Assalamu'alaikum Gindra,

Semoga istri kamu sudah sembuh :)
Anda yakin bahwa para LDII berhajinya ikut pemerintah?
Berarti tetangga saya LDII-nya beda donk dengan anda?
Padahal tetangga saya itu lumayan terpandang di kalangan LDII.
Mereka ceritanya Makhtab (maaf kalau tulisannya gak bener) nya berbeda dengan jamaah haji yg ikut kloter pemerintah.
Dan sewaktu melaksanakan thawaf dan sebagainya tidak berbaur dengan umat yg lain, tetapi berkumpul menjadi satu (umat LDII) dan mereka berjalan dengan dibatesin oleh kain yg terbentang (untuk memisahkan umat LDII dengan yg lain).
Apakah memang LDII juga terpecah2? Maksudnya ada beberapa aliran di dalam LDII.

Saya bukannya berdebat, seperti yg saya bilang sebelumnya, saya hanya mencari kejelasan karena saya mendengarnya seperti itu.
Anda bilang sendiri kalau kepingin sekali orang lain bisa mengerti apa LDII sesungguhya dan bukan seperti yg dikatakan kebanyakan orang. Saya rasa di forum ini bisa berdampak bagus apabila anda bisa menjelaskannya apalagi diberikan bukti2 yg kuat.
Saya menghormati orang lain apapun agamanya.

Terima kasih.

Wassalamu'alaikum Wr Wb

Semoga kelak bisa menjadi anak yg Sholeh
Amin... :)

Offline Ansh4r

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 2.151
  • Cukuplah Al Quran dan Sunnah Sebagai Pedoman
    • Lihat Profil
« Jawab #162 pada: 02 November 2007, 13:36:51 »
yah ja'far lagi ja'far lagi, sama salafynya sendiri aja bertengkar ngomongin orang lain..

Offline ednam

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 22
    • Lihat Profil
« Jawab #163 pada: 06 November 2007, 12:05:40 »
Wah, mas wakil santri. Sampaian kebanyakan baca buku komik ya.Kalau pas saya lihat berita di TV ada islam yang muter muter kaya gangsing.itu katanya TV juga salafi. Itu kali.
Mas wakil santri,coba deh perdalam ilmu agama dulu,banyak dzikir,ngaji cari guru.Trus jangan ngartikan sendiri tuh quran.
Ntar kalau dah pinter nulis lagi ya.Bingung Aku.

Offline kostrad

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 25
    • Lihat Profil
« Jawab #164 pada: 06 November 2007, 12:22:27 »
nanggapi tulisannya JUT jadi pengen ketawa...
banyak opini sempit tanpa fakta.... (sst.. fitnah lo)
Fatah yang orangnya mabuk2an kok dibela, sementara HAMAS yang mati2an membela al aqsa eh dicela
Fatah yang murni sekuler, kepentingan politik oriented eh dibela sementara HAMAS yang berjuang untuk mencari ridha Allah eh kok dibiarin
makanya ke Palestina sono dulu, silakan liat, mana yang fatah, mana yang HAMAS....  (see www.infopalestina.com)

wahai ummat silakan lihat siapa pemerintahan yang tidak menyerukan Jihad ketika tentara amerika menginjak2 bumi2 Islam dan membunuh ummatnya?
silakan siapa pemerintah yang menangkapi seorang Imam masjid hanya karena doa qunutnya dianggap membahayakan eksistensi pemerintahannya.... (padahal doa tersebut ditujukan untuk meminta laknat bagi amerika dkk)
silakan lihat siapa pemerintah yang dengan segala wajah baiknya, tela
siapa pemerintahan yang mengijinkan negerinya untuk jadi pangkalan bagi militer tempur Amerika untuk menyerang negeri2 muslim
siapa pemerintah yang menolak ditegakkan hukum syariat atas dirinya
siapa pemerintah yang keluarganya mabuk2an, dan ke diskotik
siapa pemerintah yang membolehkan riba bank?
siapa pemerintah yang
APAPUN KEDOKnya,
APAPUN BUNGKUSnya,
SIAPAPUN ulama yang dijadikannya tameng....
SIAPAPUN barisan yang membelanya habis2an....
tu saudi biangnya....

silakan lihat, siapa bela siapa....
ntar kan ketahuan sendiri belangnya :) disadari atau pun tidak...