Alhamdulillah, washolatu wassalaamu'ala Rasulillah.
Saudara-saudaraku, semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada kalian semua.
Untuk Salafy Amerika (pertanyaan tidak saya sebutkan, liat postingannya):
1. Dalil tentang mencela orang lain.
Rasulullah Shalallahu'alaihi wassalam menyebut orang yang berbicara pada hari jum'at ketika khatib sedang berkhutbah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal (dalam HR Ahmad). Allah Ta'ala juga menyebut pengikut hawa nafsu seperti anjing yang menjulurkan lidahnya (Al A'raf 175-176), Abu Umamah menyebut khawarij sebagai anjing-anjing neraka, Abul Hasan Al Asyari menyebut orang-orang yang mentakwil sifat Allah sebaga 'ahlu zaigh' dan lainnya. Semua itu merupakan celaan, semuanya merupakan dalil yang kaum muslimin hendaknya mencela terhadap orang yang memang keadaannya berhak untuk dicela.
2. Dalam contoh yang diberikan oleh Akh Kuringtea, lebih baik yang menyampaikan menuliskan disini. Karena seseorang mencela seharusnya menyebutkan sebab kenapa dia dicela.
3. Dalam contoh poin 1, sikap mencela yang dilakukan merupakan amalan untuk menjauhkan ummat dari penyimpangan orang tersebut. Rasulullah Shalallahu'alaihi wassalam menggelari khawarij dengan anjing-anjing neraka, supaya ummat tidak terjerumus kedalamnya. Amalan ini diikuti oleh ulama-ulama salaf sesudahnya, yang memberikan peringatan kepada ummat . Imam Nawawi dalam membahas ghibah yang dibolehkan, diantaranya adalah dalam rangka memberikan tahdzir dari penyimpangan pengusung bid'ah. Semua itu merupakan dalil bahwa memberikan tahdzir terhadap orang yang sesat adalah sesuatu yang dicontohkan atau disyariatkan.
4. Tentang contoh apakah dia 100% sebagai anjing neraka, kita tidak bisa memvonis seperti itu. Kita tidak boleh melampaui batas sampai menetapkan seseorang sebagai ahlul jannah ataupun ahlunnar. Apa yang dinilai dari seseorang adalah semata dari lahiriahnya dan ucapannya.
5. Menggelari Syaikh Rabi' sebagai anjing, tentu tidak "asal menggelari". Seseorang diberi gelar kalau memang pantas menyandangnya. Maka dilihat dulu, apakah kesalahan Syaikh Rabi' sehingga pantas digelari anjing?
Buat Abie, gelar buruk yang diberikan kepada penganut kesesatan adalah menunjukkan kita cinta padanya. Lho kok bisa? Iya. Seseorang, sebutlah Imam X. Dia mempunyai pemahaman yang menyimpang, misalnya mengajak bersatu antara sunni dan syi'ah. Ada dua muslim sunni, satu namanya A dan satu lagi namanya B. Si A menggelari Imam X dengan mujadid, si B menggelari Imam X dengan ahlul bid'ah. Si A menyebarkan tulisan dan ceramah Imam X, sementara Si B mentahdir ummat dari kesesatan Imam X, sekaligus memberikan masukan-masukan baik lewat buku maupun sarana lainnya bahwa pemahaman Imam X dalam ide persatuannya adalah keliru. Mana yang lebih menyayangi Imam X, si A apa si B?
Jelas si B. Upaya tahdir yang dilakukan si B mengurangi dosa-dosa yang akan ditanggung Imam X dari kesesatannya. Si B sangat menyayangi Imam X (yang muslim itu), sehingga berusaha dengan sekuat tenaga mengeluarkan Imam X dari kesesatannya. Sementara si A, dia hanya bermodal semangat tanpa ilmu, malah mendukung Imam X dan menggelari sebagai mujadid, yang menyebabkan Imam X makin jauh didalam kesesatannya.
Buat Panglima Kumbang, masalah gank lebih baik disudahi, bukankah sudah tidak lagi Anda gunakan?
Buat saudara Abdul Ghafur:
Anda katakan: yg disampaikan syekh rabi' banyak yg gak benarnya banyak menuduh dan mencela
Jawab; Lebih baik Anda buktikan dan tunjukkan dalam forum ini, banyak yang nggak benarnya dalam hal apa? Misalnya saja dalam kitab X Syaikh Rabi' menuduh kelompok A begini-begini, padahal kenyataannya tidak dst. Tapi dengan hujjah ilmiah ya...
Anda katakan: hampir semua yg diserang oleh syekh rabi' belum tentu demikian.
lalu, mana yg diserang syekh rabi' yg benar2 demikian?
Jawab: Lho saya kan yang bertanya, harusnya Anda yang membuktikan bahwa yang 'diserang' Syaikh Rabi' belum tentu demikian.
Anda katakan: apakah istilah 'quthbi', 'sururi', 'ikhwani', 'al pramuki' dll. juga ada dalam syariat?
Jawab: Bukankah penyebutan itu untuk menyebutkan pengikut? Apanya yang salah? Sururi berarti pengikut Muhammad Surur. apanya yang bertentangan dg syariat dari segi penamaan?
Buat semuanya, semoga diskusi kita meningkatkan ukhuwwah diantara kita, dengan semangat bahwa ini kita lakukan karena kita menyayangi saudara kita sesama muslim.