Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Selasa, 22 Mei 2012/1 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:52 - Shubuh 4:33:16 - Terbit 5:55:13 - Dzuhur 11:49:37 - Ashar 15:11:37 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:30 WIB

Penulis Topik: Tujuan Pernikahan dalam Islam  (Dibaca 16481 kali)


Offline Akhmad_Gufron

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 5
    • Lihat Profil
« Jawab #45 pada: 10 Mei 2007, 08:06:20 »
Assalamu alaikum. Salam kenal buat para myQers semua.
Kang Fatih ana seorang ayah dari satu putra dan seorang suami dari satu istri.
Ana sudah berumahtangga sekitar sepuluh tahunan dan 3 tahun belakang ini mengalami cobaan.
Kang Fatih apa saya boleh nimbrung disini atau saya harus buka baru.
Mohon Kang Fatih dan para My Qers memberikan saran.
Syukron

Offline sam_an

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2007
  • Tulisan: 1.508
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • allahuakbar
    • Lihat Profil
    • http://saman1234.multiply.com/
« Jawab #46 pada: 12 Mei 2007, 01:37:40 »
kalau menikahi anak gadis orang berakibat orang lain jadi gila, stress atau sakit hati... hukumnya haram tidak ya... ?

he..he..he...

Makanya kalo mencintai orang itu setelah 4JJI, Rasul, "baru orang itu" dan jgn 100% O0 , kalo bukan jodoh kita :'( :'( :'(, seakan dunia hancur berkeping2, :toe: seakan hidup ini tiada arti lg :'( :'( :'( gak harus gitu kaleeee %peace% %peace% %peace% makanya kita harus tau pada dan untuk siapa kita hidup O0 O0 O0

Offline wargabiasa

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 2.623
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #47 pada: 12 Mei 2007, 02:01:50 »
he..he..he..

gue udah tahu itu..

cuma gue benci dengan perempuan

yang suka mendua..

Offline sam_an

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2007
  • Tulisan: 1.508
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • allahuakbar
    • Lihat Profil
    • http://saman1234.multiply.com/
« Jawab #48 pada: 12 Mei 2007, 02:15:28 »
he..he..he..

gue udah tahu itu..

cuma gue benci dengan perempuan

yang suka mendua..

ada toh wanita yg mendua??????????????

Offline wargabiasa

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 2.623
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #49 pada: 12 Mei 2007, 02:31:51 »
he..he.he..

banyak

Offline servoman1salam

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2006
  • Tulisan: 1.169
  • Lokasi: banten
  • Jenis kelamin: Pria
  • Tawakal Niat Ikhtiar
    • Lihat Profil
    • MyWeb
« Jawab #50 pada: 12 Mei 2007, 02:51:46 »
Tujuan Pernikahan dalam Islam

Untuk memenuhi tuntutan naluri manusia yang asasi.
Pernikahan adalah fitrah manusia, maka jalan yang sah untuk memenuhi kebutuhan ini yaitu dengan aqad nikah (melalui jenjang pernikahan). Bukan dengan cara yang amat kotor menjijikan seperti cara-cara orang sekarang seperti: berpacaran, kumpul kebo, melacur, berzina, lesbi, homo, dan lain sebagainya yang telah menyimpang jauh dan diharamkan oleh Islam.

Untuk membentengi ahlak yang luhur.
Sasaran utama dari disyari'atkannya pernikahan dalam Islam di antaranya ialah untuk membentengi martabat manusia dari perbuatan kotor dan keji yang telah menurunkan dan meninabobokan martabat manusia yang luhur. Islam memandang pernikahan dan pembentukan keluarga sebagai sarana efektif untuk memelihara pemuda dan pemudi dari kerusakan serta melindungi masyarakat dari kekacauan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Wahai para pemuda ! Barangsiapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih Menundukan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa (shaum), karena shaum itu dapat membentengi dirinya". (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa'i, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi).
 
Untuk menegakkan rumah tangga yang islami.
Dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa Islam membenarkan adanya Thalaq (perceraian). Jika suami istri sudah tidak sanggup lagi menegakkan batas-batas Allah, sebagaimana firman Allah: "Thalaq (yang dapat dirujuki) dua kali, setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara ma'ruf atau menceraikan dengan cara yang baik. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali dari sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang zhalim". (Al-Baqarah : 229).

Yakni keduanya sudah tidak sanggup melaksanakan syari'at Allah. Dan dibenarkan rujuk (kembali nikah lagi) bila keduanya sanggup menegakkan batas-batas Allah. Sebagaimana yang disebutkan dalam lanjutan ayat di atas: "Kemudian jika si suami menthalaqnya (sesudah thalaq yang kedua), maka perempuan itu tidak halal lagi baginya hingga dinikahkan dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami yang pertama dan istri) untuk nikah kembali, jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah, diterangkannya kepada kaum yang (mau) mengetahui". (Al-Baqarah: 230).

Jadi tujuan yang luhur dari pernikahan adalah agar suami istri melaksanakan syari'at Islam dalam rumah tangganya. Hukum ditegakkannya rumah tangga berdasarkan syari'at Islam adalah WAJIB. Oleh karena itu setiap muslim dan muslimah yang ingin membina rumah tangga yang Islami, ajaran Islam telah memberikan beberapa kriteria tentang calon pasangan yang ideal yaitu: (a) sesuai kafa'ah; dan (b) shalih dan shalihah.

Kafa'ah menurut konsep islam
Pengaruh materialisme telah banyak menimpa orangtua. Tidak sedikit pada zaman sekarang ini orang tua yang memiliki pemikiran, bahwa di dalam mencari calon jodoh putra-putrinya, selalu mempertimbangkan keseimbangan kedudukan, status sosial dan keturunan saja. Sementara pertimbangan agama kurang mendapat perhatian. Masalah Kufu' (sederajat, sepadan) hanya diukur lewat materi saja.
Menurut Islam, kafa'ah (atau kesamaan/kesepadanan/ sederajat dalam pernikahan) dipandang sangat penting karena dengan adanya kesamaan antara kedua suami istri itu, maka usaha untuk mendirikan dan membina rumah tangga yang Islami Insya Allah akan terwujud. Tetapi kafa'ah menurut Islam hanya diukur dengan kualitas iman dan taqwa serta akhlaq seseorang. Allah memandang sama derajat seseorang baik itu orang Arab maupun non Arab, miskin atau kaya. Tidak ada perbedaan dari keduanya kecuali derajat taqwanya.

Firman Allah: "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang-orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal". (Al-Hujurat : 13).

Dan mereka tetap sekufu' dan tidak ada halangan bagi mereka untuk menikah satu sama lainnya. Wajib bagi para orangtua, pemuda, pemudi untuk meninggalkan faham materialis dan kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah Nabi yang Shahih. Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Wanita dikawini karena empat hal : Karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih karena agamanya (ke-Islamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan celaka". (Hadits Shahih Riwayat Bukhari, Muslim).
 
Memilih yang shalih dan shalihah
Lelaki yang hendak menikah harus memilih wanita yang shalihah dan wanita harus memilih laki-laki yang shalih. Menurut Al-Qur'an: "Wanita yang shalihah ialah yang ta'at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, olkeh karena Allah telah memelihara (mereka)". (An-Nisaa : 34). Menurut Al-Qur'an dan Al-Hadits yang Shahih di antara ciri-ciri wanita yang shalihah ialah : "Ta'at kepada Allah, ta'at kepada Rasul, memakai jilbab (pakaian) yang menutup seluruh auratnya dan tidak untuk pamer kecantikan (tabarruj) seperti wanita jahiliyah (Al-Ahzab : 32).

Tidak berdua-duaan dengan laki-laki yang bukan mahram, ta'at kepada orangtua dalam kebaikan, ta'at kepada suami dan baik kepada dan lain sebagainya". Bila kriteria ini dipenuhi Insya Allah rumah tangga yang Islami akan terwujud. Sebagai tambahan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menganjurkan untuk memilih wanita yang peranak dan penyayang agar dapat melahirkan generasi penerus umat.
 
Untuk meningkatkan ibadah kepada Allah.
Menurut konsep Islam, hidup sepenuhnya untuk beribadah kepada Allah dan berbuat baik kepada sesama manusia. Dari sudut pandang ini, rumah tangga adalah salah satu lahan subur bagi peribadatan dan amal shalih di samping ibadah dan amal-amal shalih yang lain. Sampai-sampai bersetubuh (berhubungan suami-istri) pun termasuk ibadah (sedekah). Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika kalian bersetubuh dengan istri-istri kalian termasuk sedekah!." Mendengar sabda Rasulullah itu para shahabat keheranan dan bertanya: "Wahai Rasulullah, seorang suami yang memuaskan nafsu birahinya terhadap istrinya akan mendapat pahala ?" Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab: "Bagaimana menurut kalian jika mereka (para suami) bersetubuh dengan selain istrinya, bukankah mereka berdosa .? "Jawab para shahabat : "Ya, benar". Beliau bersabda lagi : "Begitu pula kalau mereka bersetubuh dengan istrinya (di tempat yang halal), mereka akan memperoleh pahala!". (Hadits Shahih Riwayat Muslim, Ahmad dan Nasa'i dengan sanad yang Shahih).

Untuk mencari keturunan yang shalih dan shalihah.
Tujuan pernikahan diantaranya ialah untuk melestarikan dan mengembangkan bani Adam. Allah berfirman: "Allah telah menjadikan dari diri-diri kamu itu pasangan suami istri dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah ?". (An-Nahl : 72).

Yang tak kalah pentingnya, dalam pernikahan bukan hanya sekedar memperoleh anak, tetapi berusaha mencari dan membentuk generasi yang berkualitas yaitu mencetak anak yang shalih dan Shalihah serta bertaqwa kepada Allah SWT. Keturunan yang shalih tidak akan diperoleh melainkan dengan tarbiyah Islam (pendidikan Islam) yang benar. Disebutkan demikian karena banyak "Lembaga Pendidikan Islam", tetapi isi dan metodanya tidak Islami. Sehingga banyak terlihat anak-anak kaum muslimin tidak memiliki ahlaq Islami sebagai akibat pendidikan yang salah. Oleh karena itu suami istri bertanggung jawab mendidik, mengajar, dan mengarahkan anak-anaknya ke jalan yang benar.

Islam memandang bahwa pembentukan keluarga merupakan salah satu jalan untuk merealisasikan tujuan-tujuan yang lebih besar yang meliputi berbagai aspek kemasyarakatan berdasarkan Islam yang akan mempunyai pengaruh besar dan mendasar terhadap kaum muslimin dan eksistensi umat Islam.


setuju sekale.....

keluarga sebagai komunitas paling kecil dan awal.

amin yaa robbal 'alamin.

Negara Barat Penuh Dengan Tipu Daya.....     (Dunia - Nasyeed - Raihan ) :) ;)

Offline sam_an

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2007
  • Tulisan: 1.508
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • allahuakbar
    • Lihat Profil
    • http://saman1234.multiply.com/
« Jawab #51 pada: 12 Mei 2007, 03:14:06 »
@Atasku Copas nih ye!!!!!!!!!

Offline jawad

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 186
  • Lokasi: Magelang
  • Jenis kelamin: Pria
  • "baru cari calon istri"
    • Lihat Profil
    • www.imm-magelang.co.cc
« Jawab #52 pada: 13 Mei 2007, 09:53:22 »
NGGOLEK BAROKAHE GOSTI ALLOH = CARI BAROKAHNYA ALLOH.
HE..HE.. GITUA AJA KAYAKNYA.
::);:)
BISMILAH.. <br />KERJAKAN APA YANG ADA DI DEPANMU, SEMAMPUMU.<br />:)...:)<br />KALAU TIDAK BISA MAKA BERTANYALAH KEPADA AHLINYA

Offline abu_ghonam

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 2.313
  • Lokasi: bandung
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • klik di sini
« Jawab #53 pada: 30 Mei 2007, 00:06:53 »
Tujuannya untuk menciptakan keluarga yang...
Sakinah, mawa wadah, mawa ember, mawa gayung, mawa air  trus mandi ...segeeeer %peace% %peace% maaf bercanda
אבא עז

Offline bunganggrek

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2007
  • Tulisan: 10
    • Lihat Profil
« Jawab #54 pada: 30 Mei 2007, 11:23:51 »
artikelnya top bangettttttt.........

Offline tie

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 2.182
  • karna aku percaya
    • Lihat Profil
« Jawab #55 pada: 31 Mei 2007, 07:35:44 »
selain yang sudah disebutkan  ::)>>nikah juga merupakan sebuah ibadah, sunnah rosul, jalan untuk memelihara kesucian diri, sarana membangun stabilitas diri, dan..mengasah tanggung jawab  %peace%
itu saja dari tie....terimakasih... %peace%
Mimpi Besar Itu Firdaus
“Jika engkau memohon kepada Alloh Subhanahuwataala, memohonlah syurga firdaus karena ia adalah surga paling tinggi, atapnya adalah arsy Alloh yang Maharahman.”

Offline silent_assasint

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 12
  • Lokasi: Ngayogyokarto city
  • Jenis kelamin: Pria
  • hidup hanya sekali, buatlah berarti...
    • Lihat Profil
« Jawab #56 pada: 12 Juni 2007, 12:45:14 »
hmmm...yup. menurutku, nikah dalam Islam itu memang mudah, namun bukan berarti nggampangke alias meremehkan proses2 yang ada, namun juga bukan proses yang sulit, karena itu janganlah dipersulit. Perlu diingat, bahwa menikah adalah perkara yang akan menggenapkan separuh diin kita, dan juga mengandung kata-kata yang berat, yang mana bisa membuat bumi berguncang (wuiiiih bahasane)... So, yang paling penting ketika akan menikah adalah mengedepankan sikap yang bijaksana, karena Islam itu memang mudah, namun bukan berarti segalanya mudah. Islam juga tidak sulit, karena itu hendaklan jangan mempersulit ajaran dalam Islam... gitu aj...

Offline iswantoro

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 1
    • Lihat Profil
« Jawab #57 pada: 14 Juni 2007, 15:58:24 »
Assalamu'alaikum wr.wb.

jazakumulloh khoiron ktsr Mas fatih, artikelnya bagus pisan euy!!
http://pakdhe-aree.blogspot.com/2004/11/apakah-tanggung-jawab-sebuah-keluarga.html

Kalo ga salah artikel di atas merupakan Karya : Yazid Bin Abdul Qadir Jawas, jadi kl post itu bukan karya sendiri mohon di cantumkan referensi aslinya, walaupun hakcipta hanyalah milik allah semata mohon dihargai hasil jerih payah saudara kita, syukran afwan kalo kurang berkenan :)

Offline hk_irw

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2007
  • Tulisan: 9
  • Lokasi: indonesie
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #58 pada: 17 Juni 2007, 21:16:49 »
Jazakallahu khairan katsiira ....

Mohon ijin untuk kopi paste artikelnya ya akh ...... ;)

Offline allhuda

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2007
  • Tulisan: 31
    • Lihat Profil
« Jawab #59 pada: 23 Juni 2007, 22:33:57 »
lengkap neh