20 Mei 2013, 13:51:38
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email FaceBook Login -->
Board khusus buat pasutri "Board Pasutri"

myQuran - Komunitas Muslim Indonesia


myQ Selasar, sekilas info: H-17 dari myQuran Futsal Cup 2, Segera daftarkan Team Futsal anda | Selamat datang di myQuran, komunitas muslim indonesia..


Barangsiapa cinta karena Allah dan benci karena-Nya, memberi karena Allah dan menahan karena-Nya, adalah orang itu memperoleh kesempurnaan iman (HR Abu Dawud & Tirmizi)

img_iklan_board/1298237041.gif

Penulis Topik: ReSensi Buku  (Dibaca 10151 kali)

Offline puTrie_cantika

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 4.323
  • Jenis kelamin: Wanita
  • ~ Sabar terus....., dan Terus Sabar ~ ;)
    • Lihat Profil
    • Just Do I T
Re:ReSensi Buku
« Jawab #45 pada: 22 November 2008, 12:37:34 »
TANGAN ALLAH DI SEUTAS TALI

[/URL]

Category: Books
Genre:  Other
Author: Bayu Gawtama

HARGA Rp. 35.000 (belum termasuk ongkos kirim)
Pemesanan hubungi 021-994 544 93 ( puTrie_cantika )
Account transfer BCA cab. Kebayoran Lama
Account No. 248 1342 777 a.n Tri Setyawati


Saat nyawa di ujung tanduk, saat kematian di depan mata, saat tali-tali mulai putus, saat pengharapan mulai sirna, saat pintu-pintu tertutup, saat wajah mulai pucat pasi, kemana hati dan jiwa hendak meminta pertolongan? Kemana diri akan pergi menyelamatkan diri? Apakah kepada manusia yang kemampuan dan usahanya terbatas atau kepada Tuhan manusia yang kekuatan dan kemampuan-Nya tiada terbatas?

Benar, hanya ada satu tali yang tak pernah putus. Hanya ada satu pintu yang tak pernah tertutup. Hanya ada satu tangan yang senantiasa terbuka. Itulah tangan Allah. Tangan-Nya senantiasa terbuka menerima dan memberi. Menerima taubat dan do’a hamba-Nya. Memberi pertolongan dan kemudahan kepada siapa saja yang dikehendaki. Taiada pamrih dalam memberi dan terus memberi meski sering dikecewakan.

Buku ini merupakan kumpulan tulisan dan kisah nyata yang sarat makna. Bahasanya sederhana, namun kalimat demi kalimat dirangkai indah, menyentuh bahkan tidak jarang mampu meneteskan air mata.

Ada banyak pelajaran, wawasan dan inspirasi yang terkandung dalam setiap kisah. Semoga dapat membuka pintu kearifan pembaca dalam menjalani kehidupan ini.



« Edit Terakhir: 12 Desember 2008, 14:14:15 oleh puTrie_cantika »
"Falaa Taqul Lahumaa Uffiw walaa Tanhar Huma wa QulLahumaa 'Qoulan Kariman' "
Beli Buku dan Ingin Jadi Pengusaha? Klik:http://putriecantika.multiply.com/reviews

Offline ichamary

  • myQ Setia
  • *
  • Tulisan: 13.009
    • Lihat Profil
Re:ReSensi Buku
« Jawab #46 pada: 22 November 2008, 15:15:18 »
Berguru Kepada Allah

Genre : Religion & Spirituality
Author:Abu Sangkan
Penerbit : Rohim Agency
Price     : Rp. 75.000 (*bisa discount  10-30 % untuk toko buku online)



Ada banyak sekali pertanyaan pada benak kita, namun terkadang jawabannya tidak mewakili keinginan kita. Pertanyaan-pertanyaan yang kita ajukan selalu mendapat jawaban yang tidak sederhana. Kita duduk di bangku sekolah untuk mendapatkan pengertian tentang sebuah ilmu. Namun para guru memberikan definisi dan teori untuk memahamkan muridnya. Sekali lagi, kefahaman itu tidak mampu dicerna oleh semua muridnya.

Kita banyak melupakan sejarah belajar dan menerima pengajaran para nabi dan orang-orang alim masa lampau. Mereka menerima kefahaman terlebih dahulu baru mengajarkan sebuah ilmu. Dimasa kita masih balita, apakah yang kita dapatkan dari seorang ibu ? sebuah pengajaran dan belajar yang sangat unik dan ajaib. Beliau mengajarkan bagaimana menerima pengajaran tanpa kata-kata (parenting), sangat sederhana dan mudah difahami secara utuh (holistic). Ibu tidak pernah mendefinisikan bagaimana rasa kasih sayang dan cinta itu, tidak pula mengajarkan bagaimana cara menghisap air susu. Kita hanya diam untuk memahami sebuah pengertian yang mengalir begitu saja. Kefahaman yang utuh !! Kita menggeliat di pembaringan berbulan-bulan, merangkak, mencoba berdiri lalu jatuh, berdiri, lalu jatuh lagi, ribuan kali ! Ibuku menyaksikan proses itu ... kita hanya diajarkan untuk memahami yang terjadi dalam jiwa kita, sebuah naluri yang merasuk dalam sukma.

Mengerti itu adalah sebuah fenomena yang unik dan sederhana. Selama ini konsep kita terbalik !! kita belajar sebuah “pengertian” dari definisi, uraian, penjelasan dan perumpamaan, akhirnya kita tetap tidak mengerti secara utuh.

Bagaimana Allah mengajarkan sesuatu kepada makhluknya? Melalui Apa? Sebuah kefahaman yang bisa dimengerti oleh apa saja dan siapa saja, sangat mudah dan tidak njelimet. Yaitu Sebuah kata tanpa suara (shaut) dan tanpa huruf (harf). Adalah kata-kata Tuhan yang paling sederhana dan mudah kita terjemahkan kedalam bahasa verbal. Kita sudah menerima itu semua, baik berupa ilham baik (taqwa) maupun ilham buruk (fujur). Tanpa mengenal bahasa-Nya, kita akan mengatakan:

- Mengapa Shalat khusyu’ itu sulit dilakukan?
- Mengapa berbuat jahat itu lebih mudah sedangkan berbuat baik memerlukan upaya yang luar biasa?
- Mengapa setiap berdoa sulit memahami jawabannya?

Buku ini akan menguak sebuah  rahasia yang anda pertanyakan selama ini.

Source :  www.shalatcentre.com
I am only oNe, buT  i am still oNe. I can not do anything, but i still do something :)

Offline puTrie_cantika

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 4.323
  • Jenis kelamin: Wanita
  • ~ Sabar terus....., dan Terus Sabar ~ ;)
    • Lihat Profil
    • Just Do I T
Re:ReSensi Buku
« Jawab #47 pada: 12 Desember 2008, 13:58:06 »




Harga Rp. 35.000 + Ongkos kirim
Pemesanan : 021 - 994 544 93 (puTrie_cantika)
Transfer BCA Account No. 248 1342 777 a.n Tri Setyawati


Klik : http://putriecantika.multiply.com/reviews/item/13/Monyet_Aja_Bisa_Cari_Duit_Zainal_Abidin_PHD

Buku “MONYET AJA BISA CARI DUIT” adalah buku untuk setiap orang yang ingin mulai membuka dan menjalankan usaha sendiri. Membacanya, seperti menertawakan diri sendiri. Terutama setiap diri yang tidak kunjung mandiri dan masih bersedia dipenjara oleh sebuah ketergantungan, baik ketergantungan pada oranglain, lembaga, instansi, atau negara.

Ditulis dalam bentuk dialog antara seorang mahasiswa semester akhir,yang masih bingung dengan pekerjaan dan masa depannya, dengan seorang entrepreuneur “gila” yang berusaha menghancurkan mental block si mahasiswa untuk menjadi entrepreuneur sejati.
 
Buku ini membandingkan manusia dengan monyet. Manusia yang belum bias mencari duit, dianggap punya derajat lebih rendah daripada seekor monyet. Mungkin terlalu sarkastis, tapi itu adalah kenyataan.

Tidak sekadar menghina, karena setiap orang yang tersinggung amun punya kemauan untuk berubah dan maju, buku ini juga memberikan solusi,bagaimana supaya kita, manusia, bisa dipandang lebih mulia daripada monyet.

Zainal Abidin PHD (Bang Jay), teman-temanya menambahkan gelar di belakang namanya karena tidak rela hanya bergelar Sarjana Pertenakan, PHD bukan Philosophy Doctor, tetapi Permanent Head Demage. Bukan tanpa alasan pekerjaan sehari-hari memang 'merusak' otak orang. Ia Memang 'Mental Surgeon Specialist. Lewat buku ini, ia ingin menujukan bahwa sukses bukan hak setiap orang. 'Success is our Obligation' Sukses adalah Kewajiban kita semua.

=======================

Sebuah buku yang dapat menjadi bekal bagi siapa saja yang ingin berbisnis tetapi masih takut-takut memulai. Jay mencoba memungut fenomena “monyet mencari duit”. Semula monyet liar,diberikan training oleh pawang monyet, lalu action manggung.

Buku yang benar-benar inspiratif untuk membuat Anda tersinggung.
Isdiyanto – Pimpinan Umum & Redaksi Majalah “Wirausaha dan Keuangan”

Ide-ide nakal tapi masuk akal yang terlontar dari Bang Jay dalam dunia wirausaha seringkali lain dari yang lain… ide nakal seperti itu sangat diperlukan di tengah persaingan bisnis yang ketat saat ini.
Yadi – Dompet Dhuafa, Bandung

Kalau di dunia entrepreuneur ada sembilan wali, Bang Jay mungkin wali ke-10. Pikirannya out of the box. Cara-caranya menyimpang, tapi seringkali lebih efektif.
Wahyu Saidi – Alumni ITB, Pemilik Jaringan Warung Bakmi Tebet

Saya adalah salah satu korban perilaku “menyimpang” Bang Jay.Kumis saya dicukur sebelah, dan saya diminta tidak mencukurnya selama satu minggu. Hasilnya, saya berani berbicara di hadapan ratusan bahkan ribuan orang yang hadir di seminar, dimana saya menjadi pembicara.
H. Nur Huda – Cendol Gading, Jakarta
« Edit Terakhir: 12 Desember 2008, 14:03:21 oleh puTrie_cantika »
"Falaa Taqul Lahumaa Uffiw walaa Tanhar Huma wa QulLahumaa 'Qoulan Kariman' "
Beli Buku dan Ingin Jadi Pengusaha? Klik:http://putriecantika.multiply.com/reviews

Offline Nyndachanchan

  • myQ Perambah
  • *
  • Tulisan: 285
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Ku ingin slalu hatimu u ku
    • Lihat Profil
Re:ReSensi Buku
« Jawab #48 pada: 09 Februari 2009, 17:50:41 »
kapan ya ikut buat resensi buku???banyak buku tapi ga da yang dbuat resensinya  :D
Tak ada yg bs menggantikan dirimu.

Offline adikmanis

  • myQ Newbie
  • *
  • Tulisan: 1
    • Lihat Profil
Re:ReSensi Buku
« Jawab #49 pada: 19 Maret 2009, 15:21:24 »
yang akan hadir akhir Maret 2009

ISABELLA
Maulana Muhammad Saeed Dehlvi
Tebal sekitar 370 halaman
ukuran 13 x 19 (dlm cm)
gambar cover dapat dilihat di http://klubbacanavila.blogspot.com
 
Novel yang berkisah tentang seorang gadis Kristen bernama Isabella, putri Kepala Pendeta tersohor di Cordova, sebuah kota nan indah dan bersejarah di Spanyol. Ia memelajari agama Kristen secara mendalam dan tekun, mencoba untuk mencari kebenaran doktrin Kristen dengan membedah prinsip-prinsip dasar kekristenan. Suatu ketika ia menemukan keraguan dan kejanggalan dalam ajaran Kristen.

Tatkala kebenaran terbentang di hadapannya, ia mulai meninggalkan agamanya dan meraih Islam sebagai agama baru. Ia dengan berani dan gigih menghadapi tentangan serta siksaan dari ayah, guru, serta umat Kristen di Cordova. Sosok Isabella telah melegenda dalam sejarah panjang Islam dan Kristen. Kegigihan dalam menggenggam keyakinan telah menjadi inspirasi jutaan perempuan di berbagai belahan bumi. Sementara bagi para akademisi dan teolog, kisah Isabella tak pernah kering dikaji untuk memelajari perbandingan agama.
 
Novel ini merupakan sebuah karya yang sangat bermanfaat, dikemas dalam sebuah kisah yang menarik, menjelaskan perbandingan keyakinan Islam dan Kristen. Satu lagi karya klasik yang akan memberikan pencerahan pada kita. Sebuah novel spiritual yang menyentuh.

Novel Isabella ini membutuhkan pikiran terbuka untuk menerima segala sesuatu yang terkandung di dalamnya. Bagi yang tidak berpikiran terbuka akan menganggap bahwa novel ini mengandung SARA. Bagi yang berpikiran terbuka akan menyikapinya sebagai pembelajaran hidup.

Offline ph34r

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 5.551
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:ReSensi Buku
« Jawab #50 pada: 24 Maret 2009, 17:08:56 »
aku boleh nambah kan?
ada beberapa buku yang sepertinya COCOK buat situasi POLITIK sekarang(pemilu)
don't worry, gak jauh dari agama kok

Offline 0ch1e

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 3.252
  • Jenis kelamin: Wanita
  • ^ myQ bdg yg kompak on GTS-GTP
    • Lihat Profil
Re:ReSensi Buku
« Jawab #51 pada: 16 November 2009, 22:21:40 »
resensinya dari adeku sayang, nisa:
--

Judul Buku : Menuju Jama’atul Muslimin, Telaah Sistem Jama’ah dalam Gerakan Islam
Pengarang : Hussain bin Muhammad bin Ali Jabir, MA
Alih Bahasa : Aunur Rafiq Shaleh Tahmid, Lc
Penerbit : Robbani Press
Cetakan Ke : 5 (sekarang sudah 8)
Tahun Terbit : Juli 2007
Tebal Buku : 427 Halaman
Isi Buku :


Sinopsis
Buku “Menuju Jama’atul Muslimin” ini terdiri dari tiga bab utama. Bagian pertama menjelaskan mengenai Struktur Organisasi Jama’atul Muslmin. Sebelumnya, mengenai konsep jama’ah, dijelaskan bahwa jama’ah diartikan dengan sejumlah besar manusia atau sekelompok manusia yang berhimpun untuk mencapai tujuan yang sama. Dijelaskan berdasar pada tinjauan syari’at Islam yang menunjukkan betapa pentingnya wujud jama’atul muslimin, dimulai dengan pembahasan mengenai umat Islam, baik menurut bahasa maupun berdasarkan letak geografis. Menurut bahasa, Umat Islam mempunyai banyak arti diantaranya kaum, jama’ah, dan golongan manusia. Pengarang al Mufradat fi Dalalatiha al-‘Arabiyah mengartikan umat adalah setiap jama’ah yang disatukan oleh sesuatu hal; satu agama, satu zaman, atau satu tempat. Baik faktor pemersatu itu dipaksakan ataupun berdasarkan atas pilihan.

Sedangkan berdasarkan secara geografis, titik tolak pembebasan tanah air umat Islam dimulai dari kawasan Darul ‘Adl yaitu Darul Islam. Negara yang bisa disebut sebagai negara Islam yang sebenarnya ialah negara yang dikuasai oleh kekuasaan negara keadilan (darul ‘adl) yaitu negara yang menegakkan Islam dan melindungi hukum-hukumnya serta dipimpin oleh seorang khalifah pemegang imamah. Batas-batas tanah air Islam ini meluas sesuai dengan meluasnya kekuasaan darul ‘adl, meliputi negeri-negeri darul Islam secara umum. Selanjutnya, pemerintahan-pemerintahan Islam ini seluruhnya harus tunduk kepada satu pemerintahan pusat yang dikepalai oleh seorang imam. Jika negeri-negeri itu tidak diperintahkan dengan syari’at Allah oleh para penguasa Islam, serta tidak tuntuk kepada satu kekuasaan pusat, maka tidak bisa disebut darul ‘adl. Batas-batas bagi negara Islam dan tanah airnya meliputi seluruh belahan bumi. Setiap belahan bumi yang tidak diperintah dengan Islam, maka merupakan negeri yang dirampas dan harus dikembalikan kepadanya.

Umat Islam mempunyai akar sejarah yang sangat tua yakni sejak pertama manusia di atas bumi hingga datang penutup para Nabi dan Rasul, Muhammad saw. Umat ini, sepanjang sejarahnya telah menempuh dua periodisasi yakni, pertama sebelum diutusnya Muhammad saw dan kedua dimulai dengan Muhammad saw. Pada periode ini da’wah mulai beralih dari kerangka kekauman yang terbatas, kepada kerangka kemanusiaan yang bersifat umum. Ummat Muhammad yang meliputi segenap manusia terbagi menjadi dua, yakni ummat yang menyambut dan menerima da’wah Rasulullah dan menyatakan diri masuk Islam secara kaffah. Golongan ini disebut sebagai umat yang menerima da’wah. Kedua yakni golongan yang tidak mau menerima da’wah Muhammad saw, dan tidak masuk Islam secara kaffah. Golongan ini menjadi ummat yang harus dida’wahi.

Karakteristik umat Islam dan sendi-sendi utama umat Islam adalah aqidahnya yang bersih dari segala bentuk kemusyrikan, universalitas dan integralitas aqidah, Rabbaniyah, kesempurnaan, keterbatasan dari kekurangan, kepertengahannya, dan fungsinya sebagai saksi atas manusia. Adapun unsur kesatuan ummat Islam adalah kesatuan aqidah, kesatuan ibadah, kesatuan adat dan perilaku, kesatuan sejarah, kesatuan bahasa, kesatuan jalan, kesatuan dustur, dan kesatuan pimpinan.

Selanjutnya dibahas mengenai urgensi syura sebagai lambang tertinggi yang darinya lahir berbagai kebijaksanaan sebagai manifestasi political will umat Islam. Sejalan dengan itu tak mungkin diwujudkan sebuah syura meliputi seluruh umat tanpa adanya imamah atau sistem kepemimpinan. Imam menurut bahasa ialah setiap orang yang dianut oleh suatu kaum, baik mereka berada di jalan lurus atau sesat. Ar Razi dalam tafsirnya mendefinisikan Imam yaitu setiap orang yang diajdikan teladan dalam masalah agama. Berdasarkan ayat-ayat al Qur’an dan pendapat para ulama bahasa, tafsir, dan aqidah, jelas semuanya sepakat bahwa imam adalah lafazh yang berarti kepemimpinan tertinggi di antara mereka; ke atas pundaknya diletakkan tanggung jawab kebaikan mereka dalam agama dan dunia. Imam Mawardi menyebutkan tujuh orang yang layak menjadi imam harus memenuhi persyaratan berikut, yakni ‘adalah (bermoral Islami) berikut semua persyaratannya, ilmu yang dapat mengantarkan kepada ijtihad dalam berbagai kasus dan hukum, sehat panca indera seperti pendengaran, penglihatan, dan lisan, supaya dapat mengetahui sesuatu secara langsung, tidak memiliki cacat anggota badan yang akan menghalangi kesigapan gerak dan kecekatan kerja, mempunyai pandangan yang dapat membawa kepada kebijakan rakyat, memiliki keberanian dan kegigihan untuk melindungi kawan dan memerangi lawan, berketurunan dari Quraisy. Mengenai syarat yang ketujuh ini, para ulama masih memperselisihkannya. Namun banyak hadits yang menunjukkan kemungkinan munculnya khilafah dari selain Quraisy, sekaligus merupakan khilafah yang sah (syar’i) dalam umat Islam di mana seseorang tidak boleh keluar darinya karena hanya bukan dari Quraisy.

Dengan segala karakteristik positifnya telah terbentuk, ditambah lagi denagn adanya lembaga syura yang berjalan di dalam kerangak sebuah imamah, berarti pada saat itulah sebuah jama’atul muslimin telah eksis dengan segala makna hakikatnya.

Tujuan Jama’atul Muslimin, yakni terdiri dai tujuan khusus bagi umat Islam, yakni, pembentukan pribadi-pribadi muslim, pembentukan rumah tangga muslim, pembentukan masyarakat muslim, penyatuan umat. Adapun tujuan umum, yakni agar seluruh manusia mengabdi kepada Allah swt, agar senantiasa memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah yang munkar, agar menyampaikan da’wah Islam kepada segenap umat manusia, agar menghapuskan fitnah dari segenap muka bumi, agar memerangi segenap umat manusia sehingga mereka bersaksi dengan persaksian yang benar.

Adapun bagian kedua buku ini yakni membahas jalan menuju jama’atul muslimin. Bagian ke dua ini diawali dengan pembahasan mengenai hukum Islam, karena berdirinya jama’atul muslimin erat kaitannya dengan hukum-hukum Islam tersebut. Sejak da’wah Islam dibawah pimpinan Rasulullah saw mulai digelar di Makkah, turunlah pengarahan-pengarahan Rabbani sesuai dengan keperluan jama’ah dan tuntutan tahapan yang dihadapi oleh jama’ah. Dalam kaitannya dengan jama’ah Islam yang sedang berupaya menegakkan kembali Jama’atul Muslimin dalam kehidupan umat Islam, pengarahan Rabbani dan sunnah Nabawiyah telah diturunkan secara sempurna.  Sehingga setiap muslim dan jama’ah Islam dituntut melaksanakan seluruh pengarahan Rabbani dan sunnah Nabawi secara utuh. Hukum Islam dari segi hakikat dan caranya terbagi dua, yakni substansi hukum dan cara pelaksanaan hukum. Kedua bagian hukum ini, dari segi pelakunya, terbagi dua, yakni hukum-hukum yang khusus bagi Muslim sebagai individu dalam umat Islam, dan hukum-hukum yang khusus bagi jama’ah sebagai jama’ah dari umat Islam. Jama’ah umat Islam adalah kelompok atau golongan yang membawa da’wah untuk menegakkan Jama’atul Muslimin pada masa ketiadaannya.

Ajaran Islam bersifat syamil-kamil-mutakamil (menyeluruh-sempurna-dan saling menyempurnakan). Oleh karena Muslim memiliki kemampuan sektoral dan terbatas, tidak mungkin Islam akan tegak secara utuh manakala kaum Muslimin menerapkannya secara individual, namun harus diterapkan secara jama’i (kolektif). Jika Jama’atul Muslimin kita nyatakan tidak ada di masa sekarang ini, maka harus diupayakan jalan menuju terbentuknya Jama’atul Muslimin yaitu dengan adanya jama’ah dari sebagian umat Islam (jama’atun minal Muslimin) yang mengupayakan perwujudannya.

Rasulullah saw sejak masa-masa pertama diturunkan wahyu Ilahi menyadari bahwa tugas mulia ini tidak mungkin dapat dilakukan oleh satu orang manusia tetapi memerlukan suatu jama’ah yang kuat. Dalam perjalanan kepada Rabb-nya, Nabi Ibrahim as mengumumkan hakikat yang merupakan syarat kemenangan da’wah ini, yaitu menegakkan jama’ah yang akan membawa da’wah dan membelanya. Jika jama’ah ini tidak tegak, maka tidak akan pernah kemenangan dagi da’wah. Hakikat ini pun telah dipahami Rasulullah saw sejak awal masa da’wahnya. Dan hakikat ini pula yang harus dipahami oleh setiap da’i Islam. Rasulullah saw mengungkapkan pentingnya jama’ah ini bagi keberhasilan da’wah, dan menyatakan bahwa jama’ah inilah yang akan menentukan eksis atau tidaknya da’wah Islam. Jika telah jelas hakikat ini dari Sirah Rasulullah saw dan kewajban ini pun telah dipahami oleh para da’i Islam, maka setiap Muslim yang menyadari kewajiban da’wah Islam atas dirinya dan ingin bergerak untuk da’wah ini, wajib menjadikan langkah pertamanya dalam kehidupan ini sebagaimana langkah Rasulullah, yaitu mencari jama’ah, atau mewujudkannya, untuk membantunya melaksanakan kewajiban da’wah yang amat berat tersebut.

Adapun rambu-rambu dari sirah Nabi falam menegakkan jama’ah berisi enam karakteristik pokok sebuah jama’ah yaitu:
1. Menyebarkan prinsip-prinsip da’wah
Dalam tahapan ini Rasulullah menempuh dua jalan yakni dengan melakukan kontak pribadi, seperti dilakukan Beliau kepada Khadijah ra dan Ali bin Abi Thalib. Dakwah Islam perlu menempuh jalan ini dalam keadaan permulaan da’wah dan pada saat pemerintah yang berkuasa melarang para aktivis da’wah melakukan aktivitas da’wah secara terang-terangan. Jalan selanjutnya yakni melakukan kontak umum. Cara ini disebut tahapan da’wah secara terang-terangan.

2. Pembentukan da’wah
Pembentukan (takwin) da’wah ini merupakan tindak lanjut dari ramu pertama Sirah Rasulullah saw baik dalam kontak pribadi maupun kontak jama’i. Sisi penataan dalampembinaan jama’ah kadang berlangsung pada tahapan iitishal fardi (kontak priadi) pada rambu pertama, ayitu tahapan sirriyah, dan kadang berlangsug pada tahapan ittishal jama’I (kontak umum) atau kadang berlangsung pada kedua tahapan tersebut.    

3. Konfrontasi bersenjata terhadap musuh  da’wah
Karakter rambu pertama adalah membagi manusia menjadi dua bagian kelompok pertama, kelompok yang menerima prinsip-prinsip da’wah, menjadi bagian dari rambu kedua, yaitu harus dibina dan dibentuk denagn prinsip-prinsip da’wah, sedangkan kelompok kedua, yakni kelompok yang menentang prinsip-prinsip da’wah menjadi bagian dari rambu ketiga, yaitu harus dihadapi dengan kekuatan senajta agar mereka mau menyerah kepada kekuatan da’wah. Hal itu dilakukan setelah ditegakkan hujjah yang nyata atas mereka pada rambu pertama, berupa penyebaran pikiran-pikiran dan ajaran-ajaran da’wah. Fungsi rambu ketiga ini ialah mempertahankan kelompok yang masuk ke dalam takwin.

4. Sirriyah dalam kerja membina jama’ah
Faktor-faktor yang menajmin keberlangsungan proses pembinaan jama’ah meliputi tiga hal, yakni sirriyah dalam gerak pembinaan jama’ah, bersabar atas segala kesulitan, dan menghindari konfrontasi melawan kebatilan dalam dua tahapan awal yakni penyebaran dan takwin. Maksud sirriyah dalma kerja membina jama’ah ialah membatasi pengetahuan program kerja pada lingkungan pimpinan. Setiap individu dalam kerja sirri ini tidak boleh mengetahui tugas anggota lain, tetapi harus mengatahui tugas pribadinya. Sirriyah merupakan “kotak” tempat menyimpan program amal jama’i dan “tirai” yang menutupi dan melindungi program tersebut. Sirriyah adalah suatu prinsip yang sangat penting dan harus dipegang teguh sepanjang gerakan pembinaan jama’ah, terutama pada tahap-tahap pertama, agar tidak dipukul dalam usia bayi. Sirriyah hanya menyangkut aspek penataan (tanzhim) saja, bukan menyangkut aspek pemikiran atau nilai-nilai Islam yang harus dikemukakan. Para da’i harus memperhatikan rambu ini dan meng-utamakannya dalam gerak mereka. Karena ia merupakan “kunci” keamanan yang akan melindung amal jama’i dari intaian mata-amta musuh yang mengawasinya.

5. Bersabar atas gangguan musuh
Di antara faktor terpenting yang dapat melindungi dtruktur jama’ah pada tahapan takwin ialah kesabaran seluruh anggoa jama’ah dan keberhasilan merekan meredam emosi dalam menghadapi setiapgangguan dan ejekan musuh. Berulang-ulangnya perintah bersabar pada ayat-ayat Makiyah, menunjukkan pentingnya sifat ini dalam memelihara eksistensi jama’ah, terutama pada tahapan takwiniyah.                                                    

6. Menghindari medan pertempuran
Kitman (perahasiaan) dan sabar belum cukup ntuk melindungi jama’ah dari gangguan, karena perbedaan kemampuan manusia dalam menerapkan kedua hal tersebut. Juga karena sebagian besar ajaran Islam pasti akan nampak pada par pelakunya dalam bentuk sikap dan perilaku. Karena itu, pimpinan yang bijaksana segera membuat faktor yang lebih aman untuk  melindungi jama’ah tersebut. Denagn terpeliharanya eksistensi jama’ah maka akan tercapai kemenangan Islam dan tersebar ajaran-ajarannya. Tetapi jika jama’ah ini hancur, akan menagkibatkan bekunya hukum-hukum Islam dan terhapusnya ajaran-ajarannya. Menjauhi medan pertempuran dalam tahapan takwiniyah merupakan upaya perlindungan bagi pelaksanaan ibadah kepada Allah.

Setelah penjelasan mengenai rambu-rambu jalan menuju terbentuknya Jama’atul Muslimin, berikut dijelaskan tabiat jalan tersebut, yakni jalan ujian dan cobaan. Tabiat jalan ini telah banyak disimpulkan menjadi dua kategori, yakni jalan kebaikan dan keburukan. Tujuan tabiat jalan ini adalah membentuk manusia yang baik melalui perbuatan-perbuatannya, agar dengan demikian pergerakan manusia di atas bumi ini pun menjadi baik. Roda pergerakan manusia di permukaan bumi ini tidak mungkin dapat berjalan seperti yang diinginkan Allah kecuali jika diambil dan dipegang oleh tangan-tangan yang telah digembleng dengan tarbiyah yang dikehendaki Allah, dan tidak mungkin dapat mengetahui ‘tangan-tangan’ yang layak tersebut kecuali setelah melalui berbagai ujian saringan. Ujian-ujian itulah yang disebut tabiat jalan. Dan tangan-tanagn yang layak itulah yang ditetapkan sebagai tujuan dari tabiat jalan yang penuh berkah ini.

Pada bagian ketiga, penulis membahas mengenai jama’ah-jama’ah terpenting yang aktif di medan da’wah Islam. Perjuangan Islam setelah runtuhnya Khilafah Utsmaniyah, dilakukan melalui perjuangan individual (amal fardi) dan melalui per-juangan kolektif (amal jama’i). Ditinjau dari tujuannya, perjuangan kolektif terbagi dalam beberapa bagian, yakni:
a.   Perjuangan kolektif ayng tujuannya langsung menegakkan khilafah.
Kelompok ini antara lain, Hizbut Tahrir, Da’wah Ikhwanul Muslimin, Partai Masyumi.
b.   Perjuangan kolektif yang tujuan langsungnya da’wah sosial,budaya, dan sufi.
Kelompok ini antara lain Anshar as-Sunnah, Jama’ah Tabligh
c.   Perjuangan kolektif yang sudah bubar, sementara yang lain tetap dapat mempertahankan diri.
Dalam pembahasan selanjutnya dibahas mengenai empat kelompok jama’ah sebagai sampel pembahasannya, masing-masing memiliki kecenderunagn yang berbeda. Dalam kaidah penilaian atas jama’ah-jama’ah Islam, kriteria yang menjadi referensi dalam penilaian terhadap organisasi tersebut adalah Islam. Dengan Islam ditinjau tujuan-tujuannya, sarana-sarana untuk mencapai tujuan, serta pemikiran dan karakteristiknya.

Pertama, Jama’ah Anshor as-Sunnah al-Muhammadiyah yang didirikan di Kairo 1345 H yang orientasi dakwahnya kepada seruan sosial dan ilmu pengetahuan. Kedua, Hizbut Tahrir yang didirikan di Yordania pada 1378 H yang orientasi dakwahnya pada seruan politik (as-siyasi). Ketiga, Jama’ah Tabligh yang didirikan di India yang berorientasi pada seruan sufiyyah. Keempat, yang tulisan tentangnya dan aktivitasnya ditulis di akhir karena tlisan tentang itu sangat banyak, yakni Ikhwanul Muslimin yang didirikan di Mesir pada 1347 H. Penulis menganggap bahwa jama’ah ini mewakili gerakan da’wah yang memiliki karakteristik syamil (menyeluruh). Tidak hanya memperhatikan aspek sosial dan ilmu pengetahuan semata, melainkan juga aspek sufiyyah dan siyasiyyah bahkan juga meliputi aspek harakiyyah dan jihadiyyah (pergerakan dan jihad).

Pada akhirnya, karakteristik jalan menuju penegakan khilafah Islamiyah amatlah sulit, sebelum mendapatkan pertolongan dari Allah, penuh dengan berbagai macam hal yang tidak disukai oleh nafsu. Setelah mendapat pertolongan Allah dihiasi dengan berbagai macam syahwat. Yang dituntut adalah tetap teguh berpijak kepada kebenaran dalam kedua situasi tersebut, yakni situasi bala’ dan bujukan. Ada banyak jama’ah Islamiyah yang telah menempuh jalan ini. Di antara jama’ah tersebut ada yang tujuan dan sarananya terbatas sehingga tidak mengantarkannya kepada tujuan yang diharapkan. Menurut syari’at Islam ia tertolak. Ada juga jama’ah yang tujuan dan sarananya lengkap, mencerminkan kesempurnaan dan keluhuran Islam dan diterima menurut syari’at Islam. Jama’ah yang memiliki kesempurnaan dan kekomprehensifan dalam tujuan dan sarananyalah yang layak mendapat loyalitas dan dukungan setiap Muslimin.
« Edit Terakhir: 16 November 2009, 22:27:16 oleh 0ch1e »
bukan kemarin yang harus terus-terus dipikirkan
bukan besok yang harus terus-terus dikhawatirkan
melainkan hari ini yang harus benar-benar diikhtyarkan

SEMANGKA!

Offline nurfadilah_s

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.269
  • Jenis kelamin: Wanita
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:ReSensi Buku
« Jawab #52 pada: 02 Agustus 2011, 23:57:19 »
@ All -->> Keren-keren euy...  O0

* nurfadilah_s jadi tambah semangat baca resensi.. ups.. :o.. baca bukunya ding... :D

Offline bee_imutz

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.420
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
Re:ReSensi Buku
« Jawab #53 pada: 06 Agustus 2011, 13:01:49 »
pengen yang punya neno warisman :D
dunia anak yang penuh dengan warna beda dengan dunia orang dewasa yang hanya ada 2 warna :D hitam dan putih.

*pengen banget buku semua ada saatnya syaikh mahmud al mishri
belajar bijak untuk menjadi ikhlas

Offline ichamary

  • myQ Setia
  • *
  • Tulisan: 13.009
    • Lihat Profil
Re:ReSensi Buku
« Jawab #54 pada: 08 Agustus 2011, 10:01:23 »
Judul                     : 100 tokoh yang mewarnai Jakarta
Author                   :  Benny & Mice ( Benny Rachmadi, Muhammad Misrad)
page                     : 160 pages
Tahun                   : 2008
Penerbit                : KPG
Price                      : RP. 50.000


Review :

Jenis BUku komik kumpulan ilustrasi  tentang profesi dan karakter di Jakarta.
Hasilnya adalah potret yang cukup jujur dalam melihat sekian banyak profesi dan karakter di Jakarta, mulai dari yang serabutan hingga permanen, mulai komentar positif hingga kritis.

Dengan gaya Beni dan mice yang sangat pas menyindir, dengan  sindirannya sangat mengena dan bisa dipahami lintas golongan.

Saya pernah dengar, entah dari siapa quoternya : Lelucon yang paling tinggi nilainya adalah lelucon yang membuat orang menertawakan dirinya sendiri, dan Lelucon yang paling rendah nilainya adalah lelucon yang menjurus ke arah pikiran mesum., dan gaya penceritaan mereka yang kocak merupakan lelucon tingkat tinggi yang membuat kita bisa menertawakan diri kita sendiri.

Yang menarik, ada beberapa profesi yang sangat umum dan pasti pernah bersentuhan dengan sekian juta penduduk Jakarta, namun tidak mereka gambarkan.
Alasan Benny dan Mice, sekian banyak profesi dan karakter yang mereka gambarkan adalah profesi yang mereka amati. Bisa jadi, karakter tersebut dekat dengan keseharian si duo kartunis.

Intinya, Lucu, menghibur dan  Kritis  8-)
I am only oNe, buT  i am still oNe. I can not do anything, but i still do something :)

Offline Doyok12

  • myQ Junior
  • *
  • Tulisan: 85
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:ReSensi Buku
« Jawab #55 pada: 10 April 2012, 23:44:47 »
Judul       : Hidayah Sang Pencipta
Hal          : 142 Hal
Penerbit  :  Nulis Buku
Harga      : Rp 50.000

Al-Qur’an tidaklah semata hanya berisikan petunjuk keselamatan untuk menempuh ujian kehidupan, akan tetapi juga berisikan keterangan tentang kejadian-kejadian alam semesta dalam bentuk perumpamaan. Mengingat perubahan pola pikir manusia sebagai akibat dari berubahnya zaman, perumpamaan di gunakan untuk mempermudah penyampaian kalimat-kalimat Allah Swt, membuat segala keterangan ayat Al-Qur’an tidak lah usang oleh waktu. Tidak semua wahyu Allah Swt. yang berhubungan dengan kejadian alam semesta mudah di pahami, ada hal-hal yang tidak dapat di ketahui sepanjang kehidupan manusia.

Di dalam Al-Qur’an ada beberapa ayat muhkamat dan beberapa ayat mutasyabihat, ayat muhkamat adalah ayat-ayat yang dapat dengan mudah di pahami, sedangkan ayat mutasyabihat adalah ayat-ayat yang memiliki beberapa pengertian, sehingga sulit atau bahkan tidak dapat di tentukan arti sesungguhnya, kecuali bila sudah di selidiki secara mendalam, atau benar-benar tidak dapat di pahami karena hanya Allah Swt. yang mengetahuinya.

Pembahasan buku ini bersinggungan dengan beberapa ayat mutasyabihat tersebut, Insya Allah buku ini tidak menimbulkan fitnah dengan menghindari ta’wil yang hanya di ketahui Allah Swt. Buku ini juga melampirkan tafsir ulama terkenal Ibnu Katsir, sebagai bahan rujukan.

« Edit Terakhir: 26 April 2012, 18:42:35 oleh Doyok12 »

Offline otong_lennon

  • myQ Perambah
  • *
  • Tulisan: 317
  • jangan bergerak! ..
    • Lihat Profil
Re:ReSensi Buku
« Jawab #56 pada: 09 Juni 2012, 10:15:06 »
Judul Buku: Mengaji Pluralisme kepada Mahaguru Pencerahan
Penulis: KH. Husein Muhammad
Penerbit: Mizan
Tahun: 1, Oktober 2011
Tebal: 217 halaman
Harga: 27.300

Kekerasan dengan mengatasnamakan agama acapkali menghiasi negeri ini. Padahal, pelakunya adalah orang-orang yang konon memahami agama dengan baik dan benar. Benarkah, agama membolehkan umatnya untuk berbuat dan menghakimi umat yang berbeda pemahaman? Jika sebuah tindakan negatif dilandasi ajaran agama, dimana makna agama sebagai pencerahan bagi pemeluknya dalam kehidupan sosial?

Sangat ironis jika seseorang menganut sebuah agama hanya sebagai status sosial belaka. Tanpa meresapi dari inti ajaran agama. Begitu juga bagi mereka yang menjadikan sebuah agama sebagai alat untuk melegitimasi berbagai tindakan kekerasan. Penting, sekiranya kini menjadikan agama sebagai pencerahan diri maupun sosial. Sehingga, perjalanan hidup seseorang semakin tercerahkan. Bukankah, dengan petunjuk agama hidup seseorang senantiasa mendapatkan kebahagiaan, pencerahan, dan kedamaian?

Buku bertajuk “Mengaji Pluralisme kepada Mahaguru Pencerahan ini”, menarik dibaca. Husein Muhammad, mencoba memperlihatkan kepada para pembaca, bagaimana para sarjana muslim dalam memahami dan mendekati agama dari sudut disiplin yang berbeda. Kajian klasik tentang pluralisme ini, juga membantu kita memahami pluralisme seutuhnya. Pasalnya para pakar sufi seperti, Abu Mansur al Hallaj, Abu Hamid al Ghazali, Ibnu Rusyd, Ibnu Arabi, dan Imam Fakhr al-Din al-Razi sudah tidak di ragukan lagi intregritasnya.

Hidup di negara serba pluralis, penting sekali menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun dan damai. Sekiranya, pluralisme menjadi solusi dalam menghadapi keberagaman dalam konteks keagamaan masyarakat indnesia. Mengingat kehidupan keberagaman sudah mutlak kehendak Tuhan yang tak bisa di tawar-tawar lagi. Kendati demikian, persoalannya adalah masih banyaknya umat Islam yang tabu akan pluralisme, sehingga menyebabkan sikap saling menyesatkan dan mengkafirkan terjadi di internal umat Islam.

Masih pentingkah, kini memperdebatkan bahwa pluralisme sebagai produk Barat yang harus di tolak mentah-mentah? Padahal, pada masa-masa peradaban Islam klasik kajian pluralisme sudah pernah di kaji oleh para sarjana Islam. Secara tidak langsung, lewat buku ini membukakan mata kita bahwa pluralisme merupakan bukan barang baru bukan? Diakui maupun tidak, kajian pluralisme saat ini amat penting di praktekan.

Paling tidak, untuk meredam berbagai fenomena kekerasan dan intoleransi antarumat beragama di negeri ini yang sewaktu-waktu masih muncul. Seolah dalam ajaran Islam tidak mengapresiasi kemajemukan dan keanekargaman keyakinan manusia. Bukankah, Islam hadir untuk manusia dalam rangka kemanusiaan? Karena, keanekaragaman individu dengan sifat kualitatif dan kepercayaan yang berbeda-beda akan senantiasa eksis dimana pun dan kapan pun.

Menurut Al Hallaj, yang di kenal sebagai tokoh sufi” Semua agama itu sama”, para pemeluknya tak pernah berhenti mencari Sang Realitas, melalui beragam jalan, berbagai nama”.(hal,75) Mengingat, para pemeluk agama menyakini kebenaran agamanya bukan karena pilihannya, melainkan dipilih Tuhan.

Pluralisme adalah sebuah keniscayaan dan kehendak Tuhan yang tidak bisa dipungkiri. Masih banyaknya, sebagaian umat Islam yang kerap seperti menghujat dan mengkafirkan orang lain yang tidak sepaham membuat kita prihatin. Mengingat,  Tuhanlah yang kelak akan memutuskan buruk, baik, dan benar. Bukankah, urusan keyakinan, niat, motifasi, pikiran, merupakan urusan Tuhan? Para tokoh sufi dalam mengkaji pluralisme melalui mekanisme penggabungan aktifitas nalar rasional, filosofis, dan permenungan kontempelatif. Tetapi juga, menggunakan diskursus keagamaan yang menjadi arusutama.

Menurut Husein, mengkaji pluralisme melalui bimbingan para pakar sarjana Islam ini, kedepan akan melahirkan sikap beragama yang lapang, damai, dan menentramkan. Dalam hal ini, Husein Muhammad mendorong kita untuk menggali keilmuan para sarjana Muslim klasik. Sehingga berbagai wacana keislaman yang muncul di era kontemporer ini, dapat di sikapi bijak oleh umat Islam.

Buku yang merupakan refleksi-refleksi tentang pluralisme yang dikutip dari kitab-kitab klasik ini pantaslah dibaca. Buku ini, juga membantu sesorang mendapatkan pencerahan dan menjadi solusi bagi kehidupan beragama di Indonesia. Selamat membaca!
saya otong lennon bukan kembarannya john lennon

Offline diyah Apriyani

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 3.079
  • Jenis kelamin: Wanita
  • "secangkir cinta dipagi hari"
    • Lihat Profil
Re:ReSensi Buku
« Jawab #57 pada: 23 Agustus 2012, 21:48:55 »
hari ini, dyh bahagia banget,.. punya buku baru lagi.. alhamdulillah terlaksana tiap bulan beli buku baru... minimal 1 buah..  :),
judulnya.: orangtuanya manusia
penulis: munif chatif
penerbit : kaifa
harga : 65 rb

isi dari buku ini... bagus banget, baru baca kata pengantarnya aja sdh oke.. apalagi baca isinya.. subhanaallah... pokoknya ga nyesel dah..
resensinya.. :
1. buku ini sangat cocok utk orangtua yang sibuk ataupun yang tidak dalam mendidik anaknya yang mengupas permasalahan sehari-hari
2. membantu orangtua utk menyukseskan pendidikan anak-anaknya (paradigma baru ttg konsep mendidik anak)
3. banyak tips dan trik utk para orangtua untuk melejitkan potensi / keistimewaan setiap anak
4. jangan sampai anak-anak kita yg memiliki orangtua utuh tp seolah-olah menjadi anak yatim piatu....
5. bagus utk dijadikan kado pernikahan
6. panduan utk yang siap-siap menjadi orangtua ataupun yg sdh menjadi orangtua.. agar tdk salah dalam mendidik dan membina anak2nya..
==> ada sebuah pertanyaan yang perlu direnungkan dalam buku ini didalam kata pengantarnya : "ingin hidup berapa lama bersama anak kita"?... jawabannya ada dalam diri kita masing-masing...

selamat membaca... temukan keistimewaan dan makna positif dari buku ini... utk para orangtua...selamat belajar menjadi orangtuanya manusia! semoga berhasil dan lulus dengan nilai yang gemilang (copas dari ayah edy)...

Allahumma Yassir Walaa Tu'assir... amiin.. :)

Offline DHITA HAYU CAHYANI

  • myQ Newbie
  • *
  • Tulisan: 15
  • Jenis kelamin: Wanita
  • myQer
    • Lihat Profil
    • cimatcimut
Re: ReSensi Buku
« Jawab #58 pada: 27 Maret 2013, 17:20:23 »
Name; "Aku Beriman, maka Aku Bertanya"
penulis; Jeffrey Lang
Penerbit; Serambi
harga : 50.000 kembali cepek

Kisah seorang mualaf Amerika yang juga seorang Prof. Matematika. 16 Tahun meninggalkan Kristen karena agamanya tak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan teologis yang ia ajukan, macam "alasan manusia hidup didunia ini", dll. Meski begitu alasan utamanya adalah "ketidakmengertiannya bahwa Ayahnya akan masuk surga, meski sudah menyiksa habis ibunya di depan 4 anaknya".

Cukup lama menjadi atheis, hingga puluhan tahun kemudian Ia membaca terjemahan al-Quran.
Yang unik di kisah ini adalah interpretasinya terhadap ayat-ayat al-Quran yang saya yakin umat Muslim sendiri tidak pernah memikirkannya. Mungkin karena latar hidupnya sebagai seorang atheist, dibalut dengan logikanya sebagai pakar matematika.

kisah berlanjut pada tanggapan, komentar, kritik, para pembaca bukunya mengenai Islam. Kita disini mungkin hanya tahu kalau di Amerika banyak sekali mualaf. hal ini benar, tapi anda akan tahu kalau hampir semua mualaf tersebut keluar lagi dari agama Islam. Keturunan2 muslim di sana yang gak pernah ke mesjid, dan banyak kisah lain.

juga kritik Jeffrey Lang pada komunitas Muslim tua yang terlalu mengekang kebebasan berfikir, dan komunitas muslim muda yang terlalu acuh dengan kesadaran akan Tuhan.

Setelah membaca buku ini saya dapat mengerti bahwa.
1) untuk mencapai Iman sejati, anda hanya perlu terus membaca al-Quran sambil terus bertanya masalah ketuhanan, bertanya apa saja, anda sangat dilarang menganggap al-Quran hanya sebagai bacaan kosong
2)bahwa dua kalimat syahadat itu bukan hanya sebuah janji, melainkan sebuah persaksian, dan saksi harus bisa membuktikan keyakinannya

Kayaknya keren nih buku... terbitan tahun berapa kah??
Happy it's so nice to be happy, everybody should be happy

Offline muhammad rizqi gumilar

  • myQ Junior
  • *
  • Tulisan: 87
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re: ReSensi Buku
« Jawab #59 pada: 28 Maret 2013, 21:18:31 »
Kayaknya keren nih buku... terbitan tahun berapa kah??

dhita, kitab aslinya tahun 2004, terjemahan indonesianya 2006... banyak ko ebooknya,tinggal download.hehe

 

myAgenda!
myQomunitas!
mySholat!
Jadwal Sholat
Jadikan juga info seperti jadwal sholat ini pada websites mu :
myPromo-Deal!
Pernak-Pernik
  • myQripik produk baru!
  • Jaket
  • Kaos
  • Kalender
  • Stiker

SatNet
Mobile | myQ wiki | Quran Flash | Android | ChitCh@t | Plug-in | Radio | FB myQ Group
(c) 1999-2013, myQuran
Refresh Your Life!
Powered by SMF 2.0.4 | SMF © 2006–2010, Simple Machines LLC
Halaman dibuat dalam 0.843 detik dengan 21 queri.