Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Selasa, 22 Mei 2012/1 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:52 - Shubuh 4:33:16 - Terbit 5:55:13 - Dzuhur 11:49:37 - Ashar 15:11:37 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:30 WIB

Penulis Topik: Fotografi mania  (Dibaca 19562 kali)


Offline Anis_WN

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 24.457
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Be yourself, but don't be selfish.
    • Lihat Profil
« pada: 19 April 2007, 16:02:18 »
Assalamu'alaikum,

Langsung aja, yah... Buat para penggemar fotografi, ayo donk share tips and triknya di sini. Kali aja berguna buat kami2 yg masih amatiran ini...

%peace%

Wassalam,
Manusia tak luput dari kesalahan. Ane manusia. Kesimpulan: Ane tak luput dari kesalahan. Mohon maaf bila ada kata yg salah. Dan... TKJSS

Offline oryza

  • Vice President
  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2006
  • Tulisan: 11.287
  • Lokasi: Only the wisest and the stupidest of men never change
  • Jenis kelamin: Wanita
  • One kind word can warm three winter months
    • Lihat Profil
    • http://oryza.or.id/
« Jawab #1 pada: 19 April 2007, 19:31:26 »
waalaikumsalam warahmatullahi wabarakaatuh

saya juga suka memoto. Tapi asal jepret2 ajah :hihi: Seringnya pakai kamera hp. Praktis soalnya :D
If you aren't an idealist by the time you're twenty you have no heart, but if you're still an idealist by the time you're thirty, u don't have a head

Offline firdian

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 3
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 20 April 2007, 11:37:41 »
wah ane juga setuju tuh, walaupun digicam ane dah kejual  :'(
tapi ane masih ingin tetep belajar motret.. :)
tapi kalo mo rujukan sih coba aja ke www.kamera-digital.com
cuma sebagai amatiran bahasanya agak berat dicerna sama ane.. jadinya kalo di sini ada yang bisa jelasin dengan bahasa yang simpel simpel aja asik juga tuh.. O0

Offline arrayyan

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 748
  • Lokasi: Jogjakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • ..dengan puisi ku bernyanyi sampai senja umurku..
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 23 April 2007, 22:32:06 »
ane jg baru nih di fotografi...
klo ane pengen tau gmn caranya mengambil objek dari sudut pandang yang bagus...
cz seringnya g karuan, :hihi:
_agen misi_

Offline Anis_WN

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 24.457
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Be yourself, but don't be selfish.
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 24 April 2007, 13:23:21 »
klo ane pengen tau gmn caranya mengambil objek dari sudut pandang yang bagus...
cz seringnya g karuan, :hihi:
Sammmmaaa... :malu:

Kata orang sih itu namanya komposisi. Tapi prakteknya ternyata gak sederhana. Motret itu katanya mirip dgn melukis. Biarpun teori kita segunung, kalo gak punya sense/rasa seni fotografi hasilnya ya biasa2 aja. Itulah bedanya kita dgn fotografer yg punya rasa seni.

Wah, sepertinya gak banyak yg suka fotografi, ya?

%peace%
Manusia tak luput dari kesalahan. Ane manusia. Kesimpulan: Ane tak luput dari kesalahan. Mohon maaf bila ada kata yg salah. Dan... TKJSS

Offline URvan

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 8.045
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 24 April 2007, 13:27:17 »
ane sbnrnya hobi fotografi...
tapi...cuma bwt kesenangan aja.. jadi asal jepret jg..
yang penting objek yg lagi diincer, dapet aja...

@firdian
tnx atas linknya..  O0

Offline Anis_WN

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 24.457
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Be yourself, but don't be selfish.
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 24 April 2007, 13:31:11 »
kemarin2 lagi hunting bacaan fotografi, banyak dapet dari http://www.photoxels.com/ lumayan bagus, cuman make bahasa bule.
Manusia tak luput dari kesalahan. Ane manusia. Kesimpulan: Ane tak luput dari kesalahan. Mohon maaf bila ada kata yg salah. Dan... TKJSS

Offline hijau_teduh

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 701
  • Lokasi: Dunia MyQchat
  • Jenis kelamin: Wanita
  • http://www.tupperware.co.id
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 24 April 2007, 13:33:28 »
Assalamu'alaikum,

Langsung aja, yah... Buat para penggemar fotografi, ayo donk share tips and triknya di sini. Kali aja berguna buat kami2 yg masih amatiran ini...

%peace%

Wassalam,

sayah suka motret2..cumanan karena gak punya cameranya, jadinya nebeng2 ajah...kuliah jg nebeng kamera orang.
kalo tips mah sayah gak punya, kata temen pake insting kalo moto....emang sech gituh paling teorinya beberapa ajah tergantung objek yang mw diambil.

 :toe: %peace%

Offline rudy14240

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 835
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hari ini indah bukan?
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 24 April 2007, 13:39:03 »
@Kang Anis Wn
Tips membuat komposisi yang baik dgn cara yang mudah dan sederhana nih, Pastikan dalam objek dan background-nya ada bentuk kurva dan garis. Nanti ane kasih gambar2 contohna. Diaplot dulu.  :hihi:

Offline rudy14240

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 835
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hari ini indah bukan?
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 24 April 2007, 13:54:14 »
Yang ini dulu deh....kalo nunggu aplotan mah lama banget...  :hihi:

Apa yang Membuat Foto Bagus?

Foto bagus adalah foto yang berisi pesan. Pesan bisa berupa pernyataan (“Inilah Danau Toba”), kesan (“Suasana Senja di Danau Toba”), atau ungkapan emosi (“Jatuh Cinta di Danau Toba”). Pesan yang bagusadalah pesan yang jelas, tegas dan efektif. Tapi bagaimana?

Pesan butuh sebuah subjek. Tentang apa yang ingin anda sampaikan. Itu bisa saja berupa seorang yang anda kenal, pemandangan, atau bentuk-bentuk abstrak. Subjek adalah pusat POI dan biasanya ditempatkan di foreground. Lalu kita menyusun pesan dengan memasukkan bagian kedua, yakni context, seringkali berupa background. Context memberikan relevansi, keberadaan, lokasi subjek, atau minat lainnya. Pesan adalah kombinasi dua elemen – subjek dan context, foreground dan background – yang menceriterakan pesan tersebut.

Seperti pentingnya mengetahui apa saja yang perlu dimasukkan ke dalam pesan, kita juga perlu tahu apa yang tak perlu dimasukkan ke dalam pesan. Apasaja yang bukan bagian dari subject atau context dari pesan yang kita buat, maka itu hanyalah duri atau beling yang mengganggu, menggores-gores foto dan membuat pesan kita menjadi tidak jelas. Jadi kurangi bagian-bagian yang tidak relevan di sekitar POI – biasanya dengan beringsut lebih dekat ke arah subject, atau berpindah untuk mendapatkan viewpoint yang lebih baik – dan membuat bidikan yang jelas dan bersih. Seorang pelukis menciptakan seni dengan penambahan – menambahkan apa yang dia lukis – sementara fotografer menciptakan seni dengan pengurangan – mengurangi bagian-bagian yang tidak perlu.

Resep untuk sebuah foto yang bagus adalah:
"Sebuah latar depan, sebuah latar belakang, dan tidak ada yang lain."


Offline rudy14240

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 835
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hari ini indah bukan?
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 24 April 2007, 13:55:53 »
Apa yang Membuat Foto Luar Biasa?

Foto luar biasa langsung memukau mata. Sementara pepatah bilang: picture may say a thousand words , maka foto luar biasa hanya mengatakan satu kata saja: “Wow!”

Foto luar biasa adalah karya seni. Ia merekam semangat dari subjek dan membangkitkan emosi. Bob Krist menyebutnya “The Spirit of Place.” Anda juga dapat menggunakan trik-trik gamblang untuk membuat terpesona pengunjung galeri foto anda. Mari kita lihat bagaimana caranya.

Sebuah gambar adalah sebuah taman bermain, terdapat tempat-tempat di mana mata kita mengembara dan mengamati, juga ruang di mana mata kita beristirahat dan relaks. Ketika kita pertama melihat sesuatu, kita bersikap untuk tidak terpengaruh. Mata kita lalu secara alami menemukan cahaya, area terang, dan mencari orang, biasanya pada mata dan mulutnya. Apakah kita tahu orang yang ada di dalam gambar? Apa yang mereka rasakan dan bagaimana hal tersebut berhubungan dengan kita? Apakah mereka tergambar memperhatikan pada sesuatu? Jika begitu, apakah kita mengenalinya (sebuah bangunan, sebuah landmark) dan seperti apa ia? Tentang apakah gambar tersebut? Apa subjek atau tujuan utamanya? Seberapa besar subjeknya? Kita menentukan skala dengan membandingkan elemen-elemen dengan sesuatu yang kita ketahui ukurannya, seperti orang, binatang, atau mobil. Sekali kita selesai mengamati orang dan elemen-elemen yang berkaitan, kita melanjutkan perhatian kita ke elemen-elemen yang lebih abstrak.

Pertama kita memperhatikan warna atau tone subjek. Merah membara, biru nan tenang, hijau natural, hitam mencekam. Lalu kita melihat bentuk. Kurva lembut, sudut kaku, garis-garis yang menyapu. Bagaimana cahaya mengenai subjek memberikan bayangan halus bentuk tiga dimensinya. Anda, sebagai fotografer, dapat memanipulasi ini semua dengan mencari terang dan gelap, menggeser intensitas dari tone dan hue. Bagaimana mata terseret ke dalam gambar?

Bentuk membimbing kita pada tekstur, bagaimana subjek terasa dalam sentuhan. Lembutkah ia, haluskah ia, keras atau kasar? Apakah memiliki karakter dan kehangatan? Cara elemen-elemen disejajarkan dan dipengaruhi oleh cahaya yang sama, membuat kita mempertimbangkan kualitas dan keterkaitan mereka. Keseimbangan menuntun mata kita dari satu elemen ke elemen yang lain, meneliti kesatuannya, kontras, dan detailnya, setiap item menambah keasyikan ke item berikutnya. Apa keterkaitan satu sama lain dari semuanya itu?

Sebagai seniman, anda dihadapkan pada pilihan yang akan mengungkap sense of the art anda. Komposisi secara keseluruhan, proporsi layout, penyajian elemen-elemen lain yang penting, anda dapat menentukan feature mana yang anda butuhkan, dan apa yang terbaik untuk menegaskan pesan anda.

Resep untuk foto luar biasa adalah:
“Pertimbangkan bagaimana elemen-elemen berkaitan secara keseluruhan”.


Offline rudy14240

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 835
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hari ini indah bukan?
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 24 April 2007, 14:03:12 »
Apa yang Membuat Foto Eye-Catching?

Kembali kepada sifat eye-catching dari foto luar biasa, berikut rahasianya, 4 kunci saja: kesederhanaan, warna, cahaya dan kedalaman.

Kesederhanaan : Kesederhanaan dalam seni juga dikenal dengan sebutan visual economy , yakni mengeliminasi semua elemen atau detail yang tidak perlu yang tidak ada kontribusinya pada semangat komposisi secara keseluruhan.


Kesederhanaan dapat dicapai dengan beberapa cara:

    * kurangilah jumlah dan tipe objek yang akan dibidik
    * memotret lebih dekat pada subjek, atau zooming bila lensanya bisa di-zoom
    * anda bisa juga menghilangkan elemen-elemen yang tidak perlu melalui jalur photoshop


Warna : Untuk menciptakan dampak pada foto anda adalah dengan mencari corak warna yang menonjol. Merahnya bunga, birunya langit, kuningnya senja, atau hijaunya dedaunan. Sekali lagi, kesederhanaan adalah kunci – cobalah untuk mengurangi jumlah dan tipe warna dalam bidikan anda untuk lebih memberikan dampak. Secara umum, sebuah foto sebaiknya hanya memiliki satu subjek utama dan satu warna utama. Konsentrasikan hanya pada satu dari tiga warna primer: merah, biru atau kuning. Tiga warna dominan ini sangat baik diseimbangkan dengan warna-warna komplemennya, yaitu: merah dengan hijau, biru dengan oranye, dan kuning dengan ungu.

 Ada beberapa cara untuk menonjolkan warna, pertama adalah dengan menggunakan filter polarizer. Cara yang kedua dengan membatasi range gelap ke terang. Singkirkan area yang terlalu gelap atau terlalu terang dibandingkan dengan subjek utama anda. Cara ketiga dengan menggunakan slide film Velvia. Cara keempat: pilih waktu terbaik sesuai dengan maksud foto anda:

    jam 5 : Fajar : warna pink, cahaya yang sangat halus dan kabut tipis untuk danau, sungai dan pemandangan.

    jam 6 : Sunrise : Cahaya renyah, keemasan. Pas untuk subjek-subjek menghadap timur.

    jam 10 – 14 : Tengah hari : tidak cocok untuk pemandangan dan motret orang, tetapi bagus untuk motret gedung-gedung dan monumen. Warna-warna bangunan dan detailnya terekam sangat baik.

    jam 14 – 16 : Sore hari : Langit biru dengan polarizer.

    jam 16 – 18 : Senja hari : Cahaya yang hangat, keemasan. Pas untuk subjek-subjek menghadap barat. Waktu terbaik untuk landscape dan orang, khususnya satu jam sebelum sunset.

    jam 18 – 18.30 : Sunset : Langit yang indah, mulai 10 menit sebelum sunset sampai 10 menit sesudahnya.

    jam 18.30 – 19.30 : Magrib : Foto malam yang indah, lampu-lampu sudah bernyalaan sedangkan langit masih nampak keunguan.


Cahaya : Pencahayaan yang baik seringkali menjadi kunci foto-foto juara. Penggunaan cahaya siang hari secara efektif dapat juga memperbaiki foto anda. Untuk mencapai foto seindah di “National Geographic”, fotolah ketika cahaya berwarna keemasan – muncul sesudah sunrise dan sebelum sunset, sering disebut “magic hours” di kalangan fotografer. Coba lihat lagi rincian dari waktu-waktu terbaik di atas.

Kedalaman : Sertakan rasa kedalaman pada foto anda. Kedalaman dapat dicapai dengan pengaturan DOF, penempatan elemen-elemen di dalam foto, dan pencahayaan.

Mudah-mudahan, dengan mengamalkan penjelasan-penjelasan yang ada di dalam artikel ini, aku dan rekan-rekan yang lain bisa membuat foto yang lebih baik. Aamiin.

(Artikel dari Huda M Elmatsani di FN tanggal 25 Mei 2006)

Offline rudy14240

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 835
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hari ini indah bukan?
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 24 April 2007, 14:37:36 »
Komposisi

Komposisi secara sederhana diartikan sebagai cara menata elemen-elemen dalam gambar, elemen-elemen ini mencakup garis, shape, form, warna, terang dan gelap. Cara anda menata komposisi dalam jendela bidik akan diinterprestasikan kemudian setelah foto anda tersebut dicetak. Yang paling utama dari aspek komposisi adalah menghasilkan visual impact- sebuah kemampuan untuk menyampaikan perasaan yang anda inginkan untuk berekspresi dalam foto anda. Dengan demikian anda perlu menata sedemikian rupa agar tujuan anda tercapai, apakah itu untuk menyampaikan kesan statis dan diam atau sesuatumengejutkan, beda, eksentrik. Dalam komposisi klasik selalu ada satu titik perhatian yang pertama menarik perhatian. Hal ini terjadi karena penataan posisi, subordinasi, kontras cahaya atau intensitas subjek dibandingkan sekitarnya atau pengaturan sedemikian rupa yang membentuk arah yang membawa perhatian pengamat pada satu titik.

Secara keseluruhan, komposisi klasik yang baik memiliki proporsi yang menyenangkan. Ada keseimbangan antara gelap dan terang, antara bentuk padat dan ruang terbuka atau warna-warna cerah dengan warna-warna redup. Pada kesempatan-kesempatan tertentu, bila dibutuhkan mungkin anda akan membutuhkan komposisi anda seluruhnya simetris. Seringkali gambar yang anda buat lebih dinamis dan secara visual lebih menarik bila anda menempatkan subjek ditengah. Anda harus menghindari sebuah garis pembagi biarpun itu vertikal.

Untuk menghindari sebuah gambar yang dinamis diperlukan juga kehadiran irama. Irama ini terjadi karena adanya pengulangan berkali-kali sebuah objek yang berukuran kecil. Kehadiran irama dalam gambar mengesankan adanya suatu gerakan.

Offline rudy14240

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 835
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hari ini indah bukan?
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 24 April 2007, 14:44:56 »

    * Garis
      Fotografer yang baik kerap menggunakan garis pada karya-karya mereka untuk membawa perhatian pengamat pada subjek utama. Garis juga dapat menimbulkan kesan kedalaman dan memperlihatkan gerak pada gambar. Ketika garis-garis itu sendiri digunakan sebagai subjek, yang terjadi adalah gambar-gambar menjadi menarik perhatian. Tidak penting apakah garis itu lurus, melingkar atau melengkung, membawa mata keluar dari gambar. Yang penting garis-garis itu menjadi dinamis.

    * Shape
      Salah satu formula paling sederhana yang dapat membuat sebuah foto menarik perhatian adalah dengan memberi prioritas pada sebuah elemen visual. Shape adalah salah satunya. Kita umumnya menganggap shape sebagai outline yang tercipta karena sebuah shape terbentuk, pada intinya, subjek foto, gambar dianggap memiliki kekuatan visual dan kualitas abstrak. Untuk membuat shape menonjol, anda harus mampu memisahkan shape tersebut dari lingkungan sekitarnya atau dari latar belakang yang terlalu ramai. Untuk membuat kontras kuat antara shape dan sekitarnya yang membentuk shape tersebut. Kontras ini dapat terjadi sebagai akibat dari perbedaan gelap terang atau perbedaan warna.
      Sebuah shape tentu saja tidak berdiri sendiri. Ketika masuk kedalam sebuah pemandangan yang berisi dua atau lebih shape yang sama, kita juga dapat meng-crop salah satu shape untuk memperkuat kualitas gambar.

    * Form
      Ketika shape sendiri dapat mengindentifikasikan objek, masih diperlukan form untuk memberi kesan padat dan tiga dimensi. Hal ini merupakan faktor penting untuk menciptakan kesan kedalaman dan realitas. Kualitas ini tercipta dari bentukan cahaya dan tone yang kemudian membentuk garis-garis dari sebuah objek. Faktor penting yang menentukan bagaimana form terbentuk adalah arah dan kualitas cahaya yang mengenai objek tersebut.

    * Tekstur
      Sebuah foto dengan gambar teksur yang menonjol dapat merupakan sebuah bentuk kreatif dari shape atau pattern. Jika memadai, tekstur akan memberikan realisme pada foto, membawa kedalaman dan kesan tiga dimensi ke subyek anda.
      Tekstur dapat terlihat jelas pada dua sisi yang berbeda. Ada tekstur yang dapat ditemukan bila kita mendekatkan diri pada subyek untuk memperbesar apa yang kita lihat, misalnya bila kita ingin memotret tekstur permukaan sehelai daun. Ada pula saat dimana kita harus mundur karena subyek yang kita tuju adalah pemandangan yang sangat luas. Tekstur juga muncul ketika cahaya menerpa sebuah permukaan dengan sudut rendah, membentuk bayangan yang sama dalam area tertentu.
      Memotret tekstur dianggap berhasil bila pemotret dapat mengkomunikasikan sedemikian rupa sehingga pengamat foto seolah dapat merasakan permukaan tersebut bila menyentuhnya. Sama seperti pattern, tekstur paling baik ditampilkan dengan beberapa variasi dan nampak melebar hingga keluar batas gambar.

    * Patterns
      Pattern yang berupa pengulangan shape, garis dan warna adalah elemen visual lainnya yang dapat menjadi unsur penarik perhatian utama. Keberadaan pengulangan itu menimbulkan kesan ritmik dan harmoni dalam gambar. Tapi, terlalu banyak keseragaman akan mengakibatkan gambar menjadi membosankan. Rahasia penggunaan pattern adalah menemukan variasi yang mampu menangkap perhatian pemerhati.
      Pattern biasanya paling baik diungkapkan dengan merata. Walaupun pencahayaan dan sudut bidikan kamera membuat sebuah gambar cenderung kurang kesan kedalamannya dan memungkinkan sesuatu yang berulangkali menjadi menonjol.

Offline rudy14240

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 835
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hari ini indah bukan?
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 24 April 2007, 14:51:04 »
Dengan mempelajari prinsip-prinsip komposisi di atas, berikut ini adalah beberapa jenis yang dapat anda gunakan :

    * Rule of thirds
      Bayangkan ada garis-garis panduan yang membentuk sembilan buah empat persegi panjang yang sama besar pada sebuah gambar. Elemen-elemen gambar yang muncul di sudut-sudut persegi panjang pusat akan mendapat daya tarik maksimum.

    * Format : Horizon atau Vertikal
      Proporsi empat persegi panjang pada viewinder memungkinkan kita untuk melakukan pemotretan dalam format landscape/horizontal atau vertikal/portrait. Perbedaan pengambilan format dapat menimbulkan efek berbeda pada komposisi akhir. Lihatlah pada jendela bidik secara horizontal maupun vertikal dan tentukan keputusan kreatif untuk hasil terbaik.

    * Keep it simple
      Dalam beberapa keadaan, pilihan terbaik adalah keep it simple. Sangat sulit bagi orang yang melihat sebuah foto apabila terlalu banyak titik yang menarik perhatian. Umumnya makin ‘ramai’ sebuah gambar, makin kurang menarik gambar itu. Cobalah berkonsentrasi pada satu titik perhatian dan maksimalkan daya tariknya.

    * Picture scale
      Sebuah gambar yang nampak biasa namun menjadi menarik karena ada sebuah titik kecil yang menarik perhatian. Dengan pemotretan landscape atau monument, kembangkan daya tarik pemotretan dengan menambahkan obyek yang diketahui besarnya sebagai titik perhatian untuk memberikan kesan perbandingan skala.

    * Horizons
      Merubah keseimbangan langit dan tanah dapat mengubah pemandangan gambar secara radikal. Bila gambar hampir dipenuhi oleh langit akan memberikan kesan polos terbuka dan lebar tapi bila langit hanya disisakan sedikit di bagian atas gambar, akan timbul kesan penuh.

    * Leading lines
      Garis yang membawa mata orang yang melihat foto ke dalam gambar atau melintas gambar. Umumnya garis-garis ini berbentuk :
      Garis-garis yang terlihat secara fisik misalnya marka jalan atau tidak terlihat secara langsung misalnya bayangan, refleksi.

    * Be different
      Barangkali ada bidikan-bidikan lain yang dapat diambil selain pendekatan dari depan dan memotret paralel ke tanah. Bergerak mendekat dari yang diduga seringkali menghasilkan efek yang menarik.

    * Colour
      Membuat bagian dari gambar menonjol dari background. Cara utama untuk memperoleh hal ini adalah memperoleh subyek yang warna atau nadanya berbeda secara radikal dengan background.

    * Framing
      Bila subyek secara khusus mempunyai bentuk yang kuat, penuh frame dengan subyek. Baik itu dengan cara menggunakan lensa dengan fokus lebih panjang atau bergerak mendekati subyek.

    * Shooting position
      Ketika kita merasa jenuh dengan komposisi yang itu-itu saja, cobalah meurbah sudut pandang sepenuhnya. Misalnya posisi duduk ke posisi berdiri atau pengambilan bidikan dari atas atau bawah dari subyek.

    * Number of subject
      Pemotretan dengan banyak subyek yang relatif seragam, kurang menarik dari pandangan komposisi. Temukanlah salah satu subyek yang ‘berbeda’ diantara sekian banyak subyek tersebut. Berbeda diartikan berbeda gerakan, bentuk dan warna.

(Artikel oleh Jessica Helena Wuysang di FN 21 Juni 2004)