Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Selasa, 22 Mei 2012/1 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:52 - Shubuh 4:33:16 - Terbit 5:55:13 - Dzuhur 11:49:37 - Ashar 15:11:37 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:30 WIB

Penulis Topik: ketika ikhwah jatuh cinta  (Dibaca 2211 kali)


Offline akhwat_cute_amelia

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2007
  • Tulisan: 57
    • Lihat Profil
« pada: 12 April 2007, 12:57:24 »
Suatu ketika, dalam majelis koordinasi seorang akhwat berkata pada mas’ul dakwahnya, “akhi, ana ga bisa lagi berinteraksi dengan akh fulan”. Suara akhwat itu bergetar. Nyata sekali menekan perasaannya.”Pekan lalu, ikhwan tersebut membuat pengakuan yang membuat ana merasa risi dan….Afwan, terus terang juga tersinggung.” Sesaat kemudian suara dibalik hijab itu mengatakan….ia jatuh cinta pada ana.”

mas’ul tersebut terkejut, tapi ditekannya getar suaranya. Ia berusaha tetap tenang. “Sabar ukhti, jangan terlalu diambil hati. Mungkin maksudnya tidak seperti yang anti bayangkan.” Sang mas’ul mencoba menenangkan terutama untuk dirinya sendiri.

“Afwan…ana tidak menangkap maksud lain dari perkataannya. Ikhwan itu mungkin tidak pernah berpikir dampak perkataannya. Kata-kata itu membuat ana sedikit banyak merasa gagal menjaga hijab ana, gagal menjaga komitmen dan menjadi penyebab fitnah. Padahal, ana hanya berusaha menjadi bagian dari perputaran dakwah ini.” sang akhwat kini mulai tersedak terbata.

“Ya sudah…Ana berharap anti tetap istiqamah dengan kenyataan ini, ana tidak ingin kehilangan tim dakwah oleh permasalahan seperti ini”. Mas’ul itu membuat keputusan, “ana akan ajak bicara langsung akh fulan”

Beberapa Waktu berlalu, ketika akhirnya mas’ul tersebut mendatangi dulan yang bersangkutan. Sang Akh berkata, “Ana memang menyatakan hal tersebut, tapi apakah itu suatu kesalahan?”

Sang mas’ul berusaha menanggapinya searif mungkin. “Ana tidak menyalahkan perasaan antum. Kita semua berhak memiliki perasaan itu. Pertanyaan ana adalah, apakah antum sudah siap ketika menyatakan perasaan itu. Apakah antum mengatakannya dengan orientasi bersih yang menjamin hak-hak saudari antum. Hak perasaan dan hak pembinaannya. Apakah antum menyampaikan kepada pembina antum untuk diseriuskan?. Apakah antum sudah siap berkeluarga. Apakah antum sudah berusaha menjaga kemungkinan fitnah dari pernyataan antum, baik terhadap ikhwah lain maupun terhadap dakwah????” Mas’ul tersebut membuat penekanan substansial. ” Akhi bagi kita perasaan itu tidak semurah tayangan sinetron atau bacaan picisan dalam novel-novel. Bagi kita perasaan itu adalah bagian dari kemuliaan yang Allah tetapkan untuk pejuang dakwah. Perasaan itulah yang melandasi ekspansi dakwah dan jaminan kemuliaan Allah SWT. Perasaan itulah yang mengeksiskan kita dengan beban berat amanah ini. Maka Jagalah perasaan itu tetap suci dan mensucikan.”

Cinta Aktivis Dakwah
Bagaimana ketika perasaan itu hadir. Bukankah ia datang tanpa pernah diundang dan dikehendaki?
Jatuh cinta bagi aktivis dakwah bukanlah perkara sederhana. Dalam konteks dakwah, jatuh cinta adalah gerbang ekspansi pergerakan. Dalam konteks pembinaan, jatuh cinta adalah naik marhalah pembinaan. Dalam konteks keimanan, jatuh cinta adalah bukti ketundukan kepada sunnah Rosullulah saw dan jalan meraih ridho Allah SWT.

Ketika aktivis dakwah jatuh cinta, maka tuntas sudah urusan prioritas cinta. Jelas, Allah, Rosullah dan jihad fii sabilillah adalah yang utama. Jika ia ada dalam keadaan tersebut, maka berkahlah perasaannya, berkahlah cintanya dan berkahlah amal yang terwujud dalam cinta tersebut. Jika jatuh cintanya tidak dalam kerangka tersebut, maka cinta menjelma menjadi fitnah baginya, fitnah bagi ummat, dan fitnah bagi dakwah. Karenannya jatuh cinta bagi aktivis dakwah bukan perkara sederhana.

Ketika Ikhwan mulai bergetar hatinya terhadap akhwat dan demikian sebaliknya. Ketika itulah cinta ‘lain’ muncul dalam dirinya. Cinta inilah yang akan kita bahas disini. Yaitu sebuah karunia dari kelembutan hati dan perasaan manusia. Suatu karunia Allah yang membutuhkan bingkai yg jelas. Sebab terlalu banyak pengagung cinta ini yang kemudian menjadi hamba yang tersesat. Bagi aktivis dakwah, cinta lawan jenis adalah perasaan yang lahir dari tuntutan fitrah, tidak lepas dari kerangka pembinaan dan dakwah. Suatu perasaan produktif yang dengan indah dikemukakan oleh ibunda kartini,” …akan lebih banyak lagi yang dapat saya kerjakan untuk bangsa ini, bila saya ada disamping laki-laki yg cakap, lebih banyak kata saya…..daripada yang saya usahakan sebagai perempuan yg berdiri sendiri..”

Cinta memiliki 2 mata pedang. Satu sisinya adalah rahmat dengan jaminan kesempurnaan agama dan disisi lainnya adalah gerbang fitnah dan kehidupan yg sengsara. Karenanya jatuh cinta membutuhkan kesiapan dan persiapan. Bagi setiap aktivis dakwah, bertanyalah dahulu kepada diri sendiri, sudah siapkah jatuh cinta???jangan sampai kita lupa, bahwa segala sesuatu yang melingkupi diri kita, perkataan, perbuatan, maupun perasaan adalah bagian dari deklarasi nilai diri sebagai generasi dakwah. Sehingga umat selalu mendapatkan satu hal dari apapun pentas kehidupan kita, yaitu kemuliaan Islam dan kemuliaan kita karena memuliakan Islam.

Deklarasi Cinta
Sekarang adalah saat yang tepat bagi kita untuk mendeklarasikan cinta diatas koridor yang bersih. Jika proses dan seruan dakwah senantiasa mengusung pembenahan kepribadiaan manusia, maka layaklah kita tempatkan tema cinta dalam tempat utama. Kita sadari kerusakan prilaku generasi hari ini, sebagian besar dilandasi oleh salah tafsir tentang cinta. Terlalu banyak penyimpangan terjadi, karena cinta didewakan dan dijadikan kewajaran melakukan pelanggaran. Dan tema tayangan pun mendeklarasikan cinta yang dangkal. Hanya ada cinta untuk sebuah persaingan, sengketa. Sementara cinta untuk sebuah kemuliaan, kerja keras dan pengorbanan, serta jembatan jalan kesurga dan kemuliaan Allah, tidak pernah mendapat tempat disana.

Sudah cukup banyak pentas kejujuran kita lakukan. Sudah terbilang jumlah pengakuan keutamaan kita, sebuah dakwah yang kita gagas, Sudah banyak potret keluarga yg baru dalam masyarakat yg kita tampilkan. Namun berapa banyak deklarasi cinta yang sudah kita nyatakan. Cinta masih menjadi topik ‘asing’ dalam dakwah kita. Wajah, warna, ekspresi dan nuansa cinta kita masih terkesan ‘misteri. Pertanyaan sederhana, “Gimana sih, kok kamu bisa nikah sama dia, Emang kamu cinta sama dia?”, dapat kita jadikan indikator miskinnya kita mengkampanyekan cinta suci dalam dakwah ini.

Pernyataan ‘Nikah dulu baru pacaran’ masih menjadi jargon yang menyimpan pertanyaan misteri, “Bagaimana caranya, emang bisa?”. Sangat sulit bagi masyarakat kita untuk mencerna dan memahami logika jargon tersebut. Terutama karena konsumsi informasi media tayangan, bacaan, diskusi dan interaksi umum, sama sekali bertolak belakang dengan jargon tersebut.

Inilah salah satu alasan penting dan mendesak untuk mengkampanyekan cinta dengan wujud yang baru. Cinta yang lahir sebagai bagian dari penyempurnaan status hamba. Cinta yang diberkahi karena taat kepada sang Penguasa. Cinta yang diberkahi karena taat pada sang penguasa. Cinta yang menjaga diri dari penyimpangan, penyelewengan dan perbuatan ingkar terhadap nikmat Allah yang banyak. Cinta yang berorientasi bukan sekedar jalan berdua, makan, nonton dan seabrek romantika yang berdiri diatas pengkhianatan terhadap nikmat, rezki, dan amanah yang Allah berikan kepada kita.

Kita ingin lebih dalam menjabarkan kepada masyarakan tentang cinta ini. Sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan hasil akhir keluarga dakwah. Biarkan mereka paham tentang perasaan seorang ikhwan terhadap akhwat, tentang perhatian seorang akhwat pada ikhwan, tentang cinta ikhwan-akhwat, tentang romantika ikhwan-akhwat dan tentang landasan kemana cinta itu bermuara. Inilah agenda topik yang harus lebih banyak dibuka dan dibentangkan. Dikenalkan kepada masyarakat berikut mekanisme yang menyertainya. Paling tidak gambaran besar yang menyeluruh dapat dinikmati oleh masyarakat, sehingga mereka bisa mengerti bagaimana proses panjang yang menghasilkan potret keluarga dakwah hari ini.

Epilog
Setiap kita yang mengaku putra-putri Islam, setiap kita yg berjanji dalam kafilah dakwah, setiap kita yang mengikrarkan Allahu Ghoyatuna, maka jatuh cinta dipandang sebagai jalan jihad yang menghantarkan diri kepada cita-cita tertinggi, syahid fi sabililah. Inilah perasaan yang istimewa. Perasaan yang menempatkan kita satu tahap lebih maju. Dengan perasaan ini, kita mengambil jaminan kemuliaan yang ditetapkan Rosullulah. Dengan perasaan ini kita memperluas ruang dakwah kita. Dengan perasaan ini kita naik marhalah dalam dakwah dan pembinaan.

Betapa Allah sangat memuliakan perasaan cinta orang-orang beriman ini. Dengan cinta itu mereka berpadu dalam dakwah. Dengan cinta itu mereka saling tolong menolong dalam kebaikan, dengan cinta itu juga mereka menghiasi Bumi dan kehidupan di atasnya. Dengan itu semua Allah berkahi nikmat itu dengan lahirnya anak-anak shaleh yang memberatkan Bumi dengan kalimat Laa Illaha Ilallah. Inilah potret cinta yang sakinah, mawaddh, warahmah.
jadi…sudah beradi jatuh cinta…??
wallahu’alam  ;)

Offline puTrie_cantika

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 4.322
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
  • ~ Sabar terus....., dan Terus Sabar ~ ;)
    • Lihat Profil
    • Just Do I T
« Jawab #1 pada: 12 April 2007, 13:58:33 »
Betapa Allah sangat memuliakan perasaan cinta orang-orang beriman ini. Dengan cinta itu mereka berpadu dalam dakwah. Dengan cinta itu mereka saling tolong menolong dalam kebaikan, dengan cinta itu juga mereka menghiasi Bumi dan kehidupan di atasnya. Dengan itu semua Allah berkahi nikmat itu dengan lahirnya anak-anak shaleh yang memberatkan Bumi dengan kalimat Laa Illaha Ilallah. Inilah potret cinta yang sakinah, mawaddh, warahmah.
jadi…sudah beradi jatuh cinta…??

inti nya mungkin disini  :) O0

"Falaa Taqul Lahumaa Uffiw walaa Tanhar Huma wa QulLahumaa 'Qoulan Kariman' "
Beli Buku dan Ingin Jadi Pengusaha? Klik:http://putriecantika.multiply.com/reviews

Offline azy-zyabab

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 324
  • Lokasi: kota ngalam - kota madiun
  • Jenis kelamin: Pria
  • InDaHnYa IsLaM
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 12 April 2007, 14:11:14 »
cinta lagi - cinta lagi, apakah aktivis dakwah perlu mengungkap ini terus menerus  %peace% %peace% %peace% %peace% %peace% %peace% %peace% :hihi: :hihi: :hihi: :hihi: :hihi:
SEMUA YANG DICIPTAKAN ALLAH DI ALAM SEMESTA INI TIDAKLAH SIA-SIA
BERUNTUNGLAH ORANG-ORANG YANG MEMAHAMINYA
         :bungain:
TAQABALALLOHU MINNA WA MINKUM
maafin kesalahan-kesalahanku ya sahabat-sahabat

Offline Fillah

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2007
  • Tulisan: 3
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 12 April 2007, 14:36:48 »
Bismillah...
Subhanallah... ana jadi inget salah satu pengalaman ana yang belum lama terjadi pada ana. Tapi waktu itu 'fulan' membacakan puisi yang kurang lebih berjudul 'bintang dan ...'. sebelumnya ia ingin tanya sesuatu, tapi karena ana 'cut' dengan alasan syar'i (guru mapel masuk kelas) dia tidak jadi tanya. Waktu pulang ana tanya ke fulan(tentunya ana ditemani seseorang), tapi ia-nya tidak mau.
Akhirnya hari-hari ana lalui dengan 'tersiksa'. Su'uzon berjalan kesana-kemari. Nah, waktu pelajaran puisi, fulan baca puisi itu di depan kelas, disaksikan guru dan warga kelas. Ana yang tidak nyambung dengan puisinya, stel cool aja.
Tapi setelah pulang sekolah, fulan nunggu di depan pintu. Ana yang belum pernah ngerasain pacaran, jadi biru (takut)
Fulan ngasih selembar kertas yang berisi puisi yang tadi dibacakan di depan kelas. Wah, ana betul-betul bingung. Tidak tahu maksud 'orang ini' apa? Rupanya fulan ngerti trus bilang, "kamu pasti ngerti maksudnya apa. Bintang itu aku. bla...bla..."
ana yang nggak tahan langsung take off ke mushola sekolah.
Cukup deh, itu yang terakhir. Ana geli, sebel.
Walaupun sedikit, ana jadi ngelakuin su'uzon. Ya 4jj1....
astaghfirullah...!

Offline nur_jk

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 36
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 12 April 2007, 14:58:25 »
mmmmmmmmm. Cinta??

Ya Muqollibal Qulub Tsabbit qolbi ‘alad diinik…
Ya Muqollibal Qulub Tsabbit qolbi ‘alad da’watik…
Love is a give (Cinta adalah berkah)…

Cinta Allah yang membuat bumi ada…
Cinta Allah yang membuat sang surya bersinar…
Cinta antar manusia yang membuat hidup tenteram dan nyaman…
Ketika kita mencintai, tidak ada kata pamrih disana…
Yang ada hanya memberi tanpa mengharap menerima…
Mirip seperti itulah hakikat menjadi da’i…


Dia harus siap mengorbankan hidup dan matinya demi da’wah…
Dia selalu memberi utk Islam,tanpa mengharapkan menerima utk setiap kerja da’wahnya…


Itulah ikhlash…
Siap menjadi Jundi dan pada saat yang sama siap menjadi Qiyadah…
Siap mengeluarkan uang utk da’wah…
Siap mengeluarkan tenaga utk da’wah…
Ana teringat kata Ustad :
Bahwa hubungan ikhwan dan akhwat aktivis da’wah adalah seperti saudara…
Cukup sampai disana…
Kalaupun terjadi gangguan hati yang merupakan sunnatulloh akibat adanya interaksi,
Tidak akan melebihi taraf SIMPATI antar kader
(SIMPATI : SIMPan dAlam haTI)…
Kecuali Allah memberikan kesempatan padanya utk menyelesaikan setengah agamanya…(kutip dari seorang teman)

Interaksi antara ikhwan dan akhwat tidak dapat hindari, tp bagaimana qt dapat meminimalisir hal2 yang tidak perlu terjadi.
Namun ketika itu sudah diminimalisir namun zon2 itu tetap ada. Salah siapa kah ini????

Siapa bilang qt tidak boleh suka dengan ik/akh, boleh2 saja selama hal itu berjalan pada jalur dan tempat yang benar. Tahu khan maksutnya.
Perasaan itu (VMJ) hadir memang tanpa qt minta dan tanpa qt harap. Dia daang tanpa permisi tiba2 ada aja, akan tetapi hal ini bukan menjadi justifikasi bahwa hal ini dibenarkan ketika ia sudah kleuar dari rel yang di benarkan secara syar'i.
Dan apakah da'wah qt akan terhenti gara2 hal ini???
Jawabannya jelas TIDAK, karena kl iya berarti qt hrs kembali melihat sudah sejauh mana tarbiyah jatiyah diri qt, kembali merricek sudah benarkah keimanan qt kapada sang khalik?

Ukh/Akh rasa ini sudah menjadi sunatallahnya tidak dapat qt hindari tp dapat diminimalisir. Yakin diujung sana sana Allah telah mempersiapkan bidadari/bidadara yang mendampingi qt. Kalaupun saat ini gelum datang tinggal meminta sama yang memiliki  O0 Dan janji Allah tidak akan pernah salah wanita yang baik untuk laki2 yang baik dan wanita pezina untuk laki2 yang pezina.
Seperti qt tahu bahwa umur da'wah itu bisa jadi lebih panjang dari umur yang telah Allah tetapka bagi qt untuk itu mari qt bersama saling mengingatkan ketika teman, sahabat atau saudara qt ketika mereka lalai atau khilaf.
Inilah jalinan ukhuwah yang berdasarkan kepada Allah dan Rasulnya.

Mari qt senantiasa membersihkan hati2 qt dalam da'wah ini, karena kebersihan hati bisa jad menjadi penentu keberhasilan da'wah itu. Cinta manusia sering bermusim dan kasihnya tiada yang abadi??
kenapa qt hrs mencari yang belum jelas???  wallahu’alam

Moga bermanfaat, mhn maaf apabila ada yang tidka berkenan

Offline deniikhwan

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 1.676
  • Jenis kelamin: Pria
  • my frennnnnnn
    • Lihat Profil
    • hanyadenisaja
« Jawab #5 pada: 12 April 2007, 15:17:08 »
wah subhanallah

Offline Scorpion14

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 11.244
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • Ya Allah... jadiknlah aku trmsuk orang2 yang sabar
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 12 April 2007, 15:27:06 »
knapa ya jika dalam berdakwah kmudian timbul cinta seperti sebuah aib... suatu kejelekan yang amat sangat... dan sangat dihindari... padahal kita tau cinta itu fitrah... jikalau seseorang mengungkapkan rasa cintanya kepada fulanah dan ingin menikahinya... apakah sesuatu yang salah ?....

suka aneh jaman skrg tuh... sesuatu yang halal diharam2kan... sesuatu yang haram.. dihalalkan...

yang lebih aneh lagi... kini ada sebutan "aktifis" ... yang sudah dikenal bahwa aktifis tuh kaga boleh mengungkapkan cinta... kaga boleh jatuh cinta sesama aktifis... dll....

aneh ... dulu jaman Rosulullah ga ada sebutan tuh aktifis dan non aktifis...apa mungkin skrg ini dengan menyebut kata "aktifis" untuk mengkabarkan kepada banyak orang... agar oranglain tau.. "aku loh seorang pendakwah" ... "aku loh yang berakhlak mulia.." dan "aku loh yang sering ikut kegiatan2 islam" dll......  :toe:


Offline MATRIX

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 8.848
  • Lokasi: Firdaus Heaven
  • Jenis kelamin: Pria
  • percayakah pesantren miskin tukang ngebom?
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 12 April 2007, 15:34:12 »
Bukannya Rasulullah sendiri pernah bilang jika kamu mencintai saudara/i mu kamu harus mengatakan cinta %peace%


*contohnya ane nih Scorpie aku cinta kamu karena Allah O0
Bersujud wajahku kepada Allah Rabb yang menciptakan, yang membelah pendengaran dan penglihatan dengan daya dan kekuatanNya,Maha Suci Allah. Tulislah untuk kami dengan sujud kami pahala di sisiMu

Offline Scorpion14

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 11.244
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • Ya Allah... jadiknlah aku trmsuk orang2 yang sabar
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 12 April 2007, 15:38:21 »
I love u matrix :jaim:

;D wah.... jangan mikir yang ngga2 yaak...

Offline -azra-

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 435
  • Jenis kelamin: Wanita
  • hello......
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 12 April 2007, 20:27:57 »
klu ikhwan bilang uhibbukifillahwa barakallahu fiik sama akhwat gmn ya :hihi:

blh ga tuh, ada udang dibalik nasi goreng ga  :hihi:  %peace%

azra banyak melihat ikhwan skrg mulai berani bilang gt ke akhwat, susah2 ngomong gt. bilang aja langsung i love

you, kan sama aja  %peace%
baru nyoba nih

Offline Dayna

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 10.237
  • Lokasi: Kuwait
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 12 April 2007, 21:07:43 »
hmmm pusingnya jatuh cinta dalam lingkungan tarbiyah ya :D, ribet banget. apalagi kalau sudah kena doktrin kalau jatuh cinta itu "mamnu'". dan yang bisa seekstrem itu tanggapannya kalau gagal menjaga hijab, dsb dsb. tapi bisa jadi setelah itu malah ikhwannya berubah pikiran melihat reaksi dari akwatnya :).

bagi yang bilang kalau perasaan ikhwan dan akhwat adalah saudara dan tidak bisa lebih hmmmm...memangnya dia pemilik hati mereka dan bisa mengatur perasaan mereka?

mau bilang juga ah...i love you scorpion....because you are my brother in islam.....

hayooo ada yang cemburu gak nih :D

udah ah OOTnya.

Offline Salat SMART

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2007
  • Tulisan: 23
    • Lihat Profil
    • Pusat studi shalat di internet
« Jawab #11 pada: 13 April 2007, 07:06:35 »
Postingan "ketika ikhwah jatuh cinta" ini sangat menarik. Karena itu, saya meng-copy-paste postingan ini di http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/13/ketika-ikhwah-jatuh-cinta/
Pusat studi shalat di internet http://salatsmart.wordpress.com/about/

Offline ersu23

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2007
  • Tulisan: 1
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 13 April 2007, 07:39:16 »
subhanallah...
thanks, sudah memberikan makna yang baru tentang cinta...dalam diri saya.. ;D
oya, maaf artikel nya boleh tak di sebarkan ke orang lain?

warms regards
r_wien45@yahoo.com :)

Offline Ahmed Yaseen

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 808
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • الله أكبر
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 13 April 2007, 08:12:46 »
Ane lebih doyan urusan politik dan hukum daripada urusan cinta belaka. Apalagi cinta segitiga atau segi empat. Udahlah, males tau bahas kayak ginian. Norak


Enakan ngomongin yg lain  8-)
لا إله إلا الله محمد رسول الله

Offline azy-zyabab

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 324
  • Lokasi: kota ngalam - kota madiun
  • Jenis kelamin: Pria
  • InDaHnYa IsLaM
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 13 April 2007, 14:20:08 »
salamun 'alaykum
knapa ya jika dalam berdakwah kmudian timbul cinta seperti sebuah aib... suatu kejelekan yang amat sangat... dan sangat dihindari...

masak gitu sih, bukannya cinta gak bisa ditumbuhkan seperti halnya gak bisa dimatikan, benar g

yang harus dimanage adalah bagaimana kita menyebarkan cinta kita,
karena buat kita cinta bukanlah ungkapan yang bisa sembarang tempat diobral ( klo lawan jenis lho ya ), karena ini adalah sebuah ungkapan yang sangat sakral sekalee...

 :o :o :o :o
« Edit Terakhir: 13 April 2007, 14:23:13 oleh azy-zyabab »
SEMUA YANG DICIPTAKAN ALLAH DI ALAM SEMESTA INI TIDAKLAH SIA-SIA
BERUNTUNGLAH ORANG-ORANG YANG MEMAHAMINYA
         :bungain:
TAQABALALLOHU MINNA WA MINKUM
maafin kesalahan-kesalahanku ya sahabat-sahabat

Offline azy-zyabab

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 324
  • Lokasi: kota ngalam - kota madiun
  • Jenis kelamin: Pria
  • InDaHnYa IsLaM
    • Lihat Profil
« Jawab #15 pada: 13 April 2007, 14:33:09 »
and ada lagi neeehhhhhhhh.......
suka aneh jaman skrg tuh... sesuatu yang halal diharam2kan... sesuatu yang haram.. dihalalkan...

yang lebih aneh lagi... kini ada sebutan "aktifis" ... yang sudah dikenal bahwa aktifis tuh kaga boleh mengungkapkan cinta... kaga boleh jatuh cinta sesama aktifis... dll....
masak ada sih yang kayak gitu, gak percaya saya ??? ??? ??? ??? ???
SEMUA YANG DICIPTAKAN ALLAH DI ALAM SEMESTA INI TIDAKLAH SIA-SIA
BERUNTUNGLAH ORANG-ORANG YANG MEMAHAMINYA
         :bungain:
TAQABALALLOHU MINNA WA MINKUM
maafin kesalahan-kesalahanku ya sahabat-sahabat

Offline MATRIX

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 8.848
  • Lokasi: Firdaus Heaven
  • Jenis kelamin: Pria
  • percayakah pesantren miskin tukang ngebom?
    • Lihat Profil
« Jawab #16 pada: 15 April 2007, 14:03:20 »
cinta jangan terlalu didramatisir lah wajar kan Allah memberikan rasa cinta kepada makhluk-makhluknya cuma salahnya kita terlalu mendramatisir cinta tersebut hingga banyak ikhwah-ikhwah yang (apa pantas dikatakan ikhwah2 yang mabuk karena cinta)  :toe:

apakah salah ikhwah jatuh cinta ?

kadang ane mikir mereka ikhwah tentu tahu batasan syar'i nya kalau udah sepakat, mereka tentu tahu jalur walimah yang harus ditempuh, ah biarlah urusan pribadi masing-masing dan mereka bertanggung jawab dihadapan Allah kelak  8-)


pleasee cape banget deh .......... dengan masalah ini dari tahun ke tahun seakan-akan ikhwah itu ga pernah dewasa dan matang  dalam mengambil keputusan atas masalah ini :toe:





*kadangkala ane jenuh dan bosan dengan artikel yang berkenaan dengan cinta seakan-akan kita menyalahkan Allah yang telah memberi kita rasa cinta tersebut
 semoga ane ga antipati dengan yang bernama cinta :toe: setiap majalah islam, novel islam pasti ada yang berbau hal ini, apakah salah jika pergaulan kita dihijab, wong ada hijab aja banyak yang mabuk cinta karena tulisan, perkataan dll jadi apa solusinya nih ? (kesimpulan ane, sementara ini kembalilah ke diri sendiri evaluasi diri kita masing2  bahasa kerennya mutaba'ah yaumiah)  O0
« Edit Terakhir: 18 April 2007, 10:29:19 oleh MATRIX »
Bersujud wajahku kepada Allah Rabb yang menciptakan, yang membelah pendengaran dan penglihatan dengan daya dan kekuatanNya,Maha Suci Allah. Tulislah untuk kami dengan sujud kami pahala di sisiMu

Offline hilwatulisan

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 155
    • Lihat Profil
    • lembayung-fithri.blogspot.com
« Jawab #17 pada: 15 April 2007, 14:19:58 »
Kayaknya pernah baca deh, di majalah al izzah bukan ya..???
"Ya Allah... jadikanlah kami orang-orang yang cinta iman, dan hiasilah iman itu di dalam hati kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan Do'a. Amiin Ya Allah... "


http://www.lembayung-fithri.blogspot.com

Offline abu_tahara

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.707
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #18 pada: 16 April 2007, 08:57:01 »
Kutip
Suatu ketika, dalam majelis koordinasi seorang akhwat berkata pada mas’ul dakwahnya, “akhi, ana ga bisa lagi berinteraksi dengan akh fulan”. Suara akhwat itu bergetar. Nyata sekali menekan perasaannya.”Pekan lalu, ikhwan tersebut membuat pengakuan yang membuat ana merasa risi dan….Afwan, terus terang juga tersinggung.” Sesaat kemudian suara dibalik hijab itu mengatakan….ia jatuh cinta pada ana.”

mas’ul tersebut terkejut, tapi ditekannya getar suaranya. Ia berusaha tetap tenang. “Sabar ukhti, jangan terlalu diambil hati. Mungkin maksudnya tidak seperti yang anti bayangkan.” Sang mas’ul mencoba menenangkan terutama untuk dirinya sendiri.

“Afwan…ana tidak menangkap maksud lain dari perkataannya. Ikhwan itu mungkin tidak pernah berpikir dampak perkataannya. Kata-kata itu membuat ana sedikit banyak merasa gagal menjaga hijab ana, gagal menjaga komitmen dan menjadi penyebab fitnah. Padahal, ana hanya berusaha menjadi bagian dari perputaran dakwah ini.” sang akhwat kini mulai tersedak terbata.
sang akhwat tersinggung? koq tersinggung sieh, aneh :-\
gagal menjaga hijab? hiperbola nieh kayanya  :o
gagal menjaga komitmen dan menjadi penyebab fitnah? msa' ikhwan jatuh cinta dikatakan fitnah sieh  :-\
perputaran dakwah? wa, wah apalagi ini, bingung euy

Offline keyra

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2007
  • Tulisan: 2
    • Lihat Profil
« Jawab #19 pada: 17 April 2007, 11:09:07 »
 :D Assalamu'alaikum..
aah..kayaknya blm pada merried nih..
bukannya gimana2..saya orang awam..pernah si masuk dikit di lingkungan ikhwah, tapi jd produk gagal  :hihi:
tapi jgn salah..meski preman tapi aq jg paling males namanya pacaran..
jadi meski awam tapi aq cm sekali ketemu ama suami (dulu belum suami sih..eh langsung nikah..)
dulu kayaknya berat banget, baru lulus des 2004, kerja baru bentar, belum sempet nikmatin lulus kul n kerja uda nikah, di umur 22..tapi emang itu si cita2 dari dulu..gak pengen pacaran..ribet..males..
sapa mau ngikut...

Offline aisyahragil

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 8.777
  • Lokasi: Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Sabar dan Ikhlas
    • Lihat Profil
    • Rumahku Surgaku
« Jawab #20 pada: 17 April 2007, 14:43:24 »
@ scorpio
yang dimasalahkan adalah menyatakan itu tapi belum siap menikah, kalau sudah siap menikah mah itu no problem atuh , nah sebelum melamar kan tanya ke akhwatnya dulu  :hihi:

Offline Scorpion14

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 11.244
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • Ya Allah... jadiknlah aku trmsuk orang2 yang sabar
    • Lihat Profil
« Jawab #21 pada: 17 April 2007, 15:02:02 »
:hihi: klo brani jatuh cinta... harus brani nikah :p .....

Offline el_farouq

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 204
  • Jenis kelamin: Pria
  • Rabb, hamba rindu pada-Mu
    • Lihat Profil
« Jawab #22 pada: 17 April 2007, 15:33:16 »

*kadangkala ane jenuh, bosan juga artikel yang berkenaan dengan cinta seakan-akan kita menyalahkan Allah yang telah memberi kita rasa cinta tersebut
 

Ane setuju dengan akh Matrix, kita emang harus sangat berhati-hati menyikapi hal yang satu ini.
« Edit Terakhir: 17 April 2007, 17:36:33 oleh aisyah_muwaffaqah »
Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha lagi diridhai-Nya, maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam syurga-Ku.

Offline Uum

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 5.254
  • Lokasi: The Ocean
    • Lihat Profil
« Jawab #23 pada: 17 April 2007, 17:17:10 »
cintrong lageeee...cintrong lageeee  :D %peace%

dim serius as string
serius = msgbox "Lagi mau serius !", vbInformation + vbOk,"Bahas cintrong lagee" :hihi:

Jangan se-ekstrim itulah menyingkapi cinta sampai-sampai merasa gagal menjaga hijab dan sebagai-sebagainya. Manusiawi adanya jika seseorang jatuh cinta, tidak terkecuali seorang aktipis (gak tau kalo yang aktebel  :hihi:) dakwah. Seberapa ketatnya pun kita hijab terjaga, hal itu tidak bisa mencegah seseorang untuk jatuh cinta  ^-^ karena cinta itu datang tanpa diundang dan kalo balik musti diusir duluw  :hihi:

yang lebih penting, bagaimana kita menyikapinya ketika rasa itu datang. Jangan sampai kita menyalahkan orang yang jatuh cinta, apalagi sampai menyalahkan cinta itu sendiri ?  ??? Oh no pals...jangan menyalahkan cinta, karena cinta itu suci, perasaan yang disisipkan oleh Ilahi Rabbi kepada hambaNya  :) karena cinta kita ada didunia ini  O0 karena cinta adalah Anugrah  O0

"Setiap hati mempunyai kodratnya sendiri. Setiap hati punya arah istimewa. Setiap hati punya tempat untuk menyepi, disitulah tempat istirahat guna mencari pelipur lara dan duka. Setiap hati mendambakan hati lain yang dapat bersatu guna menikmati berkah kehidupan dan ketentraman atau melupakan kepedihan hidup dan penderitaan" ( Khalil Gibran dalam surat cintanya kepada May Ziadah)

Mau dibawa kemana rasa cinta mu? bisa kah rasa cinta mu kepada nya menjadikan mu merasa lebih dekat kepada Nya ? bisa kah kau mencintai-Nya juga pada waktu yang bersamaan ketika kau mencintai nya ? Mampukah rasa cinta mu padanya membuat mu semakin merasakan dahsyatnya cintaNya ?

Peliharalah rasa cinta itu  jangan sampai melebihi rasa cinta mu pada-Nya (ini sih teori lama...) Peliharalah rasa cinta itu dalam porsinya ketika kau menunggu hari deklarasi cinta itu di kumandangkan (ini juga teori lama  :hihi:) trus yang baru apa dunk ? *langsung nikah aja brur  :hihi: %peace%*

kalo si rudi bilang "klo brani jatuh cinta... harus brani nikah" ane bilang "jangan brani jatuh cinta kalo blom brani nikah"  %peace% (sama gak yah ? :hihi: %peace%)

Cinta itu sebatang kayu yang baik.
Akarnya tetap di bumi, tapi cabangnya di langit
Dan buahnya lahir di hati, lidah dan anggota badannya.
Ditunjukan oleh pengharuh-pengaruh yang muncul dari cinta itu dalam hati dan anggota badan,
Seperti ditunjukkannya asap dalam api dan ditunjukkannya buah dalam pohon.

(Ghazali)


serius = Off (dah dari awal kaleee off nya  :hihi:)

« Edit Terakhir: 17 April 2007, 17:37:14 oleh aisyah_muwaffaqah »

Offline aisyah_muwaffaqah

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 360
  • Lokasi: Jakarta
  • Allah, i love U full...
    • Lihat Profil
« Jawab #24 pada: 17 April 2007, 17:33:52 »

@all

hindari OOT ketika mencoba memposting jawaban. afwan jiddan utk beberapa postingan yg saya hapus / ubah dan mohon pengertiannya. silahkan saling berdiskusi & memberikan manfaat sebanyak mungkin, yg insyaAllah akan memperoleh kebaikan. jika ada yg kurang berkenan, silahkan pm saya :)
Labbaik Allahumma Labbaik
Labbaikala Syarikalaka Labbaik
Innal Hamda Wannimatalak Walmulkala Syarikalak   Wahai Allah Kami Datang Memenuhi Panggilanmu Tiadalah Sekutu Untukmu Segala Puji dan Kuasa Unt

Offline ipin4u

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 10.969
  • Lokasi: Balikpapan
  • Jenis kelamin: Pria
  • We support Palestine!
    • Lihat Profil
    • my blogs at multiply
« Jawab #25 pada: 17 April 2007, 17:36:12 »
Syukron, jazakumullah khairan katsiran atas postingnya.

Offline ummi zahra

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2007
  • Tulisan: 101
    • Lihat Profil
« Jawab #26 pada: 17 April 2007, 23:27:59 »
adudddduuuuh....cinta...so sweet....pa lagi kalo cinta nya pada Sang Pencipta Cinta....tapi perasaan cinta pd lawan jenis itu ngga bs dilenyapkan krn emg fitrah manusia, so if you're in love with some1 you've to marry her quickly without unnecessary communication be4 marry. Agree? Good..good...te2p smangat mikir umat ye! jgn ngabisin wkt mikir cinta, key?

Offline arrayyan

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 748
  • Lokasi: Jogjakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • ..dengan puisi ku bernyanyi sampai senja umurku..
    • Lihat Profil
« Jawab #27 pada: 18 April 2007, 08:50:34 »
cinta pada Sang Maha Pencinta adalah yang utama... O0
_agen misi_

Offline ari keren

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 66
  • Lokasi: Cibubur High Tech Valley
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #28 pada: 18 April 2007, 13:05:15 »
knapa ya jika dalam berdakwah kmudian timbul cinta seperti sebuah aib... suatu kejelekan yang amat sangat... dan sangat dihindari... padahal kita tau cinta itu fitrah... jikalau seseorang mengungkapkan rasa cintanya kepada fulanah dan ingin menikahinya... apakah sesuatu yang salah ?....

suka aneh jaman skrg tuh... sesuatu yang halal diharam2kan... sesuatu yang haram.. dihalalkan...

yang lebih aneh lagi... kini ada sebutan "aktifis" ... yang sudah dikenal bahwa aktifis tuh kaga boleh mengungkapkan cinta... kaga boleh jatuh cinta sesama aktifis... dll....

aneh ... dulu jaman Rosulullah ga ada sebutan tuh aktifis dan non aktifis...apa mungkin skrg ini dengan menyebut kata "aktifis" untuk mengkabarkan kepada banyak orang... agar oranglain tau.. "aku loh seorang pendakwah" ... "aku loh yang berakhlak mulia.." dan "aku loh yang sering ikut kegiatan2 islam" dll......  :toe:



hehehehe baru kali ini saya setuju sama pernyataan kamu  O0

Offline deniikhwan

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 1.676
  • Jenis kelamin: Pria
  • my frennnnnnn
    • Lihat Profil
    • hanyadenisaja
« Jawab #29 pada: 25 April 2007, 08:40:43 »
cinta bukanlah aib

yg menjadi aib adalah ketika sebuah cinta (pada lawan jenis) menjadi alasan aktif dalam dakwah

alasan utama kita hanya pada Allah

carilah alasan yg lebih baik, yg dirhidhai Allah

demi tegaknya pilar2 islam di dunia

amin!

Offline dani_gy

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 31
    • Lihat Profil
« Jawab #30 pada: 25 April 2007, 10:12:22 »
jatuh cinta itu memang fitrah semua manusia....Namun, penempatannya harus tepat. Ketika seseorang mengatakan uhibbukafillah atau uhibbukifillah padahal ia belum mengenal betul dan menjalin hubungan yang halal dengan orang itu, rasa-rasanya mustahil deh untuk dipertanggungjawabkan.....
Yang hhaq adalah mengatakan cinta padanya karena Allah yaitu ketika tali ikatan karena Allah memang sudah terbentuk....

Offline deniikhwan

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 1.676
  • Jenis kelamin: Pria
  • my frennnnnnn
    • Lihat Profil
    • hanyadenisaja
« Jawab #31 pada: 02 Mei 2007, 11:57:04 »
Yup, kalo memang cinta kalo memang malu simpan dalam hati

kalo brani ungkapkan-->ajak ia walimah

daripada ntar jadi zina