Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Selasa, 22 Mei 2012/1 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:52 - Shubuh 4:33:16 - Terbit 5:55:13 - Dzuhur 11:49:37 - Ashar 15:11:37 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:30 WIB

Penulis Topik: mengenai NII, sekedar perenungan kondisi islam  (Dibaca 3020 kali)


Offline Bramoke

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 126
  • Lokasi: Yogyakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Berani menembak, jgn terkena sindrom bidik-bidik!
    • Lihat Profil
« pada: 23 Maret 2007, 22:35:15 »
saya kira kawan2 semua tahu, NII. Terkenal sejak tahun 1950 - 1960 an. Saat itu, dikenal dengan nama DI/TII. Namun, beberapa tahun belakangan ini, saya banyak menerima info bahwa NII bangkit kembali. NAmun saya tidak mempermasalahkan apakah akan kembali menimbulkan suatu keadaan yang menjurus kepada konflik vertikal, namun yang dipermasalahkan adalah doktrin agama yang dimiliki NII.

Saya mempunyai beberapa teman, kuliah di bandung dan jogjakarta (saya sendiri kuliah di jogjakarta). Dari situlah, saya mendapat banyak informasi mengenai NII (kader-kader NII mayoritas banyak dari mahasiswa, terutama mereka yang lemah terhadap agama). Dari mereka, saya mendengar desas-desus tentang NII, mulai dari ajaran yang "nyeleneh", materialistis, dsb. Akhirnya, saya penasaran. Saya kemudian mengkonfirmasikan hal ini kepada dewan pembinaan islam di kampus saya, dan benar, bahwa NII adalah ajaran sesat.

Setelah itu, saya kemudian tidak lagi melakukan investigasi lanjut, karena saya pikir itu hanya ajaran sesat "lumrah" seperti ahmadiyah, syiah, dan sejenisnya. Sampai pada akhirnya, teman saya tiba-tiba mengajak saya untuk menghadiri sebuah pengajian yang dilakukan oleh mahasiswa. NAmun anehnya, saat saya tiba di tempat pengajian, saya hanya seorang diri. Betul, hanya seorang diri dan ditemani oleh seseorang yang oleh teman saya disebut "ulil amri".

Saya pun ikut terbawa arus, mengikuti pengajiannya hanya seorang diri. Bagi saya, itu bukan pengajian, namun sebuah "doktrinisasi ajaran". Terdapat beberapa hal yang mengganjal dengan ajaran tersebut. Namun, saya tidak dapat membantah, karena saya sendiri masih miskin ilmu. Sampai pada akhirnya, saya dipaksa untuk di bai'at untuk masuk ke dalam kelompok mereka. Syukur, karena Allah Maha Pengasis dan Maha Pemberi Petunjuk, saya tidak melaksanakan itu.

Sejak saat itu, saya mengumpulkan informasi tentang sepak terjang NII, dan akhirnya menangkap "black list" ajaran mereka:
1. Muslim di luar kelompok mereka adalah kafir.
2. Dosa bisa ditebus dengan sedekah. Semakin banyak dosa, sedekah semakin banyak. Namun, sedekah harus di serahkan kepada kjelompok mereka.
3. Halal untuk mengambil harta dari orang muslim di luar kelompok mereka, karena mereka di anggap kafir, dengan cara apapun, termasuk yang melanggar hukum (mencuri, merampok, korupsi)
4. Dll

Mungkin teman-teman lain ada yang tahu, sepak terjang NII yang lain, atau mempunyai info tentang NII??
Di kampus saya, sudah banyak yang terperangkap oleh kelompok mereka, sampai-sampai mengeluarkan uang hingga jutaan rupiah hanya untuk "menebus" dosa-dosa mereka...

Offline El Farouq

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 447
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 25 Maret 2007, 02:40:38 »
1. Tidak benar, tidak satupun keputusan resmi NII yang menyatakan muslim diluar NII adalah kafir.
2. At Taubah ayat 103-104
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلاَتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendo'alah untuk mereka. Sesungguhnya do'a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

أَلَمْ يَعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَأْخُذُ الصَّدَقَاتِ وَأَنَّ اللّهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?

3. Tidak ada satupun keputusan resmi dari NII yang menghalalkan apa yang telah diharamkan Allah.

Offline Scorpion14

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 11.244
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • Ya Allah... jadiknlah aku trmsuk orang2 yang sabar
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 25 Maret 2007, 05:34:26 »
@El Faroq
itu mah ayat mengenai zakat... zakat sendiri secara detail sudah dijelaskan dengan As-sunnah.....
lalu yang di NII itu pungutan apaan ::) ??
surat keputusan sih kaga ada.... biasalah itu mah gerakan tersamar untuk tipu daya...

Offline gaza

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 1.498
  • Lokasi: tangerang-banda aceh
  • Jenis kelamin: Pria
  • Wa'idu
    • Lihat Profil
    • Personal
« Jawab #3 pada: 25 Maret 2007, 14:18:09 »
@atasku..
@El Faroq
....biasalah itu mah gerakan tersamar untuk tipu daya...
Semacam Taqiyahnya Syi'ah kah...??
...Wahai Tentara Allah bertahanlah... Jangan menangis walau jasadmu terluka.. sebelum engkau bergelar syuhada.. Tetaplah bertahan dan bersiap siagalah

Offline anakbaek

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2006
  • Tulisan: 35
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 25 Maret 2007, 14:38:51 »
Zakat-zakatan kale...
Zakatnya buat umum, zakat orang sekelas bill gates disamakan dengan zakat anak penjual gorengan... ya ancur lah....

Offline ShiddiQ

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 84
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 27 Maret 2007, 09:24:41 »
Saya kemudian mengkonfirmasikan hal ini kepada dewan pembinaan islam di kampus saya, dan benar, bahwa NII adalah ajaran sesat.

Tolong dijelaskan, dimana sesatnya?

Kutip
Sejak saat itu, saya mengumpulkan informasi tentang sepak terjang NII, dan akhirnya menangkap "black list" ajaran mereka:
1. Muslim di luar kelompok mereka adalah kafir.
2. Dosa bisa ditebus dengan sedekah. Semakin banyak dosa, sedekah semakin banyak. Namun, sedekah harus di serahkan kepada kjelompok mereka.
3. Halal untuk mengambil harta dari orang muslim di luar kelompok mereka, karena mereka di anggap kafir, dengan cara apapun, termasuk yang melanggar hukum (mencuri, merampok, korupsi)

Kemungkinan besar ini adalah KW9-Alzaytun . . . binaan Ali Murtopo sang intelijen itu, . . . untuk mencoreng nama NII yang sebenarnya.

Setahu saya tidak ada ajaran NII yang mengkafirkan orang di luar NII.
 

Offline El Farouq

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 447
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 28 Maret 2007, 12:26:58 »
Kutip
itu mah ayat mengenai zakat... zakat sendiri secara detail sudah dijelaskan dengan As-sunnah.....
khuz min amwalihim shodaqotan tutahiruhum wa tuzakkihim

ambil dari harta mereka (sebagai) shadaqoh untuk membersihkan dan mensucikan.
shodaqotan kok diterjemahkan sebagai zakat (kerjaan penerjemah Depag NKRI)

asbabunnuzul, penyesalan beberapa sahabat yang tidak ikut berperang pada perah Mu'tah dengan berbagai alasan.

Offline lovelymoslems

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.748
  • Lokasi: DKI Jaya
  • Jenis kelamin: Pria
  • change your avatar !!!
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 28 Maret 2007, 13:43:27 »
1. Tidak benar, tidak satupun keputusan resmi NII yang menyatakan muslim diluar NII adalah kafir.
2. At Taubah ayat 103-104
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلاَتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendo'alah untuk mereka. Sesungguhnya do'a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

أَلَمْ يَعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَأْخُذُ الصَّدَقَاتِ وَأَنَّ اللّهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?

3. Tidak ada satupun keputusan resmi dari NII yang menghalalkan apa yang telah diharamkan Allah.
Ini ayat madaniyah, memangnya kalian sudah punya hukum, penguasa, rakyat dan daulah, serta masjid sendiri ? Semuanya masih ndompleng aja kok bawa-bawa ayat madaniyah !!!
Hidup sesuai tuntunan Rasul adalah berjuang tegakkan syariat dan hapuskan kemusyrikan

Offline suryaningsih

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 499
  • Lokasi: Jakarta Selatan
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 28 Maret 2007, 19:31:20 »
Masih mengamati  ;)

Offline Opus Dei

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.657
  • Jenis kelamin: Pria
  • Live and Die in the name of Islam
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 28 Maret 2007, 20:30:00 »
tante saya mantan NII... dan kabarnya banyak artis didalam NII juga...

tante saya sendiri mobil BMW nya habis diambil untuk kepentingan NII...

dan didalam NII ternyata jodoh ditentukan oleh pemimpinnya...

sayangnya jodoh tante saya meninggal jatuh dr motor  :D
SECULAR OUTSIDE :pentung:

Islam Inside :topOK:

Offline Opus Dei

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.657
  • Jenis kelamin: Pria
  • Live and Die in the name of Islam
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 28 Maret 2007, 20:33:02 »
saya kira kawan2 semua tahu, NII. Terkenal sejak tahun 1950 - 1960 an. Saat itu, dikenal dengan nama DI/TII. Namun, beberapa tahun belakangan ini, saya banyak menerima info bahwa NII bangkit kembali. NAmun saya tidak mempermasalahkan apakah akan kembali menimbulkan suatu keadaan yang menjurus kepada konflik vertikal, namun yang dipermasalahkan adalah doktrin agama yang dimiliki NII.

Saya mempunyai beberapa teman, kuliah di bandung dan jogjakarta (saya sendiri kuliah di jogjakarta). Dari situlah, saya mendapat banyak informasi mengenai NII (kader-kader NII mayoritas banyak dari mahasiswa, terutama mereka yang lemah terhadap agama). Dari mereka, saya mendengar desas-desus tentang NII, mulai dari ajaran yang "nyeleneh", materialistis, dsb. Akhirnya, saya penasaran. Saya kemudian mengkonfirmasikan hal ini kepada dewan pembinaan islam di kampus saya, dan benar, bahwa NII adalah ajaran sesat.

Setelah itu, saya kemudian tidak lagi melakukan investigasi lanjut, karena saya pikir itu hanya ajaran sesat "lumrah" seperti ahmadiyah, syiah, dan sejenisnya. Sampai pada akhirnya, teman saya tiba-tiba mengajak saya untuk menghadiri sebuah pengajian yang dilakukan oleh mahasiswa. NAmun anehnya, saat saya tiba di tempat pengajian, saya hanya seorang diri. Betul, hanya seorang diri dan ditemani oleh seseorang yang oleh teman saya disebut "ulil amri".

Saya pun ikut terbawa arus, mengikuti pengajiannya hanya seorang diri. Bagi saya, itu bukan pengajian, namun sebuah "doktrinisasi ajaran". Terdapat beberapa hal yang mengganjal dengan ajaran tersebut. Namun, saya tidak dapat membantah, karena saya sendiri masih miskin ilmu. Sampai pada akhirnya, saya dipaksa untuk di bai'at untuk masuk ke dalam kelompok mereka. Syukur, karena Allah Maha Pengasis dan Maha Pemberi Petunjuk, saya tidak melaksanakan itu.

Sejak saat itu, saya mengumpulkan informasi tentang sepak terjang NII, dan akhirnya menangkap "black list" ajaran mereka:
1. Muslim di luar kelompok mereka adalah kafir.
2. Dosa bisa ditebus dengan sedekah. Semakin banyak dosa, sedekah semakin banyak. Namun, sedekah harus di serahkan kepada kjelompok mereka.
3. Halal untuk mengambil harta dari orang muslim di luar kelompok mereka, karena mereka di anggap kafir, dengan cara apapun, termasuk yang melanggar hukum (mencuri, merampok, korupsi)
4. Dll

Mungkin teman-teman lain ada yang tahu, sepak terjang NII yang lain, atau mempunyai info tentang NII??
Di kampus saya, sudah banyak yang terperangkap oleh kelompok mereka, sampai-sampai mengeluarkan uang hingga jutaan rupiah hanya untuk "menebus" dosa-dosa mereka...

TEPAT SEKALI ! (yg saya bold)

ketika anda membaca Al-Quran yang disodorkan oleh sang ulil amri, anda akan diberikan sebuah doktrin yang aakan membuat anda menangis krn sadar akan dosa2 anda... kemudian NII memberikan tawaran untuk menghilangkan dosa2 itu... dengan cara sedekah, semakin banyak sedekah, semakin banyak dosa yg hilang !

tante saya yang merasa gembira krn ada harapan, langsung memberikan SELURUH harta peninggalan ayahnya kpd NII...

sadar telah ditipu, tante saya segera kabur dr perkumpulan dan dikejar2 oleh intel NII... tp NII sendiri tabu untuk menggunakan kekerasan, walaupun kepada seorang "pengkhianat" ! mereka hanya menebarkan terror kpd pengkhianat2 itu, sehingga sang pengkhianat depresi dan bunuh diri... itulah taktik mereka...
SECULAR OUTSIDE :pentung:

Islam Inside :topOK:

Offline wongdeso

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 20
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 28 Maret 2007, 20:49:00 »
sepertinya mungkin waktu yang menjawab semua ini O0
kita lihat aja nanti, sepengetahuan saya dari dulu sampai sekarang Islam selalu dihina  O0
coba kita merenung sekali-kali, 350 thn islam dijajah, dihina, difitnah bahkan sampai sekarang O0
orang-orang udang berfikir bgm kita kebulan, tinggal diplanet mars dan kloning manusia.
Islam selalu maunya ribut ? O0
Kalau NII itu menyesatkan mungkin lambat laun akan ditinggalkan oleh umatnya O0
kita lihat saja nanti, waktu nanti yng menjawab ? O0
berarti kita RI (Republik Indonesia) harus bisa membuktikan kalau RI lebih baik dari NII O0
jangan hanya berdebat kusir, kita buktikan yang baik itu pasti baik yang sesat itu pasti sesat O0
Biarkan masyarakat yang menilai O0
Hidup Toleransi dan Perdamaian O0 %peace%

Offline ane_ikhwan

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2007
  • Tulisan: 278
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 08 April 2007, 16:27:07 »
ass..
ok ane setuju dgn wongdesa, tp sambil kita jg berproses diri mencari pada hakikat kebenaran, bukan hanya menunggu orang lain berjuang n membuktikan. tp kita jg hrs mncari kmanakah kita hrs bernaung???????????ALLAHUAKBAR!!!!!!!!!!!!!ISLAM JAYA N BERSATU!!!!!!!!!!!

Offline ShiddiQ

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 84
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 08 April 2007, 17:03:29 »
Islam bersatu dalam wadah dan kepemimpinan Islam
Islam nggak akan bersatu di bawah payung nasionalisme

Offline ane_ikhwan

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2007
  • Tulisan: 278
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 14 April 2007, 14:20:36 »
ane setuju dgn akh shiddiQ, Islam ya Islam bukan organisasi, bukan partai, bukan jg nasionalisme kebangsaan. kalo islam itu semua islam bukanlah rahmatan lil alamin. sehingga islam tuh adalah sebuah diin samawi yang dipimpin allah yang cakupannya samawati wal ard, n di bumi dikelola oleh org2 yg beriman (mukmin) bukan sama org2 zalim n muzyrik. pada setuju ga?????
coba renungkan hai org2 yg myatakan dirinya beriman!!!