saya kira kawan2 semua tahu, NII. Terkenal sejak tahun 1950 - 1960 an. Saat itu, dikenal dengan nama DI/TII. Namun, beberapa tahun belakangan ini, saya banyak menerima info bahwa NII bangkit kembali. NAmun saya tidak mempermasalahkan apakah akan kembali menimbulkan suatu keadaan yang menjurus kepada konflik vertikal, namun yang dipermasalahkan adalah doktrin agama yang dimiliki NII.
Saya mempunyai beberapa teman, kuliah di bandung dan jogjakarta (saya sendiri kuliah di jogjakarta). Dari situlah, saya mendapat banyak informasi mengenai NII (kader-kader NII mayoritas banyak dari mahasiswa, terutama mereka yang lemah terhadap agama). Dari mereka, saya mendengar desas-desus tentang NII, mulai dari ajaran yang "nyeleneh", materialistis, dsb. Akhirnya, saya penasaran. Saya kemudian mengkonfirmasikan hal ini kepada dewan pembinaan islam di kampus saya, dan benar, bahwa NII adalah ajaran sesat.
Setelah itu, saya kemudian tidak lagi melakukan investigasi lanjut, karena saya pikir itu hanya ajaran sesat "lumrah" seperti ahmadiyah, syiah, dan sejenisnya. Sampai pada akhirnya, teman saya tiba-tiba mengajak saya untuk menghadiri sebuah pengajian yang dilakukan oleh mahasiswa. NAmun anehnya, saat saya tiba di tempat pengajian, saya hanya seorang diri. Betul, hanya seorang diri dan ditemani oleh seseorang yang oleh teman saya disebut "ulil amri".
Saya pun ikut terbawa arus, mengikuti pengajiannya hanya seorang diri. Bagi saya, itu bukan pengajian, namun sebuah "doktrinisasi ajaran". Terdapat beberapa hal yang mengganjal dengan ajaran tersebut. Namun, saya tidak dapat membantah, karena saya sendiri masih miskin ilmu. Sampai pada akhirnya, saya dipaksa untuk di bai'at untuk masuk ke dalam kelompok mereka. Syukur, karena Allah Maha Pengasis dan Maha Pemberi Petunjuk, saya tidak melaksanakan itu.
Sejak saat itu, saya mengumpulkan informasi tentang sepak terjang NII, dan akhirnya menangkap "black list" ajaran mereka:
1. Muslim di luar kelompok mereka adalah kafir.
2. Dosa bisa ditebus dengan sedekah. Semakin banyak dosa, sedekah semakin banyak. Namun, sedekah harus di serahkan kepada kjelompok mereka.
3. Halal untuk mengambil harta dari orang muslim di luar kelompok mereka, karena mereka di anggap kafir, dengan cara apapun, termasuk yang melanggar hukum (mencuri, merampok, korupsi)
4. Dll
Mungkin teman-teman lain ada yang tahu, sepak terjang NII yang lain, atau mempunyai info tentang NII??
Di kampus saya, sudah banyak yang terperangkap oleh kelompok mereka, sampai-sampai mengeluarkan uang hingga jutaan rupiah hanya untuk "menebus" dosa-dosa mereka...