Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Senin, 21 Mei 2012/29 Jumadil Akhir 1433 H : Imsak 4:26:49 - Shubuh 4:33:13 - Terbit 5:55:03 - Dzuhur 11:49:33 - Ashar 15:11:32 - Maghrib 17:44:04 - Isya' 18:57:25 WIB

Penulis Topik: Banjir Kanal Timur  (Dibaca 818 kali)


Offline jandiar

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.010
  • Jangan tafrith, jangan ghuluw...
    • Lihat Profil
    • SHARF - Sharia Finance
« pada: 09 Februari 2007, 10:16:53 »
Dari sebuah milis:

========================

Herman Van Breen, Banjir Jakarta, dan Inlander Bodoh


Tahukah anda, bahwa pada tahun 1918, Prof. Dr. Herman Van Breen ditugaskan
oleh Departement Waterstaat pemerintah Hindia Belanda untuk melakukan studi
pencegahan banjir di Batavia. Akhirnya, Van Breen melahirkan sebuah konsep
spektakuler dan visioner pada jaman itu yang dikenal dengan proyek Banjir
Kanal Barat dan Banjir Kanal Timur. Ide konsep itu sederhana, yaitu
membatasi volume air yang masuk ke Batavia melalui 13 sungai, diantaranya
Sungai Cakung, Jati Kramat, Buaran, Sunter, Cipinang, Ciliwung, Cideng,
Krukut, Grogol, Sekretaris, Pesanggrahan, Mookervart, dan Angke.
Selanjutnya, limpahan debit air akan dibuang melalui sisi kiri dan kanan
kota ke laut.

Pada tahun 1922, dimulailah pembangunan tahap pertama, yaitu Banjir Kanal
Barat. Setelah Indonesia merdeka, Mimpi Herman Van Breen untuk melanjutkan
pembangunan Banjir Kanal Timur sebagai tahap kedua untuk membebaskan Batavia
dari banjir tidak pernah terwujud. Proyek Banjir Kanal Timur baru disahkan
dalam rencana Tata Kota DKI pada tahun 1973. Sekarang sudah 34 tahun sejak
Banjir Kanal Timur masuk rencana Tata Kota DKI, tetapi hanya 7 km dari 23 km
dalam rencana Banjir Kanal Timur yang sudah digali.


Betapa visionernya rencana Van Breen, saat itu luas Batavia hanya 2.500 Ha,
tetapi sudah membuat rencana penggalian Kanal Barat dan Timur sebesar itu.
Proyek Banjir Kanal Barat yang berhasil diwujudkannya telah menyelamatkan
wilayah Batavia dari banjir selama 40 tahun. Sekarang wilayah Jakarta sudah
seluas 65.000 Ha atau 26 kali Batavia, tetapi bukannya Banjir Kanal Timur
diwujudkan, malah Banjir Kanal Barat tidak pernah dipelihara dengan baik dan
diperluas.

Sutiyoso beralasan bahwa untuk mewujudkan Banjir Kanal Timur dibutuhkan dana
yang sangat besar, yaitu sekitar 4,9 Trilyun dan Pemda DKI tidak mampu
menyediakan dana sebesar itu. Tetapi tahukah anda bahwa proyek Busway 40
koridor menghabiskan dana 21 Trilyun dan harus diselesaikan selama dua
tahun. Padahal busway yang direncanakan bukanlah jalur-jalur penting yang
bisa mengalihkan pengendara mobil pribadi ke busway kecuali Koridor I yang
melalui jalur Sudirman - Thamrin. Betapa bodohnya para pemimpin bangsa ini.

Bila saja Herman Van Breen menyaksikan banjir yang menenggelamkan 2/3
Jakarta saat ini dan tidak pernah terwujudnya proyek Banjir Kanal Timur
selama 89 tahun sejak dia cetuskan, pastilah dia akan menangis tersedu-sedu,
"Betapa bodohnya inlander-inlander ini".



Ana bupati saka wong sing asor imane
Patihe kepala judhi
Wong sing atine suci dibenci
Wong sing jahat lan pinter njilat saya derajat
Pemerasan saya ndadra
Maling lungguh wetenge mblenduk
Maling wani nantang sing duwe omah
Begal pada ndugal
Rampok padha keplok-keplok
Wong jaga nyolong sing dijaga
Wong njamin njaluk dijamin
Akeh wong mendem donga
( Jangka Jayabaya )

Salam,
Minister of Capable Everything

The Great Paimo
- Mari Kita Rubah Wajah Indonesia !! -

========================

...

Online idrus_syah

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 14.878
  • Lokasi: Jakarta Selatan
  • Jenis kelamin: Pria
  • No More Wasting Time
    • Lihat Profil
    • Wilujeng Sumping
« Jawab #1 pada: 09 Februari 2007, 14:29:29 »
iya, emang dilematis banget. tapi masalahnya ... itu orang2 plus rumah di 11 kelurahan yang terkena proyek kanal timur mau dikemanain ???

transmigrasi kah ???
Grup myQuran di Facebook : http://facebook.com/groups/myqers/
Yayasan Peduli Remaja Mentari Cianjur : http://www.facebook.com/ypr.mentari

Offline microsky

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 9.243
  • Lokasi: Indonesia
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • user #9116
« Jawab #2 pada: 11 Februari 2007, 16:17:07 »
Saya pribadi kurang senang dengan sutioso. Entah mengapa dia terpilih lagi menjadi gubernur DKI. :(
Di TV, proyek banjir kanal timur ini sudah 3x diberikan kelebihan dana dari dana yang diajukan. Maksudnya dana yang disetujui lebih besar daripada dana yang diajukan. Sekarang jakarta malah banjir. Sepatutnya gubernur jakarta bertanggung jawab atas banjirnya jakarta tahun ini.

Offline Th3s4inT

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 10.073
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • be patience...
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 12 Februari 2007, 09:13:23 »
BTW yg bener menurut EYD itu "Kanal Banjir Timur/Barat".
Bahasa Indonesia menggunakan kaidah DM (Diterangkan - Menerangkan) dimana subject utama diletakkan di depan.
Let me lead the way, straight back to Allah's bless
'Cause this kind of love is.. once in a lifetime

Offline ARS

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 21.962
  • Lokasi: Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat
  • Jenis kelamin: Pria
  • !..Karena Korupsi Bukanlah Budaya!..!
    • Lihat Profil
    • Apa Dong (dot) Com
« Jawab #4 pada: 12 Februari 2007, 11:29:23 »
Tul om... jadi sangat wajar kalau banjir masih terjadi. lha wong "Banjir Kanal Timur" berarti yang banjir kan kanalnya.. kalo kanalnya aja banjir, gimana pemukiman dibawahnya..? :hihi:
█ Apa Dong (dot) Biz @ www.apadong.biz
█ 24x7x365 Support - Free Services+Bon

Offline jandiar

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.010
  • Jangan tafrith, jangan ghuluw...
    • Lihat Profil
    • SHARF - Sharia Finance
« Jawab #5 pada: 12 Februari 2007, 13:26:50 »
Wah iya. Kenapa saya nggak mikir ke arah itu ya? Pantesan banjir terus...

East Flood Canal kok diterjemahkan menjadi Banjir Kanal Timur, kan seharusnya Timur Banjir Kanal???

Online idrus_syah

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 14.878
  • Lokasi: Jakarta Selatan
  • Jenis kelamin: Pria
  • No More Wasting Time
    • Lihat Profil
    • Wilujeng Sumping
« Jawab #6 pada: 13 Februari 2007, 09:26:15 »
East Flood Canal kok diterjemahkan menjadi Banjir Kanal Timur, kan seharusnya Timur Banjir Kanal???

echm ... bahasa inggris gak bisa diterjemahin perkata. seperti th3s4int bilang (huuuuuuu ribet banget bikin ID tuch, coba ganti yang mudah ditulis dan diingat :-P) ada DM atau apalah :hihi:

OOT IS OFF

tapi kemarin lihat sigi di SCTV, katanya program pembuatan kanal timur itu ... sudah kurang relevan lagi dengan keadaan jakarta sekarang ini. karena luas batavia dan jakarta yang sudah beda ukuran area-nya (jakarta kan gede banget) trus daerah resapan di jakarta sudah sangat parah beda dengan batavia :D.

dan program kanal timur hanya akan mengurangi masalah banjir 1/4-nya saja   :)

Grup myQuran di Facebook : http://facebook.com/groups/myqers/
Yayasan Peduli Remaja Mentari Cianjur : http://www.facebook.com/ypr.mentari

Offline Scorpion14

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 11.244
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • Ya Allah... jadiknlah aku trmsuk orang2 yang sabar
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 13 Februari 2007, 09:45:13 »
brarti :hihi: dengan kata lain jkt sudah selayaknya menjadi danau ...dan kota mati ......

Offline jandiar

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.010
  • Jangan tafrith, jangan ghuluw...
    • Lihat Profil
    • SHARF - Sharia Finance
« Jawab #8 pada: 13 Februari 2007, 10:45:06 »
East Flood Canal kok diterjemahkan menjadi Banjir Kanal Timur, kan seharusnya Timur Banjir Kanal???

echm ... bahasa inggris gak bisa diterjemahin perkata. seperti th3s4int bilang (huuuuuuu ribet banget bikin ID tuch, coba ganti yang mudah ditulis dan diingat :-P) ada DM atau apalah :hihi:

OOT IS OFF


Becanda oom... gitu aja dibahas... saya kan cuma lupa ngasih smilies... ;D


Tapi saya cenderung setuju dengan analisa yang mengatakan BKT sudah terlambat. Terlambat 34 tahun! Seharusnya memang para pakar lingkungan berembug lagi untuk mencari solusi yang lebih komprehensif.

Dan saya juga berpesan pada warga masyarakat yang bakal terkena proyek BKT (emangnya saya siapa dan ini forum apaan?) agar merelakan tempat tinggalnya untuk dibeli oleh pemerintah dan (1) tinggal di rumah susun atau (2) bertransmigrasi. Kedua hal tsb saya dengar sudah dijanjikan dan dijamin oleh dua menteri terkait, walaupun memang pelaksanaanya kita tahu agak meragukan. Bagaimanapun, bantaran kali bukanlah tempat tinggal yang layak bagi keluarga...

Offline sasukexcool

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 893
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 15 Februari 2007, 17:01:47 »
bikin banjir kanal? apakah memecahkan masalah banjir ?

masalah lain ?
-sampah (pernah disorot TV orang buang kasur ke kali)
-kali makin sempit
-rawa2 dan sawah dijakarta udah pada ilang/daerah resapan air di jakarta sudah menghilang.
-puncak sudah menjadi villa air meluncur ke jakarta dengan lancar.

wah yang ini sudah diselesaikan ?
Maaf kalau ada kalimat saya yang salah :)


All About Linux:http://myquran.org/forum/index.php/topic,10108.msg193039.html#msg193039

Offline Th3s4inT

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 10.073
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • be patience...
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 15 Februari 2007, 17:54:36 »
Dan saya juga berpesan pada warga masyarakat yang bakal terkena proyek BKT (emangnya saya siapa dan ini forum apaan?) agar merelakan tempat tinggalnya untuk dibeli oleh pemerintah
Kalau harga cocok pasti mereka bakal ikhlas kok.
Pengalaman setiap hari pp kerja lewat Casablanka, sepertinya blm pernah ada aksi penolakan warga yg tempat tinggalnya digusur untuk KBT (Kanal Banjir Timur).

Bagaimanapun, bantaran kali bukanlah tempat tinggal yang layak bagi keluarga...
Ralat sedikit nih. Kali-nya itu belum ada dan baru mau diadakan :hihi:
Kalau si warga gak mau pindah, ya kali tsb gak akan pernah jadi. Gak ada kali, gak ada bantaran kali juga dong %peace%
Let me lead the way, straight back to Allah's bless
'Cause this kind of love is.. once in a lifetime

Offline Aa Cakep

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 4.688
  • Lokasi: Semarang-Kendal-Pangkalpinang-Jakarta-Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • Alhamdulillah
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 15 Februari 2007, 18:52:20 »
kalau selain banjir kanal, dibeberapa lokasi dibuat Situ gimana???
dengan banyaknya situ yang dibuat...kira2 bisa membantu memecahkan masalah ga?

Persis seperti didaerahku dulu... walaupun daerahku panas/matahari terik2nya.... kalau didaerah atas hujan..mau ga mau daerah kami dapet banjir kiriman.....
salah satu solusinya adalah pelebaran sungai yang ada dengan memakan tanah warga disepanjang aliran sungai tersebut...dengan ganti rugi yang sudah disepakati.
Sering Nanya "Kapan Nikah?" .. Giliran Di Undang eee Entah Kemanah :hihi: #Waspadalah

Offline jandiar

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.010
  • Jangan tafrith, jangan ghuluw...
    • Lihat Profil
    • SHARF - Sharia Finance
« Jawab #12 pada: 16 Februari 2007, 11:44:33 »
Bagaimanapun, bantaran kali bukanlah tempat tinggal yang layak bagi keluarga...
Ralat sedikit nih. Kali-nya itu belum ada dan baru mau diadakan :hihi:
Kalau si warga gak mau pindah, ya kali tsb gak akan pernah jadi. Gak ada kali, gak ada bantaran kali juga dong %peace%

Iya nih saya memang agak ngaco. Ini sebenernya terkait masalah lain, yang disebutkan oleh sasukexcool

...

masalah lain ?
-sampah (pernah disorot TV orang buang kasur ke kali)
-kali makin sempit

...


Terus...

kalau selain banjir kanal, dibeberapa lokasi dibuat Situ gimana???
dengan banyaknya situ yang dibuat...kira2 bisa membantu memecahkan masalah ga?

Kalau situ sih ada yang ngusulin, setiap kompleks perumahan diwajibkan menyediakan sebidang (berbidang2 sih tepatnya) tanah untuk dijadikan situ. Dan terutama, di kawasan Puncak juga diwajibkan bikin danau besar dan bendungan (seperti di Jatiluhur.

Online maswahyu

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 16.142
  • Lokasi: Bandar Lampung - Sleman - Yogyakarta - Bandung - Jakarta - Bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 26 November 2009, 13:03:30 »
Waspada Pemadaman Bergilir Mulai 30 November
Pemindahan berdampak pada pemadaman listrik di kawasan Jakarta, Cengkareng, dan Bekasi.

VIVAnews - Dua menara Saluran Tegangan Tinggi atau Sutet yang terletak di tepi proyek Kanal Banjir Timur di kawasan Pondok Kopi, akan dipindah. Pemindahan berdampak pada pemadaman listrik di sejumlah kawasan Jakarta, Cengkareng, dan Bekasi.
 
"Bergantian. Jakarta kena dampak, karena Sutet berpusatnya ke Gardu Cawang," ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Parno, saat menemani Gubernur DKI Fauzi Bowo meninjau pembangunan Kanal Banjir Timur, Jakarta, Minggu, 22 November 2009.
 
Pemadaman bergilir akan dilakukan selama sembilan hari mulai 30 November 2009. Pemadaman dilakukan pada jarak waktu antara 06.00 dan 18.00. Untuk teknis pemadaman bergilirnya, kata Parno, PLN yang akan mengatur.

Untuk pembangunannya, kata Parno, saat ini pondasi untuk kedua menara sutet itu sudah selesai. Tinggal memindahkan menara ke masing-masing pondasinya yang berada disamping BKT. "Tanggal 29 November nanti sudah mulai pemasangan single still pole. Kalau tidak ada kendala enam hari selesai," katanya.

Setahu saya bukan SUTET di Pondok Kopi, tapi di Duren Sawit... Hasil jepretan di TKP kemarin :





Siap-siap padam lagi...

Offline B1K3RS

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 730
  • Lokasi: earth
  • Jenis kelamin: Pria
  • perjuangan & petualangan yang tak pernah berakhir
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 27 November 2009, 09:18:41 »
aaaah parah dah...

Offline microsky

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 9.243
  • Lokasi: Indonesia
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • user #9116
« Jawab #15 pada: 20 Desember 2009, 11:03:10 »
Wah, ini topik awal 2007, sekarang mau awal 2010 dan proyek banjil kanalnya belum juga selesai

Sekarang jalan di samping kanal berdebu dan kalau hujan kadang ada pengendara motor yang terjatuh karena sisa2 tanah yang menempel di aspal



Sekarang towernya udah dipasang :)