Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Senin, 21 Mei 2012/29 Jumadil Akhir 1433 H : Imsak 4:26:49 - Shubuh 4:33:13 - Terbit 5:55:03 - Dzuhur 11:49:33 - Ashar 15:11:32 - Maghrib 17:44:04 - Isya' 18:57:25 WIB

Penulis Topik: Membangun "GENERASI QUR'ANI" Sejak DINI melalui Pendidikan Al Qur'an  (Dibaca 24262 kali)


Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #90 pada: 23 Februari 2008, 23:01:29 »
Membangun Sekolah Visioner
Oleh Jaja Jamaludin

Ajarilah anak-anakmu, karena mereka akan hidup bukan pada zamanmu (Saidina Ali r.a)

ARUS globalisasi yang amat deras telah, sedang dan akan terus dirasakan oleh lapisan masyarakat muslim di negeri kita. Intensitas arus globalisasi itu ternyata lebih dirasakan sebagai serangan "virus" kebudayaan yang tak menyisakan prilaku positif.

Tidak sedikit anak-anak seusia sekolah lebih mengkiblatkan pemikiran, prilaku dan gaya hidupnya kepada kaum hedonis-- sebagai anak kandung materialime secular--yang tampil hampir tiap saat di layar TV dan langsung menyerang ke dalam ruang-ruang kamar dan rumah anak-anak muslim. Andaikata, sistem keluarga, sistem sekolah, dan kultur masyarakat kita tidak menyadari dan tidak melakukan upaya protektif, niscaya generasi kita ke depan akan kehilangan jatidari dan orientasi hidup.

Persoalannya adalah apa yang dapat kita lakukan? :koran:
Bagaimana membangun proteksi sekaligus membangun karakter anak-anak kita menjadi generasi berkepribadian, memiliki ideologi yang kuat, memiliki orientasi hidup dan gaya hidup seperti Rasululla Saw?

Persoalan di atas dapat diklasifikasikan sesuai posisi dan peran kita. Sebagai orang tua segeralah dekati anak-anak, ajarilah mereka hidup sesuai ajaran yang telah Rasulullah Saw teladankan.
Sebagai institusi dan praktisi pendidikan persiapkan dan bangunlah paradigma sekolah visioner.

Kata visioner dalam judul di atas sesungguhnya diinterpretasi dari ucapan Saidina Ali ra di atas. Ungkapan Saidina Ali ra sangat jelas dan tegas bahwasannya mendidik anak-anak harus berorientasi kepada masa depan. Tentu saja, apa yang diajarkan saat ini kepada anak-anak kita haruslah mengandung bekal yang mampu menjawab tantangan masa depan mereka yang akan hidup bukan atau berbeda dengan zaman saat ini.

Dalam kata visioner tersebut juga include makna bahwa pendidikan harus berbasis pada tata Nilai Islami. Dengan kata lain, menyebut istilah visioner yang merujuk pada filosofi Saidina Ali ra tentu juga harus berwawasan Islam.

Sekolah atau institusi pendidikan seyogyanya telah menempatkan diri pada guide line di atas sebagai sekolah visioner. Sekolah visioner merupakan sekolah yang senantiasa kreatif dalam berpikir, bertindak menjunjung nilai-nilai luhur Islam, menghargai etika dan sosio kultur masyarakatnya yang positif.

Eksistensi sekolah visioner semacam ini pada gilirannya akan menjadi "magnet" bagi tumpuan dan harapan setiap orang tua. Sistem sekolah visioner senantiasa menempatkan siswa sebagai sentral dalam proses pendidikan. Sekolah visioner juga senantiasa memiliki visi dan upaya untuk menjemput peradaban masa depan.

Sedikitnya terdapat 4 (empat) faktor fundamental sistem sekolah yang menjadi identitas sekolah visioner.

Pertama, Sekolah visioner memiliki jati diri idiologi (eigen ideology) yang jelas dan tegas, yakni pradigma pendidikan Islami yang sekaligus menjadi mazhab dalam menyelenggarakan proses pendidikannya. Faktor eigen ideology ini merupakan syarat-mesti (necessary condition). Bila faktor ini tidak ada, dipastikan sekolah akan mengalami kondisi quo-vadis. Bahkan jika sekolah itu tetap dipertahankan, maka yang berlaku adalah wujuduhu ka adamihi (ada sekolah sama dengan tidak ada sekolah). Alih-alih ingin menghasilkan generasi unggul, yang keluar malah generasi tawuran, hedonis dan akrab dengan narkoba. :wataw: Ini karena mereka (sekolah-sekolah itu) tidak memiliki eigen ideology sekolah.

Kedua, sekolah visioner didukung oleh suprastruktur yang memiliki pencerahan pemikiran dalam "membangun generasi qur'ani". :iyes:
Pengurus yayasan, pimpinan sekolah, dewan guru, karyawan sekolah harus memahami eigen ideology sekolah. Mereka harus menjadi teladan dan bersih pikirannya dari money oriented. Termasuk dalam faktor kedua ini penciptaan iklim demokratis, partisipatif dan kolaboratif antar SDM sekolah menjadi bagian tak terpisahkan dari SDM sekolah tersebut. Pemenuhan syarat kedua ini akan memberikan jaminan bahwa sistem sekolah steril dari interes-interes liar yang acapkali diboncengkan oleh SDM sekolah.

Ketiga, sekolah visioner didukung oleh infrastruktur sistem persekolahan yang memadai. Sekolah visioner tidak menampilkan kemewahan dalam hal fasilitas sekolah namun memiliki fasilitas yang memadai untuk dapat sukses dalam mencapai target-target misi dan visi sekolah. Infrastruktur sekolah senantiasa efektif dan efesien karena sekolah visioner menyadari bahwa penghamburan dana merupakan tindakan kurang bijaksana. :iyes:

Keempat, sekolah visioner senantisa memiliki sistem supervisi secara komprehensif. Supervisi dalam hal akademik, kesiswaan dan SDM sekolah. Seluruhnya dilakukan secara terus menerus dan konsisten. Dalam melakukan supervisi, sekolah visioner senantiasa berpijak pada prinsip transparansi dan objektivitas yang tinggi. Dalam supervisi, sekolah visioner tidak membiarkan iklim-iklim psikologis kurang baik berkembang karena hal itu hanya akan menyeret sistem sekolah kembali pada pola dan tradisi sekolah pada umumnya yang memang tidak sepenuhnya memiliki iklim psikologis kerja yang sehat. (Penulis adalah Praktisi Pendidikan pada Sekolah Harapan Ibu Jakarta)

Sumber:
http://www.hupelita.com/baca.php?id=19822



Kajian :koran:
Ust. Sarbini:
Membentuk Generasi Rabbani
http://www.electronicfiles.net/files/8979/Rabbani.rar

Jadikanlah Al-Qur’an Sebagai Sahabat :iyes:
http://myquran.org/forum/index.php/topic,34985.0.html



Download file doc, 200kb
MEMBANGUN GENERASI QUR'ANI :iyes:
http://ccc.1asphost.com/assalamquran/DOC_MEMBANGUN_GENERASI_QURANI.doc
http://c.1asphost.com/sibin/DOC_MEMBANGUN_GENERASI_QURANI.doc
Kalau berkenan....print dan distribusikan pada ummat... %peace%
« Edit Terakhir: 23 Februari 2008, 23:04:44 oleh ihsan »
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #91 pada: 24 Februari 2008, 00:39:02 »
Referensi Buku : Pendidikan Anak

Cara Nabi Menyiapkan Generasi
Mendidik Anak Membaca, Menulis dan Mencintai Al-Quran
Mendidik Generasi Sesuai Petunjuk Nabi SAW
Membekali Anak dengan Akidah, DLL....
http://rumahbukuislam.com/index.php?id=13&kode=Pendidikan%20Anak



Kajian :koran:
Ust. Sarbini:
Membentuk Generasi Rabbani
http://www.electronicfiles.net/files/8979/Rabbani.rar

Jadikanlah Al-Qur’an Sebagai Sahabat
http://myquran.org/forum/index.php/topic,34985.0.html

Love Qur'an ,Cara Cerdas Paham Al-Qur'an sejak Dini
BELAJAR AL-QUR'AN ITU MENYENANGKAN...  :iyes:
Cara kreatif belajar Al-Qur'an yang melejitkan SQ, EQ, dan IQ dan kecerdasan majemuk anak Anda sekaligus !
http://www.chipput.com/



Download file doc, 200kb
MEMBANGUN GENERASI QUR'ANI
http://ccc.1asphost.com/assalamquran/DOC_MEMBANGUN_GENERASI_QURANI.doc
http://c.1asphost.com/sibin/DOC_MEMBANGUN_GENERASI_QURANI.doc

Kalau berkenan....print dan distribusikan pada ummat...  %peace%
%peace%

« Edit Terakhir: 26 Februari 2008, 14:37:43 oleh ihsan »
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #92 pada: 24 Februari 2008, 01:32:56 »
SONGSONG KINERJA TAHUN 2007, LPTQ KOTA BIMA GELAR RAKERDA

Untuk peningkatan kinerja pengembangan tilawatil Qur’an melalui program membumikan Al-Qur’an di Kota Bima, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Bima menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) untuk mengevaluasi kinerja selama tahun 2006 dan menyusun program untuk dilaksanakan pada tahun 2007, yang digelar di Aula Pondok pesantren Al-Husainy Monggonao Kota Bima, Sabtu (10/02/2007). Rakerda tersebut diikuti oleh pengurus LPTQ Kota Bima, Perguruan Tinggi, Unsur Kantor Depag Kota Bima, Kabag Kesra Setda Kota Bima, Camat se-Kota Bima, KUA Kec. se-Kota Bima, Pengurus LPTQ Kecamatan dan Tokoh agama atau ulama. Rakerda dibuka oleh Walikota Bima yang diwakili Sekretaris Daerah Kota Bima, Drs. H. Maryono Nasiman, MM. Upacara pembukaan dihadiri juga oleh Kapolres Kota Bima, AKBP. Drs. Rochmad, dan kepala kantor Depag Kota Bima, Drs. H.Mansyur.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana Rakerda LPTQ Kota Bima Tahun 2007, Drs. H. Ramli Ahmad dalam laporannya mengatakan bahwa tujuan Rakerda tahun 2007 yaitu dalam rangka konsolidasi internal organisasi untuk membangun kinerja pengurus LPTQ Kota Bima guna mensukseskan program membumikan Al-Qur’an dengan melakukan evaluasi pelaksanaan program kerja Tahun 2006 yang lalu serta merumuskan kembali program kerja LPTQ Kota Bima Tahun 2007 yang diantaranya merumuskan konsep dan pola penyelenggaraan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) dan Musabaqah Tilawatil Qur’an di Kota Bima yang penyelenggaraannya mulai tingkat kelurahan sampai tingkat Kota Bima, urainya. Lebih lanjutnya Ramli Ahmad mengatakan bahwa dalam rangka mencapai tujuan diusunglah tema "Melalui Rakerda LPTQ Kota Bima Tahun 2007 Kita Tingkatkan Kwalitas Kinerja dalam Menyukseskan Program Membumikan Al-Qur’an", ungkapnya.

Sementara itu dalam sambutan pembukaannya Sekretaris Daerah Kota Bima, Drs. H. Maryono Nasiman, MM. mengatakan, "Pemerintah Kota Bima sangat berkomitmen bahwa program membumikan Al-Qur’an menjadi program utama untuk membangun dan membina moralitas masyarakat, karena dengan Al-Qur’an yang dapat menjawab setiap tantangan zaman dan problematika yang terjadi di masyarakat kita". :iyes: :iyes: :topOK:

"Kami yakin dengan ruh Qur’ani masyarakat Kota Bima dapat bangkit dan menata diri untuk mengejar ketertinggalan dalam berbagai sektor kehidupannya, memperbaiki akhlak generasi dan menyongsong masa depan yang lebih baik", ujarnya.

"Oleh karena itu kita sangat berharap program kerja yang akan dirumuskan dan dilaksanakan pada tahun 2007 ini bersifat realistis, rasional dan menyentuh semua kalangan sehingga akhirnya kita berharap bahwa qur’an dapat menjadi pedoman hidup umat Islam, susun program yang masuk akal dan desain pelaksanaan STQ/MTQ baik tingkat kelurahan sampai tingkat kota agar dapat memberikan bias manfaat yang sangat besar bagi perubahan pola perilaku dan akhlak masyarakat", lanjutnya.

Rakerdapun dilanjutkan dengan berbagai kegiatan sidang komisi, sidang pleno untuk menentukan program prioritas LPTQ Kota Bima Tahun 2007.

Sumber:
http://www.bimakota.go.id/?buka=berita&id=4

Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #93 pada: 26 Februari 2008, 12:32:32 »
MANUSIA DIBAWAH ANCAMAN (AJARAN) SESAT

Menjadi berita yang rasanya sudah tidak mengejutkan lagi ketika ada aliran sesat di masyarakat kita. Hampir setiap tahun pasti ada ajaran sesat yang terungkap ke permukaan. :dada: Yang membedakan adalah untuk tahun ini jumlahnya cukup banyak. Makasar, Bandung, dan Jakarta adalah tiga kasus di antaranya.

Kasus yang cukup besar dan menghebohkan adalah kasus Jakarta dengan Al Qiyadah Al Islamiyah-nya. Dianggap besar karena membawa komentar banyak tokoh dan diangkat secara resmi oleh pemerintah sebagai ajaran sesat. Penyidikan kepolisian juga memperbesar gaung kasus ini sebagai kasus pidana.

Menjadi penting untuk diungkap mengapa banyak bermunculan kasus ajaran sesat ini. Hal ini menjadi lebih menarik mengingat sebagian besar mereka yang terpengaruh adalah orang yang berpendidikan, berkecukupan ekonominya, dan berusia dewasa awal, bahkan sebagian ada yang remaja. Tulisan berikut mencoba menjawab pertanyaan ini.

Manusia Modern

Munculnya modernisasi membawa berbagai pengaruh bagi manusia. Kebiasaan yang pada masa dahulu tidak dibutuhkan, menjadi sangat dibutuhkan. Yang paling mudah dilihat ada pada fenomena handphone. Alat komunikasi pada masa lalu masih menggunakan surat atau telpon rumah biasa. Apabila dirasa sangat penting dan mendesak maka orang harus saling berkunjung untuk menyampaikan berita. Akan tetapi, kehadiran HP saat ini memudahkan berita sampai ke orang lain. Akibatnya orang menjadi malas saling berkunjung dan merasa cukup dengan SMS atau telpon saja.

Penggunaan HP dan teknologi lain tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Apalagi ditambah dengan makin banyaknya kebutuhan masyarakat, dan juga makin tingginya harga kebutuhan tersebut, maka makin banyak pula biaya yang harus disiapkan untuk memenuhinya. Seandainya manusianya mudah mendapatkan biaya itu, maka tidak ada masalah yang muncul. Namun akan menjadi masalah besar apabila sulit mendapatkan biaya. Entah penghasilan yang pas-pasan atau tidak punya penghasilan tetap, bahkan tidak ada penghasilan sama sekali.

Tuntutan yang harus dipenuhi membuat manusia berusaha keras. Tidak jarang muncul perasaan tegang, serasa diburu waktu, kemrungsung, dan lainnya, yang akhirnya akan memunculkan rasa capek, dan lelah fisik maupun psikologis. Apalagi kalau usaha gagal, yang muncul adalah perasaan bingung, stres, dan putus asa.

Kondisi di atas sangat tidak nyaman, sehingga manusia berusaha untuk mencari cara keluar dari rasa bingung, stres dan putus asa itu. Ada dua kemungkinan yaitu apakah dia menemukan cara yang benar atau salah. Dikatakan benar apabila ada perasaan tenang dan nyaman di dalam dirinya, dan salah apabila yang muncul kemudian malah makin tidak karuan bahkan menjurus ke menyakiti diri sendiri dan orang lain ataupun bunuh diri.

Salah satu yang saat ini banyak menjadi pilihan manusia adalah kembali kepada ajaran agama yang mereka yakini. Dengan kembali ke agama, mereka berharap dapat menemukan kenyamanan dan ketentraman hidup.

Kecenderungan inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk memberikan sarana keagamaan. Akan tetapi sebagian di antaranya berujung kepada materialisme dan kesesatan ajaran.

Modus sarana keagamaan yang berujung materialisme dipilih karena biasanya orang yang membutuhkan kenyamanan dan ketentraman ini tidak akan segan-segan mengeluarkan biaya. Berapapun biaya yang diminta sang pimpinan akan dipenuhi, sehingga sering dijadikan kedok oleh pimpinan itu untuk memperkaya diri.

Banyak Faktor

Secara umum ada faktor internal dan eksternal yang melatari banyaknya kasus ajaran sesat ini.
Fakor internal berasal dari dalam diri manusia, seperti kematangan emosi, dan kepercayaan diri. Emosi yang kurang matang dan kurang PD ditunjukkan dengan mudah terpengaruh lingkungan, sehingga cenderung kurang terkendali. Akibatnya manusia yang kurang matang emosi dan tidak PD menjadi kehilangan pegangan bagaimana harus mensikapi suatu masalah. Bisa jadi dia akan mudah mengikuti perintah dari luar dirinya, yang mungkin malah menjerumuskan.

Faktor eksternal lebih banyak, seperti kondisi sosial ekonomi, globalisasi, sistem pendidikan, dan peran ulama. Tuntutan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang makin kompleks juga membutuhkan biaya tinggi. Hal ini sebagai buntut dari globalisasi beserta nilai-nilai kapitalisme dan liberalisme yang begitu deras masuk ke masyarakat. Sehingga manusia akan sibuk mencari uang dan kebutuhan duniawi dengan segala cara.

Nilai-nilai tersebut tidak mampu diantisipasi oleh keluarga dan sekolah,sebagai institusi yang berinteraksi dengan anak lebih intensif. Pemahaman tentang ajaran agama yang betul tidak diperoleh dengan baik di sekolah, sehingga siswa menjadi bingung dan mencari di luar sekolah. Kondisi ini di luar pemantauan pihak sekolah.

Sementara pihak keluarga, apabila kurang memberikan suasana yang nyaman kepada anak, akan cenderung ditinggalkan. Anak akan lebih memilih suasana di luar, terutama pada kelompok sebayanya, yang lebih memberikan kenyamanan kepada dirinya. Kurangnya komunikasi antara orangtua dengan anak menjadikan anak merasa tidak nyaman di rumah, dan ini sangat banyak didapatkan dengan teman-temannya.

Apabila kelompok mengarahkan kepada kegiatan positif maka tidak ada masalah lanjutan. Namun apabila kelompok memberikan wahana kegiatan yang sesat dan menyimpang, anak akan lebih mudah terpengaruh.

Peran lembaga keagamaan sebagai penggerak kegiatan relijius masyarakat sesungguhnya sangat penting. Kegiatan yang dilakukan dengan menarik dan membahas tema yang pas akan menjadi salah satu pendidikan agama yang tepat bagi anak dan keluarga.

Akan tetapi, apabila tidak ada lagi semangat untuk menggerakkan kegiatan relijius, yang muncul adalah kebingungan masyarakat tidak terjawab dan akan berusaha menciptakan jawaban sendiri, yang mungkin akan menjadi sesat. Indikasi munculnya ajaran sesat ini seharusnya sudah dapat dirasakan oleh para pimpinan lembaga keagamaan di daerah, sebagai ujung tombak organisasi.

Bagaimana Selanjutnya?

Kompleksnya masalah yang melatari munculnya ajaran sesat membutuhkan penyelesaian yang melibatkan banyak pihak. Keluarga, institusi pendidikan, masyarakat, dan pemerintah harus segera bersatu padu.
Yang pertama kali perlu dilakukan adalah memberikan rasa nyaman kepada masyarakat sehingga tidak muncul perasaan diburu waktu, capek, dan bingung.
Pemenuhan kebutuhan fisik menjadi kunci dari rasa nyaman ini.
Perut yang kenyang dan keluarga sehat menjadi awal kenyamanan hidup, apalagi kalau ditambah terpenuhinya kebutuhan pendidikan anak yang bagus dan terjangkau. Untuk ini, perlu disediakan kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan penghasilan, entah dengan membuka lapangan kerja atau memberi fasilitas wirausaha.

Yang berikutnya adalah menyediakan pendidikan yang berkualitas dan mampu membentengi anak didik dari berbagai bujuk rayu kesesatan. :iyes:
 :topOK:
Untuk ini tidak ada jalan lain kecuali dengan menciptakan kurikulum yang memadai dan metode yang sesuai bagi anak didik.

Rasanya tidak ada gunanya apabila nilai UAN tinggi namun moral dan etika anak menjadi hancur. Lebih baik moral dan etika bagus, di atas unsur yang lain.

Membangun Generasi Qur'ani...SEJAK DINI.....
mulai di PRA/SEKOLAH maupun dalam KELUARGA O0

Yang juga penting berikutnya adalah lembaga keagamaan dan pemerintah bersama-sama melakukan upaya menggerakkan kegiatan keagamaan yang benar di masyarakat. Hal ini akan memenuhi dahaga spirituil masyarakat, sehingga dapat meminimalkan munculnya ajaran sesat.

Masyarakat sendiri pada akhirnya harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungannya, sehingga mampu mengantisipasi lebih dini. Pendidikan di dalam keluarga harus dibuat senyaman mungkin, sehingga anak merasa betah dan tidak lari ke luar rumah. Keterbukaan komunikasi orangtua dengan anak menjadi penting, begitupun keterbukaan komunikasi antara anggota keluarga yang lain. Meskipun sibuk, usahakan ada waktu yang digunakan bersama-sama oleh semua anggota keluarga. Insya allah yang seperti ini akan lebih mudah menanamkan nilai-nilai agama yang benar kepada anak.

Penulis : Susatyo Yuwono
sumber:
http://psikologi.ums.ac.id/modules.php?name=News&file=article&sid=89
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #94 pada: 28 Februari 2008, 14:30:45 »
Institusi Pendidikan dalam bahaya...yang harus segera dibenahi....

Horor Di UIN Jakarta !!!

http://myquran.org/forum/index.php/topic,35246.0.html





Wakil Ketua Komisi VIII: Anggaran Pendidikan Agama Tidak Proposional

Anggaran Pendidikan Agama Belum Ideal, Masih Terjadi Ketimpangan

Menggugat Paradigma Sukses Pendidikan

Berjuang Menghidupkan al-Qur’an



Pendidikan Al-Quran Diminati Malaysia

Di tempat yang sama, Perwakilan Lembaga Tahfizh Al-Quran Al-Manar Malaysia Ustadz Yaakob Wan Harun mengatakan, semangat Al-Qur'ani ini juga dialami oleh umat Islam di negara jiran tersebut, hal itu dibuktikan dengan semakin tingginya animo masyarakat untuk mendirikan lembaga tahfizh Al-Quran.

"Ibarat goreng pisang panas, yang puasa atau tak puasa pasti meleleh air liur, ini bermula antara 12-13 tahun yang lalu, " ujarnya dalam logat Malaysia.

Ia menyatakan, para penghafal Al-Quran diberikan penghargaan yang tinggi oleh negara Malaysia, melihat kepercayaan itu maka sekolah pendidikan Al-Quran senantiasa untuk berupaya meningkatkan kualitas para lulusannya.

Yakoob mengaku, telah membicarakan upaya peningkatan dan mengatasi permasalahan yang dihadapi lembaga pendidikan Al-Quran dengan negara lainnya seperti Kamboja, Filipina, dan Thailand, dan saat ini dengan Indonesia. Untuk ke depan, Ia mengusulkan, agar dibentuk badan khusus yang berperan meningkatkan kualitas lulusan dan mengatasi hambatan yang dihadapi oleh lembaga pendidikan Al-Quran yang menjangkau kawasan Asia Pasific. :iyes:

sumber : eramuslim.com

BAGAIMANA dengan di INDONESIA :hmmm:
Apakah Diminati ? :yihaa:
« Edit Terakhir: 03 September 2009, 22:34:58 oleh ihsan »
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #95 pada: 12 Maret 2008, 10:51:50 »
Memakmurkan Masjid dengan Program Didikan Subuh

Program ini dijadikan bagaian dari penentuan nilai rapor. Siswa yang tidak mengikuti kegiatan sebanyak dua kali diwajibkan mengulang. Bertandanglah ke kota Padang pada Sabtu malam, dan menginaplah. Kemudian, Ahad dini hari menjelang Shubuh, datanglah ke masjid. Niscaya akan kita jumpai puluhan bahkan ratusan anak usia SD melakukan shalat Shubuh berjamaah. Program yang digulirkan oleh Walikota Padang Fauzi Bahar baru-baru ini merupakan salah satu cara memakmurkan masjid. :iyes:

''Sekaligus, ini merupakan ikhtiar untuk membentengi anak-anak kita dengan benteng akidah, ibadah dan akhlak yang baik sesuai tuntunan agama. Program ini wajib diikuti oleh 40 ribu murid SD se-kota Padang,'' kata Fauzi Bahar saat membuka secara resmi Seminar Manajemen Masjid yang diadakan di Masjid Jabal Rahmah PT Semen Padang, Padang.

Fauzi menyebutkan, program yang bernama Didikan Shubuh itu muncul didorong oleh keprihatinan akan minimnya jumlah jam pendidikan agama yang diterima oleh para siswa.

Dalam setahun, kata dia, jumlah jam pelajaran agama tak lebih dari 30 jam. Namun, kalau Pemda ingin menyisipkan tambahan jam pelajaran agama pun tak mungkin lagi. Sebab, semua jam pelajaran sudah terisi penuh.

Langkah terbaik, kata Fauzi, adalah mencari jam tambahan di hari lain. Akhirnya dipilihlah hari Ahad Shubuh. ''Program ini lamanya 20 minggu kali 2,5 jam, sehingga total mencapai 50 jam. Ini hampir dua kali lipat jumlah jam pelajaran agama di sekolah,'' katanya.

Untuk mengefektifkan program tersebut, Pemda Kota Padang memutuskan Didikan Shubuh sebagai bagian dari penentuan nilai rapor. Siswa yang dua kali tidak ikut Didikan Shubuh akan kena her. ''Nilai ulangan akhir sekolah ditambah nilai Didikan Shubuh, kemudian dibagi dua, itulah nilai rapor,'' tegasnya.

Program Didikan Shubuh, kata Fauzi, merupakan tindak lanjut dari program Pesantren Kilat yang digelar pada bulan Ramadhan silam. Ketika itu, seluruh siswa di kota Padang wajib mengikuti sanlat selama seminggu yang diadakan di masjid-masjid di Padang.

Minggu pertama Ramadhan, pesertanya adalah anak-anak SD. Minggu kedua, siswa SMP. Minggu ketiga, siswa SMU. Tiap malam diadakan acara perenungan (muhasabah). ''Ternyata sanlat dan perenungan itu berdampak positif bagi para siswa, sehingga kami tergerak untuk melanjutkannya dengan program Didikan Shubuh,'' tutur Fauzi.

Program Didikan Shubuh juga diadakan di Padang Panjang, yang juga masih di Provinsi Sumatera Barat. Contohnya adalah Masjid Jihad, Banca Laweh. Sebelum iqamat, masjid sudah dipenuhi oleh anak-anak usia sekolah dasar. Mereka tergabung dalam Taman Pendidikan Al Quran (TPA) Jihad dan hendak mengikuti Program Didikan Subuh usai shalat berjamaah.

Program Didikan Subuh merupakan kegiatan ekstra kurikuler, yang kegiatannya diprogramkan langsung oleh Pemkot Padang Panjang.
Kepengurusan pembinanya mendapat surat keputusan (SK) dari walikota, dan pembiayaannya masuk dalam anggaran pemerintah kota. Kegiatan ini menurut Walikota Padang Panjang, dr Suir Syam, bertujuan membina anak-anak sejak dini agar rajin beribadah dan taat menjalankan ajaran Islam.

Didikan Subuh adalah program pembinaan rutin setiap hari Ahad Subuh, yang mewajibkan setiap anak mengikuti shalat subuh berjamaah di masjid terdekat, mengikuti pengajian, serta kegiatan pembinaan agama lainnya. Kegiatan ini, melibatkan para pengelola TPA, TPSA, dan MDA di Padang Panjang, serta guru-guru mengaji. Lewat kegiatan ini, diharapkan anak-anak menjadi terbiasa bangun subuh dan juga mengikuti aktivitas shalat subuh berjamaah. :iyes:

Mengapa kegiatan itu diberi nama Didikan Subuh atau mengambil waktu subuh? Wakil Walikota Padang Panjang, Drs Adirozal MSi menyebutkan, dari lima waktu shalat yang diwajibkan Allah, shalat subuh adalah shalat yang paling berat. Kalau setiap muslim sudah terbiasa melaksanakan shalat subuh, maka sholat di empat waktu yang lainnya akan mudah dikerjakan. "Kami ingin melatih anak-anak menjalankan yang lebih berat, sehingga akan mudah bagi mereka menjalankan ibadah yang lainnya," kata Adi.

Menurut Ketua DPRD Kota Padang Panjang, Drs H Hamidi, dewan akan mendukung sepenuhnya kegiatan Didikan Subuh, termasuk memasukkan biayanya kedalam APBD. Hamidi menyebut, kegiatan Didikan Subuh sebagai bagian dari program pendidikan di Padang Panjang, yang sudah selayaknya juga didukung oleh segenap lapisan masyarakat. "Pemerintah sudah memulainya, masyarakat sudah semestinya terlibat dan ikut menyukseskannya," kata Hamidi.

Unggul Dalam Pendidikan

Padang Panjang dari dulu terkenal dengan dunia pendidikan Islamnya. Di kota ini pernah bersekolah sejumlah tokoh nasional. Selain Buya Hamka (alm) dan Dr Muhammad Natsir (alm), yang pernah menuntut ilmu di Mutawalib Padang Panjang adalah cendekiawati Muslim Prof Dr Zakiah Derajat dan mantan Menteri Agama dr Tarmizi Taher.

Predikat sebagai kota Islami, memang ingin dipertahankan Pemkot Padang Panjang. Karena itulah kata Suir Syam, program Didikan Subuh diluncurkan, dengan mengarahkan kegiatannya kepada anak-anak usia sekolah dasar. :iyes:

"Kegagalan kita dalam membentuk karakter dan pribadi anak, pada akhirnya akan menjadikan anak-anak sebagai pribadi yang lemah," kata Suir Syam saat ditanya mengapa anak-anak menjadi target utama. :hmmm:

Pemkot Padang Panjang, tidak ingin anak-anak mereka kehilangan jati diri, terlebih harus menghadapi masa depan yang sedemikian berat, dengan kedok ilmu pengetahuan dan tehnologi.

Sebaliknya, Padang Panjang menginginkan anak-anak mereka menjadi orang yang bisa memadukan antara iman-takwa dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (imtak-iptek).

Mereka ingin anak-anak mereka tetap memelihara dan memegang teguh adat ketimuran Minangkabau, yang memiliki filosofi Adat basandi syara', syara' basandi Kitabullah (Adat bersendi syariat, syariat bersendi Kitabullah). aas ( ika/aas )..Sumber : www.republika.co.id

 :iyes: :iyes: :iyes: :iyes: :iyes:

Sumber:
http://www.cimbuak.net/content/view/565/46/

* Back To Masjid ... *
http://myquran.org/forum/index.php/topic,34850.0.html

AYO...P.E.M.D.A MANA LAGI YanG MAU NYUSUL..... :yihaa:
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #96 pada: 21 Maret 2008, 23:09:07 »
Menanamkan Kecintaan Anak Terhadap Kitabullah

Oleh : Ummu Zakaria Al Atsariyyah

Begitu banyak kenyataan pahit disekitar kita yang harus kita hadapi. Satu di antaranya adalah apa yang kita saksikan pada kebanyakan generasi Islam sekarang ini, mereka amat jauh dari agamanya. Begitu lazimnya kita dapati anak-anak Islam dengan lancar menyenandungkan lagu-lagu, bahkan nyanyian orang dewasa. Dalam hal ini sebenarnya bukanlah sesuatu yang aneh karena jauh sebelumnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah mengabarkannya. Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah bersabda :

“Akan ada di kalangan ummatku suatu kaum yang menghalalkan zina, sutera, khamar, dan alat musik.” (HR. Bukhari dan Abu Daud)[1]

Asy Syaikh Jamil Zainu berkata tentang Hadits ini : “Bahwasannya akan ada suatu kaum di kalangan Muslimin yang mereka meyakini bahwa zina, memakai sutera asli, minum khamar, dan musik itu halal, padahal haram.”[2]

Alangkah indahnya ketika kita menengok genarasi Salaf kita. Memang tidaklah bisa generasi kita sekarang dibandingkan dengan mereka. Sungguh jauh sekali kita dibanding mereka, tapi seharusnya kita berusaha meneladani mereka sebagaimana Allah dan Rasul-Nya telah memerintahkan hal tersebut.

Wahai ayah dan bunda! Di sisimulah anak-anakmu menghabiskan sebagian besar waktu mereka. Apa yang engkau berikan maka itulah yang akan mereka terima. Maka berikanlah perkara-perkara yang baik kepada mereka, ajarkan dan biasakanlah pada mereka sejak dini Kalamullah agar mereka terbiasa melantunkannya dan timbul kecintaan pada hati-hati mereka dengan memahamkan makna-maknanya.

Al Imam Al Hafidh As Suyuthi berkata : “Mengajarkan Al Qur’an pada anak-anak merupakan salah satu dari pokok-pokok Islam agar mereka tumbuh di atas fitrahnya dan agar cahaya hikmah lebih dahulu menancap pada hati-hati mereka sebelum hawa nafsu dan sebelum hati-hati mereka dihitami (dipenuhi) oleh kekotoran maksiat dan kesesatan”[3]

Generasi terbaik ummat ini telah memberikan teladan pada kita dalam masalah ini.:koran:
Betapa tingginya semangat mereka dalam mengarahkan perbuatan anak-anak mereka agar selaras dengan Kitabullah. Kita bisa dapatkan para shahabat telah mengajarkan Al Qur’an sejak dini pada anak-anak mereka dan semua itu tidak lepas karena ittiba’ mereka kepada Allah dan Rasul-Nya.

“… akan tetapi jadilah kalian orang-orang rabbani karena apa yang kalian ajarkan dari Al Kitab dan karena yang kalian pelajari darinya.” (Ali Imran : 79)
http://ccc.1asphost.com/assalamtafsir/Alquran_Tafsir.asp?SuratKe=3&No=79#79

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :
“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya.”
(HR. Bukhari dari Hadits Utsman radhiallahu ‘anhu secara marfu’)[4]

Dan sungguh begitu besar pahala yang akan didapatkan oleh kedua orang tua yang mengajarkan Al Qur’an pada buah hatinya.

Mengajarkan Al Qur’an bukan sekedar membaca lafadh-lafadhnya dan menghapalkannya, namun melalaikan makna-makna yang terkandung di dalamnya. Bahkan yang seharusnya kita mengajarkannya dengan disertai keterangan yang mencukupi.

Permisalan indah hasil didikan generasi Salaf kita akibat terasahnya kecerdasan dan kepekaan mereka terhadap kandungan makna Al Qur’an, nampak pada apa yang ditunjukkan oleh Mush’ab bin Sa’ad bin Abi Waqqash. Dia berkata kepada ayahnya, Sa’ad bin Abi Waqqash : “Wahai ayahku, bagaimana pendapat ayah tentang firman Allah :

“Yakni orang-orang yang lalai dalam shalat mereka.” (Al Ma’un : 5)
http://ccc.1asphost.com/assalamtafsir/Alquran_Tafsir.asp?SuratKe=107&No=5#5

Mush’ab melanjutkan : “Siapa di antara kita yang tidak lalai dan tidak terlintas dalam benaknya perkara lain selain shalat sedikitpun?”

Maka sang ayah –Sa’ad bin Abi Waqqash– menjawab : “Bukan begitu, wahai anakku. Yang dimaksud lalai dalam firman Allah tersebut adalah menyia-nyiakan waktunya.”[5]

Demikian juga kisah Abu Sulaiman Dawud bin Nashr Ath Tha’i. Ketika ia berumur lima tahun ayahnya menyerahkannya pada seorang pengajar adab. Maka pengajar tersebut memulai dengan mengajarkan Al Qur’an. Ketika sampai pada surat Al Insan dan dia telah menghapalnya, suatu hari ibunya melihatnya sedang menghadap dinding memikirkan sesuatu sambil jarinya menunjuk-nunjuk. Maka ibunya berkata : “Bangkitlah wahai Dawud, bermainlah bersama anak-anak yang lain!” Dawud tidak menyahut perintah ibunya hingga ketika sang ibu mendekapnya, Dawud baru bereaksi, ia berkata : “Ada apa denganmu, wahai ibuku?”

Kata ibunya : “Di manakah pikiranmu, wahai anakku?”

“Bersama hamba-hamba Allah,” jawab Dawud.

“Di mana mereka?” Tanya sang ibu.

“Di Surga,” jawab Dawud singkat.

Ibunya bertanya lagi : “Apa yang sedang mereka perbuat?”

Mendengar pertanyaan itu Dawud membacakan surat Al Insan ayat 13 sampai 21 yang mengabarkan kenikmatan Surga :

“Di dalamnya mereka duduk bertelekan di atas dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya (teriknya) mentari dan tidak pula dingin yang menyengat.

Dan naungan (pohon-pohon Surga itu) dekat di atas mereka dan buah-buahannya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya. Dan diedarkan pada mereka bejana-bejana dari perak dan gelas-gelas yang bening laksana kaca, (yaitu) kaca-kaca (yang terbuat) dari perak yang telah diukur mereka dengan sebaik-baiknya.

Di dalam Surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah zanjabil. (Yang didatangkan dari) sebuah mata air Surga yang dinamakan Salsabil. Dan mereka dikelilingi pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apabila engkau melihat mereka, engkau akan mengira mereka adalah mutiara yang bertaburan.

Dan apabila engkau melihat di sana (Surga) niscaya engkau akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar.

Mereka (penghuni Surga) memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang yang terbuat dari perak, dan Rabb mereka memberikan kepada mereka minuman yang bersih.”

(Al Insan : 13-21)
http://ccc.1asphost.com/assalamtafsir/Alquran_Tafsir.asp?SuratKe=76&No=21#21

Subhanallah! Di usia mereka yang masih belia akal-akal mereka telah terasah untuk memikirkan ayat-ayat Allah, men-tadabburi-nya. Fitrah yang Allah berikan pada mereka terjaga bahkan terkuatkan dengannya.

Wahai ayah dan bunda, alangkah baiknya bila yang pertama kali diperdengarkan kepada anak-anak kita adalah kalimat-kalimat Allah dan memahamkan mereka sehingga mereka terbiasa mendengar dan mengucapkannya, dengan begitu hati-hati mereka menjadi cinta terhadap Al Qur’an dan mereka tumbuh di atasnya. Membiasakan anak untuk menghapal Al Qur’an sejak dini juga merupakan suatu pendidikan yang baik.

Sebagai penggugah diri kita dari terlenanya kita dengan kondisi masyarakat Islam pada hari ini, adalah apa yang terjadi pada ulama Salaf kita. Al Imam Syafi’i berkata : “Aku telah menghapal Al Qur’an pada umur 7 tahun dan aku hapal Al Muwaththa’ (karya Imam Malik) pada umur 10 tahun.”

Mungkin kita bertanya-tanya bagaimana bisa di usia mereka yang masih belia telah dapat menghapal Al Qur’an. Jawaban yang pasti adalah karena keutamaan yang diberikan Allah pada mereka :

“Demikianlah keutamaan dari Allah, diberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki dan Allah-lah yang memiliki keutamaan yang besar.” (Al Jumuah : 4)
http://ccc.1asphost.com/assalamtafsir/Alquran_Tafsir.asp?SuratKe=62&No=4#4

Juga karena terjaganya mereka dari perbuatan-perbuatan maksiat dan karena kedua orang tua mereka menyadari betul amanah yang diberikan Allah dan ini nampak dari semangat orang tua mereka dengan menyerahkan mereka kepada para pengajar adab dan para ulama, dan membimbing, serta mengarahkan mereka ketika berada di rumah.

Jika kita memperhatikan ayat-ayat Allah, kita akan dapatkan bahwa surat Makkiyyah umumnya merupakan surat-surat yang pendek dan ini sangatlah baik sebagai permulaan untuk diajarkan pada anak karena sangat mudah dihapal dan kuat pengaruhnya pada diri anak. Kita bisa lihat pada juz 30, sebagai misal surat An Nas. Di dalamnya terkandung makna yang besar tentang tauhid rububiyyah dan tauhid uluhiyyah.

Abu Ashim berkata : “Aku menyerahkan anakku pada Ibnu Juraij dan ketika itu usia anakku kurang dari tiga tahun. Maka Ibnu Juraij mengajarinya Al Qur’an dan Hadits.” Kemudian Abu Ashim melanjutkan : “Tidak mengapa mengajari anak Al Qur’an dan Hadits pada usia dini.”

Abu Muhammad Abdullah bin Muhammad bin Abdurrahman Al Ashbahani berkata : “Aku telah menghapal Al Qur’an pada umur 5 tahun. Pada usia 4 tahun aku dibawa ke majelisnya Abu Bakar Al Muqri’. Sebagian yang hadir dalam majelis tersebut berkata : ((Jangan kalian mendengar dari anak ini, karena dia terlalu kecil)). Abu Bakar Al Muqri’ berkata : ((Baca surat At Takwir)). Maka akupun membacanya tanpa ada kesalahan. Sebagian yang hadir berkata : ((Baca surat Al Mursalat)). Maka akupun membacanya tanpa ada kesalahan. Maka Al Muqri’ berkata : ((Kalian dengarkan darinya)).”[6]

Tentu ada pada hati kita harapan terhadap buah hati kita agar bisa seperti mereka. Kepada Allah-lah kita sandarkan segala harapan kita. Semoga Allah permudah jalan bagi kita untuk mendidik generasi penerus kita. Amin … . Wallahu A’lam Bishshawwab.

sumber:
>>> Menanamkan Kecintaan Anak Terhadap Kitabullah
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #97 pada: 21 Maret 2008, 23:10:21 »
Pembelajaran Al-Qur'an Sejak Dalam Kandungan

Oleh: Drs. Mustofa AY

"Apabila anak Adam meninggal dunia putuslah amalnya kecuali tiga perkara: shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakan kepadanya." (HR. Muslim).

Setiap pasangan suami istri beriman pasti merindukan anak sholeh. Untuk memiliki anak yang sholeh, pasangan suami istri wajib berusaha menjadi sholeh terlebih dahulu. Dalam hal ini perlu dipahami bahwa segala perilaku ibu dan bapak akan dicontoh putra-putrinya. Untuk itu, semua ibu bapak harus menjadi teladan bagi anak-anaknya.

Setiap pasangan suami istri yang merindukan anak sholeh wajib memperbanyak amal mulia, makan dan minum hanya yang halal saja, menjaga sholatnya, indah akhlaqnya, lembut hatinya, semangat bekerja, berlaku taqwa dan terus-menerus berdzikir, wirid, memperbanyak membaca do'a.

Islam mengajarkan barangsiapa menginginkan lahirnya generasi unggulan ia hendaknya menyiapkan sejak memilih pasangan. Ini artinya dari pasangan suami istri yang sholeh-sholehah akan lahir generasi yang sholeh-sholehah pula. Anak sholeh bukan hasil kerja instan! Jelasnya, anak sholeh tidak bisa dilahorkan kecuali atas izin Allah ddengangigih kita mengusahakan. Anak sholeh tidak dilahirkan tapi diciptakan.

Berbicara tentang anak, Anda sah-sah saja mengharapkan ia kelak menjadi dokter, jendral, ataupun presiden sekalipun.

Tetapi menjadikannya sholeh-sholehah tetap prioritas utama! Mengapa?

Pertama, karena anak sholeh yang mendoakan ibu bapaknya adalah salah satu di antara tiga amal yang pahalanya mengalir tiada habis-habisnya.
Kedua, karena permohonan ampun anak sholeh, dapat mengangkat derajat orang tuanya dapat masuk surga.
Ketiga, karena anak sholeh adalah peredam amarah Allah.

Segala sesuatu tergantung pada pendidikan yang sebenarnya. Ibu dan bapak adalah guru pertamadan utama. Keluarga adalah pusat pendidikan yang sebenarnya. Al-Qur'an adalah materi pendidikan utama yang harus diberikan sebelum lainnya.

Jangan menunggu umur enam tahun,
jangan menunggu umur empat tahun.
Mulailah sedini mungkin.
Mulailah segera.
Mulailah sejak dalam kandungan.
Ingat umur empat tahun sudah sangat terlambat!

Salah satu terobosan dalam melahirkan anak sholeh adalah dengan mengajar bayi anda membaca Al-Qur'an sejak dalam kandungan. Apakah bisa? Insya Allah bisa! Anda hanya membutuhkan kemauan, ketekunan, dan kesabaran. Sebagai bagian dari rasa syukur, inilah berita gembira untuk Anda.

Anak-anak kami hasil eksperimen program sekolah Al-Qur'an sejak dalam kandungan menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan. Maryam Arrosikha, empat tahun dapat membaca Al-Qur'an. empat bulan kemudian, dia dapat membaca cerita, buku, dan majalah berhuruf latin, bahkan di TK, ia khatam Al-Qur'an 30 juz.

Aisyah Mujahida, adiknya, khatam membaca Al-Qur'an dan lancar membaca tulisan latin ketika di TK. Faqih Abdullah, anak kami yang ketiga sejak berusia 13 bulan, Alhamdulillah menunjukkan kesenangan membaca yang sangat tinggi. Dari pengalaman itu, kami menginginkan agar setiap bayi mendapatkan pelajaran Al-Qur'an sejak dalam kandungan. Insya Allah sangat bermanfaat.

Bagaimana caranya?
Inilah pertanyaan yang paling sering disampaikan.

Jawabannya:
Rahasia sukses mengajar Al-Qur'an sejak dalam kandungan adalah
R - U - M - U - S - A - B - C - D
Apa maksudnya?
R = Rumah. Maksudnya rumah adalah pusat pendidikan sejati.
U = Usaha. Maksudnya ilmu itu dipelajari.
M = Metodis. Maksudnya metodenya cocok dan meyenangkan
U = Upah. Maksudnya setiap prestasi anak hendaknya dihargai (dicium, peluk yang hangat, dan dipuji).
S = Sabar. Maksudnya ibu dan bapak harus betul-betul sabar. Ibu dan Bapak tidak boleh mengatakan jangan nakal sambil berlaku nakal (misalnya mencubit, memukul, menjewer, atau marah-marah) .
A = Ajeg. Maksudnya pemberian stimulasi hendaknya diberikan secara ajeg, walaupun sangat sebentar.
B = Bermain. Maksudnya stimulasi diberikan sambil bermain. Dengan demikian, anak senang, orangtuapun senang.
C = Contoh. Maksudnya orang tua hendaknya ,emjadi contoh atau mentor.
D = Do'a. Maksudnya orang tua berdo'a untuk kesusesan anak. Di samping segala sesuatu diawali dan diakhiri dengan do'a.

Siapapun yang ingin memberikan pendidikan kepada anak-anaknya sejak dini ia tidak boleh melewatkan masa emas belajar anaknya. Masa emas belajar itu adalah saat bayi di kandungan, dan ketika bayi berusia nol sampai 4 tahun. Singkatnya, pendidikan empat tahun pertama sangat menentukan. Pendidikan anak usia dini (0-6 tahn) lebih penting dibanding pendidikan dua puluh tahun yang diberikan kemudian. Sayang sekali, banyak yang mengabaikan pentingnya pendidikan usia dini. Sudah saatnya semua ibu bapak memperhatikan nasihat Buckminster Fuller berikut ini. "Setiapanak terlahir jenius, tetapi kita memupus kejeniusan meeka dalam enam bulan pertama."

Tugas seorang bayi bukanlah sekadar mami tipis (makan, minum, tidur, dan pipis (ngompol).
Ajaklah anak Anda bermain. Janganlah biarkan ia kesepian, nganggur, dan bengong.
Ajaklah ia belajar membaca sambil mengenal Tuhannya.
Ikutilah metode penddiikan turunnya Al-Qur'an wahyu pertama.
Ajarilah anak Anda membaca Al-Qur'an sejak dalam kandungan. O0

sumber:
>>> Pembelajaran Al-Qur'an Sejak Dalam Kandungan
« Edit Terakhir: 03 September 2009, 09:35:30 oleh ihsan »
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #98 pada: 03 Juni 2008, 23:57:19 »
Belajar Al Qur'an Strategis Siapkan Generasi Qur'ani

Banjarmasin-RoL-- Ketua Tim Penggerak PKK Kalimantan Selatan, Ir.Hj.Hayatun Fardah Rudy Ariffin berpendapat,belajar Al Qur'an sejak dini atau sejak bayi dalam kandungan memiliki nilai strategis menyiapkan generasi Qur'ani dimasa mendatang.

"Generasi Qur'ani yang telah dibentengi dengan Al Qur'an itu diharapkan mampu menyelamatkan peradaban dunia dimasa mendatang," tandasnya dalam sambutan tertulis dibacakan, isteri Sekdaprov Kalsel, Dra.Hj.Jauhar Manikam Muchlis Gafuri, di Banjarmasin, Minggu.

Sambutan Ketua Tim Penggerak PKK Kalsel selaku pembina Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-kanak Al Qur'an (LPPTKA) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kalsel itu disampaikan saat membuka pelatihan mengajar Al Qur'an bayi dalam kandungan.

Pelatihan pembelajaran Al Qur'an bagi bayi dalam kandungan yang mendatangkan pelatih dari Ambarawa, Jawa Tengah (Jateng) ini terselenggara atas kerjasama LPPTKA BKPRMI Kalsel dengan Tim Penggerak PKK Kalsel.

Karena itu, kata Hayatun Fardah, melalui pelatihan pembelajaran Al Qur'an bagi bayi dalam kandungan oleh Drs.Mustofa AY bersama isterinya di Kalsel ini diharapkan mampu memberikan pengalaman dan pendidikan pada anak sejak dini untuk belajar dan mencintai Al Qur'an.

Menurut Hayatun Fardah, belajar Al Qur'an sejak usia dini sangat penting sebagai tonggak awal untuk membentengi anak sejak dini dari pengaruh peradaban dunia atau globalisasi yang tidak sesuai dengan akidah Islam.

Diharapkan dengan upaya tersebut, anak-anak di Indonesia terutama di daerah ini
tidak ikut-ikutan larut dalam sikap yang negatif dan bertentangan dengan akidah Islam akibat terpengaruh globalisasi.

Dia mengatakan, kegiatan pelatihan pembelajaran Al Qur'an bagi bayi dalam kandungan ini sejalan atau sinergi dengan program pemberantasan buta huruf Al Qur'an yang sedang dilakukan LPPTKA BKPRMI Kalsel.

Secara terpisah, Pengasuh Nasional LPPTKA BKPRMI, H.Chairani Idris berharap, pembelajaran Al Qur'an bagi bayi dalam kandungan dalam rangka menyiapkan generasi Qur'ani guna menyongsong masa depan gemilang akan menjadi gerakan nasional seperti gerakan TKA BKPRMI.

Menurut Chairani, umat Islam yang mengajarkan Al Qur'an terhadap bayi dalam kandungan dengan menggunakan metode Assalam ini adalah mereka yang merindukan anak atau generasi shaleh dan shalehah dimasa mendatang.

Untuk gerakan TKA BKPRMI, kata Chairani, Kalsel masih sebagai percontohan di Indonesia dan hal ini hendaknya bisa dipertahankan dan sampai saat ini sudah mampu membebaskan anak sekitar 20 persen warga Kalsel dari buta huruf Al Qur'an.

Ketua Panitia Pelaksana, M.Tarsyi T, A.Ma.Pd, melaporkan, pelatihan ini dihadiri sekitar 285 orang yang berasal dari Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Barito Kuala (Batola), Kotabaru, Tanah Bumbu (Tanbu), Tabalong, Hulu Sungai Tengah (HST) dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).antara/mim
Sumber:
http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=233068&kat_id=23
 




Anak Cerdas dan Bermutu Jika Diajarkan Al Qur'an

Penemu metode Assalam (pembelajaran Al Qur'an sejak bayi dalam kandungan),Ustazd Drs.Mustofa AY mengungkapkan, anak akan cerdas dan berkualitas serta mencintai membaca apabila sejak dini sudah diajarkan Al Qur'an.

"Selain melahirkan anak yang cerdas dan berkualitas sebagai generasi mendatang, apabila di dalam rumah dibaca ayat-ayat suci Al Qur'an, maka rumah tersebut ber berkah,"ujarnya pada pelatihan pembelajaran Al Qur'an bagi bayi dalam kandungan, di Banjarmasin, Minggu.

Dihadapan ratusan peserta yang sebagian besar wanita itu, Ustazd Mustofa yang didampingi isteri dan anaknya yang baru berusia 2,5 tahun itu, menyatakan, pembelajaran Al Qur'an sejak dini kepada anak-anak itu akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak itu dimasa mendatang.

Pembelajaran Al Qur'an sejak dini itu, kata Mustofa yang merintis sekolah bayi itu menyebutkan, pengaruhnya selain terhadap anak, juga terhadap ibu, bapak dan seluruh lingkungan tempat tinggalnya.Dia menjelaskan, ayat-ayat Al Qur'an yang diajarkan kepada anak sejak dini atau sejak bayi masih dalam kandungan itu akan mampu
merangsang syaraf otak, telinga dan mata sehingga mereka akan mudah belajar Al Qur'an.

Adapun tujuan pembelajaran Al Qur'an sejak bayi dalam kandungan itu untuk menajamkan fitrah iman dan Islam pada anak sehingga mereka nantinya diharapkan menjadi anak yang shaleh dan shalehah dan mencintai Al Qur'an.Mustofa yang memiliki tiga anak dan dua orang sudah bisa mengkhatamkan Al Qur'an sejak Taman Kanak-kanak (TK) itu menjelaskan, anak yang sejak dini diajarkan membaca Al Qur'an itu, maka mereka akan mencintai membaca sehingga diharapkan akanlahir generasi yang lebih baik dimasa mendatang.

"Saya berharap sejak anak dalam kandungan itu hendaknya diajarkan orangtuanya pemikiran yang positif, mengingat sejak hamil ada rahasia pembentukan karakter anak," katanya. Dia menyatakan, mendukung program pendidikan usia dini yang akan dilaksanakan pemerintah dan pendidikan usia dini yang akan dilakukan itu harus dilandasi nilai-nilai Al Qur'an agar mampu melahirkan generasi Qur'ani dimasa mendatang.
Sumber:
http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=233069&kat_id=23


« Edit Terakhir: 03 September 2009, 08:57:25 oleh ihsan »
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #99 pada: 18 Juni 2008, 20:37:40 »
Memperdengarkan Al-Qur'an Dapat Meningkatkan IQ Balita

Ternyata Al-Qur'an dapat merangsang tingkat inteligensia (IQ) anak, yakni ketika bacaan ayat-ayat Kitab Suci itu diperdengarkan dekat mereka. Dr. Nurhayati dari Malaysia mengemukakan hasil penelitiannya tentang pengaruh bacaan Al-Qur'an dapat meningkatkan IQ bayi yang baru lahir dalam sebuah Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam sekitar tujuh tahun yang lalu. Dikatakannya, bayi yang berusia 48 jam saja akan langsung memperlihatkan reaksi wajah ceria dan sikap yang lebih tenang. Penulis pun mempunyai seorang keponakan yang lahir tahun 2002. Entah ada kaitan dengan dengan argumentasi di atas, yang jelas sebelum umurnya satu tahun, ia sering baru bisa tidur bila di sampingnya diperdengarkan suara orang mengaji melalui tape recorder.

Seperti diketahui, dengan mendengarkan musik, detak jantung bayi menjadi teratur. Malah untuk orang dewasa akan menimbulkan rasa cinta. Hanya arahnya tidak tentu. Sedangkan Al-Qur'an, selain itu, sekaligus menimbulkan rasa cinta kepada Tuhan Maha Pencipta. Jadi, bila bacaan Al-Qur'an diperdengarkan kepada bayi, akan merupakan bekal bagi masa depannya sebagai Muslim, dunia maupun akhirat.

Dalam musik terkandung komposisi not balok secara kompleks dan harmonis, yang secara psikologis merupakan jembatan otak kiri dan otak kanan, yang output-nya berupa peningkatan daya tangkap/konsentrasi. Ternyata Al-Qur'an pun demikian, malah lebih baik. Ketika diperdengarkan dengan tepat dan benar, dalam artian sesuai tajwid dan makhraj, Al-Qur'an mampu merangsang syaraf-syaraf otak pada anak.

Ingat, neoron pada otak bayi yang baru lahir itu umumnya bak "disket kosong siap pakai". Berarti, siap dianyam menjadi jalinan akal melalui masukan berbagai fenomena dari kehidupannya. Pada gilirannya terciptalah sirkuit dengan wawasan tertentu. Istilah populernya apalagi kalau bukan "intelektual". Sedangkan anyaman tersebut akan sernakin mudah terbentuk pada waktu dini. Neoron yang telah teranyam di antaranya untuk mengatur faktor yang menunjang kehidupan dasar seperti detak jantung dan bernapas. Sementara neoron lain menanti untuk dianyam, sehingga bisa membantu anak menerjemahkan dan bereaksi terhadap dunia luar.

Selama dua tahun pertama anak mengalami ledakan terbesar dalam hal perkembangan otak dan hubungan antar sel (koneksi). Lalu setahun kemudian otak mempunyai lebih dari 300 trilyun koneksi, suatu kondisi yang susah terjadi pada usia dewasa, terlebih usia lanjut. Makanya para pakar perkembangan anak menyebut usia balita sebagai golden age bagi perkembangan inteligensia anak.

Memang bila orangtua tidak memanfaatkan kesempatan ini dengan jalan membantu dari belakang, maka tetap tidak akan mempengaruhi kemampuan otak anak dalam menganyam neoron, karena kesempatan untuk memperkuat koneksi otak terbuka luas selama masa anak-anak. Tetapi tentu akan semakin baik bila orangtua pun ikut aktif membantu.

Otak telah tumbuh jauh sebelum bayi lahir. la telah mulai bekerja yang hasilnya merupakan benih penginderaan berdasarkan prioritas. Umumnya pendengaran lebih dulu. Jadi, selama masa itu penting sekali untuk selalu menghadirkan lingkungan kondusif dan baik bagi perkembangan otaknya. Hilangnya lingkungan ini hanya akan membuat otak menderita dan menganggur yang gilirannya mempengaruhi tingkat kecerdasannya.

Dalam kaitan upaya meningkatkan pribadi Muslim, seyogyanya bayi sudah diperdengarkan bacaan Al-Qur'an sejak dalam rahim. Jadi, bila ada anjuran kepada ibu-ibu hamil untuk rajin membaca Al-Qur'an menjelang bersalin, itu ada dasar ilmiahnya juga. Makin baik dan benar bacaan itu, termasuk lagunya, makin baik hasilnya. Tujuannya tentu saja bukan mengajak bayi memahami substansi atau makna kandungan ayat-ayat Al-Qur'an, tetapi memperkuat daya tangkap/konsentrasi otak bayi. Sehingga akan semakin mudahlah ia menghafal ayat-ayat Al-Qur'an beserta terjemahannya ketika sudah memasuki masa belajar.

Sumber : http://layananquran.com - Memperdengarkan Al-Qur'an Dapat Meningkatkan IQ Balita
« Edit Terakhir: 03 September 2009, 22:35:29 oleh ihsan »
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #100 pada: 04 Juli 2008, 10:17:55 »
Al Quran Untuk Memaksimalkan Fungsi Otak Anak

Anak adalah harta yang sangat berharga bagi kedua orang tuanya. Semua orang yang menikah pasti mengharapkan hadirnya keturunan. Celoteh seorang anak adalah hal yang sangat dirindukan oleh semua orang yang sudah berumah tangga. Banyak yang berusaha dengan segala macam cara agar segera mendapatkan keturunan.

Dan setelah benih cinta itu bersemai di rahim sang istri maka segala cara mereka lsayakan agar anak mereka nantinya akan jadi yang terbaik. Tapi tak sedikit juga yang tak tau bagaimana caranya agar anak mereka bisa menjadi yang terbaik. Banyak ibu hamil yang hanya berpikir mereka harus makan banyak karena sekarang ada anak di dalam perut mereka.

Saya adalah seorang ibu muda yang baru saja dikaruniai seorang anak. Qinthara Hilya Nesa, nama yang kami berikan untuk buah hati kami. Sejak kehadirannya dalam perutku saya berusaha lsayakan yang terbaik. Mulai dari makan makanan bergizi, minum susu untuk ibu hamil, bahkan karena tsayat. Hal buruk terjadi padsa anakku maka segala pantangan orang tua jaman dulu baik yang masuk akal maupun yang hanya mitos tak berani saya langgar.

Kini setelah dia lahir saya bersyukur tapi juga merenungi segala hal yang karena kesalahanku tak bisa saya berikan pada anakku.

Hingga sekarang saya masih merasa bersalah karena merasa kurang berusaha semaksimal mungkin mengoptimalkan fungsi otaknya.

Setelah hamil 5 bulan saya baru tahu musik bisa memaksimalkan fungsi otak si anak. Saat itu saya mendapat dua ilmu. Pertama musik klasik dapat memaksimalkan fungsi otak anak. Lalu yang kedua Al Quran juga saya dengar dapat memaksimalkan fungsi otak anak. Saya bingung akan pake cara yang mana. Maka secara asal saya gunakan keduanya. Kadang saya putar musik klasik tapi kadang juga saya putar Murottal..

Berbagai opini yang saya dengar membuat saya tak bisa memutuskan mana yang akan saya gunakan secara maksimal. Dan setelah anak saya lahir saya tak lagi memutarkan musik klasik ataupun Murottal. ternyata saya dengar selama masih dalam masa tiga tahun pertama maka fungsi otak anak masih dapat dioptimalkan dengar berbagai cara.

Saya berpendapat tak ada kata terlambat. Walau anakku sekarang sudah lima bulan tapi yakin karena di masih dalam masa emas maka saya masih dapat lsayakan itu.

Sekarang satu masalah lagi yang kami hadapi yaitu musik klasik ataukah Murottal yang akan kami perdengarkan pada anak kami. Setelah mencari berbagai artikel maka saya putuskan mulai hari ini, sejak tulisan ini saya buat akan saya perdengarkan Al Quran di setiap kesempatan.

Kenapa saya mngambil keputusan seperti itu? Saya berusaha menemukan jawaban manakan yang lebih bisa memaksimalkan fungsi otak, musik klasik ataukah murottal. Semakin saya cari saya semakin bingung karena sang penulis artikel tentu lebih mengunggulkan pilihannya.

Akhirnya hati nuranilah yang saya gunakan. Saya tak tahu mana yang lebih baik. Maka saya yakin Allah Tahu yang terbaik. Saya berpikir harmonisasi irama yang Allah ciptakan tentu lebih indah dan lebih bermanfaat dari harmonisasi irama ciptaan manusia sepintar apapun dia.
« Edit Terakhir: 03 September 2009, 22:36:14 oleh ihsan »
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #101 pada: 04 Juli 2008, 20:21:19 »
Pengajaran Al-Quran Sejak Dini, Bentengi Anak dari Kemerosotan Moral dan Ahlaq

Pengenalan ajaran Islam sejak usia melalui peningkatan kemampuan baca tulis Al-Quran dapat membentengi generasi moral dari kemerosotan moral dan ahlaq. Selain itu, peningkatan moral dan ahlaqnya mestilah dimulai dari keluarga.

"Anak-anak hendaklah senantiasa dibimbing oleh pengarahan dan pengamalan ajaran Islam, salah satu cara melalui peningkatan kemampuan baca tulis Al-Quran, karena dengan bisa membaca Al-Quran dengan baik selanjutnya dapat ditingkatkan pemahanan ajaran-ajaran Islam, " kata Ibu Hj Mufidah Yusuf Kalla saat membuka Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) VII, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jum'at (4/7).

Menurutnya, untuk mencapai tujuan tersebut, harus ada usaha nyata yang berkesinambungan, yang mengarah pada tumbuhnya kesadaran masyarakat muslim untuk mengamalkan kandungan Al-Quran."Umat Islam mestinya meningkatkan gerakan pemahaman makna Al-Quran, sebagai gerakan nasional, " ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ibu Mufidah juga memberikan apresiasi terhadap keberadaan TK Al-Quran dan Taman Pendidikan Al-Quran membawa misi yang sangat penting, karena melalui dua lembaga pendidikan ini, dapat memperkenalkan dan mengamalkan nilai-nilai Al-Quran sejak dini.

"Kita dapat rasakan, anak-anak kita akan berkembang menjadi generasi yang sholeh dan shalehah yang memiliki iman yang kuat, taat beribadah, berakhlaq mulia, sehat, cerdas, kreatif, mandiri, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi, " ungkapnya.

Mengenai tema yang diusung dalam Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) VII yakni Selamatkan Moral Anak Indonesia (SEMAI), dianggap Ibu Mufidah Yusuf Kalla sangat tepat, karena akhir-akhir ini muncul kecenderungan terjadi kemerosotan moral dan ahlaq generasi muda ditanah air.

Sekitar 5.000 orang santri cilik dari 33 propinsi mengikuti Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) VII yang akan diselenggarakan di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, 3-7 Juli 2008. Mereka yang merupakan santri tingakt TK Al-Quran, Taman Pendidikan Al-Quran, dan Sekolah Dasar, mengikuti 8 jenis cabang lomba antara lain, Tartil Al-Quran, Adzan dan Iqomat, Peragaan Sholat, Nasyid, Ikrar dan Pusitisasi Terjemahan Al-Quran, Cerdas Cermat Al-Quran, Mewanai Gambar/menggambar, Pidato Bahasa Indonesia, dan Senam Santri.

Acara pembukaan diramaikan dengan penampilan Drum Band dari SD Nurul Fajar, Citayam, Bogor, serta pawai kafilah dimulai dari Asrama Haji menuju Gedung Pertemuan tempat acara pembukaan dilaksanakan.(novel)

http://www.eramuslim.com/berita/nas/8704150730-pengajaran-al-quran-sejak-dini-bentengi-anak-kemerosotan-moral-dan-ahlaq.htm





MEMBIASAKAN ANAK
"HIDUP BERSAMA" AL-QUR'AN


Oleh: Zulia Ilmawati
(Psikolog, Pemerhati Masalah Anak dan Keluarga)

--------------------------------------------------------------------------------

Setiap orangtua pasti menginginkan buah hatinya menjadi anak yang shalih dan shalihah. Anak shalih shalihah merupakan harta yang paling berharga bagi orangtua. Untuk mendapatkan semua itu, tentu harus ada upaya keras dari orangtua dalam mendidik anak. Salah satu yang wajib diajarkan kepada anak adalah segala hal tentang al-Quran karena ia adalah pedoman hidup manusia.
Rasulullah saw. pernah bersabda (yang artinya): Didiklah anak-anakmu dengan tiga perkara: mencintai Nabimu; mencintai ahlul baitnya; dan membaca al-quran karena orang-orang yang memelihara Al-Qur'an itu berada dalam lindungan singasana Allah pada hari ketika tidak ada perlindungan selain daripada perlindungan-Nya; mereka beserta para nabiNya dan orang-orang suci. (HR ath Thabrani).

Allah SWT berfirman: Sesungguhnya Al-Qur'an ini memberikan petunjuk kepada jalan yang lebih lurus dan memberikan khabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal shaleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar. (QS Al-Isra'[17]:9)

Sejak kapan al-Quran sebaiknya diajarkan pada anak?

Tentu sedini mungkin. Semakin dini semakin baik.

Akan sangat bagus jika sejak anak dalam kandungan seolah-olah calon anak kita itu sudah terbiasa "hidup bersama" al-Quran; yakni ketika sang ibu yang mengandungnya, rajin membaca al-Quran.

7M Agar Anak Selalu Hidup Bersama al-Quran

1. Mengenalkan.

Saat yang paling tepat mengenalkan alQuran adalah ketika anak sudah mulai tertarik dengan buku. Sayang, banyak orangtua yang lebih suka menyimpan al-Quran di rak lemari paling atas. Sesekali perlihatkanlah al-Quran kepada anak sebelum mereka mengenal buku buku lain, apalagi buku dengan gambar-gambar yang lebih menarik.

Mengenalkan al-Quran juga bisa dilakukan dengan mengenalkan terlebih dulu huruf-huruf hijaiyah; bukan mengajarinya membaca, tetapi sekadar memperlihatkannya sebelum anak mengenal A, B, C. D.

Tempelkan gambar-gambar tersebut ditempat yang sering dilihat anak;

lengkapi dengan gambar dan warna yang menarik. Dengan sering melihat, anak akan terpancing untuk bertanya lebih lanjut. Saat itulah kita boleh memperkenalkan huruf-huruf al-Quran.
 

2. Memperdengarkan.

Memperdengarkan ayat-ayat al-Quran bisa dilakukan secara langsung atau dengan memutar kaset atau CD.

Kalau ada teori yang mengatakan bahwa mendengarkan musik klasik pada janin dalam kandungan akan meningkatkan kecerdasan, insya Allah memperdengarkan al-Quran akan jauh lebih baik pengaruhnya bagi bayi. :iyes:

Apalagi jika ibunya yang membacanya sendiri. Ketika membaca alQuran, suasana hati dan pikiran ibu akan menjadi lebih khusyuk dari tenang. Kondisi seperti ini akan sangat membantu perkembangan psikologis janin yang ada dalam kandungan.

Pasalnya, secara teoretis kondisi psikologis ibu tentu akan sangat berpengaruh pada perkembangan bayi, khususnya perkembangan psikologisnya. Kondisi stres pada Ibu tentu akan berpengaruh buruk pada kandungannya.

Memperdengarkan al-Qurari bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja; juga tidak mengenal batas usia anak. Untuk anak-anak yang belum bisa berbicara, insya Allah lantunan ayat al-Quran itu akan terekam dalam memorinya. Jangan aneh kalau tiba-tiba si kecil lancar melafalkan surat al-Fatihah, misalnya, begitu dia bisa berbicara.

Untuk anak yang lebih besar, memperdengarkan ayat-ayat alQuran (surat-surat pendek) kepadanya terbukti memudahkan sang anak menghapalkannya.

3. Menghapalkan.

Menghapalkan al-Quran bisa dimulai sejak anak lancar berbicara. Mulailah dengan surat atau ayat yang pendek atau potongan ayat (misalnya fastabiq al-khayrat, hudan li an-nas, birr al-walidayn, dan sebagainya).

Menghapal bisa dilakukan dengan cara sering-sering membacakan ayat-ayat tersebut kepada anak. Lalu latihlah anak untuk menirukannya. Hal ini dilakukan berulang-ulang sampai anak hapal di luar kepala.

Masa anak-anak adalah masa meniru dan memiliki daya ingat yang luar biasa.

Orangtua harus menggunakan kesempatan ini dengan baik jika tidak ingin menyesal kehilangan masa emas (golden age) pada anak.

Agar anak lebih mudah mengingat, ayat yang sedang dihapal anak bisa juga sering dibaca ketika ayah menjadi imam atau ketika naik mobil dalam perjalanan. Disamping anak tidak mudah lupa, hal itu juga sebagai upaya membiasakan diri untuk mengisi kesibukan dengan amalan yang bermanfaat. Nabi saw. bersabda:

Demi Zat Yang jiwaku ada di tangan-Nya, sesungguhnya hapalan Al-Qur'an itu lebih cepat lepasnya daripada seekor unta pada tambatannya. (HR al-Bukhari dan Muslim).


4. Membaca.

Siapa saja yang membaca satu huruf dari Kitab Allah maka dia.akan mendapat satu kebaikan. Satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan bahwa alif-lam-mim adalah satu huruf. Akan tetapi, alif adalah satu huruf, lam satu huruf dan mim juga satu huruf. (HR at-Tirmidzi).

Sungguh luar biasa pahala dan kebaikan yang dijanjikan kepada siapa saja yang biasa membaca al-Quran. Bimbing dan doronglah anak agar terbiasa membaca al-Quran setiap hari walau cuma beberapa ayat. Orangtua penting memberikan contoh.

Jadikanlah membaca al-Quran, utamanya pada pagi hari usai shalat subuh atau usai shalat magrib, sebagai kegiatan rutin dalam keluarga. Ajaklah anak-anak yang belum bisa membaca untuk bersama-sama mendengarkan kakak-kakaknya yang sedang membaca al-Quran. Orangtua mempunyai kewajiban untuk mengajarkan kaidah-kaidah dan adab membaca al-Quran.

Untuk bisa membaca al-Quran, termasuk mengetahui kaidah-kaidahnya, sekarang ini tidaklah sulit. Telah banyak metode yang ditawarkan untuk bisa mudah dan cepat membaca. Ada metode Iqra, Qiroati dan sebagainya. Metode-metode itu telah terbukti memudahkan ribuan anak-anak bahkan orangtua untuk mahir membaca al-Quran.

Alangkah baiknya membaca al-Quran ini dilakukan secara bersama-sama oleh anak-anak di bawah bimbingan orangtua. Ketika seorang anak membaca, yang lain menyimaknya. Jika anak salah membaca, yang lain bisa membetulkan. Dengan cara itu, rumah akan selalu dipenuhi dengan bacaan al-Quran sehingga berkah.
 

5. Menulis.

Belajar menulis akan mempermudah anak dalam belajar membaca al-Quran. Diktekan kepada anak kata-kata tertentu yang mempunyai makna. Dengan begitu, selain anak bisa menulis, sekaligus anak belajar bahasa Arab. Mulailah dengan kata-kata pendek. Misalnya, untuk mengenalkan tiga kata alif, ba, dan dal anak diminta menulis a, ba da (tolong tuliskan Arabnya, ya: a-ba-da) artinya diam; ba-da-a (yang ini juga) artinya mulai; dan sebagainya.

Sesekali di rumah, coba adakan lomba menulis ayat al-Quran. Berilah hadiah untuk anak yang paling rapi menulis. Jika anak memiliki kemampuan yang lebih dalam menulis huruf al-Quran, ia bisa diajari lebih lanjut dengan mempelajari seni kaligrafi.

Rangkaian huruf menjadi suku kata yang mengandung arti bertujuan untuk melatih anak dalam memperkaya kosakata, di samping memberikan kesempatan bagi mereka untuk bertanya tentang setiap kata yang diucapkan serta mengembangkan cita rasa seni mereka. Jadi, tidak hanya bertujuan mengenalkan huruf-alQuran semata.


6. Mengkaji.

Ajaklah anak mulai mengkaji isi al-Quran. Ayah bisa memimpinnya setelah shalat magrib atau subuh. Paling tidak, seminggu sekali kajian sekeluarga ini dilakukan. Tema yang dingkat bisa saja tema-tema yang ingin disampaikan berkaitan dengan perkembangan perilaku anak selama satu minggu atau beberapa hari.

Kajian bersama, dengan merujuk pada satu atau dua ayat al-Quran ini, sekaligus dapat menjadi sarana tawsiyah untuk seluruh anggota keluarga. Sekali waktu, tema yang akan dikaji bisa diserahkan kepada anak-anak.

Adakalanya anak diminta untuk memimpin kajian. Orangtua bisa memberi arahan atau koreksi jika ada hal-hal yang kurang tepat. Cara ini sekaligus untuk melatih keberanian anak menyampaikan isi al-Quran.

7. Mengamalkan dan memperjuangkan AI-Quran.

AI-Quran tentu tidak hanya untuk dibaca, dihapal dan dikaji. Justru yang paling penting adalah diamalkan seluruh isinya dan diperjuangkan agar benar-benar dapat menyinari kehidupan manusia.

Sampaikan kepada anak tentang kewajiban mengamalkan serta memperjuangkan al-Quran dan pahala yang akan diraihnya. Insya Allah, hal ini akan memotivasi anak.

Kepada anak juga bisa diceritakan tentang bagaimana para Sahabat dulu yang sangat teguh berpegang pada alQuran; ceritakan pula bagaimana mereka bersama Rasulullah sepanjang hidupnya berjuang agar al-Quran tegak dalam kehidupan.

Wallahu a'lam bi ash-shawab.
 
« Edit Terakhir: 03 September 2009, 08:55:42 oleh ihsan »
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #102 pada: 22 Juli 2008, 02:16:42 »
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline janggut_naga83

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 1.322
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • Semoga Allaah Azza Wajalla mengampuni kita.. Amin
    • Lihat Profil
« Jawab #103 pada: 04 Agustus 2008, 17:27:09 »
Subhanallaah...

InsyaAllaah..


Offline wicakz

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2008
  • Tulisan: 17
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #104 pada: 28 Agustus 2008, 11:44:30 »
bagus juga programnya....jadi inget film dulu ituh, yang sang hafidz kecil, pendidikan Al quran yang di berikan orang tuanya darikecil, heu, subhanalloh...
--------------------------------------------------------------
hingga kelak terjawab, mengapa perjuangan ini begitu pahit
karena surgaNYA begitu MAHAL...

semangadh