Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Senin, 21 Mei 2012/29 Jumadil Akhir 1433 H : Imsak 4:26:49 - Shubuh 4:33:13 - Terbit 5:55:03 - Dzuhur 11:49:33 - Ashar 15:11:32 - Maghrib 17:44:04 - Isya' 18:57:25 WIB

Penulis Topik: Membangun "GENERASI QUR'ANI" Sejak DINI melalui Pendidikan Al Qur'an  (Dibaca 24262 kali)


Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #75 pada: 15 Desember 2007, 20:09:57 »
LPTQ Al-Umm: Mencetak Pelajar Hafal Al-Quran
 :iyes: :iyes:

Eramuslim pekan ini mengadakan silaturrahim dengan sebuah lembaga yang berperan dalam mencetak pelajar hafal Al-Quran 30 juz. Dan sempat mewawancarai Ketua Bidang Tahfzhul Qur'an, Ustadz H. Taufik Hamim Effendi, Lc. dan berikut ini petikan wawancara dengan beliau.

Bisa ustadz ceritakan tentang berdirinya lembaga ini? Sejak kapan berdiri?

Lembaga Pendidikan Tahfizhul Qur'an (LPTQ) Al-Umm didirikan pada bulan Maret tahun 2006, ide ini muncul dari keinginan salah seorang pendiri yang dua orang anaknya pernah mengikuti program menghafal Al-Qur'an di wilayah Bekasi timur, kota Bekasi Jawa barat, namun karena masalah pendanaan, akhirnya program itu hanya berjalan kurang lebih lima bulanan.

Selanjutnya dengan merekrut beberapa teman dan ustadz yang memiliki kapasitas di bidang menghafal Al-Qur'an, akhirnya muncul ide untuk mendirikan sebuah lembaga untuk mendidik pelajar hafal Al-Qur'an 30 juz. Maka didirikanlah sebuah lembaga yang bernama Lembaga Pendidikan Tahfizhul Qur'an (LPTQ) Al-Umm.

LPTQ Al-Umm ini adalah sebuah lembaga yang bernaung di bawah Yayasan Istiqomah Bina Umat (IBU) sebagai ketua umumnya adalah Prof DR. KH. Achmad Satori Isma'il, MA, yang sekaligus juga ketua LPTQ Al-Umm ini. Dengan dibantu oleh saya sebagai ketua bidang program Tahfizhul Qur'an, sebagai penanggung jawab Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)

Apa tujuan dari berdirinya LPTQ Al-Umm?

Tujuan berdirinya LPTQ Al-Umm ini adalah untuk berkhidmat dalam melestarikan Al-Qur'an dalam bentuk hafalan, selain itu juga LPTQ Al-Umm bercita-cita mencetak pelajar berprestasi dan hafal Al-Qur'an. Lembaga ini ingin membuat kesan bahwa menghafal Al-Qur'an 30 juz tidak harus tinggal di pesantren.

 :iyes: :iyes:

Siapa yang ikut mendirikan?

Pendiri Lembaga pendidikan Tahfizhul Qur'an (LPTQ) Al-Umm adalah Prof. DR. KH. Achmad Satori Isma'il, MA (Ketua Umum Yayasan dan Lembaga), DR. Ahzami Sami'un Jazuli, Ust. H. Ahmad Qusyairi Suhail, MA (Pembina), Ust. H. Abdul Aziz Abdur Rauf Al-Hafizh, Lc, Ust. H. Ahmad Syaikhu (Pengawas), Muhammad Sofyan, SE, Ak (Sekretaris Umum), Adam Malik Ridwan (Ka. Riset dan pengembangan) dan Agus Sosianto (Bendahara) dan saya sebagai Kabid Program Tahfizhul Qur'an.

Sudah berapa orang yang berhasil menghafal Al-Quran?

Sampai saat ini alhamdulillah ada santri yang belum genap satu tahun menghafal di LPTQ Al-Umm ini sudah mencapai delapan juz. Selebihnya ada yang hafal tiga juz, empat juz, lima juz dan enam juz.

Untuk usia berapa tahun?

Umur minimal untuk dapat mengikuti program ini adalah sejenjang dengan kelas 3 SD.

Waktu belajarnya apakah tiap hari?

Waktu belajar yang LPTQ Al-Umm sediakan sementara ini adalah tiga kali dalam sepekan, yaitu hari Rabu dan Jum'at mulai jam 15. 00-18. 00, serta hari Ahad mulai 09. 00-15. 00. Jadi santri sepulang sekolah dapat langsung menuju LPTQ Al-Umm untuk menguikuti KBM.

Berapa biaya yang harus dikeluarkan bila ada orang tua yang ingin anaknya jadi penghafal Quran?

Program menghafal Al-Qur'an di LPTQ AL-Umm ini gratis 100%,  bahkan santri mendapatkan makanan ringantiap kegiatan belajar mengajar (KBM). Selain mendapatkanitu juga mendapatkan makan siang gratis. Bahkan santri yang sudah hafal setengah juz atau 20 halaman setiap bulannya akan mendapatkan beasiswa Rp 100. 000 setelah dites dan dinyatakan lulus oleh ustadz pembimbingnya.

Gurunya hafal Quran semua?

Alhamdulillah sampai saat ini semua ustadz yang mengajar di LPTQ Al-Umm ini yang berjumlah delapan orang semuanya hafal Al-Qur'an 30 juz, bahkan Ust. Muhammad Arifin Al-Hafizh, salah seorang di antara pengajarmemiliki ijazah Al-Qur'an (bersanad sampai ke Rasulullah SAW)

Berapa santri maksimal dalam satu kelas?

Setiap kelas maksimal 12 orang santri yang dibimbing oleh satu orang guru.

Apa syarat untuk bisa ikutan jadi di LPTQ Al-Umm ini?

Syarat menjadi santri di LPTQ Al-Umm,
pertama, lancar membaca Al-Qur'an sesuai tajwid. Kedua, memiliki hafalan Al-Qur'an minimal 1 juz. Ketiga, minimal duduk di kelas tiga SD dan maksimal kelas satu SMP.
Keempat, mampu menghafal mandiri di rumah.
Kelima, Lulus tes hafalan dan tilawah.
Keenam, Siap mengikuti program sampai lima tahun.
Ketujuh, mematuhi peraturan Lembaga

Bagaimana sistem menghafalnya, apakah pakai kelas atau bagaimana?

Setiap KBM di hari Rabu dan Jum'at, santri hanya menyetor dan mengulang hafalan di hadapan ustadz pembimbing, sedangkan pada hari Ahad, ada sistem talaqqi, baik secara berjamaah atau perorangan, setoran hafalan, setoran ayat yang akan dihafal di rumah.

Berapa ayat yang harus dihafal dalam sebulan?

Setiap bulan santri harus menyelesaikan hafalan setengah juz atau 20 halaman Al-Qur'an, apabila target ini tidak terpenuhi maka santri akan mendapatkan teguran lisan atau tulisan. Dan bahkan apabila dalam tempo tiga bulan berturut-turut tidak juga mencapai target ini, maka santri akan diberhentikan atau di-DO dari lembaga.

Berapa lama seorang anak bisa menghafal 30 juz?

Target ideal dari program ini apabila santri dapat terus menerus menghafal setengah juz atau 20 halaman setiap bulannya, maka dalam tempo lima tahun lembaga ini akan mencetak pelajar hafal Al-Qur'an 30 juz. Atau paling cepat dalam tempo tiga tahun santri akan menghafal 30 juz.

Selain kegiatan menghafal, ada kegiatan lainnya?

LPTQ Al-Umm juga memiliki program lain, seperti games di di sela-sela KBM, out bound minimal dua kali dalam setahun, kunjungan ke sekolah, pesantren atau lembaga-lembaga yang memiliki program menghafal Al-Qur'an.

Berapa dana yang dibutuhkan untuk program ini?

Dana yang dibutuhkan LPTQ Al-Umm untuk setiap cluster/kelas Rp 5. 500. 000.(lima juta lima ratus ribu rupiah).

Besar sekali? Dari mana memperoleh dana sebesar itu?

Dana ini kami peroleh dari para muhsinin atau donatur. Kami mengajukan proposal kepada mereka.Alhamdulillah, kami juga mendapatkan dana dari lembaga-lembaga zakat, perusahaan-perusahaan, instansi pemerintah atau pun perorang.

Kalau ada orang ingin menjadi donatur, bagaimana caranya?

Bisa langsung datang ke LPTQ Al-Umm, atau kami datang ke donatur atau lebih mudahnya bisa ditransfer melalui Bank Syariah Mandiri/ BSM cabang Pondok Gede dengan no. rek. 1080019210 an Yayasan Istiqomah Bina Umat

Sekarang ini sudah berapa jumlah santrinya?

Kurang lebih 90 santri, mereka tersebar di 8 cluster, 5 cluster di wilayah Jakarta Utara dan 3 cluster di wilayah Kota bekasi.

Jadi ke mana kalau ingin menghubungi atau ingin mendaftarkan?

Bisa menghubungi nomor telepon 021 - 848 8247, atau 021 711-43283 atau bisa langsung ke kantor kami di Jalan Raya AL no. 40 Rt 01 RW 09 Kelurahan Jati Makmur Pondok Gede Kota Bekasi.
sumber:
http://www.eramuslim.com/berita/slr/7b27164647-lptq-al-umm-mencetak-pelajar-hafal-al-quran.htm



PERMATA Persatuan Madrasah Tahfiz Al-Quran Malaysia :koran:
PERMATA merupakan wadah untuk menyatukan madrasah tahfiz dan huffaz seluruh Malaysia
http://www.tahfizmalaysia.com/



Kutip
Yuk kita bangun generasi qur'ani...
The Next Generation Generasi-ku Generasi 1 Generasi Qur'ani
 :iyes:
« Edit Terakhir: 24 Februari 2008, 10:46:53 oleh ihsan »
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #76 pada: 18 Desember 2007, 10:37:17 »
Pola Pendidikan IPS Cenderung Pada Sekuralisme
dan
Islamisasi Kurikulum dan Ilmu Pengetahuan
 :yakyik:
http://myquran.org/forum/index.php/topic,20151.msg809482.html#msg809482
:koran:


PEDOMAN AL QUR'AN DALAM PENDIDIKAN ANAK O0
http://media.isnet.org/isnet/Syamsi/didik.html

« Edit Terakhir: 03 Januari 2008, 04:18:18 oleh ihsan »
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #77 pada: 30 Desember 2007, 19:46:52 »
Dana Pendidikan Islam
Khusus untuk Fakir Miskin
 :koran:

Bangka Pos,28 Des'2007 - Pemkot Pangkalpinang menganggarkan dana Pendidikan Khusus bagi fakir miskin sebesar Rp 5,26 Milyar, bantuan ini tak hanya berasal dari APBD Pangkalpinang 2008 tapi juga berasal dari bantuan sejumlah lembaga yg ada didaerah Pangkalpinang.

Ini usulan dari BKPRMI Pangkalpinang, fakir miskin yg diusulkan mengikuti Pendidikan Islam sebanyak 30.000 orang setelah diseleksi sebanyak 5.900 fakir miskin, dana ini disalurkan khusus bagi fakir miskin yang selama ini tidak pernah mengecap Pendidikan Islam, "Mungkin yang buta aksara Al-Qur'an akan diberikan pengajian. Selain itu materi-materi yang berkenaan dengan Pendidikan Islam karena sangat penting bagi hidup sekarang maupun diakhirat nanti," kata Walikota,Zulkarnain Karim.

Dana anggaran untuk Pendidikan Islam ini kata walikota, akan diajukan pada APBD Pangkalpinang TA 2008

:iyes:

Ayooo.. :yihaa:...Daerah lain kapan nyusul....



1.088 Peserta Ikuti Program Terjemah Al Quran

**Kerjasama Pemkot dengan LPIQ SAMARINDAKepala kantor Departemen Agama (Depag) Samarinda H Elbadiansyah memuji konsennya perhatian pemerintah kota dalam pembinaan agama di Samarinda O0. Kali ini Pemkot Samarinda melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan Ilmu Al Quran(LPIQ) Samarinda melaksanakan Program Terjemah Al Quran Sistem 40 jam.

Program ini sendiri diikuti peserta yang terdiri dari pengurus masjid, mushola dan majelis taklim dengan total 1.088 peserta dari 6 kecamata. Kuliah perdana sendiri digelar di Masjid Darunnimah Karang Asam, Minggu (16/12).  Pemerintah kota selama ini konsen terhadap pembinaan agama di kota ini O0. Kegiatan ini sendiri diawali dari kebijakan walikota Samarinda yang mengalokasikan anggaran pendidikan 21 persen lebih, ujar Elbadiansyah yang kemarin itu membuka kegiatan dalam kapasitas mewakili kepala Dinas Pendidikan Samarinda.

Elbadianysah mengatakan walikota mengharap dari anggaran pendidikan yang besar itu, bukan saja untuk pendidikan formal, tapi juga non formal termasuk pendidikan di madrasah. Beliau (Walikota) mengharapkan jangan sampai di sektor agama ditinggalkan dengan berlimpahnya anggaran.

Alhamdulillah, guru TK/TPA juga dapat insentif dari walikota, termasuk Qori/Qoriah juga memberikan pembinaan, termasuk kegiatan hari ini yang diperuntukkan untuk pengurus . Intinya, uang dari masyarakat kembalinya juga ke masyarakat, tandas Elbadiansyah pada Kuliah Perdana Program Terjemah Al Quran Sistem 40 Jam.

Walikota, lanjutnya juga mengharapkan agar Al Quran tidak dipelajari anak-anak saja, tapi orang tua juga harus mau belajar. Walau sudah tua, ujar Pak Wali jangan supan (malu) untuk belajar membaca Al Quran. Allah itu Maha Penyayang, dia tidak akan menyulitkan umatnya, pungkasnya.

SAMARINDA :iyes: :iyes: :iyes:

Sumber:
http://www.samarinda.go.id/2007/12/17/1-088-peserta-ikuti-program-terjemah-al-qur

SEMOGA DAERAH LAIN MENYUSUL YA ...  :yihaa:


Kajian :koran:
Ust. Sarbini:
Membentuk Generasi Rabbani
http://www.electronicfiles.net/files/8979/Rabbani.rar
« Edit Terakhir: 19 Februari 2008, 01:14:30 oleh ihsan »
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #78 pada: 20 Januari 2008, 11:49:14 »
Ayo Jadi Generasi Qurani! :iyes:
http://mii.fmipa.ugm.ac.id/new/?p=241


Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al Quran) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami, menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS Al Araaf:52)

Amma badu, sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad SAW.1

Tahukah antum, sesungguhnya Al Quran diturunkan untuk tiga perkara. Beribadah dengan membacanya, mentadabburi makna-maknanya, dan mengambil pelajaran darinya. Artinya Allah telah menurunkan Al-Quran untuk diimani, dipelajari, dibaca, di-tadabburi, diamalkan, dijadikan sandaran hukum, dijadikan rujukan dan untuk dijadikan obat dari berbagai penyakit dan kotoran hati serta untuk hikmah-hikmah lain yang Allah kehendaki dari penurunannya.
Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
Bacalah kalian Al Quran, karena pada hari kiamat Al Quran datang menjadi pemberi syafaat bagi pembacanya. (Diriwayatkan Muslim)

Pada suatu hari, musuh bebuyutan Rasulullah SAW datang kepada beliau, dan berkata, Hai Muhammad, bacakan Al Quran kepadaku. Kemudian Rasulullah SAW membaca firman Allah Taala,
Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (QS An Nahl:90)

Rasulullah SAW belum selesai menuntaskan pembacaan ayat di atas, tiba-tiba musuh bebuyutan beliau meminta pengulangan pembacaan ayat tersebut karena kagum kepada keagungan bahasanya, kesucian maknanya, karena ingin mengambil keterangannya, dan karena tertarik pada kekuatan pengaruhnya. Tidak lama berselang, musuh bebuyutan tersebut mengangkat suaranya memberi pengakuan, bersaksi atas kesucian firman Allah Taala, dan keagungannya. Ia berkata dengan satu perkataan, Demi Allah, sungguh Al Quran ini betul-betul manis, di dalamnya terdapat keindahan, bawahnya berdaun lebat, dan atasnya berbuah. Al Quran ini tidak diucapkan oleh manusia.

Oleh karena itu, seorang muslim harus konsisten dengan etika-etika membaca Al Quran, yakni:

   1. Membaca dalam kondisi yang paling sempurna, misalnya dalam keadaan besih, menghadap kiblat, dan duduk dengan santun.
   2. Membaca dengan tartil, tidak tergesa-gesa, dan tidak mengkhatamkannya kurang dari tiga malam, karena Rasulullah SAW bersabda yang artinya: Barangsiapa mengkhatamkan Al Quran kurang dari tiga malam, ia tidak akan memahaminya.3
   3. Khusyu
   4. Memperindah suaranya
   5. Merahasiakan tilawahnya
   6. Tidak melalaikan atau menentang Al Quran

Akan tetapi, membaca Al Quran tanpa mengetahui maknanya, pada hakikatnya sama seperti orang yang tidak membacanya. Oleh sebab itu, seorang muslim harus berusaha mengetahui tasir Al Quran sehingga ia dapat mengambil manfaat :iyes:. Dalam mengetahui tafsir Al Quran, seorang yang awam bisa membaca tafsir para ulama yang sudah dipercayai aqidah dan ilmunya, seperti Ibnu Katsir, Abdurrahman As Sadi, Al Utsaimin atau Ath-Thabari. Atau bagi yang khusus mempelajari ilmu agama bisa belajar bahasa Arab, belajar ilmu pengantar tafsir, kaidah tafsir, dan kaidah tafsir. Dan yang penting lagi adalah perlu memperkaya tafsir dengan beberapa buku.

Maraji:
1.ENSIKLOPEDI MUSLIM MINHAJUL MUSLIM, Abu Bakr Jabir Al-Jazairi, Darul Falah
2.TAFSIR JUZ AMMA, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, At Tibyan
3.almanhaj.or.id-versi 36

Foot note:
1.Hadits riwayat Muslim dalam Kitab Al-Jumah, bab: Meringankan shalat dan khutbah no. (867,43)
2.Diriwayatkan Ibnu Jarir Ath-Thabari dan Al Baihaqi dengan sanad yang baik. Musuh yang dimaksud ialah Al-Mughirah.
3.Diriwayatkan semua penulis Sunan dan di-shahih-kan At-Tirmizi

Ditulis oleh:
Nida
 :yakyik:
http://mii.fmipa.ugm.ac.id/new/?p=241



GENERASI QURANI  :iyes:

By : Hendra Muharom
Rasulullah SAW adalah pemimpin agung di jagad raya ini. Di dunia Barat, seorang ahli falak atau astronom dan juga ahli sejarah, Michael H. Heart, menempatkan utusan penyempurna akhlak ini pada urutan pertama dari 100 tokoh besar dunia yang memberikan pengaruh peradaban.

Sementara ulama meyakini dalam suatu riwayat, ketika Nabi sedang wukuf di Arafah pada hari jumat tanggal 9 Dzul Hijjah tahun ke tujuh, turun wahyu terakhir sebagai petunjuk pamungkas menyempurnakan keseluruhan sistem Dinul Islam. Penggalan firman Allah dalam ayat terakhir itu adalah; pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Ku-ridhoi Islam itu jadi agama bagimu. ( Q.S. Al-Maidah ; 3). Hal ini disampaikan Nabi dalam khutbahnya yang terakhir menjelang wafat. Setelah ayat ini turun, Nabi Muhammad SAW masih menjalani hidupnya 81 hari lagi.

Sejak hari itu, Islam telah sempurna dan siap menjadi pedoman hidup manusia di setiap zaman. Hal ini, Allah sendiri yang menjamin keaslian Al-Quran sebagai petunjuk yang tak lekang oleh waktu. Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Quran dan sesungguhnya Kami benar benar memeliharanya(Q.S. Al-Hijir ; 9). Ayat ini memberikan jaminan tentang kesucian Al-Quran selama lamanya.

Selepas Rasulullah SAW mangkat memenuhi panggilan-Nya, kader kadernya yang Qurani siap melanjutkan risalahnya. Merekalah Al-Khulafaur Rasyidin, yaitu Abu Bakar As-Shiddiq, Umar Ibnul Khattab, Utsman Bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Empat negarawan Islam ini telah menjadikan Al-Quran mengakar dalam kepemimpinannya mengurusi masalah umat. Kepemimpinan mereka menghadirkan keadilan dan kesejahteraan umat yang berlandaskan wahyu Allah. Keadilan yang berlandaskan sumber dari segala sumber hukum, Al-Quran. Kesejahteraan umat atas prinsip prinsip Ilahi.

Empat sahabat sebagai generasi pengemban risalah ini, memang semuanya hidup bersama semasa Rasulullah SAW, maka tidak salah jika ada yang berpendapat, keberhasilan kepemimpinan mereka disebabkan ber-Uswah (teladan) kepada sosok yang dapat mereka lihat dan berinteraksi langsung. Tapi jangan lupakan, dalam generasi selanjutnya periode Daulah Bani Umayah yang berlangsung selama hampir 90 tahun (41-127 H), seorang Umar bin Abdul Aziz rahimahullah (99-101 H) menampilkan keagungan sistem keadilan Al-Quran dan mewujudkan kesejahteraan umat. Umar bin Abdul Aziz tidak hidup dan berinteraksi langsung semasa Rasullullah SAW, tapi mampu mewujudkan apa yang telah diwujudkan Nabi Muhammad SWA dan Al-Khulafaur Rasyidin, yakni keadilan dan kesejahteraan Qurani. Wallaahu alam bish-shawab.
 :yakyik:
http://muharom.wordpress.com/2007/07/27/generasi-qur%E2%80%99ani/




Generasi Qur'ani yang Istimewa  :iyes:
http://media.isnet.org/islam/Etc/Generasi.html

 :yihaa:
« Edit Terakhir: 20 Januari 2008, 13:00:54 oleh ihsan »
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #79 pada: 20 Januari 2008, 13:13:06 »
KRISIS KEPENDIDIKAN MASA KINI:
Cabaran Membina Generasi Berjiwa Merdeka
http://www.myislamnetwork.net/modules/news/article.php?storyid=144

Kutip
Komitmen pendidikan Islam ialah untuk membina manusia utuh dan seimbang, berwawasan luas, berminda terbuka, siap mengambil hikmah biar dari mana pun datangnya, walau dari musuh sekalipun, khudhu l-hikmata min ayyi wi`ain kharajat. Nasib generasi serba sebelah itu sudah cukup buruk, tetapi al-Quran mengingatkan nasib buruk itu mungkin menjadi lebih buruk lagi, apabila mereka menjadi buta dan pekak sama sekali: lahum qulubun la yafqahuna biha, wa lahum a`yunun la yubsiruna biha, wa lahun adhanun la yasma`una biha, ulaika ka l-an`ami bal hum adall. Demikianlah pemerian Qurani tentang generasi manusia yang hilang kemanusiaannya, lalu merudum martabatnya sedarjat dengan haiwan ternakan (al-an`am) apabila hati tidak lagi mengerti, apabila otak tidak berfikir bijak, apabila mata tidak melihat fakta, apabila telinga tidak mendengar yang benar.
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #80 pada: 21 Januari 2008, 09:36:32 »

-Pantau Anak di Sekolah dari Dapur atau Kantor (1)
-Merawat Blog Guru
-Enam Langkah Menjadi Guru Super dan Maha
-Metode Cepat Baca Kitab Gundul
-Tadabuur Alam itu Ibadah
-Disiplin Guru (3)
-Guru Unggul, Ahh Ngak Sulit Khok
-Guru Sang Pembunuh
-Peningkatan Mutu Guru
-Memberdayakan Disiplin Guru (2)
-Tanamkan Haji sejak Dini
-Guru Ngeblok, Mengapa Tidak?
-MEMANDIRIKAN ANAK
-Mengelola Displin Guru (1)
-Memanfaatkan Blog Untuk KBM
-UN Penjamin Mutu
-Akar Mesum Pelajar
-Suami Selingkuh
-Pendidikan Bagi Pengungsi
-Kiat Melejitkan Anak
-Jajan Sekolah = Boros
-Diknas Harus Beri Apresiasi
-Ilmu Sekolah untuk Maling
-Tutorial Blog Pendidik
-Panduan Ngajar Ramah
-Penyerahan Masjid
-Panduan Blog Pendidik
-Para Guru Nyantri
-Sidak Kantor-kantor
-Bunga Romadlon
-Guru Kencing Berdiri; Siswa Ngencingi Guru
-Pedoman Pembagian Tugas, Hak, Kewajiban dan Wewenang
-IPTDN ala Pesantren
-Siswi Berprofesi Penyanyi Dangdut
-Kepsek Seumur Hidup
-Tak Mampu Bayar, Disikat
-SEBATAS JADI PENGEMBALA
-16 KBps Gratis 10 SMA di Tulungagung
-PANDUAN OPERASIONAL PENDIDIKAN
-Mengapa Harus Qiroati
-PANDUAN MENDIRIKAN SEKOLAH
 :yakyik:
http://pustakamawar.wordpress.com/category/panduan-kelola-pendidikan/
« Edit Terakhir: 19 Februari 2008, 01:16:37 oleh ihsan »
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #81 pada: 28 Januari 2008, 21:58:56 »
dimanapun kamu ditanam, berkembanglah
Catatan Seorang Guru ((9) : Sesat Menyesatkan Karena Kebodohan
 :koran:

Akhir-akhir ini masih ada sisa-sisa heboh aliran sesat. Ada komunitas Lia Eden, Al-Qiyadah, sebelumnya juga ada yang shalat dua bahasa, ada yang mengaku nabi, ada yang didatang Jibril, dan seterusnya. Aliran sesat ini sudah lama muncul, seiring dengan adanya manusia. Setelah para nabi tiada, banyak pengikutnya yang menyelewangkan ajarannya. Orang shaleh malah disembah, patung-patung dianggap punya kekuatan sebagai wasilah doa kepada Tuhan. Awalnya, ajaran para nabi adalah murni benar, akan tetapi ketika sampai pada umatnya yang bodoh yang kelewat batas, ajaran tersebut pun diselewengkanlah.

Mari lihat kutipan dari internet di bawah ini:

Jibril Ruhul Kudus Surati SBY
10 Nov 2007

Jakarta - 5 November 2007 lalu, pemerintah bilang akan bertindak keras terhadap komunitas Eden. Lia Eden yang mengklaim dirinya sebagai Jibril Ruhul Kudus lalu menyurati Presiden SBY, Kapolri Jenderal Pol Sutanto, Jaksa Agung Hendarman Supandji, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

5 Surat tertanggal 5 November 2007 tersebut memiliki isi yang berbeda-beda. Untuk SBY, Lia meminta suami Ani Yudhoyono itu membaca 3 risalah Eden. Kalau Anda (SBY) telah menganggap komunitas Eden sesat, maka Anda perlu menilai isi risalah tersebut sebelum Anda memerintahkan penahanan terhadap Lia Eden dan segenap komunitas Eden, kata Lia dalam salinan surat yang diterima detikcom, Sabtu (10/11/2007).

Surat untuk Kapolri dan Jaksa Agung isinya sama. Lia mengatakan, jangan sampai terperdaya oleh fatwa MUI.  Kalau Anda mengadakan penangkapan terhadap Lia Eden dan komunitas Eden, aku niscaya takkan mengampuni Anda, sekalipun Anda bersujud memohon diampuni, tulis Lia untuk Kapolri dan Jaksa Agung. Sementara untuk Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Lia meminta komunitas Eden tak diusir dari Jakarta. Kerasulan Eden dan Kerajaan Tuhan terletak di Jakarta, tak mungkin berpindah tempat.

Jibril meminta Fauzi membantu komunitas Eden. Jangan sampai ada penzaliman massa dan pemenjaraan terhadap pengikut Eden. Namun bila Anda mewujudkan ancaman Anda itu, Jakarta akan dipenuhi bencana-bencana besar dan tak tertanggulangi, tulis Lia.
Surat kelima, untuk MUI, adalah yang paling keras. Kalimat pertamanya saja langsung berisi kutukan atas MUI.

Wahai Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anda semua adalah orang-orang yang paling terkutuk di dunia, karena Anda tak pernah menghargai aku  :-X, Jibril Ruhul Kudus, sebagai perintah Tuhan, sebut Lia. MUI dinilai telah menganiaya dan memfitnah Lia dan komunitas Eden. MUI juga dituding telah membuat bangsa Indonesia membenci komunitas Eden.
Atas nama Allah Subhana Wa Taala, aku bersaksi, Tuhan sudah melayangkan kutukan-Nya untuk MUI,  tandas Lia. :-X

Karena  bodoh, seseorang bisa saja jadi kalap dan mengaku nabi  :hihi:. Sejak dulu, sudah banyak orang yang mengaku-ngaku sebagai nabi. Orang sesat itu memang sudah ada sejak lama. Perihal didatangi oleh Jibril, jelas Jibril sudah tidak datang lagi setelah nabi Muhammad wafat. Karena tugasnya Jibril adalah membawakan wahyu, dan wahyu terakhirnya adalah kepada nabi Muhammad dan nabi Muhammad sendiri adalah sang nabi yang penutup, Khaatamun nabiyyin.

Nah, jika ada yang mengaku diri sebagai Jibril, maka sungguh itu adalah kesesatan yang nyata. Mungkin itu karena berlebih-lebihan dalam beragama, sehingga dia didatangi oleh setan yang mengaku Jibril.  Alasan lebih jelasnya bagaimana ajaran Lia dan kesesatannya, ada baiknya membaca fatwa MUI dan tulisan-tulisannya Hartono Ahmad Jaiz. Dalam point ini yang ingin disampaikan adalah kasus Lia itu adalah bagian dari tidak tuntasnya kajian Islam.

Jika anak-anak dari sekarang tidak tahu mengaji, kemudian mengaku diri pintar, bisa saja suatu saat mereka akan buat aliran baru lagi karena mengikuti hawa nafsunya.

Kuncinya agar tidak terjadi lagi kasus seperti Lia dkk adalah kita perkuat kajian keislaman di masyarakat kita. Tiap daerah harus ada ulama yang mengajarkan umatnya mana yang hak dan mana yang batil. Jangan sampai juga tidak ada ulama sama sekali, atau jangan juga ada ulama tapi ulamanya acuh tak acuh dengan kondisi umatnya. :wataw:

Mari bina umat kita agar tidak terjerumus untuk membuat ajaran sesat dan menyesatkan. (26/12/2007 pukul 09.45)

Sumber:
http://yankoer.multiply.com/journal/item/136



Membina Ummat melalui TELEVISI :iyes:
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28819.0.html



Mencari Format Perjuangan Umat Islam dalam Menegakkan Ajaran Islam:hmmm:
http://myquran.org/forum/index.php/topic,34406.0.html
« Edit Terakhir: 10 Februari 2008, 20:55:13 oleh ihsan »
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #82 pada: 10 Februari 2008, 20:52:47 »
Risalah ; Membentuk generasi Al Quran
 :koran:
:: Bismillahirrahmanirrahim ::

Kisah 1

Ketika saya kecil, ibu dan ayah saya mendidik saya dalam suasana al-Quran sehingga hati saya amat terkesan dengan ayat-ayat al-Qur'an. Terutama ayat-ayat yang menganjurkan kita untuk menolak kezaliman dan pemerasan.Antaranya adalah firman Allah dalam surah asy Syura ayat 39 yang bermaksud : "Dan bagi orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim, mereka membela diri." Ketika ibu saya meninggal dan hati saya dirundung kesedihan saya sentiasa merenung surah al-Fajr, "Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diredhai-Nya. Maka masuklah ke dalam kelompok hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam syurga Ku"

Inilah antara coretan yang ditemui dalam salah satu lembaran diari kecil hingga kini tetap terpelihara. Di atas lembar-lembar diari itu, tertulis petikan ayat-ayat al-Quran. Begitulah sepintas kenangan manis masa kecil milik Alija Izzatbegovic. Sosok itu menghadapi badai permusuhan hebat yang menghempas agama dan bangsanya di Bosnia Herzegovina.

Inilah antara cebisan kisah peribadi-peribadi yang dibentuk oleh gema al-Quran dalam jiwa mereka sejak kecil.
Gema al-Quran semasa mereka kecil amat mempengaruhi kehidupan dewasa

Kisah 2

Ayahku menyimpan cita-cita agar Allah memberinya rezeki seorang anak yang mempunyai suara dan bacaan al-Qur'an yang indah. Ternyata, puteranya, tak ditakdirkan memiliki suara yang merdu. Puteranya itu sekadar menjadi seorang yang suka menyemak bacaan al-Qur'an. Ayahku sering mengundang para qurra' untuk tilawah al-Qur'an di rumahku. Bermula dari detik itu, sedikit demi sedikit, kesenangan dan rasa sukacita itu tumbuh subur dan memekar dalam jiwaku. Bila terdengar al-Qur'an dibaca, aku yang masih kecil terdiam dan menyemaknya dengan penuh perhatian. Berkembanglah keterpautan jiwaku dengan al-Qur'an. Dan kelak, aku memang sekali lagi tak menjadi qari'ul Qur'an

Namun putera ini termasuk segelintir para tokoh pemikir Islam yang memiliki saham besar dalam arus kebangkitan Islam di zaman kini. Sayyid Qutb nama yang tidak asing dalam dunia Islam. Beliau bukan qariul Quran namun beliaulah pengarang kitab Tafsir al-Quran Fi Dzilalil Quran.

Kunci kemenangan :koran:

Al-Qur'an telah terbukti menjadi kunci kemenangan dan izzah kaum muslimin O0. Suatu ketika dahulu tatkala dalam dada umat tertanam kedekatan serta pemahaman yang dalam terhadap al-Qur'an, mampu mengobarkan semangat seterusnya melahirkan kekuatan sangat besar. Dalam siri-siri peperangan, banyak kisah sahabat yang berjaya meraih kemenangan melalui bacaan al-Qur'an. Dalam perang Qadasiyah contohnya, Umar ra memerintahkan Sa'ad bin Abi Waqash ra untuk membaca dan memperdalam kandungan ayat dalam surat al-Anfal di kalangan pasukannya. Lalu terjadilah perubahan dahsyat dalam jiwa pasukan Islam. Mereka bangkit setelah hampir tewas dan kehilangan semangat hingga mampu meraih kemenangan. (Hayatu shahabah 4, hal 556).

Malah keistimewaan orang yang membaca dan mempelajari al-Qur'an diumpamakan oleh Rasulullah, ibarat suata bejana yang penuh berisi minyak wangi yang baunya selalu semerbak di mana-mana (Riwayat Ibnu Majah, Tirmidzi, Abu Daud). Peribadi al-Quran bagai sebuah mercu obor yang memancarkan cahaya dan memberi terang di malam gelap kepada umat manusia.

Maka tidak ada yang lebih baik kecuali berusaha mengenalkan seseorang pada al-Qur'an sejak dini O0. Kisah Alija dan Sayyid Quthb semasa kecil di atas, boleh dijadikan ibrah bahawa pendidikan al-Qur'an sejak kecil, sebagai tonggak utama terbentuknya mental dan keperibadian anak yang sihat dan diredhai Allah SWT. Dalam petikan kisah di atas juga ternyata menunjukkan kesan yang lahir dari kedekatan seseorang dengan al-Qur'an. Alija yang terlatih dengan ayat-ayat Allah contohnya sentiasa menghubungkan garis peristiwa hidupnya dengan ungkapan-ungkapan al-Qur'an. Sayyid Quthb pula yang sejak kecil memiliki rasa hormat yang demikian agung dalam hatinya kepada al-Quran, sehiagga di akhir hayatnya, beliau dapat dengan tenang menyongsong syahadah di tiang gantung demi membela aqidahnya.

Oleh itu sudah sewajarnya seorang anak, sejak kecil diusahakan untuk memiliki ikatan-ikatan rohani melalui gema al-Quran. Sehingga jiwanya memiliki kejernihan, cahaya, keimanan dan keikhlasan. Menjadi tanggungjawab kedua ibu bapa untuk membuka mata anak sejak kecil untuk mengetahui prinsip baik dan buruk, masalah halal dan haram, benar dan salah, dosa dan pahala sebagaimana yang ditetapkan oleh al-Quran. Rasulullah SAW bersabda:"Suruhlah anak-anakmu mentaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya"(Riwayat Ibnu Jarir dan Ibnu al-Mundzir).

Ikatan rohani dalam jiwa anak

Pendidikan al-Qur'an adalah salah satu ikatan rohani yang paling efektif untuk mendidik jiwa seseorang. Rasulullah SAW bersabda: "Didiklah anak-anakmu dalam tiga perkara: mencintai Nabimu, mencintai keluarganya dan membaca al-Qur'an.

Sesungguhnya orang-orang yang membawa a!- Qur'an berada dalam naungan Arsy Allah ketika tidak ada naungan kecuali naungan Nya, bersama para nabi dan orang-orang suci."
(Riwayat ath-Thabrani).

Para ulama terdahulu telah menekankan kepentingan dan keutamaan pengajaran al-Qur'an agar dimulakan sejak zaman kanak-kanak. Dalam Muqaddimah-nya, Ibun Khaldun mengisyaratkan pentingnya mengajar dan menghafal al-Qur'an kepada anak-anak. Menurut beliau pengajaran al-Qur'an adalah dasar pengajaran dalam semua kurikulum sekolah di berbagai negara Islam O0. Al-Quran merupakan semboyan agama yang mengukuhkan akidah. Begitu juga Ibnu Sina, dalam kitabnya "as-Siyasah", menekankan kaum muslimin seharusnya mempersiapkan fizikal dan mental anak yang dimulakan dengan pengajaran al-Qur'an. Imam al-Ghazali dalam Ihyanya pula mewasiatkan pengajaran al-Qur'an, hadis dan cerita orang-orang soleh kepada anak-anak. Malah telah menjadi suatu kebiasaan para orang tua menyerahkan anak-anak mereka kepada seorang syaikh murabbi (pendidik) untuk diajar al-Qur'an. Sehingga roh mereka begitu tinggi, hati mereka khusyuk, air mata mereka mudah berlinangan bila mengingati Allah. Inilah kesan lantunan gema al-Quran, keimanan dan aqidah yang telah meresap ke dalam jiwa.

"Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah), (iaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah bergetarlah hati mereka." ( al-Hajj: 34-35).

Menumbuhkan Rasa Cinta pada al-Qur'an

Tak kenal maka tak cinta. Dari mana datangnya cinta ? Dari mata turun ke hati.

Ungkapan-ungkapan ini sering dilafazkan apabila kita berbicara tentang cinta. Oleh itu bagaimana menyuburkan rasa cinta dalam jiwa anak terhadap al-Qur'an? :hmmm: Dalam hal ini ibu bapa adalah pihak yang paling berperanan menjadi pembentuk cinta tersebut. Rasa cinta akan tumbuh subur dalam jiwa anak-anak apabila mereka sering melihat dan membaca Al-Quran. Anak-anak akan terpengaruh dengan persekitaran yang dilihat disekelilingnya. Hidup dalam suasana membaca Al-Quran, membincangkan atau menghafal ayat-ayat suci al-Qur'an dalam sebuah keluarga akan menumbuhkan rasa hormat dan menimbulkan kebanggaan dalam jiwa anak kepada al-Qur'an.

Perlihatkanlah kepada anak-anak suasana indah bersama Al-Quran. Tidurkan mereka dengan kisah-kisah dari Al-Quran. Bukannya dongengan dari kayangan. Dodoikan anak-anak dengan dendangan Al-Quran. Pujuklah mereka dengan janji-janji dari Al-Quran. Takutkan mereka dengan ancaman dalam Al-Quran. Bukan takut binatang atau hantu atau kegelapan.Biarkan mereka kenal Al-Quran dalam kehidupan. Jangan jadikan Al-Quran asing dalam kehidupan. Hanya disentuh apabila ada kematian atau diletakkan tinggi kononnya dimuliakan sehingga dibaca anai-anai.

Semaklah bacaan al-Qur'an anak-anak sebagaimana kita menyemak tugas sekolah mereka. Putarkan alunan Al-Quran melalui pita rakaman. Bukan hanya lagu-lagu yang mengasyikkan. Gemakanlah Al-Quran dalan jiwa anak-anak agar ia melahirkan generasi cinta Al-Quran O0.
Generasi tetap pendirian,
generasi yang hidup dengan semangat perjuangan.  :iyes:
Generasi yang sanggup menumpahkan darah demi mempertahankan Al-Quran.  :iyes:
Generasi bijak yang beriman.  :iyes:
Generasi yang berwawasan.  O0
Generasi al-Quran..  :iyes:
Ia bukan suatu dongengan. :wataw:

 :iyes:

Sumber:  aNNuur O0
http://nuuralif.blogspot.com/2006/08/risalah-membentuk-generasi-al-quran.html


Search Google: :koran:
http://www.google.co.id/search?q=Pendidikan+Al-Qur%27an&hl=id&start=0&sa=N
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #83 pada: 11 Februari 2008, 00:28:57 »
*** RUMAH QUR'ANI ***O0
http://www.arisprasetya.net/komunitas/modules.php?name=Top



(INFO) : PERMATA Persatuan Madrasah Tahfiz Al-Quran Malaysia :koran:
PERMATA merupakan wadah untuk menyatukan madrasah tahfiz dan huffaz seluruh Malaysia
http://www.tahfizmalaysia.com/


BUKU : Generasi Qur'ani :koran:
http://dagangankoe.multiply.com/reviews/item/26



Kutip
Category:   Books
Genre:    Childrens Books
Author:   KBI
Buku ini sangat baik untuk anak muslim, sebagai acuan dalam kehidupan sehari-hari. Di dalamnya memuat beberapa anjuran dan larangan yang terdapat di dalam Al-Qur'an. Disertai ayat Al-Qur'an yang memuat perintah tersebut. Penuh dengan gambar-gambar yang menarik sehingga mudah dimengerti oleh anak-anak. Contoh anjuran: taat kepada Allah & Rasul, berbakti kepada orangtua, berkawan dengan sesama manusia, dll. Contoh larangan: Melawan orangtua, mengolok-olok, iri hati, dll.

Buku perananku, ukuran: 22,5 x 29 cm, hard cover, 20 halaman full color.

Harga konsumen: Rp 40.000,-



BUKU : Tadabbur Al-Qur'an Kunci Pokok Membangun Generasi Qur'ani :koran:
http://shop.pustaka-islam.net/index.php?main_page=product_info&products_id=88




Jadikanlah Al-Quran Sebagai Sahabat  :iyes:
http://myquran.org/forum/index.php/topic,34985.0.html
« Edit Terakhir: 19 Februari 2008, 00:58:38 oleh ihsan »
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #84 pada: 13 Februari 2008, 17:23:09 »
MEMBANGUN GENERASI QUR�ANI
(Refleksi Peringatan Nuzulul Qur'an)

Pendais Haq
(Pengamat Agama, Sosial dan Budaya)

"Khaerukum man ta�allam al-Qur�an wa �allamah (al-Hadits)
(sebaik-baik kamu adalah yang mempelajari al-Qur�an kemudian mengajarkannya kepada orang lain)"

Bagi umat Islam, Kitab Suci al-Qur�an tidak sekedar berfungsi sebagai bacaan mulia dan media komunikasi dalam beribadah kepada Tuhan. Dalam Islam, bukan Nabi Muhammad s.a.w., tetapi al-Qur�an-lah yang menempati posisi yang paling sentral dari seluruh bangunan Islam, oleh karena seluruh petunjuk kehidupan dapat dicari rujukanya dalam Kitab Suci ini.

Dalam konteks inilah al-Qur�an disebut juga sebagai Imamnya orang-orang Islam. Inilah, antara lain, yang membedakan Islam dengan agama-agama lainnya, khususnya Nashrani. Bagi kaum Nashrani, bukan Injil, tetapi Jesus-lah yang merupakan sentral dari seluruh bangunan agama Nashrani. Dalam hal ini, al-Qur�an bagi umat Islam sejajar dengan Jesus bagi umat Kristiani. Bedanya, Jesus menjadi Tuhan bagi kaum Nashrani sedangkan al-Qur�an bagi umat Islam tetap merupakan firman suci sebagai Kitab Petunjuk ilahi, karena hanya ada satu Tuhan, yaitu Allah SWT, Sang Pemilik firman.

Karena al-Qur�an berfungsi sebagai Imam dan cahaya kehidupan bagi umat Islam maka Kitab Suci ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari umat Islam. Minimal sekali, al-Qur�an dibaca tujuh belas kali sehari semalam sebagai media komunikasi sang hamba dengan khaliknya dalam shalat.

Membaca al-Qur�an, minimal sekali Surah al-Fatihah, ditambah dengan surah-surah pendek semisal Qul Huwa Allah (al-ikhlash); Qul ya ayyuha al-kafirun (Surah al-Kafirun) merupakan keharusan dalam shalat. Tidak ada shalat tanpa membaca al-Fatihah. Dan al-Qur�an harus dibaca dalam bahasa aslinya (bahasa Arab) sebagai bahasa liturgi dalam mendirikan shalat. Para ulama sepakat bahwa tidak sah shalat yang menggunakan bahasa lain, selain bahasa al-Qur�an. Itulah sebabnya dalam masyarakat Islam yang agamis, belajar membaca al-Qur�an merupakan kewajiban utama dan pertama bagi anak-anak Muslim.

Sebagai firman suci dari Zat Yang Maha Takterbatas, maka makna yang dikandung oleh al-Qur�an sangatlah luas, dalam, dan juga tak terbatas.. Tidak ada satu penafsir pun yang mampu menguak seluruh makna dan kandungan al-Qur�an secara utuh. Selain itu penafsiran terhadap ayat-ayatnya tidak pernah final oleh karena tafsir yang merupakan karya manusia itu memang bersifat nisbi, terikat oleh ruang dan waktu. Itulah sebabnya selalu diperlukan upaya reinterpretasi terhadap ayat-ayat al-Qur�an, khususnya ayat-ayat yang menyangkut kehidupan nyata manusia, agar al-Qur�an senantiasa berdialog dengan manusia sesuai dengan ruang dan waktu di mana mereka berada. Inilah makna dari jargon yang berlaku di kalangan umat Islam bahwa �al-Qur�an senantiasa berkesesuaian dengan segala ruang dan waktu� (al-Qur�an shalih li kull zaman wa makan).

Mengapa Penting Memahami Al-Qur'an

Perintah untuk memahami kandungan al-Qur�an dan menghayati nilai-nilainya yang amat tinggi dan luhur datang dalam al-Qur�an dalam bentuk tersurat dan tersirat. Dalam bentuk tersurat, al-Qur�an, misalnya, menyatakan dengan nada peringatan: �apakah mereka tidak berusaha untuk mentadabburkan (memikirkan makna dan kandungan) al-Qur�an ataukah hati mereka sudah terkunci?� (QS.Muhammad/47:24).

Di ayat lain dikatakan: �Kitab yang telah Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka memikirkan ayat-ayatnya dan agar ulul albab (para cendekiawan) mengingat dan menarik pelajaran darinya�. (QS.Shad/38:29). Sedangkan ayat yang pertama kali turun kepada Rasulullah s.a.w. yakni, Iqra�, mencakup juga perintah membaca, meneliti, dan mendalami ayat-ayat Tuhan baik ayat-ayat quraniyyah maupun ayat-ayat kawniyyah.

Adapun perintah tersirat untuk memahami dan menghayati kandungan al-Qur�an dapat dipahami secara sangat gamblang dari pernyataan al-Qur�an sendiri bahwa ia diturunkan untuk menjadi petunjuk bagi manusia (QS.al-Baqarah/2:186); petunjuk khusus bagi orang-orang bertaqwa (QS.al-Baqarah/2:2).

Kalau al-Qur�an diturunkan untuk menjadi petunjuk universal bagi manusia dan petunjuk khusus bagi orang-orang bertaqwa maka merupakan keniscayaan untuk menggali kandungan maknanya dan menjabarkan isinya. Sebab, al-Qur�an yang sangat global itu tidak akan dapat diimplementasikan dalam kehidupan tanpa dijabarkan dan dijelaskan kandungannya.

Berangkat dari beberapa maklumat ayat di atas, maka sudah seharusnya ummat Islam dalam berbagai sektor, baik mereka yang berkecimpun dipermintahan, pendidikan maupun masyarakat biasa, untuk bersinergi membangun gerakan bersama untuk memahami Quran sekaligus mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Tentunya kepeloporan ini haruslah muncul dari kesadaran nurani yang tinggi dengan nawaytu yang ikhlas sebab obyek kajian adalah Kitab Suci yang berasal dari Zat Yang Maha Suci. Dia tidak menerima sesuatu kecuali yang suci pula. Itulah sebabnya kajian terhadap al-Qur�an tidak hanya melibatkan nalar sebagai instrumennya tetapi juga harus melibatkan qalbu sebagai pendekatan utamanya.

Oleh karena itu strategi yang digunakan untuk mengajak orang berpartisipasi haruslah benar-benar menggunakan pendekatan yang arif dan persuasi (bil hikmah wal maw�izhat al-hasanah) tanpa adanya perasaan digiring atau dipaksa. Sebab, tidak akan ada kemanfaatan yang diperoleh bila al-Qur�an yang suci itu dipaksakan ke dalam hati tanpa kesadaran yang muncul dari diri sendiri.

Upaya Membangun Generasi Qur'ani

Membangun generasi al-Qur�an adalah suatu istilah yang dikedepankan untuk memberi penekanan betapa pentingnya dan betapa mendesaknya umat Islam untuk segera kembali kepada Kitab Sucinya yang selama ini terkesan sangat diabaikan. Kembali kepada al-Qur�an di sini mengandung arti upaya mempelajarinya secara sungguh-sungguh, bukan sekedar sebagai pengisi waktu senggang, atau sekedar sebagai penenang dari jiwa yang kalut, dan lebih dari itu bukan sekedar ibadah ritual untuk meraih pahala sebesar-besarnya. Kembali kepada al-Qur�an lebih dari itu yakni, menggalakkan pengajarannya di kalangan anak-anak dan remaja Muslim sejak dini, baik baca tulis dan tilawahnya maupun kandungan ajaran dan nilai-nilainya.

Dengan demikian, semenjak awal anak-anak muslim sudah diisi jiwanya dengan semangat cinta al-Qur'an sebagai upaya sistematis untuk mempersiapkan mereka menjadi generasi yang bersemangat qura�ani, berucap dan berfikir secara qur�ani, bersikap dan bertindak menurut nilai-nilai qur�ani.

Sejatinya, kita mendambakan generasi Islam mendatang, khsususnya di daerah ini, sebagai generasi yang menjadikan al-Qur'an benar-benar sebagai imamnya, sebagai pemberi inspirasi dan hidayah, sebagai rujukan dan referensinya dalam membangun kehidupannya untuk memperoleh keselamatan dan kebahagiaan duniawi dan ukhrawi. Wallahu a'lam bissawab.

Sumber:
http://www.kendariekspres.com/news.php?newsid=3201
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #85 pada: 13 Februari 2008, 17:30:59 »
Menyiapkan Generasi Qur'ani

TIAP orang tua senantiasa akan mendambakan dan mengharapkan anak-anaknya kelak menjadi orang baik-baik. Golongan orang baik menurut Islam bisa diartikan sebagai orang-orang yang taat dan mengamalkan ajaran Islam sesuai tuntunan yang digariskan Al-Qur’an serta Sunnah Rasulullah (Hadits).  Demikian pula bagi umat Islam sudah barang tentu akan mendambakan generasi berikutnya menjadi lebih baik dalam segala hal, sosok manusia seperti ini dapat dikategorikan sebagai generasi qur’ani.

Karena itu, mentradisikan belajar Al Quran sejak dini atau bahkan sejak bayi dalam kandungan memiliki nilai strategis dan merupakan daya upaya untuk menyiapkan generasi Qurani dimasa mendatang.

Generasi Qurani yang telah dibentengi dengan Al Quran itu diharapkan mampu menyelamatkan peradaban dunia. Diharapkan dengan upaya tersebut, anak-anak tidak ikut larut mensikapi pola hidup yang negatif dan bertentangan dengan akidah Islam akibat pengaruh serta ekses globalisasi. Menyiapkan generasi Qurani guna menyongsong masa depan umat Islam, maka perlu diajarkan Al Quran sejak usia dini terutama bagi yang merindukan anak atau generasi shalih dan shalihah dimasa mendatang.

Al-Qur’an sendiri telah mengisahkan tentang Nabi Zakaria yang khawatir akan kelangsungan generasi berikutnya. Dalam kisahnya sang Nabi bermunajat kepada Allah SWT bahwa dirinya mengeluhkan tentang kondisinya yang mulai udzur, rambutnya telah ubanan, dan istrinya pun mandul. Nabi Zakaria sangat mendambakan dan menginginkan anak untuk menjadi ahli waris perjuangannya kelak. Setelah memohon dengan ikhlas maka Allah mengabulkan permohonannya dengan memberikan seorang anak yang diberi nama Yahya, artinya hidup. Apa yang Nabi Zakaria mohonkan kepada Allah SWT ternyata tak sia-sia, sebab anaknya Yahya tumbuh sebagai sosok manusia yang memegang erat kitab Allah, sejak kecil sudah memiliki sifat pengasih, rendah hati, baik kepada kedua orang tuanya, tak sombong, tak plin plan apalagi durhaka.

Keinginan dan kekhawatiran Nabi Zakaria seperti kisah di atas menggambarkan realitas sesungguhnya, bahwa setiap manusia hidup menginginkan untuk memiliki anak sebagai generasi penerus pewaris perjuangannya. Setiap fase kehidupan peradaban manusia mengharapkan generasi penerus yang akan melanjutkan perjuangan dan kepemimpinannya. Begitu pula semua umat manusia senantiasa menginginkan sebuah suksesi kepemimpinan bagi umatnya. Langkah yang perlu dilakukan dalam suksesi ini diisi dengan kegiatan pembinaan dan bimbingan yang terus menerus, terutama pembinaan akidah bagi generasi muda.

Islam menaruh harapan yang besar kepada para pemuda untuk menjadi pelopor dan motor penggerak dakwah Islam. Pemuda adalah kelompok masyarakat yang memiliki berbagai kelebihan dibandingkan dengan kelompok masyarakat lainnya, diantaranya adalah bahwa mereka relatif masih bersih dari pencemaran (baik aqidah maupun pemikiran), mereka memiliki semangat yang kuat dan kemampuan mobilitas yang tinggi.

Adapun generasi muda yang baik adalah pemuda yang memiliki karakteristik sebagai berikut:

1. Beramal/bekerja berdasarkan keimanan/aqidah. "Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?" (QS Haa Miim [41]: 33).

2. Bekerja membangun masyarakat. "Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.” (QS Al Kahfi [18]: 7)

3. Bermanfaat untuk ummat dan masyarakatnya. "Dan Katakanlah: 'Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu'min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.' (QS At Taubah [9]: 105).

Lebih dari itu, pemuda hendaknya menyadari bahwa mereka haruslah menjadi kelompok yang mampu mempresentasikan nilai-nilai Islam secara utuh bagi masyarakat, yaitu:

1. Mereka menjadi generasi yang hidup qalbunya karena senantiasa dekat dengan al-Qur'an, dan tenang dengan dzikrullah (QS 13/28) [1], bukan generasi yang berhati batu (QS 57/16) [2] akibat jauh dari nilai-nilai Islam, ataupun generasi mayat (QS 6/122) [3] yang tidak bermanfaat tetapi menebar bau busuk kemana-mana.

2. Dalam menghadapi kesulitan dan tantangan, maka para pemuda harus sabar dan terus berjuang menegakkan Islam, hendaklah mereka berprinsip bahwa jika cintanya kepada Allah SWT benar, semua masalah akan terasa gampang.

3. Dalam perjuangan, jika yang menjadi ukurannya adalah keridhoan manusia maka akan terasa berat, tetapi jika ukurannya keridhoan Allah SWT maka apalah artinya dunia ini (QS 16/96) [4].

Oleh sebab itu, yang dinamakan generasi Qur'ani disini adalah generasi yang tidak sekedar bisa baca ayat-ayat Al-Qur'an, tapi sebaliknya mengamalkan kandungannya. Sebab, Al-Quran  yang  secara  harfiah  berarti  bacaan  sempurna merupakan  suatu  nama  pilihan  Allah  yang  sungguh tepat, karena tiada satu bacaan pun sejak  manusia  mengenal  tulis baca  lima  ribu  tahun  yang  lalu  yang  dapat  menandingi Al-Quran Al-Karim, bacaan sempurna lagi mulia itu.

Mengulang-ulang membaca ayat Al-Quran menimbulkan penafsiran baru, pengembangan gagasan, dan menambah kesucian jiwa serta kesejahteraan batin.  Berulang-ulang  membaca  alam  raya, membuka   tabir  rahasianya  dan  memperluas  wawasan  serta menambah kesejahteraan lahir. Ayat Al-Quran yang  kita  baca dewasa ini tak sedikit pun berbeda dengan ayat Al-Quran yang dibaca Rasul dan generasi terdahulu. Alam raya pun demikian, namun   pemahaman,   penemuan   rahasianya,  serta  limpahan kesejahteraan-Nya terus berkembang, dan  itulah  pesan  yang dikandung   dalam  Iqra  wa  Rabbukal  akram  (Bacalah  dan Tuhanmulah  yang  paling  Pemurah).  Atas   kemurahan-Nyalah kesejahteraan demi kesejahteraan tercapai.

Wahyudin Ghazali

Sumber:
http://gp-ansor.org/?p=2269
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #86 pada: 13 Februari 2008, 17:39:50 »

FUNGSI DAN TUJUAN

Fungsi:
Sebagai wahana pelayanan ummat dalam bidang pendidikan dan pengajaran Al Quran terutama untuk kalangan anak-anak di lingkungan masjid, mushalla dan sebagainya

Tujuan:
Mewujudkan generasi Qurani yaitu generasi ummat yang beriman dan bertaqwa yang menjadikan Al Quran sebagai bacaan utama dan pedoman hidupnya, berakhlak muliam sehat, cerdas dan mempunyai kemandirian yang dinamis serta rasa tanggungjawab social yang tinggi dalam tatanan masyarakat madani.

Motto:
Visi dan misi lembaga dicerminkan dalam motto:

Menyiapkan Generasi Qurani Menyongsong Masa Depan Gemilang
:iyes:

AKTIVITAS LEMBAGA

   1. Mengadakan penelitian dan pengembangan konsep-2 kependidikan yang qurani
   2. Menyelenggarakan kegiatan pendidikan, penataran dan/atau pelatihan bagi calon guru TKA/TPA dan TQA
   3. Memberikan bimbingan dan arahan dalam upaya mendirikan unit TKA/TPA dan TQA
   4. Mengkoordinir pembinaan unit TKA/TPA dan TQA
   5. Membantu pelayanan bimbingan baca-tulis al Quran bagi masyarakat luas
   6. Menyediakan sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar di TKA/TPA dan TQA
   7. Mengadakan usaha lain yang menunjang fungsi dan tujuan lembaga
   8. Menjalin kerjasama kemitraan dengan instansi pemerintah dan swasta dalam rangka memperlancar terwujudnya usaha serta program lembaga

:koran:






Tentang Pusat Layanan al Quran (PLQ)
http://layananquran.com/
 :koran:

DASAR PEMIKIRAN

Al-Quran adalah kitab petunjuk bagi umat manusia seluruhnya yang mengantarkan kepada kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Realitas umat Islam pada umumnya dewasa ini belum akrab dengan al-Quran baik dalam mempelajari, memahami, apalagi dalam mengamalkannya. Al-Quran belum menjadi tuntunan hidup. Bahkan ada kecenderungan masyarakat yang memfungsikan al-Quran secara parsial sebatas memiliki, membaca, atau menggunakannya untuk acara-acara seremonial dan ritual tertentu saja.

Sadar atas kenyataan yang masih memperihatinkan seperti ini, kita merasa terpanggil untuk mensosialisasikan al-Quran seluas-luasnya :iyes: dan terus mengupayakan agar masyarakat semakin mencintai, mempelajari, memahami, mengamalkan dan menjadikan al-Quran sebagai petunjuk.

Dalam rangka mewujudkan harapan yang sangat mulia ini, maka berdirilah Pusat Layanan al-Quran yang berkedudukan di Jakarta.

VISI

Memasyarakatkan al-Quran dan menjadikannya sebagai pedoman hidup. :iyes:

MISI

Mewujudkan masyarakat yang mencintai al-Quran.
Mewujudkan masyarakat yang aktif mempelajari, memahami dan mengamalkan al-Quran.
Mewujudkan masyarakat yang aktif mendakwahkan dan menyebarluaskan al-Quran.

MOTTO

Maju dan Bahagia bersama al-Quran.

PROGRAM KEGIATAN

Melayani pelatihan-pelatihan dan penyediaan modul-modul: BBQ (belajar baca al-Quran), tahsin, tahfidz, terjemah dan tafsir al-Quran.
Melayani penyediaan guru-guru, Imam dan qori al-Quran.
Melayani ceramah, seminar, dan kajian-kajian tentang al-Quran.
Melayani Konsultasi Online dan Call Center tentang al-Quran.
Membangun jaringan dan kemitraan dengan lembaga maupun instansi yang bergerak dalam bidang layanan al-Quran.

Kutip:
http://layananquran.com/plq/index.php?option=com_content&task=view&id=5&Itemid=26
« Edit Terakhir: 15 Februari 2008, 00:49:52 oleh ihsan »
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #87 pada: 15 Februari 2008, 00:00:32 »
Belajar Al QuraanKESADARAN MUSLIM PERKOTAAN MAKIN TINGGI
 :koran:

KH Khaerul Yunus:

Ada pergeseran meNarik pada umat Islam Indonesia dalam soal mempelajari Alquran. Dulu, mereka yang melek terhadap Alquran terdapat di kampung-kampung, sehingga tak sedikit keluarga yang akan menikahkan putrinya untuk melakukan khatam (tamat) Alquran menjelang acara pernikahan.

Kini, kondisinya sedikit berbalik. Kesadaran melek Alquran justru kini muncul di perkotaan. ''Karena mereka secara terbuka bisa menerima berbagai metode mutakhir untuk mempelajari Alquran,'' ujar KH Khaerul Yunus, salah seorang pengasuh Pondok Pesantren Tarbiyatun Nisaa, Bogor kepada Republika, Rabu (14/9).

Masyarakat pedesaan, katanya, sangat sulit untuk menerima pembaharuan metode mempelajari Alquran. Bahkan, kata dia, ada yang sampai mengharamkan adanya metode yang baru mempelajari Alquran.

Padahal, kata dia, metode baru kerap kali muncul untuk menyempurnakan metode yang sebelumnya ada. Tujuannya adalah untuk memudahkan cara belajar, untuk memperoleh hasil akhir yang sama, yaitu melek huruf Alquran.

Berikut ini, wawancara lengkap dengan kiai yang sering memberi pelatihan metode Iqra ke berbagai daerah di Indonesia:

Bagaimana kondisi buta hurup Alquran di kalangan umat Islam Indonesia?

Kalau kita lihat dari hasil penelitian yang disampaikan Muhammadiyah pada tahun 1989 disebutkan dari lulusan Sekolah Dasar (SD) di Indonesia ada sekitar 80 persen yang tidak bisa membaca Alquran. Artinya, hanya sekitar 20 persen saja dari lulusan SD yang mampu membaca Alquran. Itu berarti untuk tingkat yang lebih atas: SMP dan SMA bisa jadi angkanya makin bertambah kecil, yang bisa membaca Alquran angkanya hanya kecil saja.

Selain itu, pada acara penataran metode Iqro di lingkungan Yayasan Pesantren Islam Al Azhar Kebayoran Baru Jakarta Selatan tahun 1991, Rusydi Hamka yang menjadi ketua yayasan dalam sambutannya mengatakan tidak menjamin para lulusan SMP-SMA Al Azhar dapat membaca Alquran. :wataw:

Nah, bagaimana dengan lulusan SD? Itulah salah satunya yang memotivasi lahirnya metode Iqra yang dikembangkan oleh almarhum As'ad Humam dari Yogyakarta, yang kemudian dikembangkan ke seluruh Indonesia.

Kondisi terkini bagaimana?

Dengan adanya gerakan mempelajari Alquran di mana-mana, :iyes: terutama setelah adanya metode Iqra, bisa jadi persentase mereka yang tidak mampu membaca Alquran saat ini mulai berkurang, apalagi kalau kita lihat dukungan Pemerintah Daerah terhadap perkembangan kegiatan Taman Kanak-Kanak Alquran maupun Taman Pendidikan Alquran di seluruh Indonesia. Kita pun berharap, mereka yang mampu membaca Alquran masih tersebar luas, dan mereka yang buta hurup Alquran makin berkurang. Yang menarik, justru yang giat mempelajari dan melek Alquran banyak terjadi di perkotaan.

Mengapa bisa begitu?

Pada jaman dulu, di kampung-kampung, orang akan merasa malu dan minder kalau tidak mampu membaca Alquran. Bahkan, seorang ayah yang akan menikahkan putrinya, mengharuskan putrinya untuk khatam (tamat) Alquran sebelum naik ke pelaminan. Istri saya misalnya, ia naik panggung dan khatam Alquran sebelum melangsungkan akad nikah. Setiap surat yang dibaca, hadirinpun nyawer (melemparkan uang, red) kepada sang calon pengantin wanita. Masyarakat kampung saat itu berpandangan, seorang calon ibu haruslah pandai membaca Alquran, agar kelak dapat mengajar anak-anaknya membaca Alquran. :iyes:

Nah, yang terjadi sekarang justru sebaliknya. Masyarakat kota yang malah melek Alquran. Mereka dengan getol tanpa mengenal malu, belajar ke mana-mana berbagai metode yang memudahkan untuk mempelajari Alquran. Sedang masyarakat di kampung, tidak mau beranjak dari metode yang lalu. Bahkan tak sedikit di antara mereka sampai ada yang mengharamkan metode untuk mempelajari Alquran. Mereka mengatakan, metode mempelajari Alquran itu bidah. Subhanallah.

Lantas, kira-kira apa yang salah sampai masyarakat kampung kalah dari masyarakat kota dalam soal membaca Alquran?

Karena sekarang ini tak dikenal lagi doktrin khatam Alquran bagi calon pengantin wanita. Padahal itu dampaknya sangat positif. Yang ada sekarang ini, setiap resepsi pernikahan di kampung-kampung justru hanya acara hura-hura. :toktok: :wataw: Acara tiga hari tiga malam. Malam pertama ada goyang dangdut, malam kedua ada wayang golek dan baru malam ketiga ada kyai untuk mencuci dosa-dosa malam sebelumnya :wataw: :wataw:. Masyarakat kota sekarang lebih sadar dan ngeh ketimbang masyarakat kampung. Mereka bahkan banyak yang merasa bangga menyekolahkan anaknya ke TKA ketimbang TK umum. Karena selain dapat membaca Alquran dengan baik dan fasih, anaknya pun ternyata mampu membaca hurup latin dengan lancar. Ini kelebihan yang ada pada Taman Kanak-Kanak Alquran (TKA). Selain itu, para orang tua pun senang karena anaknya kelak dapat mendoakan mereka.

Sebenarnya ada berapa banyak metode yang dikenal di Indonesia untuk mempelajari Alquran?

Cukup banyak. Metode pertama yang kita kenal untuk memelajari Alquran disebut Baghdadiyah. Metode ini bagus pada jamannya. Kelebihannya, metode Baghdadiyah ini lahir sebelum adanya metode-metode yang lain. Karena itu saya sangat tidak setuju bila dikatakan metode ini kurang baik. Saya sendiri bisa membaca Alquran dengan baik seperti sekarang ini karena belajar dengan cara Baghdadiyah yang pada jaman dulu memang dikembangkan oleh hampir seluruh ustadz dan guru mengaji.

Kedua, Metode Qira'ati. Metode ini sangat bagus dan menjadi cikal bakal dari lahirnya Metode Iqra. Methode ini ditemukan dan dikembangkan oleh KH Dahlan Zarkasyi dari Semarang. Sayangnya, buku panduan metode ini tidak mudah didapat di tempat umum.

Ketiga metode An-Nur. Metode ini hanya cukup untuk usia dewasa karena menggunakan simbol-simbol seperti tentara untuk tanda dlammah.

Keempat metode Iqra. Metode ini sangat variatif dan fleksibel. Mulai dari balita (anak-anak berusia di bawah lima tahun) hingga batuta (bapak tujuh puluh tahun). Istimewanya lagi, buku panduan metode Iqra mudah didapat di mana-mana, bertebaran hampir di tiap daerah Indonesia. Selain itu, untuk melakukan bimbingan dan pelatihan tak perlu mendapat diploma atau pengesahan seperti yang ada pada metode lain. Seseorang yang sudah mampu mengajarkan metode Iqra dengan baik, dapat melatih orang lain tanpa perlu adanya pengesahan.

Seberapa penting peran guru dalam meningkatkan kemampuan baca Alquran?

Wah, sangat penting. Peran guru atau ustadz itu sangat penting. Tapi, guru atau ustadz harus memiliki keikhlasan yang amat tinggi, lillahi ta'ala. Pesan Imam Ghazali, ''Kullu ma kharaja minalqalbi dakhala ilalqolbi, wa kullu maa kharaja minalfammi dakhala ila al-udzuni'' (Sesuatu yang keluar dari hati guru yang ikhlas, akan masuk ke dalam hati anak. Tapi, bila sekadar keluar dari mulut guru/ustadz tanpa keikhlasan, maka hanya akan masuk ke dalam telinga anak). Ikhlas tak boleh diartikan gratis alias tanpa bayar, karena itu kemudian disalahfahami dengan 'pekerjaan yang dilakukan asal-asalan'. Padahal ciri amal saleh adalah suatu pekerjaan dikerjakan penuh ketekunan dan keseriusan. Rasulullah SAW bersabda, ''Innallaha yuhibbu idzaa 'amila ahadukumul 'amala an yutqinahu'' (Sesungguhnya Allah sangat mencintai seseorang yang bekerja dengan penuh ketekunan dan kesungguhan.)

Sumber:
Belajar Al QuraanKESADARAN MUSLIM PERKOTAAN MAKIN TINGGI
http://www.immasjid.com/?pilih=lihat&id=232
 :yihaa:

Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #88 pada: 18 Februari 2008, 21:49:42 »
Brigadir Jenderal Polisi Dr. H. Untung S. Rajab Mendakwahkan al-Quran di mana saja
 :koran:

Setiap orang yang mendengar kata polisi, maka yang terkesan adalah kedisiplinan, kaku, dan angker. Bertemu dengan mereka berarti berhadapan dengan kesan-kesan tersebut. Namun kesan tersebut ternyata tidak selamanya benar. Ketika Sahabat Quran mengunjungi Markas Besar Polri beberapa waktu lalu, kami disambut dengan suasana kehangatan dan kekraban, baik oleh staf karyawan maupun oleh tuan rumah yang kali ini kami wawancarai.

Meskipun jabatan yang disandangnya kini adalah Brigadir Jenderal, namun tidak ada kesan angkuh dan sombong muncul dari beliau. Beliau adalah Dr. H. Untung S. Rajab, yang saat ini berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjend), bertugas di Bareskrim Mabes Polri.

Profil beliau sangat menarik diangkat terkait dengan kepribadian yang dimiliki oleh seorang Petinggi Polisi. Ketika wawancara hendak dilakukakan, kami diminta untuk menunggu beliau yang sedang melakukan sholat zhuhur. Inilah salah satu komitmen kuat yang ada pada beliau, tetap ingat pada kewajiban agama di tengah kesibukan pekerjaan dan tugas-tugasnya.

Banyak hal yang beliau ceritakan dalam wawancara bersama reporter Sahabat Quran. Pak Untung menjelaskan bahwa apa yang dia lakukan selama ini di kepolisian adalah bagian dari tugas profesinya sebagai anggota polisi dan sebagai pribadi seorang Muslim. Bagi Pak Untung, menjadi polisi tidak hanya dituntut untuk profesional dalam mengemban tugas. Lebih dari itu, sebagai Muslim, niat menjalankan dakwah dalam pekerjaan juga harus tertanam. Dakwah adalah kewajiban setiap Muslim di mana pun dia berada dan berprofesi. :topOK:

Hal itu beliau buktikan dengan memberikan teladan yang baik di lingkungan kerjanya, baik itu dengan bawahan maupun atasannya, bahkan kepada masyarakat, yang secara langsung ia hadapi. Baginya, dakwah bil hal, dengan pemberian tauladan langsung merupakan sarana yang paling tepat dalam berdakwah. Dengan merendah, beliau selalu mengatakan bahwa beliau tidak pantas untuk memberikan ceramah-ceramah agama di atas mimbar, mengajak orang secara luas, karena bukan di situ keahliannya. Walau begitu, bukan berarti kewajiban mendakwahkan al-Quran gugur begitu saja. Kita semua yakin kalau al-Quran itu adalah benar serta dapat memberikan berkah dalam kehidupan. Sayangnya tidak semua orang yakin atas itu. Maka tugas kita yang sudah yakin inilah membuat orang-orang yang ada disekitar kita yakin. Ujarnya di sela-sela wawancara.

Adapun hal-hal kongkrit yang beliau lakukan sebagai bukti dari dakwahnya adalah menasehati rekan kerja dan bawahan untuk selalu mengaji. :iyes: Seperti misalnya bila ada seorang anggota Polisi yang menghadap kepadanya kemudian minta arahan dan petunjuk darinya, maka Pak Untung akan bertanya apa agamanya? Kalau dia Muslim maka bawahannya itu disarankan untuk membaca al-Quran sampai khatam, karena al-Quran adalah sumber petunjuk, demikian menurut Pak Untung. Dakwah seperti ini Saya lakukan dengan suasana yang tidak formal. Ketika kumpul satu orang, saya akan berusaha menasehatinya. Ketika ada kumpul lima orang, maka sebaik mungkin saya pergunakan kesempatan itu untuk saling menasehati, karena itu perintah al-Quran.

Kesempatan tersebut semakin terbuka luas ketika dirinya diberikan amanah sebagai pemimpin. Dengan kepercayaan tersebut, Pak Untung menggunakannya untuk menegur kesalahan dan kekeliruan yang dilakukan oleh bawahannya secara lebih mudah. Ketika ada bawahan yang menyalahgunakan profesinya, maka Pak Untung akan segera menegur dan mengingatkan bawahannya akan nilai-nilai agama. Saya akan selalu mengingatkan mereka bahwa suatu saat nanti mereka akan mati dan mempertanggungjawabkan semua perbuatan mereka. Dan kematian itu bisa datang kapan saja. Ini tidak hanya peringatan untuk mereka saja sebenarnya. Peringatan ini sebenarnya peringatan untuk saya juga. Karena kalau kita ingat kematian, kita tidak akan berpikir lagi untuk berbuat dosa, kesalahan, dan kezaliman. Makanya, Sayyidina Ali pernah mengatakan bahwa cukuplah kematian menjadi peringatan dan pegangan dalam kehidupan kita. Itu yang berulang kali saya katakan kepada anak buah saya. Paparnya.

Maka tidak heran kemudian bila rekan kerja yang sempat kami temui mengatakan bahwa Pak Untung adalah sosok pemimpin yang ideal. Beliau tidak hanya profesional dalam kerja, lebih dari itu beliau adalah pemimpin spiritual yang pantas dijadikan teladan bagi bawahan-bawahannya.

Tidak berhenti di situ saja. Pak Untung juga pernah mengadakan semakan al-Quran rutin di lingkungan kepolisian sebagai usaha untuk mendakwahkan dan mendekatkan anggota polisi kepada al-Quran. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu usaha untuk mendatangkan keberkahan al-Quran di kepolisian.

Selain itu, sebagai bukti kecintaan dan komitmennya dalam mendakwahkan al-Quran, bapak tiga anak ini mendirikan sebuah pondok pesantren bagi siswa-siswa yang kurang beruntung dan terancam putus sekolah yang ingin menghafalkan al-Quran. :iyes:

Beliau membiayai segala kebutuhan para santri yang ada di pesantren tersebut. Dari pada saya pergunakan uang saya untuk pergi ke klub dan cafe-cafe yang mungkin memberikan kebahagiaan sesaat, saya lebih baik mempergunakan uang saya untuk membantu anak-anak tersebut, yang tentunya mendatangkan kebahagiaan yang sesungguhnya kepada saya. Dan tentunya, saya melakukan hal tersebut karena Allah menyukai itu. Paparnya.

Sebagai Jenderal polisi, Pak Untung merasa bahwa tanggung jawabnya saat ini bukanlah hal yang ringan. Karena keadilan dari Umara (pemerintah), dimana saat ini beliau berada, adalah salah satu pilar yang bisa mengantarkan suatu negara dan bangsa menuju kerahmatan. Inilah tugas kita, keadilan kita sangat menentukan nasib bangsa ini. Karena seperti yang disabdakan oleh Nabi Muhammad, pilar kebahagiaan umat adalah keadilan dari umara, keilmuan para ulama, dan doa para faqir miskin. Saat ini posisi kita adalah sebagai pemimpin bangsa. Maka sudah seharusnya kita menegakkan keadilan tersebut. Ujarnya kepada rekan kerja yang pada kesempatan tersebut turut dalam obrolan Sahabat al-Quran.
Inilah tokoh umara, pemimpin yang patut dijadikan contoh oleh para pemimpin-pemimpin bangsa lainnya. :iyes:

sumber:
SAHABAT AL-QURAN
http://sahabatal-quran.blogspot.com/2008_01_01_archive.html



Kolonel H. Lukman Saksono; Staf Ahli TNI AD ahli Struktur al-Quran[/b][/color]
 :koran:

Lukman Saksono, seorang Staf Ahli Litbang TNI Angkatan Darat. Ditemui Sahabat Quran di kantornya, pria yang lahir di Kediri tanggal pada tanggal 25 September 1951 dan meraih gelar Profesor di Harvard International University, USA dalam bidang Manajemen juga Professor in Philosophy, Northern California Global University, USA tahun 1991 ini menuturkan pengalaman hidupnya hingga menghasilkan sebuah karya berjudul Dasar Psikologi Al-Quran. Siapa sangka, seorang Letnan ABRI memiliki pemahaman luas tentang keislaman, termasuk ilmu laduni yang menjadi salah satu senjata beliau dalam penyusunan buku ini, berikut reportasenya.

Bapak sebagai sumber inspirasi
Di awal perbincangan, beliau menuturkan bahwa beliau sangat mengagumi Bapak beliau yang bernama Ashraf. Bapak Ashraf sendiri lahir di Kediri, anak ke 15 dari 16 bersaudara yang hampir semuanya adalah tentara.
Ketika berkunjung ke Pesantren Mualimat, di situlah ayahanda Bapak Lukman bertemu dengan ibunda tercintanya. Ternyata, Bapak Ashraf juga pernah menjadi santri di sebuah pesantren yang mengajarkan ilmu hikmah, yakni ilmu yang di antaranya menjadikan ayat-ayat Al-Quran sebagai penyembuh.
Sosok Bapak di mata Pak Lukman adalah sosok yang tampan, cerdas, pesilat hebat, seorang senimanBapak Ashraf ahli menggambar wayang, mengerti karakteristik tokoh-tokoh perwayanganditambah, beliau memiliki tulisan tangan yang bagus, latin maupun Arab. Saya pernah ditantang untuk menulis arab dengan menggunakan khat Farisi, jelas Pak Lukman bersemangat.
Selain itu, setiap pulang dari tugas dinas, Bapak Ashraf senantiasa membawa pulang dua hingga empat dus. Beliau tidak pernah mengatakan apa isinya, blek..diletakkan begitu saja.. Sampai suatu ketika Lukman remaja pun bertanya kepada ibunya. Ternyata, setelah dibuka, dus-dus itu berisikan berbagai macam buku. Buku-buku regional seperti tentang Palopo, Manadotergantung daerah yang dikunjungi, maupun buku-buku dari berbagai belahan dunia, Mesir dan sebagainya. Beliau tidak membawa kue, makanan tetapi BUKU, imbuh beliau dengan mata berbinar.
Tidak hanya itu, sedari kecil, Bapak Lukman telah ditanamkan kecintaan terhadap buku. Ketika mengunjungi Uwak dan Paman-pamannya, Bapak Lukman selalu disangoni uang sekitar 50 hingga 100 perak. Uang itu kemudian ia belanjakan untuk membeli buku. Ada tiga toko buku beliau sambangi. Buku-buku yang ia beli antara lain seperti Pedoman Pembagian Pusaka terbitan al-Maarif, Sendi Agama, bahkan buku yang harusnya baru dipelajari di Madrasah Aliyah habis dilalapnya.

Gemar Membaca Al-Quran

Sewaktu kecil, tetangga Bapak Lukman membuka pengajian kecil-kecilan dari jam 15.00 sampai 17.00 WIB. Kecil-kecilan karena pengajian tersebut diadakan di ruang tamu, dan jumlah santrinya pun belum terlalu banyak. Seiring perjalanan waktu, warga kampung pun turut memberikan perhatian, sehingga didirikanlah madrasah yang berada di samping masjid, dan dinamakan madrasah al-Huda.
Bapak Lukman yang termasuk angkatan pertama rajin mengikuti pengajian ini, jikalau pagi hingga siang beliau sekolah, dilanjutkan dengan sekolah Arab sore harinya, lalu diteruskan dengan Pengajian Malam, Bahkan kita sampai tidur di masjid kala itu kenang Pak Lukman. Terkadang pada hari-hari tertentu, dengan berkendara sepeda, Bapak Lukman dan kawan-kawan pergi ke lain desa untuk berguru kepada H. Abdul Halim, untuk mengikuti pelajaran Qiraat al-Quran(Nagham).

Ketika SMA, beliau telah memiliki ratusan murid ngaji. Pengajian itu diadakan di serambi rumah. Pengalaman mengajar yang lain, beliau yang sering menjuarai event-event perlombaan berbagai tingkat itu pernah mengajar tilawah santri wanita, tapi dari balik tabir.
Soal membaca Al-Quran jangan ditanya, beliau telah mengaji di Pondok Pesantren Pedes Jombang dengan Ustadz Munawir tentang bagaimana mengucapkan makharij al-huruf dengan baik. Satu minggu itu hanya untuk belajar membaca al-Fatihah dengan makhraj yang benar, imbuh beliau.
Beliau juga memohon doa kepada Ustadz Munawir agar Allah memberinya kesempatan untuk mewujudkan cita-citanya menjadi tentara, dan jawaban Ustadz Munawir hanyaDADI KOWE!!

Berbekal doa dan niat yang kuat, Bapak Lukman pun berusaha dengan giat mempersiapkan diri untuk masuk AKABRI. Beliau yang masih duduk di SMAN Kediri itu pun membeli buku contoh-contoh soal ujian SMA. Ia juga kerap bertanya kepada mahasiswa AKABRI tentang apa saja yang harus dipersiapkan, maka dengan giat beliau latihan fisik, membeli buku-buku yang melatih kemampuan Inteligent Quotience(IQ), dan latihan itu ia jalani berulang-ulang untuk mendapatkan hasil yang baik. Akhirnya, beliau pun diterima di AKABRI, padahal masih duduk di bangku SMA dan beliau yang satu rating dengan Presiden SBY ini pun menjadi anggota termuda di angkatannya
Ketika masuk AKABRI, beliau merasa kagum dengan kedisiplinan yang ada di lembaga negara ini. Termasuk dalam hal shalat, beliau menjelaskan bahwa kegiatan shalat selalu dikontrol, siapa yang tidak menunaikan shalat, terutama shalat yang sifatnya massal seperti shalat berjamaah dan shalat jumat, maka ada sanksinya. Begitu juga dengan penganut agama lain, manakala tiba waktu menjalankan ibadah, setiap orang wajib mengikutinya, sesuai dengan kepercayaannya masing-masing, Kalo hari Minggu umat Kristiani pergi ke gereja, maka yang beragama Islam menunaikan shalat subuh, kata beliau.

Bapak Lukman yang merupakan anak sulung di keluarganya ini adalah taruna yang berani menghadap Menteri Agama pada waktu dia masih menjadi Sersan Taruna, Prof Dr. HA. Mukti Ali. Sersan Lukman menyatakan kegelisahannya kepada Bapak Mukti Ali bahwa di asrama AKABRI, taruna non Islam memiliki identitas jelas di setiap lemarinya, oleh karena itu, Bapak Lukman memohon kepada beliau agar menyediakan untuk taruna muslim memiliki Terjemah Al-Quran di setiap meja belajar, Kaligrafi bertuliskan lafal tahlil, juga disediakan sajadah di gantungan handuk para taruna muslim. Dan untuk pertama kali dalam sejarah, setiap taruna memiliki terjemah Al-Quran, Kaligrafi bertuliskan Laa Ilaaha Illallah serta sajadah sebagai wujud identitas mereka sebagai muslim aku beliau.
Kedisiplinan beragama juga tampak ketika shalat Jumat, setiap shalat Jumat wajib diabsen. Beliau juga pernah menginstruksikan agar para taruna tidak hanya melaksanakan shalat di lingkungan kampus, tapi juga ke luar kampus. Bahkan para taruna pernah menempuh jarak Magelang-Yogya untuk mengikuti kuliah subuh.
Akibatnya, teman-teman beliau mengakui, bahwa mereka jadi semakin rajin menjalankan ibadah semenjak masuk AKABRI.

sumber:
SAHABAT AL-QURAN
http://sahabatal-quran.blogspot.com/2008_01_01_archive.html
« Edit Terakhir: 18 Februari 2008, 21:54:49 oleh ihsan »
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #89 pada: 19 Februari 2008, 01:11:09 »
Kajian :koran:
Ust. Sarbini:
Membentuk Generasi Rabbani
http://www.electronicfiles.net/files/8979/Rabbani.rar


Jadikanlah Al-Quran Sebagai Sahabat
http://myquran.org/forum/index.php/topic,34985.0.html



Love Qur'an ,Cara Cerdas Paham Al-Qur'an sejak Dini
BELAJAR AL-QUR'AN ITU MENYENANGKAN...  :iyes: :yihaa:
Cara kreatif belajar Al-Qur'an yang melejitkan SQ, EQ, dan IQ dan kecerdasan majemuk anak Anda sekaligus !
http://www.chipput.com/

:yihaa:




http://www.anak-soleh.com/index.php?page=shop.browse&category_id=9&option=com_virtuemart&Itemid=31&vmcchk=1


http://www.sahabatmuslim.com/product_info.php?products_id=437&osCsid=69ca2f536e0ddd1c9ba4710946280070


VCD Murottal Anak Juz Amma & Terjemahan
http://bsikharisma.multiply.com/reviews/item/24

Kutip
Al Quran adalah kitab suci umat Islam, yang juga merupakan Pedoman hidup manusia. Tarbiyah (pendidikan) Al Quran adalah pendidikan terbaik untuk mencetak manusia unggulan. Pendidikan Al Quran mutlak dilakukan sedari dini. VCD Murottal Al Quran Anak ini berisi lantunan ayat-ayat Al Quran dengan bacaan yang fashih dan irama yang enak dan mudah diikuti oleh anak-anak. Dilatarbelakangi dengan gambar-gambar yang menarik untuk anak-anak beserta text dan terjemahan Al Quran, anak diajak untuk berimajinasi, sekaligus menghapal Juz Amma.



Download file doc, 200kb
MEMBANGUN GENERASI QUR'ANI

http://ccc.1asphost.com/assalamquran/DOC_MEMBANGUN_GENERASI_QURANI.doc

http://c.1asphost.com/sibin/DOC_MEMBANGUN_GENERASI_QURANI.doc

Kalau berkenan....print dan distribusikan pada ummat...  %peace%
%peace%
« Edit Terakhir: 26 Februari 2008, 22:29:20 oleh ihsan »
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0