Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Senin, 21 Mei 2012/29 Jumadil Akhir 1433 H : Imsak 4:26:49 - Shubuh 4:33:13 - Terbit 5:55:03 - Dzuhur 11:49:33 - Ashar 15:11:32 - Maghrib 17:44:04 - Isya' 18:57:25 WIB

Penulis Topik: Membangun "GENERASI QUR'ANI" Sejak DINI melalui Pendidikan Al Qur'an  (Dibaca 24262 kali)


Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #105 pada: 04 Oktober 2008, 19:00:10 »
Ramadhan, Syahrul qur'an,
AYO...Bangunkan Generasi Qur'ani
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #106 pada: 10 Oktober 2008, 08:40:18 »
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #107 pada: 25 November 2008, 21:13:35 »
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #108 pada: 10 Desember 2008, 18:37:47 »
:tembakin:AWAS !!! >> ”Upaya Meliberalkan Guru Agama”
http://myquran.org/forum/index.php/topic,46931.0.html
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #109 pada: 17 Desember 2008, 15:56:59 »
Al Quran Untuk Memaksimalkan Fungsi Otak Anak

Anak adalah harta yang sangat berharga bagi kedua orang tuanya. Semua orang yang menikah pasti mengharapkan hadirnya keturunan. Celoteh seorang anak adalah hal yang sangat dirindukan oleh semua orang yang sudah berumah tangga. Banyak yang berusaha dengan segala macam cara agar segera mendapatkan keturunan.

Dan setelah benih cinta itu bersemai di rahim sang istri maka segala cara mereka lsayakan agar anak mereka nantinya akan jadi yang terbaik. Tapi tak sedikit juga yang tak tau bagaimana caranya agar anak mereka bisa menjadi yang terbaik. Banyak ibu hamil yang hanya berpikir mereka harus makan banyak karena sekarang ada anak di dalam perut mereka.

Saya adalah seorang ibu muda yang baru saja dikaruniai seorang anak. Qinthara Hilya Nesa, nama yang kami berikan untuk buah hati kami. Sejak kehadirannya dalam perutku saya berusaha lsayakan yang terbaik. Mulai dari makan makanan bergizi, minum susu untuk ibu hamil, bahkan karena tsayat. Hal buruk terjadi padsa anakku maka segala pantangan orang tua jaman dulu baik yang masuk akal maupun yang hanya mitos tak berani saya langgar.

Kini setelah dia lahir saya bersyukur tapi juga merenungi segala hal yang karena kesalahanku tak bisa saya berikan pada anakku.

Hingga sekarang saya masih merasa bersalah karena merasa kurang berusaha semaksimal mungkin mengoptimalkan fungsi otaknya.

Setelah hamil 5 bulan saya baru tahu musik bisa memaksimalkan fungsi otak si anak. Saat itu saya mendapat dua ilmu. Pertama musik klasik dapat memaksimalkan fungsi otak anak. Lalu yang kedua Al Quran juga saya dengar dapat memaksimalkan fungsi otak anak. Saya bingung akan pake cara yang mana. Maka secara asal saya gunakan keduanya. Kadang saya putar musik klasik tapi kadang juga saya putar Murottal..

Berbagai opini yang saya dengar membuat saya tak bisa memutuskan mana yang akan saya gunakan secara maksimal. Dan setelah anak saya lahir saya tak lagi memutarkan musik klasik ataupun Murottal. ternyata saya dengar selama masih dalam masa tiga tahun pertama maka fungsi otak anak masih dapat dioptimalkan dengar berbagai cara.

Saya berpendapat tak ada kata terlambat. Walau anakku sekarang sudah lima bulan tapi yakin karena di masih dalam masa emas maka saya masih dapat lsayakan itu.

Sekarang satu masalah lagi yang kami hadapi yaitu musik klasik ataukah Murottal yang akan kami perdengarkan pada anak kami. Setelah mencari berbagai artikel maka saya putuskan mulai hari ini, sejak tulisan ini saya buat akan saya perdengarkan Al Quran di setiap kesempatan.

Kenapa saya mngambil keputusan seperti itu? Saya berusaha menemukan jawaban manakan yang lebih bisa memaksimalkan fungsi otak, musik klasik ataukah murottal. Semakin saya cari saya semakin bingung karena sang penulis artikel tentu lebih mengunggulkan pilihannya.

Akhirnya hati nuranilah yang saya gunakan. Saya tak tahu mana yang lebih baik. Maka saya yakin Allah Tahu yang terbaik. Saya berpikir harmonisasi irama yang Allah ciptakan tentu lebih indah dan lebih bermanfaat dari harmonisasi irama ciptaan manusia sepintar apapun dia.
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #110 pada: 28 Juli 2009, 11:41:21 »
Saatnya Sekolah Wajibkan Baca Tulis Alquran
By Republika Newsroom
Minggu, 26 Juli 2009 pukul 15:33:00


SEMARANG--Pengembangan kemampuan membaca dan menulis Alquran di kalangan pelajar/siswa di Jateng, sudah saatnya mendapatkan dukungan dari pemerintah. Dukungan yang dimaksud berupa kebijakan atau regulasi yang mewajibkan tiap sekolah memberikan materi pembelajaran membaca dan menulis Alquran.

Membaca dan menulis Alquran -- berikut pemahamannya -- sudah menjadi bagian dari pendidikan umat. Khususnya dalam rangka membangun ahlak dan iman generasi penerus bangsa. "Sekarang tinggal goodwill (itikad baik) dari pemerintah untuk membuat terobosan ini," ungkap Kabag Sekretariat Kanwil Depag Jateng, Drs H Suroso SAg, pada pelantikan pengurus dan Raker Badan Koordinasi Taman Pendidikan Alquran (Badko- TPQ) Jateng, di Semarang, Sabtu (25/7).

Menurutnya, pemerintah kabupaten/kota maupun provinsi, sudah saatnya mewajibkan belajar dan menulis Alquran di sekolah-sekolah, sejak dari tingkat taman kanak-kanak (TK).

Demikian pula, untuk anak-anak yang telah lepas TPQ/TPA harus diberikan pendidkan lanjutnya. Bila perlu, sertifikat belajar dan menulis alquran menjadi salah satu persyaratan yang dibutuhkan untuk masuk ke jenjang sekolah berikutnya.

Hal ini didasarkan pada persoalan masih banyaknya pelajar yang belum menguasai kemampuan membaca dan menulis Alquran.

Ia juga mengaku pernah membaca hasil riset yang menyimpulkan bahwa jumlah pelajar tingkat SMP di sebuah kabupaten di Jateng yang menguasai kemampuan belajar dan menulis Alquran tak lebih dari 12 persen.

Di Jabar, masih ungkap Suroso, kewajiban untuk memberikan pembelajaran belajar dan menulis Alquran ini sudah dilaksanakan di tiga kabupaten. Yakni di Kabupaten Sukabumi, Indramayu, dan Cianjur. "Bahkan sebagain sudah diwujudkan dalam bentuk peraturan daerah (perda) sebagai payung hukum dari upaya membumikan kemampuan membaca dan menulis Alquran tersebut," imbuhnya. O0

Kanwil Depag Jateng sendiri, papar Suroso untuk mengembangkan pembelajaran membaca dan menulis Alquran akan memasukkan pembinaan TPQ/TPA dari bagian Pembinaan Masyarakat (Bimas) ke bidang Pendidikan Agama Islam Kanwil Depag Jateng.

Alasannya TPQ merupakan bidang yang sangat terkait dengan program pendidikan dan pembentukan karakter. Di satu sisi anggaran di Bidang Bimas Kanwil Depag hanya sekitar delapan persen dan kemampuan Kanwil Depag untuk mendukung TPQ masih terbatas.

Sedangkan porsi anggaran Bidang Pendidikan Agama Islam Kanwil Depag mencapai 83 persen. Dengan masuk dalam bidang pendidikan agama islam, setidaknya dukungan bagi pengembangan TPQ juga akan semakin besar. "Saat ini proses ini tengah dilakukan dan tinggal menunggu perubahan struktur organisasi tata kerja (SOTK) yang baru. Paling lama tahun depan sudah akan terwujud," kata Suroso.

Terpisah Ketua Badko TPQ Provinsi Jateng, Drs Ateng Ghozali Miftah sepakat jika TPQ merupakan bagian penting dari proses pendidikan di negeri ini. Apalagi tantangan untuk membumikan kemampuan membaca dan menulis Alquran di tengah masyarakat sudah sedemikian besar. Karena itu dukungan kepada TPQ juga harus diperkuat.

"Perlu kerja keras, mengingat saat ini banyak 'hama' Alquran yang gampang menerpa generasi anak-anak. Baik lewat media elektronik maupun media-media lainnya yang bersinggungan dengan anak-anak," ujarnya.owo/kem

sumber:
http://www.republika.co.id/berita/64902/Saatnya_Sekolah_Wajibkan_Baca_Tulis_Alquran
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #111 pada: 03 September 2009, 08:39:33 »
Pada saat periksa USG orang tua janin ini memperdengarkan ayat suci Al-Qur’an kepada anaknya. Di dalam video diperlihatkan gerakan2 janin saat sebelum ayat Al-Qur’an diperdengarkan dan sesudahnya. Terjadi perubahan luarbiasa yang membuktikan bahwa semua anak terlahir fitrah, bersih tanpa dosa, dan tunduk patuh pada perintah Allah SWT bahkan saat masih di dalam rahim.

http://www.youtube.com/watch?v=mhCCSNQQD7k

Begitulah kita dahulu saat didalam kandungan Ibu, perhatikan bagaimana kita sekarang setelah dewasa. Masihkah tunduk patuh dan ta’at sepenuhnya pada semua perintahNya? Sudahkah kita memurnikan kalimah Laailahailallah; tidak ada Ilah / Dzat / Robb / Tuhan yang patut disembah melainkan Allah semata?

Sebagai renungan dan pelajaran bagi kita semua..terutama bagi ukhti-ukhti yang kehamilannya sudah diatas 16minggu, saat ruh sudah ditiupkan, perbanyaklah tilawah sebagai pendidikan bagi diri kita sendiri dan juga untuk anak kita. Sesungguhnya mencari ilmu adalah dari sejak di dalam kandungan hingga liang lahat.
=========

My Story:
Ada kejadian yang cukup menakjubkan yang saya alami beberapa minggu terakhir ini. Pada saat saya posting ini, janin saya Alhamdulillah sudah berusia +/-20 minggu. Setiap saya sedang tilawah ia tenang didalam rahim saya, tak ada gerakan yang biasanya terasa lincah dan bersemangat. Tapi ketenangan itu langsung berubah begitu saya menutup Qur’an dan mulai mencoba tidur, ia langsung bergerak2 menendang perut saya dari dalam berkali2 seolah resah. Subhanallah..ternyata ia ingin terus mendengar kalimahNya! >:D<

Momen2 seperti itu langsung saya pergunakan dengan mengajak ia berbicara dengan mengucap salam terlebih dahulu: “Assalamu’alaikum Mucil-ku (baca: Mujahid Kecilku) apa kabarmu, Nak? Baik2 sajakah didalam sana?” dan seterusnya sambil terus mengelus2 perut dengan sayang :-* Saya ajak dia berbincang, terutama berisi nasihat selayaknya ia sudah mengerti perkataan orang dewasa. Dan Subhanallah..selama saya bicara iapun langsung tenang, seperti sedang mendengarkan nasihat Ummi-nya dengan seksama (insya Allah, amiin..) >:D< Hanya sesekali ia menendang pelan mungkin sebagai pertanda bahwa ia mendengarkan.

Melihat video itu dan juga mengalaminya sendiri semakin membuat saya yakin akan kebesaran Allah ‘Azza wa Jalla. Allahu Akbar..Allahu Akbar..Allahu Akbar..

Ummu to be,

-sitihajar- :)
« Edit Terakhir: 03 September 2009, 08:44:34 oleh ihsan »
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline blueguardian

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2008
  • Tulisan: 3.841
  • Lokasi: Bandung, Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • mou ichido asu e try
    • Lihat Profil
« Jawab #112 pada: 03 September 2009, 11:54:52 »
^
nice postingan akh..O0
i can go forward without losing my way..i'm getting closer to my wish..i'll try going towards tomorrow once again..i don't want to lose my own way

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #113 pada: 04 September 2009, 23:29:24 »
Ngaji Yuuukksss…..!!!

Rekan’s tulisan ini merupakan Istimbat (kesimpulan) yang saya dapatkan setelah mengikuti pengajian / ceramah mengenai “Reproduksi Wanita” yang disampaikan oleh Dr. Dewi Inong Irana di kantor saya BNI Card Center (Gedung Wisma 46 – Sudirman). Beliau adalah dokter spesialis kulit dan kelamin selain itu beliau merupakann konsultan majalah Ummi untuk rubrik Tanya jawab mengenai kesehatan kulit dan kelamin.

Dalam pengajian itu, beliau sempat menjelaskan mengenai dampak positif membaca Al-Quran bagi wanita yang sedang hamil dan juga janin yang sedang dikandungnya.

Yuuukss kita simak penjelasannya di bawah ini, Dr. Dewi Inong Irana menjelaskan :

Kutip
Wanita hamil yang membaca Al-Quran dengan bacaan yang baik dan benar (sesuai dengan kaidah hukum Tajwid) akan memberikan dampak baik bagi perkembangan janin baik dari segi ESQ (Emotional Spiritual Question) maupun IQ (Intelectual Question) si jabang bayi.

karena getaran suara Al-Quran yang dibaca dengan baik dan benar akan mengeluarkan gelombang suara Alfa, Beta dan Gamma yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan dan mencerdaskan otak bayi. Getaran suara Al-Quran ini jauh lebih baik daripada getaran suara yang ditimbulkan oleh musik klasik yang sering dikampanyekan oleh para ilmuwan jaman sekarang.

Kalaupun dengan mendengar musik klasik bisa sedikit membantu mencerdaskan otak si calon bayi namun belum tentu musik klasik bisa berfungsi untuk mencerdaskan ruhiyah (akhlak) si calon bayi itu sendiri seperti dampak mendengar bacaan Al-Quran. Sayang, beliau tidak menjelaskan mengapa gelombang suara Alfa, Beta dan Gamma tadi bisa berfungsi mencerdaskan otak si bayi mungkin teman-teman ada yang tahu ??

Oleh karena itu, Saudaraku, mari bersama-sama kita belajar membaca Al-Quran dengan cara yang baik dan benar selagi nafas masih dikandung badan, selagi otak masih bisa digunakan dan selagi masih ada kesempatan untuk belajar.

Yang sudah menikah semoga di saat hamil nanti bisa langsung mempraktekkannya sehingga anak yang dilahirkan nanti Insya Allah dengan ijin Allah semoga menjadi anak cerdas baik otak ataupun akhlaknya dan bagi yang belum menikah tak ada salahnya kalo kita persiapkan ini semua sedini mungkin.

Makanya rajin ke BSQ doongg…kan sekarang metodenya udah beda, lebih terasa euy belajarnya dan juga perubahan kita dalam membaca Al-Quran. Coba aja deh ikutan BSQ.

Membaca Al-Quran selain  bernilai ibadah juga memiliki dampak positif bagi perilaku dan emosi kita. Sampai saat ini saya selalu mengingat sebuah hadits yang menyatakan bahwa : Al-Ummu hiya madrosatul uula liawlaadiha (Seorang Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya), inilah hadits yang selalu saya gunakan sebagai kunci untuk membuka pintu semangat saya dalam belajar. Pepatah bilang : Buah jatuh tak jauh dari pohonnya artinya sifat maupun sikap anak pasti tak jauh beda dengan yang dimiliki oleh orang tuanya khususnya ibunya karena dialah yang paling banyak berinteraksi dengan sang anak.

Saudaraku yang dicintai Allah,,,mari sejenak luangkan waktu kita, sehari dalam seminggu untuk mengingat-NYA dengan cara membaca dan mengkaji kitab-NYA walau hanya satu ayat. Tak malukah kita pada-NYA ?? yang telah banyak memberikan berbagai macam nikmat hingga tak terhitung jumlahnya, lalu dengan begitu saja kita melupakan-NYA dengan alasan tak ada waktu karena terlalu sibuk dengan pekerjaan atau mengatakan malas untuk membaca Al-Quran. Pantaskah ini Saudaraku...??

Jadi, yukk...!!! bersama-sama kita hadir di YISC khususnya di BSQnya agar kita selalu bisa memperbaiki bacaan Al-Quran kita sampai kita benar-benar bisa membaca Al-Quran dengan baik dan benar sesuai dengan hukum tajwid yang sudah ditetapkan. Ingat!!! niatkan setiap ibadah kita hanya karena ingin mendapatkan ridho-NYA semata bukan untuk yang lainnya seperti ingin punya anak yang pintar dan cerdas atau lainnya. tetapi mempunyai anak yang cerdas dan pintar adalah dampak dari mukjizat Al-Quran bila kita membacanya dengan cara yang benar.

Wallahu a'lam bishshowab

Do'a menghilangkan rasa malas dan sifat-sifat buruk lainnya :
Allahuma inni a'uudzu bika minal hammi wal hazan Wa a'uudzubika minal 'ajzi wal kasal Wa a'uudzubika minal jubni wal bukhl Wa a'uudzubika min ghalabatid dain wa qohrir rijal

(Ya Allah, sesungguhnya hamba berlindung dari rundungan sedih dan duka dan hamba juga berlindung kepadamu dari sifat lemah dan malas dan hamba berlindung kepadamu dari sifat kikir dan bakhil dan hamba berlindung kepadamu dari beban lilitan hutang dan ancaman orang-orang yang berniat jahat)

sumber:
http://www.yisc-alazhar.or.id/content/artikel/ngaji-yuuukksss%C3%A2%C2%80%C2%A6


Posting Digabung: 05 September 2009, 00:06:10



Ebook "DAMPAKMENDENGARKAN ALQURAN":koran:
Al-qur'an for Life Excellence  By Dr. Danial Zainal Abidin

« Edit Terakhir: 05 September 2009, 00:08:37 oleh ihsan »
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #114 pada: 07 September 2009, 02:51:24 »
eBook : PENGARUH TILAWAH AL-QUR"AN TERHADAP PRESTASI BELAJAR (Pdf)
http://etd.eprints.ums.ac.id/3554/1/G000060056.pdf
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #115 pada: 10 September 2009, 13:06:52 »
Metode Pendidikan dalam Pandangan Tiga Ilmuwan Islam
By Republika Newsroom
Selasa, 08 September 2009 pukul 09:02:00

Pendidikan merupakan faktor penting yang menentukan kehidupan manusia. Melalui pendidikan, manusia bisa meningkatkan kualitas hidupnya. Kemajuan yang dicapai peradaban Islam di zaman kekhalifahan tak lepas dari keberhasilan dunia pendidikan. Pada zaman itu, kota-kota Islam telah menjelma menjadi pusat pendidikan dan peradaban yang sangat maju.

Di abad pertengahan, para ilmuwan dan cendekiawan Muslim telah menyusun metode pendidikan atau pembelajaran yang sangat baik. Metode itu disusun agar para siswa bisa memahami dan menyerap ilmu pengetahuan yang diajarkan di madrasah-madrasah dengan mudah.

Berikut ini adalah tiga metode pendidikan yang dicetuskan tiga intelektual Muslim terpadang di zaman kekhalifahan. Mereka adalah Ibnu Sina, Ibnu Khaldun serta Al-Ghazali. Lalu bagaimana gagasan dan pemikiran mereka tentang pendidikan yang baik dan ideal bagi dunia  Islam?

* Ibnu Sina (980 -1037)

Abu ‘Ali al-Husayn bin ‘Abdullah ibnu Sina tak hanya dikenal sebagai seorang dokter legendaris. Ibnu Sina juga mencurahkan gagasannya tentang pendidikan. Menurut Ibnu Sina, pendidikan atau pembelajaran itu menyangkut seluruh aspek pada diri manusia, mulai dari fisik, metal maupun moral.
''Pendidikan tidak boleh mengabaikan perkembangan fisik dan apapun yang memiliki pengaruh terhadap perkembangan fisik seperti olahraga, makanan, minuman, tidur, dan kebersihan,''  tutur Ibnu Sina,

Dalam pandangan Ibnu Sina,  pendidikan tak hanya memperhatikan aspek moral, namun juga membentuk individu yang menyeluruh termasuk, jiwa, pikiran dan karakter.  Menurutnya, pendidikan sangat  penting diberikan kepada anak-anak untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi masa dewasa.

Ibnu Sina mengungkapkan, seseorang harus memiliki profesi tertentu dan harus bisa berkontribusi bagi masyarakat. Ibnu Sina mengungkapkan pendidikan itu harus diberikan secara berjenjang berdasarkan usia.

- Masa baru lahir hingga umur dua tahun

Dalam pandangan Ibnu Sina, pendidikan harus dilakukan sejak dini, yakni sejak seseorang terlahir ke muka bumi. Pendidikan bagi bayi yang baru lahir, kata dia, bisa diberikan melalui berbagai tahapan kegiatan mengasuh bayi seperti menidurkan, memandikan, menyusui, dan memberikan latihan-latihan ringan bagi bayi.

Menurutnya, bayi harus ditidurkan di ruang yang suhunya sejuk; tidak terlalu dingin dan terlalu panas. Ruang tidur bayi juga harus remang-remang, jangan terlalu terang. Menurut dia, sang ibu harus memandikan bayinya lebih dari satu kali dalam sehari, dia juga harus menyusui anaknya sendiri, dan menentukan takaran menyusui yang dibutuhkan bayi.

Ketika bayi sudah memiliki gigi, maka mulai  diperkenalkan dengan memakan makanan baru yang lebih kuat dari pada ASI. Bayi bisa memakan roti yang dicelupkan dengan air minum, susu, maupun madu. Lalu makanan tersebut diberikan kepada bayi dalam jumlah kecil dan sedikit demi sedikit dia disapih. Sebab penghentian pemberian ASI tidak bisa dilakukan secara drastis.

- Masa kanak-kanak

Menurut Ibnu Sina, masa kanak-kanak merupakan saat pembentukan fisik, mental, dan moral. Oleh karena itu terdapat tiga hal yang harus diperhatikan:
  • Pertama, anak-anak harus dijauhkan dari pengaruh kekerasan yang bisa mempengaruhi jiwa dan moralnya.
  • Kedua, untuk perkembangan tubuh dan gerakannya, anak-anak harus dibangunkan dari tidur.
  • Ketiga, anak-anak tak diperbolehkan langsung minum setelah makan, sebab makanan itu akan masuk tanpa dicerna terlebih dahulu.
  • Keempat, perkembangan rasa dan perilaku anak-anak perlu diperhatikan.

Ibnu Sina menganggap anak-anak harus mendengarkan musik, sehingga saat berada dalam ayunan mereka tertidur dengan suara musik. Hal itu akan mempersiapkan anak mempelajari musik, selanjutnya dia akan tertarik untuk mempelajari puisi yang sederhana dan akhirnya membuatnya menghargai nilai-nilai kebenaran.

- Masa Pendidikan

Pada masa ini, anak-anak sudah berusia antara 6 hingga 14 tahun. Pada masa ini, anak-anak harus mempelajari prinsip kebudayaan Islam dari Alquran, puisi-puisi Arab, kaligrafi, juga para pemimpin Islam.

Menurut Ibnu Sina, pendidikan pada masa ini harus dilakukan dalam kelompok-kelompok, bukan perseorangan. Sehingga siswa tidak merasa bosan. Selain itu, mereka bisa belajar mengenai arti persahabatan.

- Masa usia 14 tahun ke atas

Pada masa remaja ini, mereka dipersiapkan untuk mempelajari tipe pelajaran tertentu supaya memiliki keahlian khusus. Selain itu, mereka harus mempelajari pelajaran yang sesuai dengan bakat mereka. Mereka juga tidak boleh dipaksa untuk mempelajari dan bekerja di bidang yang tidak mereka inginkan dan mereka pahami. Namun pelajaran dasar harus diberikan kepada mereka.

Ibnu Sina menganggap pendidikan pada anak-anak maupun remaja harus diberikan karena pendidikan itu memiliki hubungan yang erat antara pemenuhan kebutuhan ekonomi dan sosial. Yang paling penting, setiap pelajar harus menjadi seorang ahli dalam bidang tertentu yang akan mendukung pekerjaannya di masa depan.

* Ibnu Khaldun (1332/732H, -- 1406/808H)

Ibnu Khaldun dikenal sebagai seorang sejarawan terkemuka. Lewat Kitab Almuqadimmah yang ditulisnya, Ibnu Khaldun menjadi salah  seorang intelektual Muslim legendaris sepanjang masa. Selain berkontribusi pada bidang sejarah, politik dan ekonomi, Ibnu Khaldun pun mencurahkan pikirannya dalam bidang pendidikan.

Pemikirannya dalam bidang pendidikan bermula dari  presentasi ensiklopedia ilmu pengetahuannya. Hal ini merupakan jalan untuk membuka teori tentang pengetahuan dan presentasi umum mengenai sejarah sosial dan epitomologi berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan.

Menurut Ibnu Khaldun, ilmu pengetahuan mengelompokkan ilmu pengetahuan menjadi dua macam, yakni; pengetahuan rasional dan pengetahuan tradisional. Pengetahuan rasional adalah pengetahuan yang diperoleh dari kebaikan yang berasal dari pemikiran yang alami.

Sedangkan pengetahuan tradisional merupakan pengetahuan yang subjeknya, metodenya, dan hasilnya, serta perkembangan sejarahnya dibangun oleh kekuasaan atau seseorang yang berkuasa.

Menurut dia, ketika seorang anak baru dilahirkan, maka sang bayi  belum memiliki ilmu. ''Bayi itu seumpama sebuah bahan mentah yang harus diberi isi yang baik supaya menjadi orang dewasa yang berguna kelak,'' tutur Ibnu Khaldun.

Ibnu Khaldun mengungkapkan, setiap orang mendapatkan ilmu pengetahuan melalui organ-organ tubuh yang diberikan oleh Tuhan. ''Kita belajar menggunakan mata, telinga, mulut, kaki, dan tangan. Semua organ tubuh itu mendukung kita dalam proses pembelajaran demi mendapat ilmu pengetahuan,'' ungkapnya.

Ibnu Khaldun juga membagi ilmu pengetahuan berdasarkan tingkat pemikiran yaitu: Pengetahuan praktis yang merupakan hasil dari memahami intelijen. Sehingga membuat kita mampu melakukan apapun di dunia dalam sebuah tatanan.

Pengetahuan tentang apa yang harus kita lakukan dan apa yang harus tidak kita lakukan. Hal ini berkaitan dengan apa yang baik dan apa yang buruk. Nilai-nilai tentang kebaikan dan keburukan bisa diperoleh dari intelijen empirik dan dapat diterapkan untuk menuntun kita saat berhubungan dengan orang lain.

Menurut dia, mengajarkan ilmu pengetahuan itu sangat penting, karena ilmu pengetahuan akan lebih mudah diperoleh manusia dengan bantuan dan ajaran gurunya.


Metode  Pendidikan Ala Al-Ghazali

Al Ghazali memberi  perhatian yang sangat besar untuk menempatkan pemikiran Islam dalam pendidikan. Menurutnya, seluruh metode pendidikan harus berpegang teguh pada syariat Islam.

Menurutnya, tujuan manusia adalah mencapai kebahagian dengan mendekatkan diri kepada Tuhan. Dengan kata lain, berbagai macam tujuan manusia untuk mendapatkan kekayaan, kekuasaan sosial, ilmu pengetahuan, hanyalah sebuah ilusi jika semua itu hanya berhubungan dan ditujukan untuk pencapaian dunia fana.

Menurut dia, bayi lahir dalam keadaan jernih, lalu tumbuh menjadi anak-anak yang membutuhkan kepribadian, karakter, dan tingkah laku saat hidup dan berinteraksi dengan lingkungan. Keluarga mengajarkan anak-anak tentang bahasa, adat-istiadat, tradisi agama, dan semua pengaruh dari ajaran tersebut tidak mungkin lenyap hingga mereka dewasa.

Oleh karena itu, yang paling bertanggung jawab terhadap buruk atau baiknya pendidikan seorang anak adalah orangtua mereka. Orang tua merupakan mitra dalam mendidik anak-anak dan mereka harus membaginya dengan para guru anak-anak tersebut.

Al-Ghazali menekankan pentingnya pembentukan karakter. Dengan memberikan pendidikan karakter yang baik maka orang tua sudah membantu anak-anaknya untuk hidup sesuai jalan yang lurus. Namun, pendidikan yang buruk akan membuat karakter anak-anak menjadi tidak baik dan berpikiran sempit sehingga sulit membawa mereka menuju jalan yang benar kembali.

Oleh karena itu, anak-anak harus belajar di sekolah dasar sehingga pengetahuan yang diperoleh sejak masih kecil akan melekat kuat bagai ukiran di atas batu. Selain itu, anak-anak juga harus diyakinkan bahwa mereka harus selalu mengembangkan ilmu pengetahuan yang diperolehnya.

Anak-anak terus berkembang, pada usia remaja mereka akan merasa tertarik dengan lawan jenis, lalu pada usia 20 tahun, mereka merindukan menjadi pemimpin, dan pada usia 40 tahun orang membutuhkan kedekatan dan kesenangan terhadap pengetahuan akan Tuhannya.

Pada masa anak-anak, orang tua harus mengajari mereka ilmu Alquran dan hadis. Selain itu, mereka harus dijaga dari  puisi-puisi cinta. Sebab hal itu, kata dia, bisa menjadi bibit yang buruk bagi jiwa seorang anak laki-laki.

Mereka juga harus diajari mematuhi nasehat orang tua, gurun, serta orang-orang yang lebih tua. Selain itu mereka juga harus diajarkan menjadi orang yang jujur, sederhana, dermawan, dan beradab. Selain itu, anak-anak sebaiknya memiliki teman yang bermoral baik, berkarakter baik, pandai, serta jujur.
http://www.republika.co.id/berita/74895/Metode_Pendidikan_dalam_Pandangan_Tiga_Ilmuwan_Islam
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #116 pada: 18 September 2009, 11:44:22 »
Yayasan Hayatan Thayyibah (Pesantren Tahfidzul Quran) :

“Mempersiapkan  Generasi  Mandiri Berbasis Al-Quran”


Sedih dan gelisah, itulah batin Ust. Abdullah Asghar, Pimpinan Yayasan Hayatan Thayyibah – Pesantren Hidayatullah Bandung,  yang beralamat  di Jl. R. Edang Suwanda No. 18a, Pasirleutik Padasuka, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Bagaimana tidak? 

Pondasi yang sudah didirikan, Namun hampir 12 tahun belum terwujud bangunan, sementara  para santri telah menunggu. Beliau punya cita-cita jika bangunan tersebut selesai akan digunakan untuk pendidikan program tahfidz (Pesantren Tahfidzul Al-Qur’an) bagi anak-anak yatim dan dhu’afa Panti Asuhan Hidayatullah. 

Rencananya pembangunan komplek pendidikan tersebut dibangun di atas lahan tanah wakaf seluas 1800 m2 dengan biaya sebesar Rp. 500.000.000,- (Lima Ratus Juta Rupiah), rincian  kebutuhan biaya terlampir.

Saat ini telah berdiri bangunan; asrama putra, musholla (terbuat dari bilik bambu) dan satu rumah pengasuh. “Saya sangat sedih dan miris…, ketika anak-anak asuh (santri) melakukan aktivitas sholat dan ngaji sering terganggu, karena bangunan yang mereka pakai kondisinya kurang layak; ketika hujan turun”. demikian tutur Ust. Abdullah.

Pria kelahiran Garut, Jawa Barat ini juga merasa prihatin, karena selama ini banyak anak-anak yang punya kemauan untuk menjadi penghafal al Qur’an tetapi mereka tiadak cukup mampu untuk belajar dengan layak karena faktor biaya.

Keprihatinan itu menggugah keinginan Abdullah Asghar yang juga Pengurus di Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat Jawa Barat ini untuk berfikir keras, mengajak berbagai komponen masyarakat untuk  ikut serta membantu program ini. Bantuan bisa dalam bentuk apa saja, bisa dalam bentuk dana biaya makan santri, dana natura pengasuh, seragam santri dll.  Dan yang sekarang terasa sangat mendesak adalah sarana belajar dan asrama yang mandeg selama sekian tahun.

Melalui media ini  Ust. Abdullah mengundang para dermawan yang ingin berbagi dengan para yatim dan dhuafa penghafal al Quran, bisa  menanamkan investasi dakwahnya di tengah keterbatasan sarana yang ada saat ini? untuk menyelamatkan anak-anak yatim dhu’afa generasi qur’ani yang sangat berharga ini.  Doa segenap pengasuh dan 60 anak asuh, yang sementara ini menghuni pesanten Hayatan Thayyibah Hidayatullah Bandung  menyertai para dermawan.

“Perumpmaan (nafkah yang di keluarkan oleh) orang  yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa denga sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS: Al-Baqarah[2]: 261)

Kapada para dermawan yang telah menyisihkan hartanya kami ucapkan terimakasih banyak, jazakallahu khairon katsiro. Kepada anda yang ingin berpartisipasi silahkan salurkan melalui rekening di bawah ini.

             
Rekening :

BCA Cab. Ahmad Yani; No:  4370 918 444

An.  Yay.  Hayatan Thayyibah Hid. Bandung

Bank Muamalat Cab. Ahmad Yani; No: 0100 864 463

An. Hayatan Thayyibah 

Bank Mandiri  Cab. Ahmad Yani; No: 131 000 6886 123

An. Yay.  Hayatan Thayyibah Hid. Bandung


*) setelah transfer mohon di SMS ke 085732210155 dengan Ust. Rohim,

0852 2022 1013,  Kantor (022) 7232276, Fleksi (022) 7671 1488  esia (022) 9160 1397 dengan Ust. Abdullah Asghar

sumber:
http://hidayatullah.com/iklan/tq/
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ertania

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2008
  • Tulisan: 3.360
  • Lokasi: Indonesia
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Palestina Ku Sayang
    • Lihat Profil
« Jawab #117 pada: 18 September 2009, 16:17:16 »
Belum sempat baca, tandai dulu.