Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Senin, 21 Mei 2012/29 Jumadil Akhir 1433 H : Imsak 4:26:49 - Shubuh 4:33:13 - Terbit 5:55:03 - Dzuhur 11:49:33 - Ashar 15:11:32 - Maghrib 17:44:04 - Isya' 18:57:25 WIB

Penulis Topik: Mengorok, Jangan Dianggap Remeh!  (Dibaca 141 kali)


Offline ARS

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 21.962
  • Lokasi: Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat
  • Jenis kelamin: Pria
  • !..Karena Korupsi Bukanlah Budaya!..!
    • Lihat Profil
    • Apa Dong (dot) Com
« pada: 06 Februari 2007, 07:45:14 »
Mengorok, Jangan Dianggap Remeh!
Senin, 18 September 2006
http://www.metrobalikpapan.co.id/berita/index.asp?id=53287


TIDUR mendengkur tidak hanya mengganggu orang lain, jika disertai dengan henti napas, mengorok bisa menimbulkan gangguan kesehatan, seperti darah tinggi, jantung, impotensi, bahkan stroke.

Kebiasaan mendengkur sejak zaman purba sudah dikenal sebagai bagian tidur. Dahulu kala kaum pria lazim mengorok karena fungsinya melindungi diri dari serangan hewan hutan.

Tapi zaman telah berubah. Di era modern ini mengorok bukan lagi kebiasaan yang lazim. Bahkan kini kebiasaan mengorok bukan saja menjadi persoalan individu saja, tapi juga persoalan orang lain, terutama teman tidur yang terganggu dengan suara dengkuran.

Mendengkur ada beberapa jenis. Ada jenis mengorok ringan yang hanya ditemukan apabila kondisi badan sangat lelah. Kebiasaan ini menyerang hanya sekali dalam sebulan.

Ada pula jenis abnormal, yang artinya gejala mendengkur ini bisa terjadi setiap malam. Problem ini bisa diatasi dengan cukup memiringkan badan saja.

Nah, jenis yang paling berat adalah mengorok yang disertai dengan henti nafas atau apnea.

Problem mendengkur yang berat tersebut secara medis disebabkan oleh gejala gangguan sumbatan pernapasan pada saat tidur (obstructive sleep apnea/OSA).

Penderita henti napas dapat terjadi sesering mungkin pada saat tidur, bahkan bisa mencapai ratusan kali dalam satu malam. Bahkan beberapa dari mereka napasnya berhenti dalam jangka waktu satu menit atau lebih.

Berdasarkan gejala itu, tim medis beberapa negara menemukan adanya indikasi lain bahwa mendengkur bisa jadi menjadi pemicu gejala penyakit lain.

Menurut penelitian National Institute of Health, lebih dari 12 juta warga negara Amerika Serikat menderita sumbatan pernapasan saat tidur (sleep apnea) atau bisa juga disebut henti napas.

Sebagian besar penderita mengorok ini terjadi di lebih dari 40 juta penduduk AS dengan tingkat usia lebih dari 40 tahun. Dari jumlah itu sebagian besar pasien pria dan mayoritas meninggal karena gangguan jantung.

Selain penyakit jantung, penyebab lainnya adalah tekanan darah tinggi, menurunnya daya ingat, impotensi, bahkan stroke. Hal ini disebabkan karena pada saat mendengkur yang disertai dengan henti napas kurang lebih selama satu menit atau lebih secara berulang-ulang, akan mengurangi asupan oksigen dalam tubuh.

Akibatnya tubuh yang kekurangan oksigen selama bertahun-tahun itu akan memicu munculnya gejala berbagai penyakit.

Dalam jangka pendek, henti nafas itu juga memiliki efek langsung yang dapat dirasakan antara lain membuat tidur kurang nyenyak, sehingga pada siang harinya penderita merasakan kepenatan dan mengantuk.

Selain itu, ada efek ikutan seperti produktivitas kerja menurun, daya ingat lemah, kemampuan intelektual berkurang, masalah seksual, bahkan depresi.

"Seseorang yang menderita gangguan tidur juga memiliki risiko enam kali kecelakaan lebih besar dibandingkan mereka yang tidak memiliki gangguan tidur," ujar Damayanti Soetjipto, dokter spesialis THT RS MMC Kuningan, Jakarta.

Beragam cara dilakukan untuk mengurangi kebiasaan mendengkur. Salah satu cara yang baru-baru ini diperkenalkan oleh RS MMC Jakarta dengan operasi pemasangan implan pada jaringan lunak atau yang disebut dengan prosedur implant pillar.

Tiga implant pillar sepanjang 18 milimeter dan berdiameter dua milimeter dimasukkan dan ditanamkan ke dalam jaringan otot lunak atau pal.molle langit-langit lunak (palatum) dengan menggunakan alat khusus.
█ Apa Dong (dot) Biz @ www.apadong.biz
█ 24x7x365 Support - Free Services+Bon

Offline ARS

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 21.962
  • Lokasi: Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat
  • Jenis kelamin: Pria
  • !..Karena Korupsi Bukanlah Budaya!..!
    • Lihat Profil
    • Apa Dong (dot) Com
« Jawab #1 pada: 06 Februari 2007, 07:45:29 »
Tidur lebih nyaman

Efek dari pemasangan implan ini adalah otot langit-langit lunak menjadi kaku, sehingga mencegah vibrasi saat bernapas. Dengan demikian udara dapat leluasa keluar dan masuk melalui rongga pernapasan, dan tidur menjadi lebih enak dan nyaman tanpa dengkuran.

Yang paling menarik dari prosedur ini adalah saat pasien tidak dibius secara total. Lamanya operasi ini juga tidak memakan waktu lebih dari 15 menit. Bahkan, setelah operasi pasien dapat langsung melakukan aktivitasnya seperti biasa tanpa derita rasa sakit.

Cara ini juga dianggap lebih efektif karena bisa mengurangi dengkuran hingga 80% sebelum akhirnya berangsur-angsur hilang dibandingkan operasi lainnya.

"Fungsi bicara dan menelan tetap sama, karena tidak mengangkat atau memotong jaringan seperti operasi yang lain," Damayanti menambahkan.

Namun, ada beberapa kriteria pasien yang dapat ditangani dengan prosedur implant pillar. Pasien yang dapat diatasi permasalahan mendengkurnya dengan prosedur implant pillar harus berusia minimal 18 tahun.

Selain itu, sebelum memutuskan melakukan tindakan operasi prosedur implant pillar, dokter juga akan memeriksa anatomi faring, anatomi muka, panjang uvula, besar tonsil atau amandel, posisi lidah dan rongga hypopharing, serta tidak ketinggalan adalah BMI atau masa berat badan pasien.

Setelah kondisi pasien dianggap memadai sebagai pasien ideal, barulah dokter ahli tenggorokan dapat melakukan operasi.

"Prosedur ini efektif sebagai terapi tunggal atau bisa dikombinasikan dengan operasi lainnya tergantung kondisi pasien," ujar Damayanti.

Prosedur implant pillar telah diakui keberhasilannya sebagai salah satu cara mengatasi problem mendengkur. Hal ini seperti diakui Yh Goh, dokter spesialis bedah telinga, tenggorokan, kepala, dan leher dari RS Mount Elizabeth Singapura. Keberhasilan ini juga dibuktikan dengan jumlah pasien yang telah ditanganinya dengan menggunakan metode prosedur implant pillar. Jumlah pasien gejala OSA yang ada di RS Mounth Elizabeth mencapai 162 pasien, dan sejak Maret 2005 terbilang sukses ditangani dengan terapi ini.

"Bahan implan adalah sejenis polyester yang telah sejak puluhan tahun digunakan untuk operasi jantung dan lainnya serta terbukti aman tertanam di dalam tubuh selama puluhan tahun," Yh. Goh menambahkan. (wulandari@bisnis.co.id)
█ Apa Dong (dot) Biz @ www.apadong.biz
█ 24x7x365 Support - Free Services+Bon

Offline aira^kudo

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 5.405
  • Lokasi: Bandung thea..
  • Jenis kelamin: Wanita
  • [tsuki no kokoro ni, kakaru kumo nashi...]
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 06 Februari 2007, 22:40:05 »
caranya tau kalo kita tidurnya mendengkur gimana?  ??? apa pas tidur ditaroh kaset rekaman??
.... a honorable death is prefer to be a life in shame....