Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Senin, 21 Mei 2012/29 Jumadil Akhir 1433 H : Imsak 4:26:49 - Shubuh 4:33:13 - Terbit 5:55:03 - Dzuhur 11:49:33 - Ashar 15:11:32 - Maghrib 17:44:04 - Isya' 18:57:25 WIB

Penulis Topik: Seputar Hukum musik  (Dibaca 4438 kali)


Offline VitruvianMan

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 175
    • Lihat Profil
« Jawab #180 pada: 26 Januari 2009, 22:55:02 »
karena ga jelas2 mana haram halal...

mending tinggalkan.... untuk menyelamatkan agama Islam gitu :D



Offline GothicMuslim

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 345
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • Sedang mendalami islam, mohon bantuannya
    • Lihat Profil
    • Seputar info friendsterku
« Jawab #181 pada: 27 Januari 2009, 12:50:27 »
intinya.. ??

menurut saya sih tergantung musiknya apa
apakah berguna atau sia-sia
itu saja cukup
Dont ever say, "ya Allah i have problems" but say "hey problems, i have Allah !!!"

Offline VitruvianMan

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 175
    • Lihat Profil
« Jawab #182 pada: 09 Februari 2009, 23:22:08 »
^

menurut 'saya' ?

kok bisa2nya berijtihad sendiri gitu ?  dah hapal brp juz ? hadits ? tafsir ? 

Offline GothicMuslim

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 345
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • Sedang mendalami islam, mohon bantuannya
    • Lihat Profil
    • Seputar info friendsterku
« Jawab #183 pada: 15 Februari 2009, 13:11:13 »
^

menurut 'saya' ?

kok bisa2nya berijtihad sendiri gitu ?  dah hapal brp juz ? hadits ? tafsir ? 
opini gak harus dari orang yang distatuskan agama
yang penting masuk akal dan bisa menyelesaikan masalah
aneh banget
lagian opini saya baru scara logis
belum nyampe qur'an & hadis
Dont ever say, "ya Allah i have problems" but say "hey problems, i have Allah !!!"

Offline ABU_DARDA

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2008
  • Tulisan: 460
  • Lokasi: Balikpapan,malang
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • HIDUP MULIA ATAU MATI SAHID
« Jawab #184 pada: 07 Juli 2009, 06:50:49 »
^
Dalam masalah agama sebaiknya kita beropini disandarkan pada dalil2 yang jelas atau minimal dari pendapat ulama..
Ingat!kita diskusi pada forum terbuka,siapa saja bisa baca dan mengamalkan..
Dari sini kita harus berhati2 siapa tau opini kita kurang tepat(berlawanan dengan dalil)terus di setujui dan diamalkan oleh orang lain..
Sungguh sangat berbahaya
:)
Waktu2 paling utama bagi anda adl waktu dmn anda selamat dr gangguan nafsu,dan orang lain selamat dr buruk sangka anda.
(Wajibbelajar27.multiply.com)

Offline Opus Dei

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.657
  • Jenis kelamin: Pria
  • Live and Die in the name of Islam
    • Lihat Profil
« Jawab #185 pada: 07 Juli 2009, 14:55:01 »
Oh Tidak.. bahasa arabku dpt C :D :D

*menyimak dulu  :ehm:
SECULAR OUTSIDE :pentung:

Islam Inside :topOK:

Offline ichreza

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 1.764
  • Lokasi: Alun-Alun Kota
  • Jenis kelamin: Pria
  • nada dan dakwah
    • Lihat Profil
    • www.laskarislam.tk
« Jawab #186 pada: 12 Oktober 2011, 23:28:59 »
HUKUM MUSIK DAN LAGU dalam
PANDANGAN AL QUR'AN DAN AS SUNNAH


Segala puji bagi Allah, Kita memuji, memohon pertolongan dan meminta
ampun kepada-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri dan
amal perbuatan. Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada
yang bisa menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah
maka tidak ada yang bisa menunjukinya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan
yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku
bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya.


Sesungguhnya Allah telah mewajibkan beberapa kewajiban yang tidak boleh
diabaikan, memberi beberapa ketentuan yang tidak boleh dilampaui dan
mengharamkan beberapa perkara yang tidak boleh dilanggar.


Dan selanjutnya Allah mengancam orang yang melampaui ketentuan-ketentuan-
Nya dan melanggar apa yang telah diharamkan-Nya, seperti ditegaskan dalam
Al-Qur'an yang artinya: "Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan
Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah
memasukkannya kedalam api neraka sedang ia kekal didalamnya dan baginya
siksa yang menghinakan."(An-Nisa' : 14).


Menjauhi hal-hal yang dilarang adalah hukumnya wajib. Hal ini berdasarkan
sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam: "Apapun yang aku larang
atas kalian maka jauhilah, dan apapun yang aku perintahkan kepada kalian
maka lakukanlah dari padanya semampumu." (HR. Muslim)


Pada kesempatan kali ini, redaksi Risalah Dakwah Al-Hujjah menyuguhkan
kepada pembaca yang budiman mengenai Hukum Musik dan Lagu yang InsyaAllah
akan kami bahas dengan cara ilmiah menurut pandangan Al-Qur'an dan As-
Sunnah yang syahih, perkataan para sahabat, para Imam serta fatwa para
ulama' Ahlus-Sunnah wal Jama'ah.


Oleh sebab itu marilah kita melihat dalil-dalil baik dari Al-Quran maupun
hadits-hadits yang sahih tentang masalah tersebut, yaitu: Allah Ta'ala
berfirman: "Dan di antara manusia (ada) yang mempergunakan lahwul hadits
untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan
menjadikan jalan Allah itu bahan olok-olokan." (Luqman: 6)


Mengenai ayat ini Ibnu Abbas r.a berkata bahwa Lahwal hadist dalam ayat
ini berarti "Nyanyian". Sebagaimana diketahui bahwa Ibnu Abbas r.a adalah
seorang sahabat yang mendapat do'a dari Rasulullahu shallallahu alaihi
wassalam: "Ya Allah anugrahkanlah kefakihan kepadanya dalam agama ini dan
ilmu ta'wil." Dengan do'a dari Rasulullah tersebut para sahabat
memberikan gelar kepada Ibnu Abbas r.a dengan gelar "Turjumanul Qur'an"
(Penafsir Al-Qur'an).


Ibnu Mas'ud r.a menerangkan bahwa Lahwal hadist itu adalah al-Ghina
(nyanyian). Demi Allah yang tiada sesembahan selain Dia, 3x. Pernyataan
Rasulullah mengenai Ibnu Mas'ud adalah "Sesungguhnya ia adalah pentalkin
yang mudah difahami."Dalam ayat yang lain Allah berfirman kepada setan:
"Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan suaramu."
(Al-Isra': 64)


Ibnu Abbas r.a mengatakan : "Suaramu" dalam ayat ini adalah segala yang
membawa kepada kemaksiatan.



Mujahid, pemimpin para ahli tafsir (murid Ibnu Abbas r.a) menyatakan
bahwa "Suaramu" disini artinya "Al-Ghina" (nyanyian) dan Al-Bathil.


Hasan Al-Basri berkata bahwa ayat ini turun dalam masalah musik dan lagu.
Ibnu Qayyim menambahkan keterangan dari Hasan Al-Basri bahwa "suaramu"
dalam ayat ini adalah duff (rebana). Wallahu a'lam.


Kemudian ayat yang ketiga dalam surat An-Najm: 59-60, Allah berfirman:
"Maka apakah kamu merasa heran dengan pemberitaan ini dan kamu
mempertawakan dan tidak menangis sedang kamu bernyanyi-nyanyi."


Kata Ikrimah r.a dari Ibnu Abbas r.a bahwa kata "As-Sumud" dalam akhir
ayat ini berarti Al-Ghina menurut dialek Himyar. Dia menambahkan bahwa
jika mendengar Al-Qur'an dibacakan, mereka bernyanyi-nyanyi, maka
turunlah ayat ini.


Dalam hadist yang sahih yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari sahabat
Abi Amir dan Abi Malik Al Asy'ari Rasulullah saw bersabda: "Akan muncul
dari kalangan ummatku sekelompok orang yang menghalalkan farj
(perzinahan), sutera, khamar dan alat-alat musik." (lihat Fatul Bari,
10/51)
.


Dengan kata lain, akan datang suatu masa di mana beberapa golongan dari
umat Islam mempercayai bahwa zina, memakai sutera asli, minum-minuman
keras dan musik hukumnya halal, padahal semua itu adalah haram. Adapun
yang dimaksud dengan musik di sini adalah segala sesuatu yang
menghasilkan bunyi dan suara yang indah serta menyenangkan. Seperti
kecapi, gendang, rebana, seruling, serta berbagai alat musik modern yang
kini sangat banyak dan beragam. Bahkan termasuk di dalamnya jaros
(lonceng, bel, klentengan).


Secara pasti, hadist tersebut diatas menegaskan keharaman nyanyian.
Kalaupun tidak ada hadist lain yang menerangkan keharaman nyanyian,
hadist diatas dianggap memadai menjadi dalil keharaman nyanyian,
khususnya nyanyian yang syairnya tak bernilai disertai tingkah penyanyi
yang tidak memiliki adab sopan santun.


Dan dalam hadist yang lain dari sahabat Anas bin Malik r.a, Rasulullah
Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: "Kelak akan terjadi pada ummat ini
(tiga hal): (Mereka) ditenggelamkan (kedalam bumi), dihujani batu, dan
diubah bentuk mereka, yaitu jika mereka minum arak, mengundang biduanitabiduanita
(untuk menyanyi) dan menabuh (membunyikan) musik." (As-Silsilah
Ash Shahihah, 2203, diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya dalam kitab Dzammul
Malahi dan At-Tarmidzi No. 2212).


Para pembaca yang budiman, untuk lebih ilmiahnya pembahasan ini marilah
simak perkataan para sahabat dan para imam serta para ulama mengenai
masalah ini:


a. Abu Bakar Shiddiq r.a: "Nyanyian dan alat musik itu adalah seruling
setan."
b. Abdullah bin Mas'ud r.a: "Nyanyian itu dapat menyebabkan kemunafikan
dalam hati."
c. Al-Qasim bin Muhammad: "Menyanyi itu termasuk perbuatan bathil dan
setiap yang bathil bagiannya adalah neraka."
d. Khalifa Umar bin Abdul Aziz: "Nyanyian itu berawal dari setan dan
ujungnya adalah kebencian Allahurrahman."

e. Imam Malik bin Anas: "Bagi kami nyanyian itu hanya dilagukan oleh
orang-orang fasik."
f. Imam Syafi'i: "Menyanyikan nyanyian
adalah perbuatan sia-sia yang
dibenci dan menyerupai kebathilan dan kesia-siaan." Serta dalam
kitabnya Al Qadha' beliau berkata: "Nyanyian adalah kesia-siaan yang
dibenci, bahkan menyerupai perkara batil. Barangsiapa memperba-nyak
nyanyian maka dia adalah orang dungu, syahadat (kesaksiannya) tidak
dapat diterima."
g. Imam Ahmad bin Hambal: "Nyanyian itu dapat menumbuhkan nifak dihati.
Saya sama sekali tidak tertarik pada hal seperti itu."
h. Para pengikut Imam Abu Hanifah: "Mendengar nyanyian itu termasuk
perbuatan fasikn dan tenggelam dalam keasyikannya merupakan
kekufuran."
i. Imam Qurthubi: "Nyanyian itu merupakan salah satu yang dilarang dalam
Al-Qur'an dan As-Sunnah."
j. Imam Ibnu Shalah: "Nyanyian yang diiringi musik hukumnya haram secara
ujma'."
Nyanyian dan musik merupakan dua pintu yang dilalui setan untuk merusak
hati dan jiwa. Kaitannya dengan hal itu, Imam Al-Hafiz Ibnu Qayyim al-
Jauziyyah berkata: "Diantara tipu daya setan - musuh Allah - dan diantara
jerat yang dipasangnya untuk orang yang sedikit ilmu, akal dan agamanya,
sehingga orang yang bersangkutan tersebut terjebak kedalamnya untuk
mendengarkan kidung dan nyanyian yang diiringi musik yang diharamkan.
Satu hal yang mengherankan adalah sebagian manusia yang mengaku memiliki
konsentrasi untuk ibadah justru telah menjadikan nyanyian, tarian dan
lagu-lagu lain sebagai wahana untuk beribadah sehingga mereka
meninggalkan Al-Qur'an. Ibnu Qayyim dalam kitabnya "Ighatsatul-Lahfan min
Mashayidisy-Syaithan" menamai nyanyian seperti itu dengan sepuluh nama,
yaitu: lahwun (main-main), laghwun (pekerjaan sia-sia), zuur
(kebathilan), muka (siulan), tasydiah (tepuk tangan), ruqyatuz-zina
(jimat dalam perzinahan), pedomannya setan, penumbuh nifak didalam hati,
suara kedunguan, suara yang penuh dosa, suara setan atau seruling setan.


NYANYIAN YANG DIPERBOLEHKAN


Ada beberapa nyanyian yang diperbolehkan yaitu:
? Menyanyi pada hari raya. Hal itu berdasarkan hadits A'isyah: "Suatu
ketika Rasul Shallallahu 'Alaihi Wasallam masuk ke bilik 'Aisyah, sedang
di sisinya ada dua orang hamba sahaya wanita yang masing-masing memukul
rebana (dalam riwayat lain ia berkata: "... dan di sisi saya terdapat dua
orang hamba sahaya yang sedang menyanyi."), lalu Abu Bakar mencegah
keduanya. Tetapi Rasulullah malah bersabda: "Biarkanlah mereka karena
sesungguhnya masing-masing kaum memiliki hari raya, sedangkan hari raya
kita adalah pada hari ini." (HR. Bukhari)
? Menyanyi dengan rebana ketika berlangsung pesta pernikahan, untuk
menyemarakkan suasana sekaligus memperluas kabar pernikahannya. Nabi
Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Pembeda antara yang halal dengan
yang haram adalah memukul rebana dan suara (lagu) pada saat pernikahan."
(Hadits shahih riwayat Ahmad). Yang dimaksud di sini adalah khusus untuk
kaum wanita.
Nasyid Islami (nyanyian Islami tanpa diiringi dengan musik) yang
disenandungkan saat bekerja sehingga bisa lebih membangkitkan semangat,
terutama jika di dalamnya terdapat do'a. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi
Wasallam menyenandungkan sya'ir Ibnu Rawahah dan menyemangati para
sahabat saat menggali parit. Beliau bersenandung:"Ya Allah tiada



kehidupan kecuali kehidupan akherat maka ampunilah kaum Anshar dan
Muhajirin." Seketika kaum Muhajirin dan Anshar menyambutnya dengan
senandung lain: "Kita telah membai'at Muhammad, kita selamanya selalu
dalam jihad." Ketika menggali tanah bersama para sahabatnya, Rasul
Shallallahu 'Alaihi Wasallam juga bersenandung dengan sya'ir Ibnu Rawahah
yang lain: "Demi Allah, jika bukan karena Allah, tentu kita tidak
mendapat petunjuk, tidak pula kita bersedekah, tidak pula mengerjakan
shalat. Maka turunkanlah ketenangan kepada kami, mantapkan langkah dan
pendirian kami jika bertemu (musuh) Orang-orang musyrik telah mendurhakai
kami, jika mereka mengingin-kan fitnah maka kami menolaknya." Dengan
suara koor dan tinggi mereka balas bersenandung "Kami menolaknya, ...
kami menolaknya." (Muttafaq 'Alaih)
Nyanyian yang mengandung pengesaan Allah, kecintaan kepada Rasululah
Shallallahu 'Alaihi Wasallam dengan menyebutkan sifat-sifat beliau yang
terpuji; atau mengandung anjuran berjihad, teguh pendirian dan memperbaiki
akhlak; atau seruan kepada saling mencintai, tolong menolong di
antara sesama; atau menyebutkan beberapa kebaikan Islam, berbagai
prinsipnya serta hal-hal lain yang bermanfaat buat masyarakat Islam, baik
dalam agama atau akhlak mereka. Di antara berbagai alat musik yang
diperbolehkan hanyalah rebana. Itupun penggunaannya terbatas hanya saat
pesta pernikahan dan khusus bagi para wanita. Kaum laki-laki sama sekali
tidak dibolehkan memakainya. Sebab Rasul Shallallahu 'Alahih Wasallam
tidak memakainya, demikian pula halnya dengan para sahabat beliau
Radhiallahu 'Anhum Ajma'in. Orang-orang sufi memperbolehkan rebana,
bahkan mereka berpendapat bahwa menabuh rebana ketika dzikir hukumnya
sunnat, padahal ia adalah bid'ah, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam
bersabda: "Jauhilah perkara-perkara yang diada-adakan, karena
sesungguhnya setiap perkara yang diada-adakan adalah bid'ah. dan setiap
bid'ah adalah sesat." (HR. Turmudzi, beliau berkata: hadits hasan
shahih).


KIAT MENGOBATI VIRUS NYANYIAN DAN MUSIK


Di antara beberapa langkah yang dianjurkan adalah:
Jauhilah dari mendengarnya baik dari radio, televisi atau lainnya,
apalagi jika berupa lagu-lagu yang tak sesuai dengan nilai-nilai akhlak
dan diiringi dengan musik.
Di antara lawan paling jitu untuk menangkal ketergantungan kepada musik
adalah dengan selalu mengingat Allah dan membaca Al Qur'an, terutama
surat Al Baqarah. Dalam hal ini Allah Ta'ala telah berfirman: "Hai
manusia sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan
sebagai penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan
petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman."(Yunus: 57)
"Sesungguhnya setan itu lari dari rumah yang di dalamnya dibaca surat Al
Baqarah." (HR. Muslim)
Membaca sirah nabawiyah (riwayat hidup Rasul Shallallahu 'Alaihi
Wasallam), demikian pula sejarah hidup para sahabat beliau.


SANGGAHAN UNTUK PARA PENGIKUT HAWA


Sering kita saksikan, sebagian para pengikut hawa nafsu, orang-orang yang
lemah jiwa dan sedikit ilmunya manakala mendengar perkara-perkara yang
diharamkan secara berturut-turut ia berkeluh kesah sambil berujar:
Segalanya haram, tidak ada sesuatu apapun kecuali kamu mengharamkannya,
kamu telah menyuramkan kehidupan kami, kamu membuat gelisah hidup kami,
menyempitkan dada, kamu tidak memiliki selain haram dan mengharamkan.
Agama ini mudah, persoalannya tak sesempit itu dan Allah Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang.



Untuk menjawab ucapan mereka, kita katakan sebagai berikut: Sesungguhnya
Allah Subhanallahu Wata'ala menetapkan hukum menurut kehendak-Nya, tidak
ada yang dapat menolak ketetapan-Nya. Allah Maha Bijaksana dan Maha
Mengetahui, maka Ia menghalalkan apa yang Ia kehendaki dan mengharamkan
apa yang dikehendaki-Nya pula dan diantara pilar kehambaan kita kepada
Allah Azza Wajalla adalah hendaknya kita ridha dengan apa yang ditetapkan
olehnya, pasrah dan berserah diri kepada-Nya secara total. Wallahu a'lam.
Sumber dari:


1. Muharramatustahaana bihannasu Yajibulhazru min ha hal: 100 – 102 Oleh:
Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajid.
2. Buyuut La tad Khuluha al-Malaikatu Hal: 117 – 121 Oleh: Syaikh Abu
Huzaifah Ibrahim
Nasehat untuk Pemusik/Penyanyi dan Pendengarnya


Assalaamu'alaikum warahmatullohi wabarokaatuh
Sebagai pelengkap dari jawaban atas pertanyaan seorang ikhwah yang dulu
pernah bertanya tentang masalah musik/nyanyian di milis ini.
Wassalaamu'alaikum warahmatullohi wabarokaatuh
Imam Kuswardayan


NASEHAT UNTUK PEMUSIK/PENYANYI DAN PENDENGARNYA>
Ibnul Qoyyim Al Jauziyah


======================================================================
Katakanlah kepada mereka sebagaimana yang dikatakan oleh hamba penasehat,
dan hak nasehat adalah didengar. Sejak kapankah diketahui manusia dalam
agama kita, bahwa nyanyian adalah sunnah yang harus diikuti ? Dan agar
seseorang makan seperti makannya keledai dan berdansa dalam suatu
perkumpulan hingga terjadi perzinahan. Dan mereka berkata, "Kami mabuk
cinta kepada Tuhan", padahal tidaklah suatu kaum itu mabuk kecuali karena
cawan-cawan (minuman keras). Demikianlah binatang, jika dikenyangkan,
maka kekenyangan membuatnya menari-nari. Lalu seruling membuatnya mabuk,
juga nyanyian, padahal jika (surat) Yasin dibacakan ia berpaling jengkel.
Masjid-masjid kita dihinakan karena memperdengarkan (Al Qur'an), lalu
apakah dimuliakan kandang-kandang (minuman) seperti itu ? Orang-orang
mulia berpendapat, tetapi sebagian kelompok dari orang rendah
menghalangi. (Ironinya), mereka mengaku meniti jejak mereka, tetapi
titian para penganggur. Mereka memotong jalan orang-orang ahli ibadah,
menyimpangkan jalan-jalan petunjuk dengan kebodohan dan kesesatan. Mereka
menampakkan pada lahirnya pakaian takwa, tetapi isi perut mereka penuh
dengan daki-daki. Jika engkau katakan, "Allah berfirman dan Rosul
bersabda', mereka mengerlingmu dengan kerling kemungkaran penuh
meremehkan. Juga jika engkau katakan, "Para shahabat telah berkata,
karena itu yang utama hendaknya kalian mengikuti dalam ucapan dan
perbuatan mereka" atau jika engkau katakan, "Para keluarga nabi telah
berkata, semogaAllah memberi sebaik-baik shalawat keluarga Nabi", atau
jika engkau katakan, "Imam Syafi'i, Ahmad, Abu Hanifah dan Imam Malik
telah berkata", atau jika engkau katakan, "Para sahabat mereka sesudahnya
telah berkata", maka semua itu bagi mereka sebagai khayalan belaka...
Lalu ia berkata, "Hatiku telah memberitahuku tentang rahasianya, tentang
rahasia-rahasiaku dan tentang keadaanku yang sejati, tentang kesejatian
waktuku, kesejatian kesaksianku, tentang rahasia diriku, tentang sifatsifat
perbuatanku." (Semua adalah) pengakuan, yang jika engkau telusuri,
akan engkau dapatkan ia hanyalah nama-nama dusta yang dibungkus dengan
kemustahilan. Mereka meninggalkan hakikat dan syariat, lalu meniru yang
tampak dari orang-orang bodoh dan sesat. Mereka menjadikan kepura-puraan



sebagai pintu, ungkapan-ungkapan khianat sebagai bualan, lalu melompat
menjadikannya sebagai dalil. Mereka melemparkan Kitabullah di belakang
punggung mereka, seperti musafir yang membuang sisa makanan mereka.
Nyanyian mereka jadikan kendaraan bagi hawa nafsu mereka, dan mereka
keterlaluan di dalamnya, sehingga mengatakan di dalamnya berbagai
kemustahilan. (Nyanyian) dikatakannya sebagai ketaatan, qurbah dan
sunnah, mereka percaya dalam hal tersebut terhadap syaikh yang
menyesatkan, Yaitu syaikh dahulu yang memerangkap mereka dengan khayalankhayalan,
lalu mereka mengiakan ajakan penipu. Karenanya, mereka
menghindari Al Qur'an, As Sunnah dan atsar, sebab semuanya mempersaksikan
kesesatan mereka. Mereka tidak mau mendengarkan kecuali apa yang mereka
syahwati sehingga melupakan mereka terhadap kesibukan lain. Ketika
mendengar Al Quran mereka menyerang, karena tuli, buta dan meremehkan.
Jika seorang qari' membacakan satu surat kepadanya, maka musuhnya
(nyanyian) membuat Al Qur'an begitu berat. Lalu juru bicara mereka
berkata, "Engkau terlalu panjang membaca, -padahal belum sampai sepuluh
(ayat)- karena itu pendekkanlah, kamu memang membosankan" Demikianlah,
sementara berapa banyak gurauan, teriakan dan tertawa tanpa adab dan
sopan santun (yang mereka lakukan) Sampai jika nyanyian telah
diperdengarkan kepada mereka, tiba-tiba suara menjadi hening karena
memuliakannya. Leher-leher mendongak untuk mendengarkan wahyu syaikh
tersebut yang berupa nyanyian dan lagu. Kepala-kepala menjadi bergoyang,
karena cinta dan rindu membuat keterikatan. Di sana ada rindu dendam,
juga keadaan yang tidak bisa disebut keadaan. Demi Allah, seandainya
mereka sadar, niscaya mereka akan melihatbetapa nista apa yang mereka
perbuat. Tetapi, mabuk karena nyanyian lebih berat daripada mabuk karena
khamr, dan ini sungguh tidak syak lagi. Dan jika suatu kali keduanya
berkumpul dalam satu jiwa, maka jiwa itu akan merugi serugi-ruginya.
Wahai ummat yang mempermainkan agama nabinya, sebagaimana permainan anakanak
di lumpur ! Kalian bergembira atas bencana yang menimpa Ahlul Kitab
dengan agama kalian, sungguh mereka tidak akan rela dengan perbuatanmu
itu. Berapa banyak kami dihina mereka karena kelompok kalian, baik secara
tersembunyi maupun terang-terangan dalam setiap perdebatan ? Kepada kami
mereka berkata, "Agama ?" Padahal ibadah para pemeluknya adalah nyanyian
ini, sungguh ini adalah agama yang mustahil. Sungguh syariat tidak datang
untuk membolehkannya, karena itu tanyakanlah syariat-syariat, niscaya
kamu tak lagi perlu bertanya. Jika kalian katakan, nyanyian itu adalah
kefasikan, kemaksiatan dan perdayaan setan kepada orang-orang hina, agar
menghalang-halangi manusia dari wahyu dan agama Ilahi dan agar terkena
perangkap setan yang memperdaya, niscaya kami bersaksi bahwa ia adalah
agama yang datang membawa kebenaran, agama para Rosul yang tidak sesat.
Demikianlah, dan penisbatan semua itu kepada agama Rosul adalah sesuatu
yang luar biasa. Sungguh tidak mungkin Rosulullah memutuskan hukum dengan
hawa nafsu dan kebodohan, itu adalah hukum yang sesat. Demi Allah, jika
semua itu dihadapkan kepadanya, niscaya beliau akan menolak dan
membatalkannya, kecuali yang sesuai dengan hukumnya, maka itulah yang
akan beliau terima. Segenap hukumnya adalah adil dan benar semuanya,
dalam rahmat, maslahat dan halal, segenap makhluk dari segenap penjuru
mengakui dengan akalnya bahwa hukumnya adalah baik dan sempurna. Hukumhukumnya
engkau dapati selalu berkesuaian dengan akal dan menghilangkan
setiap ikatan. sampai berkata orang yang mendengarkan hukumnya, "Tidaklah
setelahkebenaran ini melainkan kesesatan." Adalah untuk Allah, segenap
hukum Rasul dan keadilannya di antara para hamba, demikian pula dengan
cahaya yang gemerlap. Hukum-hukum itulah rahmat teragung di bumi ini,
sehingga manusia berada dalam kebahagiaan serta menerimanya, hukumhukumnya
berada dalam kebenaran, dan keadaan mereka berada dalamsebaikbaik
keadaan, penuh keamanan, kemuliaan, petunjuk, kasih sayang,
keterikatan, kecintaan dan keagungan, lalu kondisinya berubah, sampai



kemudian terbalik amal perbuatanmenjadi terpolusi. Seandainya mereka
menegakkan agama Allah, niscaya engkau lihat mereka dalam sebaik-baik
keadaan, sebaliknya, jika mereka memutuskan hukum secara zalim, maka
mereka akan menjerat orang yang mengingkarinya dengan bencana. Mereka
berkata, "Apakah engkau mengingkari syariat Muhammad, jangan demikian,
karena ia adalah syariat yang mulia dan tinggi." Wahai orang yang
mengingkari kebaikan, yang meminta Tuhannya agar menang daripadanya
dengan berbagai angan-angan, lihatlah kepada petunjuk para sahabat dan
orang yang hidup di zaman terdahulu (salafus sholeh), titilah jalan
mereka ke mana mereka mengarah, carilah jalan kanan karena yang kiri
bukanlah jalan (kebenaran). Demi Allah, mereka (salafus sholeh) tidak
memilih jalan untuk diri mereka selain jalan-jalan petunjuk dalam ucapan
dan perbuatan. Mereka meniti jalan dan petunjuk Rosul, dan itulah yang
mereka ikuti dalam segala keadaan. Sebaik-baik teman adalah yang mencari
petunjuk, dalam Mahsyar kelak, ia akan berakhir dengan sebaik-baik
kesudahan. Mereka adalah orang yang taat dan tunduk kepada Tuhan mereka,
dan berbicara dengan perkataan yang paling jujur, yang meninggalkan
setiap perbuatan buruk, dan mengamalkan sebaik-baik amalan. Hawa nafsu
mereka mengikuti agama Nabi mereka, sedang selain mereka memiliki keadaan
yang sebaliknya. Agama mereka tidak bercampur dengan kekurangan, ucapan
mereka tidak ada yang berupa bualan bodoh dan berlebih-lebihan. Mereka
mengerjakan apa yang mereka ketahui, dan tidak memaksa diri, karena itu
mereka tidak mencampur antara petunjuk dan kesesatan. Adapun selain
mereka berlawanan dalam dua perkara, yang meninggalkan petunjuk dan
mengajak kepada kesesatan. Mereka adalah petunjuk bagi orang yang
kebingungan, siapa yang berjalan sesuai petunjuk mereka tidak akan takut
tersesat. Mereka adalah bintang-bintang penunjuk jalan dan pemberi
cahaya, berada di tempat yang tinggi dan memiliki hasil yang banyak.
Mereka berjalan di tengah manusia dengan menunduk, ucapan mereka adalah
kebenaran, tidak dengan kebodohan orang-orang yang bodoh, penuh kasih
sayang, ilmu, ketakwaan, rendah hati dan nasihat dengan tingkat keutamaan
yang tinggi. Mereka menghidupkan malam mereka dengan mentaati Tuhan,
dengan tilawah (Al Qur'an), merendahkan diri (kepadaNya) dan berdoa.
Kedua pasang mata mereka mengalirkan air mata, seperti derasnya hujan
yang mengguyur. Pada malam hari mereka adalah rahib-rahib, tetapi (siang
hari) saat berjihad melawan musuh, mereka adalah orang yang paling
pemberani. Pada wajah-wajah mereka terdapat bekas sujud kepada Tuhan
mereka, dan karenanya, semburan cahaya dirinya gemerlap menerangi.
======================================================================
sumber:
"Mawaridul Aman Al Mutaqa min Ighasatul Lahfan fi Mashayidisy Syaithan".
Penulis: Ibnul Qayyim Al Jauziyah.
Editor: Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid.
Edisi Bahasa Indonesia: "Melumpuhkan Senjata Syetan"
Penerjemah: Ainul Haris Umar Arifin Thayib, Lc.
Penerbit: Darul Falah, Cetakan I.
hal 265-270
"Ilmu ini akan disandang oleh orang-orang terbaik pada setiap generasi. Mereka


menepis penyimpangan kaum yang ekstrim, membongkar pemalsuan ahli bathil dan
mematahkan kaum yang jahil." [HR Baihaqi]



klik www.laskarislam.tk (forum yang paling ditakuti damar_utomo)