Salaam,
Ketaatan kepada pemimpin (QS 4:69), menurut saya memang topik yang sangat perlu untuk kita kaji bersama, karena realitas masyarakat kita kaum muslimin sudah terpecah dalam berbagai mazhab pemikiran yang tentunya mempunyai konsep masing-masing tentang kepemimpinan ini. Ketika keliru atau salah dalam memahami konsep ini maka paling tidak kita akan mengalami krisis keimanan kpd Allah & Hari Kemudian.
Allah SWT memerintahkan melalui Rasul-Nya kpd orang2 beriman saat turunnya ayat tsb, untuk taat sekaligus yakni; Taatilah Allah dan taatilah Rasul dan Ulil Amri diantara kamu. Dan agaknya kalo mnrt ahli tata bahasa Arab perintah ini tanpa ada syarat yang mensyaratinya maupun batas yang membatasinya, dalam artian mutlak taat, kira-kira begitu.
Timbul pertanyaan saya; mungkinkah ketaatan kpd Ulil Amri pada saat turunnya ayat tsb. berlaku mulai saat itu dengan kemungkinan Ulil Amri yang dimaksud telah ada dan telah ditetapkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya? Siapakah Ulil Amri tsb.?
Agaknya perlu dibahas dulu asbabunuzul ayat, kapan turunnya, dll, sebagai mukaddimahnya.
Wa Salaam.